<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Security Archives - Wide Host Media</title>
	<atom:link href="https://widehostmedia.com/category/security/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://widehostmedia.com/category/security/</link>
	<description>Cloud Solution</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Nov 2023 09:00:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/wide_host_media_icon_30b_icon.ico</url>
	<title>Security Archives - Wide Host Media</title>
	<link>https://widehostmedia.com/category/security/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perbedaan Jenis Malware.</title>
		<link>https://widehostmedia.com/perbedaan-dari-beberapa-jenis-malware-yang-ada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Minna Pratari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2022 05:31:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[malware]]></category>
		<category><![CDATA[memoryresident]]></category>
		<category><![CDATA[multipartite]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8353</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu Malware? Pada umumnya, virus komputer atau Malware itu sangat banyak namun apa perbedaan jenis Malware tersebut? Sebelumnya, pengertian Malware adalah suatu program komputer yang dapat merusak sistem, file, atau dokumen. Biasanya, virus komputer tidak bisa menyerang perangkat keras secara langsung. Setelah Malware menyerang, ada beberapa ciri yang dapat terlihat atau dirasakan oleh pengguna [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/perbedaan-dari-beberapa-jenis-malware-yang-ada/">Perbedaan Jenis Malware.</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu Malware?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pada umumnya, virus komputer atau Malware itu sangat banyak namun apa perbedaan jenis Malware tersebut? Sebelumnya, pengertian Malware adalah suatu program komputer yang dapat merusak sistem, file, atau dokumen. Biasanya, virus komputer tidak bisa menyerang perangkat keras secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah Malware menyerang, ada beberapa ciri yang dapat terlihat atau dirasakan oleh pengguna  seperti file terkunci, file menjadi hilang, banyak muncul iklan dan masih banyak ciri lain yang terjadi. Selain itu, dampaknya berpengaruh terhadap performa pada komputer. Sehingga pengguna akan merasakan bahwa pemakaian komputer terasa terhambat oleh kehadiran Malware. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata ada beberapa tingkatan jenis Malware yang harus diatasi. Namun, jenis Malware yang akan di bahas kali ini yaitu Multipartite Virus dan Memory Resident Virus. Apa perbedaan dari kedua Malware tersebut? Bagaimana cara mengatasi hingga menghilangkan kedua Malware tersebut? Yuk, mari kita simak penjelasan berikut!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu Multipartite Virus di komputer?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari website <a href="https://history-computer.com/multipartite-virus-how-it-works-and-how-to-protect-yourself/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">history-computer</a> bahwa Multipartite Virus merupakan mimpi buruk terburuk bagi para pengguna komputer dimana pun. Mengapa demikian? Karena efek dan kerusakan yang ditimbulkan oleh virus ini sangat dahsyat dan traumatis. Faktanya Malware satu ini bekerja dengan cepat dan secara bersamaan dapat mempengaruhi file, dokumen dan folder yang terdapat dikomputer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada umumnya Multipartite Virus adalah virus yang bersembunyi di dalam RAM. Malware ini dapat bergerak dengan cepat dalam menginfeksi file, dokumen dan sebagainya menggunakan sistem tertentu. Maka dampaknya dapat membahayakan file &#8211; file penting dan juga kesehatan pada RAM. Bahkan saat menyalakan komputer saja dapat memicu virus ini untuk bergerak cepat dalam penyebarannya. Lalu performa komputer pun akan terasa lambat dan tidak dapat beroperasi secara maksimal seperti biasanya. </p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara mengatasi</strong> jenis Malware ini.</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, bagaimana cara mengatasi Mulltipartite Virus? Untuk menghilangkan dan membersihkan virus ini pada komputer yang harus dilakukan adalah dengan cara menggunakan anti-virus. Namun, jika kondisi perangkat lunak dan perangkat keras sudah dalam kondisi yang parah maka harus dilakukan Defrag Hardisk dengan cara menggunakan Disk Defragmenter. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses defragging adalah proses merapihkan file yang berada di dalam hardisk. Dalam artian bahwa proses ini merapihkan kembali lokasi file dalam sektor di hardisk, agar sektor &#8211; sektor yang terisi dalam hardisk dapat tersusun secara berurutan. Sehingga pada alokasi sektor &#8211; sektor tidak berantakan. </p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu Memory Resident Virus?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bahwasannya Memory Resident Virus adalah virus yang berada di memory komputer. Malware ini diciptakan lebih spesifik karena targetnya untuk menginfeksi memori RAM. Biasanya virus ini akan bekerja secara otomatis saat komputer dinyalakan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga keberadaan virus ini dapat membuat kinerja komputer tidak akan maksimal atau lambat. Memory Resident Virus merupakan salah satu virus yang terburuk karena dapat meduplikat dirinya di seluruh program bahkan di anti-virus itu sendiri. Ternyata jenis Malware ini memiliki dua jenis, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Fast Infectors.</strong><br>Jenis ini Melakukan kerusakan besar dengan cepat, tetapi sangat mudah diperhatikan karena efeknya.</li><li><strong>Low Infectors.</strong><br>Lalu jenis ini menyebar lebih luas, sehingga mereka tidak bisa terdeteksi lebih.</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata cara kerja Malware ini adalah dengan bersembunyi di dalam RAM komputer. Lalu virus ini punya kode tersendiri untuk menjalankan tugasnya untuk menyebar dan menduplikat diri ke dalam memori dan semua program. Bahkan dapat menempel pada anti-virus juga dan memungkinkan kinerja komputer akan menjadi lambat dan tidak stabil.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara mengatasi</strong> jenis Malware ini.</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil untuk sementara cara mengatasinya dengan menggunakan anti-virus seperti Smadav, Avast, Avira dan lain sebagainya. Cara tersebut yang dapat dilakukan untuk mengatasi jenis Malware ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa <strong>Perbedaan Jenis Malware tersebut? </strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara singkat persamaan Multipartite Virus dan Memory Resident Virus adalah jenis Malware yang bersembunyi di RAM. Namun apa yang membuat kedua jenis Malware ini berbeda? Perbedaan dari kedua jenis Malware ini dapat dilihat dari cara kerjanya dan cara mengatasinya. Berikut point &#8211; pointnya:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Pertama, cara kerja pada Multipartite Virus yang dapat bergerak sangat cepat dalam menyebarkan virus pada program &#8211; program yang terdapat di komputer. Sedangkan Memory Resident Virus dengan cara menduplikat dirinya dalam program bahkan ke dalam anti-virus juga. </li><li>Kedua, Multipartite Virus merupakan virus yang terburuk bagi pengguna komputer dikarenakan pergerakannya sangat cepat sehingga dapat merusak hard-drive pada komputer. Sedangkan Memory Resident Virus merupakan virus yang akan meninggalkan memory pada program di perangkat komputer dan tentu saja dapat menduplikat dirinya. </li><li>Lalu yang terakhir, cara mengatasi Multipartite Virus yaitu harus menggunakan anti-virus namun apabila sudah tidak bisa dikendalikan maka akan dilakukan Defrag Hardisk dengan cara menggunakan Disk Defragmenter. Sedangkan Memory Resident Virus bisa menggunakan anti-virus yang bagus dan berbayar. </li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan.</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa virus komputer sangatlah berbahaya dalam mengancam keamanan data-data penting yang ada di komputer. Ada beberapa virus komputer yang mengancam memory RAM dan hard-disk. Apabila virus-virus tersebut tidak di handle dengan cepat maka dampak besarnya akan merusak ke perangkat keras. Maka Multipartite Virus dan Memory Resident Virus merupakan salah satu virus yang tersembunyi bahkan tinggal di memory RAM. Walaupun kedua virus tersebut memiliki kesamaan dalam bersembunyi pada memory RAM namun ternyata ada perbedaan yang dapat terlihat mulai dari cara penyebarannya hingga cara mengatasinya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Khawatir dengan data-data penting kalian di komputer? Tidak usah khawatir, karena <a href="https://widehostmedia.com/">Wide Host Media</a>&nbsp;mempunyai perlindungan terbaik dengan menggunakan <em>Imunify360</em> yang sangat berguna bagi keamanan website kamu. Selain itu, bagi kamu yang tertarik untuk memulai&nbsp;<em>website</em>&nbsp;mu sendiri, Wide Host Media juga menyediakan layanan hosting murah dengan akses super cepat dan stabil. Digunakan untuk penyimpanan file&nbsp;<em>website</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>email</em>&nbsp;yang kamu miliki agar lebih mudah diakses kapanpun dan dimanapun melalui internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bisa bermanfaat. Terima kasih.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/perbedaan-dari-beberapa-jenis-malware-yang-ada/">Perbedaan Jenis Malware.</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keylogger: Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis-Jenisnya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/keylogger-pengertian-cara-kerja-dan-jenis-jenisnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2022 17:04:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[cybercrime]]></category>
		<category><![CDATA[keylogger]]></category>
		<category><![CDATA[malware]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8206</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu mendengar mengenai berbagai peristiwa kebocoran data yang terjadi di internet? Kira-kira apakah yang menyebabkan terjadinya hal tersebut? Well, terdapat salah satu jenis cybercrime yang dapat menjadi penyebab terjadinya kebocoran data tersebut, yaitu keylogger. Bagi sebagian orang istilah satu ini mungkin terdengar cukup asing, namun siapa sangka bahwa keylogger merupakan salah satu teknik pencurian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/keylogger-pengertian-cara-kerja-dan-jenis-jenisnya/">Keylogger: Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis-Jenisnya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mendengar mengenai berbagai peristiwa kebocoran data yang terjadi di internet? Kira-kira apakah yang menyebabkan terjadinya hal tersebut? <em>Well</em>, terdapat salah satu jenis <em>cybercrime </em>yang dapat menjadi penyebab terjadinya kebocoran data tersebut, yaitu <em>keylogger</em>. Bagi sebagian orang istilah satu ini mungkin terdengar cukup asing, namun siapa sangka bahwa <em>keylogger</em> merupakan salah satu teknik pencurian data yang sering sekali dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah yang kamu ketahui mengenai <em>keylogger</em>? Bagaimanakah cara kerjanya sehingga dapat mengancam keamanan privasi datamu di internet? Jika kamu penasaran, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai apa itu <em>keylogger</em>, mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya. Yuk, mari kita simak penjelasan berikut, <em>happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>P</strong>engertian</h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <em>website</em> <a href="https://www.avast.com/c-keylogger" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Avast</a>, <strong><em>keystroke logging </em></strong>atau juga dikenal sebagai <strong><em>keylogger </em></strong>merupakan salah satu <em>cybercrime</em> yang termasuk ke jenis <em>spyware </em>karena bertujuan untuk menyadap dan mencuri data korbannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Keylogger</em> itu sendiri merupakan sebuah <em>tool</em> (<em>hardware</em> atau <em>software</em>), yang digunakan untuk merekam segala penekanan tombol pada <em>keyboard</em> (<em>keystroke</em>) yang dilakukan oleh korbannya secara otomatis. Sehingga, dengan menggunakan <em>tool</em> ini,maka segala informasi yang kamu masukkan ke sebuah <em>website</em> dapat direkam dan dikirimkan ke pihak ketiga (<em>hacker</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya, tindak kejahatan ini dilakukan oleh <em>hackers </em>untuk mencuri berbagai informasi atau data sensitif korbannya, seperti informasi perbankan dan keuangan atau informasi pribadi lainnya. Tentunya, akan sangat berbahaya jika <em>hackers</em> berhasil mendapatkan informasi sensitif korbannya, karena nantinya informasi tersebut dapat diperjual belikan atau digunakan untuk keuntungan pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, <em>keylogger</em> ini dapat memungkinkan terjadi tindak kejahatan lainnya, seperti penyadapan melalui kamera dan juga <em>microphone</em>. <em>That’s why</em>, kamu harus lebih berhati-hati kembali dalam memasukkan berbagai informasi pribadi ke sebuah <em>website</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja dari <em>Keylogger</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, kamu juga perlu mengetahui cara kerja dari <em>keylogger</em> ini agar dapat benar-benar memahaminya.&nbsp; Jadi, sebenarnya bagaimanakah cara <em>malware</em> ini menginfeksi perangkatmu?<em> Well</em>, <em>keylogger </em>ini dapat menyelinap melalui trojan atau <em>malware</em> lainnya yang menginfeksi perangkatmu. Kemudian, jika berhasil menyelinap ke dalam perangkat, maka segala aktivitas yang dilakukan pada sebuah perangkat dapat direkam begitu saja. Contohnya, seperti <em>keystroke</em>, riwayat penelusuran, dan juga percakapan yang terjadi pada perangkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tidak hanya melalui <em>software</em> berbahaya saja, <em>keylogger</em> ini juga dapat menginfeksi perangkatmu melalui <em>hardware</em>. Nantinya, seluruh data sensitif korban akan tersimpan pada perangkat tersebut hingga akhirnya perangkat diambil oleh <em>hacker</em>. Yuk, mari simak pembahasan selanjutnya untuk dapat mengetahui secara lebih detail mengenai cara kerja dari <em>cybercrime</em> ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Keylogger</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa <em>keylogger</em> dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu <em>software</em> dan <em>hardware keylogger</em>. Lantas, hal apakah yang membedakan keduanya? Berikut penjelasannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. <em>Software Keylogger</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan namanya, jenis yang satu ini tidak memerlukan perangkat fisik untuk menginfeksi dan mengakses perangkat target. Melainkan, jenis ini bekerja layaknya<em> software </em>berbahaya (<em>malware</em>) yang menyusup masuk ke sebuah perangkat bersamaan dengan <em>malware</em> lainnya, melalui <em>link</em> atau lampiran berbahaya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi, sebenarnya jenis satu ini tidak selalu berbahaya, karena dapat digunakan oleh beberapa pihak untuk keperluan tertentu. Misal, untuk melakukan pemantauan terhadap penggunaan aplikasi karyawan di sebuah perusahaan atau pemantauan terhadap aplikasi yang digunakan oleh anak-anak. Nah, <em>software keylogger</em> ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis lainnya yang umum untuk ditemukan, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>keylogger</em></strong> <strong>berbasis <em>form, </em></strong>penyadapan dan pencurian segala informasi yang dimasukkan ke dalam sebuah form <em>website</em> oleh korbannya;</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>berbasis kernel<em>, </em></strong>penyadapan dan pencurian segala informasi yang masuk ke dalam system. Hal ini mungkin untuk terjadi, karena<em> hacker </em>mendapatkan izin level admin untuk mengakses system tanpa adanya batasan;</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>berbasis API</strong>,<em> </em>penyadapan yang dilakukan secara langsung melalui penekanan tombol <em>keyboard</em> yang dilakukan oleh korban pada perangkatnya.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Hardware Keylogger</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan jenis sebelumnya, untuk <em>hardware keylogger</em> ini memerlukan sebuah perangkat fisik untuk dapat mengakses perangkat korbannya. Berikut beberapa jenis <em>hardware keylogger</em> yang sering ditemukan, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>kamera tersembunyi, </strong>biasanya banyak ditemukan di berbagai tempat umum untuk merekam <em>keystroke</em>;</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>hardware keyboard, </em></strong>salah satu bentuk penyadapan yang dilakukan secara langsung, karena <em>tools</em> terpasang bersamaan pada kabel atau bahkan pada <em>keyboard</em> nya. &nbsp;Sehingga, dapat langsung merekam penekanan tombol <em>keyboard </em>yang dilakukan oleh korbannya;</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>USB-disk loaded</em>, </strong>merupakan perangkat USB yang sudah terinfeksi dan jika terhubung ke perangkatmu, maka dapat mengirimkan <em>malware keylogger</em> ke dalamnya.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-Ciri Perangkat yang Terkena Serangan <em>Keylogger</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, bagaimanakah caranya untuk mengetahui jika sebuah perangkat terinfeksi oleh <em>keylogger</em> atau tidak? Berikut beberapa pertanda yang biasanya muncul pada perangkat yang terinfeksi.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Program yang kamu miliki tiba-tiba menjadi lebih sering mengalami <em>crash</em> atau <em>freeze</em>.</li>
</ol>



<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Terjadi perubahan pengaturan secara tiba-tiba, entah itu pada <em>toolbar</em>, <em>browser</em>, ataupun ikon program lainnya yang dimiliki.</li>
</ol>



<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Performa perangkat menurun dan melambat.</li>
</ol>



<ol class="wp-block-list" start="4">
<li>Alih-alih diarahkan ke halaman web yang seharusnya ketika menjelajahi internet, kamu justru diarahkan ke halaman web yang tidak sesuai dan cukup mencurigakan.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Menghindari <em>Keylogger</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah infeksi <em>malware</em> satu ini bisa dihindari? Jawabannya, tentu saja bisa. Tidak perlu khawatir, karena terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi perangkatmu dari <em>keylogger</em>. Berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Pastikan <em>software</em> selalu <em>update</em></strong>, lantaran pada setiap <em>update</em> terbaru selalu terdapat peningkatan sistem keamanan untuk melindungi perangkatmu.</li>
</ol>



<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Gunakan <em>ad-blocker</em></strong>, ketika melakukan penjelajahan di internet, <em>ad blocker</em> ini akan sangat bermanfaat untuk memblokir berbagai <em>pop-up</em> iklan yang muncul. Iklan-iklan ini perlu diblokir karena jika diklik, baik secara sengaja ataupun tidak, dapat berpotensi mengirimkan <em>malware </em>ke perangkat penggunanya.</li>
</ol>



<ol class="wp-block-list" start="3">
<li><strong>Selalu gunakan<em> resource</em> terpercaya</strong>, agar dapat terlindungi dari <em>software</em> berbahaya, maka selalu pastikan untuk mengunduh file atau <em>software</em> melalui <em>resource </em>yang sudah terpercaya.</li>
</ol>



<ol class="wp-block-list" start="4">
<li><strong>Jangan berikan informasi personal sembarangan</strong>, terutama jika kamu tidak mengetahui secara pasti siapa yang meminta informasi tersebut. Dikarenakan, bisa saja kamu sedang mengalami percobaan serangan <em>phishing</em> yang dapat mengakibatkan terjadinya pencurian identitas.</li>
</ol>



<ol class="wp-block-list" start="5">
<li><strong>Gunakan <em>software antivirus</em></strong>, <em>last but not least, software antivirus</em> ini dapat melindungi perangkatmu dari berbagai serangan <em>malware</em>. Lantaran, kamu akan mendapatkan peringatan jika terdapat hal-hal mencurigakan terjadi pada perangkatmu.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa <em>keylogger</em> merupakan salah satu jenis kejahatan di dunia maya (<em>cybercrime</em>) yang cukup berbahaya. Karena, <em>keylogger</em> dapat menyadap secara langsung setiap penekanan tombol <em>keyboard </em>yang dilakukan seseorang pada sebuah perangkat. Sehingga, <em>hacker</em> dapat dengan mudah mencuri berbagai informasi penting, seperti <em>password</em>, nomor kartu kredit, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kamu harus lebih berhati-hati kembali dalam memasukkan informasi personal ke dalam sebuah <em>website</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait dengan keamanan, apabila kamu masih bingung untuk menentukan tempat penyimpanan bagi berbagai datamu, maka percayakanlah kepada <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>. Kami menyediakan layanan server, hosting, data center dengan kemanan yang tinggi, didukung oleh team support yang akan selalu siap melayani selama 24/7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa memberi manfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/keylogger-pengertian-cara-kerja-dan-jenis-jenisnya/">Keylogger: Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis-Jenisnya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Password Manager Aman untuk  Digunakan?</title>
		<link>https://widehostmedia.com/apakah-password-manager-aman-untuk-digunakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2022 13:35:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[password manager]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu mengalami kejadian lupa password pada akun yang dimiliki? Hal tersebut memang sangat lumrah sekali untuk terjadi. Terutama, jika kamu memiliki banyak akun dengan berbagai password yang berbeda. Terkadang, untuk menghindari lupa password, maka orang-orang lebih memilih menggunakan satu kata sandi (password) yang sama pada semua akun yang dimilikinya. Namun, hal tersebut justru sangatlah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apakah-password-manager-aman-untuk-digunakan/">Apakah Password Manager Aman untuk  Digunakan?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mengalami kejadian lupa <em>password</em> pada akun yang dimiliki? Hal tersebut memang sangat lumrah sekali untuk terjadi. Terutama, jika kamu memiliki banyak akun dengan berbagai <em>password </em>yang berbeda. Terkadang, untuk menghindari lupa <em>password</em>, maka orang-orang lebih memilih menggunakan satu kata sandi (<em>password</em>) yang sama pada semua akun yang dimilikinya. Namun, hal tersebut justru sangatlah berbahaya karena akunmu menjadi sangat rentan untuk diretas. Sebagai solusinya, kamu bisa menggunakan <em>password manager</em> untuk mengelola seluruh <em>password </em>akun yang kamu miliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan <em>password manager</em>? Lalu, apakah penggunaannya benar-benar aman bagi akunmu atau justru membahayakan? Jika kamu penasaran dan ingin mengetahui jawabannya, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Yuk, mari kita simak pembahasan artikel mengenai <em>password manager</em> ini hingga akhir. <em>Happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Password Manager</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Password manager </em></strong>merupakan sebuah aplikasi <em>software</em> yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola kata sandi untuk akun <em>online</em>, serta dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan tambahan lainnya. Salah satunya, yaitu <em>password generator</em> yang dapat digunakan untuk membuat kata sandi yang kuat, unik, dan sulit untuk ditebak. Sehingga, kecil kemungkinan untuk akunmu diretas oleh <em>hacker</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, jika menggunakan <em>password manager</em> maka seluruh kata sandi yang kamu miliki akan disimpan dalam bentuk yang terenkripsi. Kemudian, jika ingin mengakses seluruh kata sandi tersebut, maka diperlukan sebuah kata sandi utama (<em>master password) </em>saja. Sehingga, cukup hanya dengan mengingat <em>master password</em>, maka kamu dapat mengakses berbagai kata sandi lainnya yang sudah tersimpan sebelumnya pada <em>password manager</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan begitu, kamu juga tidak perlu khawatir akan lupa terhadap berbagai kata sandi yang dimiliki. Lantaran, semuanya sudah tersimpan dengan aman dan dapat terisi secara otomatis ketika kamu akan melakukan <em>log in</em> ke akun <em>online </em>mu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat dari <em>Password Manager</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain dapat membantumu dalam mengingat kata sandi, sebenarnya masih terdapat beberapa manfaat lainnya yang bisa diberikan oleh <em>password manager</em>. Kira-kira apa sajakah manfaat yang didapatkan dari penggunaan pengelola <em>password</em> satu ini? Berikut penjelasannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Membantu mengingat<em> password</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, manfaat utama dari penggunaan <em>password manager </em>adalah untuk membantu penggunanya dalam mengingat dan mengelola seluruh kata sandi akun yang dimiliki. Sehingga, dapat meminimalisir kejadian akun yang tidak bisa diakses karena lupa kata sandi. Satu hal yang perlu kamu ingat, yaitu hanyalah kata sandi utama (<em>master password</em>), agar bisa mengakses seluruh kata sandi akun yang kamu simpan di dalamnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Menghemat waktu</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menggunakan <em>password manager</em>, kamu juga dapat lebih menghemat waktu dalam melakukan pengisian data atau kredensial pada akun <em>online</em>. Lantaran, aplikasi ini dapat mengisi kredensial akun <em>online </em>secara otomatis (<em>auto-fill</em>), menggunakan kata sandi yang sudah tersimpan sebelumnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Membuat <em>password</em> secara otomatis</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, aplikasi ini juga dapat membantumu dalam pembuatan kata sandi untuk akun <em>online</em> yang baru akan dibuat. Caranya, yaitu dengan menggunakan <em>auto-generated password</em>, yang dapat menghasilkan kata sandi cukup rumit dan sulit untuk ditebak. Dikarenakan, kata sandi yang dihasilkan terdiri dari berbagai angka dan huruf secara acak.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Melindungi akun dan identitas pribadi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih berkaitan dengan yang sebelumnya, jika kamu menggunakan <em>auto-generated password </em>maka akun dan identitas pribadimu juga akan menjadi jauh lebih aman. Lantaran, kata sandi yang dihasilkan untuk setiap akun yang dimiliki itu berbeda dan cukup rumit. Sehingga, akan sulit bagi para <em>hacker</em> untuk melakukan peretasan pada akunmu karena tingkat keamanan yang dimilikinya cukuplah tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja dari <em>Password Manager</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, mari kita cari tahu mengenai cara kerja dari <em>password manager</em> agar dapat memahaminya lebih jauh. Nah, hal pertama yang dilakukan, yaitu penyimpanan kata sandi oleh aplikasi dengan cara merekam kredensial (<em>username</em> dan <em>password</em>) yang digunakan saat pertama kali <em>sign in </em>ke sebuah <em>website</em>. Sehingga, ketika kamu mengunjungi kembali <em>website </em>tersebut, maka kredensial akan terisi secara otomatis (<em>auto-fill</em>) dengan informasi <em>login</em> yang sudah tersimpan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu juga dapat menggunakan aplikasi pengelola kata sandi ini, untuk memastikan bahwa kata sandi yang digunakan untuk setiap akunnya berbeda dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Sebelumnya, pastikan bahwa kamu telah memilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhanmu, misal jika kamu menggunakan lebih dari satu perangkat, maka gunakan aplikasi pengelola yang memang tersedia di berbagai perangkat. Loh, memangnya terdapat berapa banyak jenis <em>password manager </em>yang bisa digunakan? Nah, jika kamu penasarn, yuk simak penjelasan berikut!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Password Manager</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata, <em>password manager</em> ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara penyimpanan kata sandinya. Kali ini kita akan menjelaskan tiga jenis <em>password manager </em>yang umum untuk digunakan. Berikut penjelasannya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Cloud-based </em></strong>– Merupakan jenis <em>password manager </em>yang menyimpan seluruh kata sandi yang sudah terenkripsi pada jaringan milik <em>provider</em>. &nbsp;Sehingga, kamu dapat mengakses seluruh kata sandi yang sudah tersimpan melalui perangkat apa pun, dimana pun, dan kapan pun selagi memang terhubung ke jaringan internet.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Desktop-based </em></strong>– Berbeda dengan <em>cloud-based</em>, jenis satu ini menyimpan kata sandi yang sudah terenkripsi pada satu perangkat saja. Sehingga, kamu tidak akan bisa mengakses kata sandi tersimpan melalui perangkat lainnya<strong>. </strong>Jenis satu ini cocok digunakan bagi kamu yang tidak mempercayakan untuk menyimpan kata sandinya pada jaringan milik orang lain.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Single-Sign on </em>(SSO) </strong>– Jika biasanya setiap akun memiliki masing-masing kata sandi unik yang berbeda, maka dengan SSO ini kamu cukup memiliki satu kata sandi saja untuk seluruh akun yang dimiliki. Umumnya, jenis satu ini banyak digunakan oleh perusahaan untuk keperluan pekerjaan karyawannya. Karena, SSO akan menjamin identitas pengguna sehingga tidak diperlukan verifikasi. Dengan bgitu, pengguna akan lebih mudah dalam mengakses aplikasi atau akun yang diinginkan.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Contoh <em>Password Manager</em> Populer</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu tertarik untuk melakukan pengelolaan kata sandi menggunakan <em>password manager</em>, maka terdapat beberapa aplikasi pengelola kata sandi populer gratis ataupun berbayar yang bisa kamu coba gunakan. Berikut penjelasan beserta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>LastPass</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/LastPass-Logo.png" alt="Password Manager Example" class="wp-image-8192" width="476" height="349" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/LastPass-Logo.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/LastPass-Logo-300x220.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/LastPass-Logo-768x563.png 768w" sizes="(max-width: 476px) 100vw, 476px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan salah satu aplikasi pengelola kata sandi yang dapat berjalan pada berbagai sistem operasi, perangkat, dan <em>browser</em>. Menyediakan dua versi yang bisa digunakan, yaitu gratis dan berbayar. Keduanya memiliki fungsi utama yang sama yaitu untuk menyimpan kata sandi dan menghubungkannya ke berbagai perangkat. Namun, terdapat sedikit perbedaan pada kedua versi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika menggunakan versi gratis maka kamu hanya bisa memilih salah satu jenis perangkat saja untuk dihubungkan, yaitu antara mobile atau desktop. Lalu, jika ingin menghubungkan ke seluruh jenis perangkat, maka kamu harus melakukan <em>upgrade</em> ke versi premium (berbayar), dengan harga mulai dari $36/tahun hingga $48/tahun.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>1Password</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/1Password-Logo-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8193" width="506" height="337" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/1Password-Logo-1024x683.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/1Password-Logo-300x200.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/1Password-Logo-768x512.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/1Password-Logo-1536x1024.png 1536w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/1Password-Logo-2048x1365.png 2048w" sizes="(max-width: 506px) 100vw, 506px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Sama seperti LastPass, aplikasi satu ini juga cukup populer untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan dan pembuatan kata sandi yang cukup kuat. Dapat berjalan pada berbagai macam sistem operasi, seperti MacOS, iOS, Windows, Android, Chrome, dan Linux. Sehingga, dapat memudahkan pengguna OS apapun untuk <em>log in </em>pada sebuah situs dengan mudah dan aman, hanya dengan sekali klik saja. Namun, 1Password ini tidak menyediakan versi gratis. Melainkan, terdapat tawaran <em>free trial</em> selama 14 hari, dan apabila tertarik maka kamu dapat berlangganan dengan harga mulai dari $36/tahun.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Dashlane</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/Dashlane-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-8194" width="515" height="289" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/Dashlane-1024x576.jpeg 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/Dashlane-300x169.jpeg 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/Dashlane-768x432.jpeg 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/Dashlane.jpeg 1161w" sizes="(max-width: 515px) 100vw, 515px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya, untuk Dashlane ini merupakan sebuah aplikasi pengelola kata sandi gratis yang dapat menyimpan hingga 50 <em>password</em> pada satu perangkat. Nah, Dashlane ini dapat berjalan pada berbagai macam sistem operasi dan <em>browser</em>, seperti Chrome, Firefox, Safari, iOS, dan android. Untuk tampilan yang dimilikinya pun cukuplah sederhana dana benar-benar aman untuk digunakan sebagai penyimpanan data.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Keeper</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="512" height="288" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/Keeper-Logo.png" alt="" class="wp-image-8195" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/Keeper-Logo.png 512w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/Keeper-Logo-300x169.png 300w" sizes="(max-width: 512px) 100vw, 512px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, terdapat Keeper yang menawarkan versi gratis tanpa adanya limitasi yang diberikan. Sehingga, jika menggunakan aplikasi ini, kamu bisa menyimpan banyak sekali kata sandi pada perangkatmu. Lalu, apabila tertarik setelah menggunakan layanan <em>free trial</em>, maka kamu dapat melakukan <em>upgrade</em>, dengan harga mulai $35/tahun hingga $59/tahun.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dapat disimpulkan bahwa <em>password manager</em> merupakan sebuah aplikasi<em> software</em> bermanfaat untuk menyimpan dan mengelola seluruh kata sandi akun <em>online</em> yang dimiliki. Bahkan, tidak hanya untuk menyimpan, kamu juga dapat membuat <em>password</em> yang kuat dengan keamanan tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan berbagai informasi menarik lainnya. Kami juga menyediakan berbagai layanan hosting, server dan data center yang dapat menunjang kebutuhanmu. Dengan jaminan keamanan tinggi dan uptime mencapai 99,9%, menggunakan berbagai teknologi terbaik sehingga menghasilkan performa yang maksimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa memberi manfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apakah-password-manager-aman-untuk-digunakan/">Apakah Password Manager Aman untuk  Digunakan?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seberapa Bahaya Worm Komputer?</title>
		<link>https://widehostmedia.com/seberapa-bahaya-worm-komputer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2022 03:59:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[computer worm]]></category>
		<category><![CDATA[malware]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8174</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika kamu mendengar istilah worm atau dalam Bahasa Indonesia itu cacing, mungkin yang terlintas di benakmu merupakan sebuah hewan invertebrata yang sering ditemukan di dalam tanah. Sayangnya, bukan jenis cacing seperti itulah yang sedang kita bicarakan. Melainkan, salah satu jenis malware yang dapat menyebar dengan mudah jika sudah menginfeksi sebuah perangkat. Apabila di dunia nyata [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/seberapa-bahaya-worm-komputer/">Seberapa Bahaya Worm Komputer?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu mendengar istilah <em>worm </em>atau dalam Bahasa Indonesia itu cacing, mungkin yang terlintas di benakmu merupakan sebuah hewan invertebrata yang sering ditemukan di dalam tanah. Sayangnya, bukan jenis cacing seperti itulah yang sedang kita bicarakan. Melainkan, salah satu jenis <em>malware </em>yang dapat menyebar dengan mudah jika sudah menginfeksi sebuah perangkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila di dunia nyata cacing tidak dianggap berbahaya, tetapi di dalam istilah komputasi, <em>worm</em> ini justru cukup merusak dan berbahaya bagi sebuah perangkat. Memangnya apakah yang dimaksud dengan <em>worm</em> komputer? Mengapa keberadaannya dapat mengancam sebuah perangkat? <em>Well</em>, jika kamu penasaran dan ingin mengetahui jawabannya, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Lantaran, kita akan membahas mengenai jenis <em>malware</em> satu ini, mulai dari pengertian hingga cara untuk menghindarinya. Yuk, mari kita simak penjelasan berikut. <em>Happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Worm </em>Komputer?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Worm</em> komputer</strong> ini merupakan salah satu jenis <em>malware </em>yang termasuk ke dalam bagian dari <em>trojan horse</em>. Hal ini dikarenakan, <em>worm</em> komputer memanfaatkan teknik yang sama seperti<em> trojan</em>, yaitu <em><a href="https://widehostmedia.com/social-engineering-ancaman-bagi-keamanan-data/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">social engineering</a></em> untuk melakukan penyerangan ke sebuah sistem perangkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan jenis <em>malware </em>lainnya, <em>worm </em> tidak memerlukan campur tangan manusia untuk melakukan aktivasi, replikasi, dan penyebaran. Lantaran, <em>malware</em> ini dapat mereplikasi dirinya sendiri dan melakukan penyebaran melalui koneksi jaringan (internet atau LAN). Ketika sudah berhasil mereplikasi dirinya sendiri, maka <em>malware</em> dapat dengan mudah menyebar dan menginfeksi perangkat lainnya. Sementara itu, <em>malware</em> akan tetap aktif pada perangkat yang sudah terinfeksi sebelumnya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/how-computer-worm-works.png" alt="How computer worm works" class="wp-image-8178" width="552" height="405" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/how-computer-worm-works.png 750w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/how-computer-worm-works-300x220.png 300w" sizes="(max-width: 552px) 100vw, 552px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Keberadaan jenis <em>malware</em> satu ini akan mudah untuk dideteksi, jika replikasi terjadi secara tidak terkendali. Dikarenakan, replikasi tersebut akan memakan banyak <em>resource</em> dan membuat beberapa<em> task</em> yang dijalankan pada perangkat melambat.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja <em>Worm </em>Komputer</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai jenis <em>malware </em>yang dapat melakukan replikasi sendiri, <em>worm </em>tidak memerlukan bantuan eksternal apapun dalam melakukan penyebaran. Sehingga, <em>worm</em> juga tidak perlu mengelabui korban agar dapat membantunya dalam melakukan aktivasi <em>malware</em>. Semua dilakukan hanya dengan memanfaatkan kerentanan tersembunyi yang dimiliki oleh sistem operasi perangkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk awal mula penyebarannya, biasanya dilakukan melalui lampiran <em>email </em>atau pesan instan, yang apabila dibuka maka <em>worm</em> akan terunduh secara otomatis. Sebelumnya juga banyak yang melakukan penyebaran <em>worm</em> melalui perangkat fisik, seperti <em>floppy disk</em>, USB, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, apabila<em> malware</em> sudah berhasil memasuki perangkat dan menginfeksi sistem, maka <em>malware</em> akan berusaha untuk tetap aktif pada perangkat tersebut selama mungkin. Tujuannya adalah agar dapat melakukan penyebaran sebanyak mungkin ke perangkat rentan lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Worm </em>Komputer</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilihat dari cara penyebarannya, <em>worm</em> komputer dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Kira-kira jenis apa sajakah yang dimilikinya? Berikut penjelasannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Instant messaging worm</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan salah satu jenis <em>worm</em> yang melakukan pembajakan dan penyebaran <em>malware</em> melalui <em>platform </em>pesan instan, seperti WhatsApp, telegram, Skype, LINE, dan lain sebagainya. Kemudian, <em>malware</em> ini akan menginfeksi perangkat lainnya dengan mengirimkan pesan ke seluruh kontak yang dimiliki korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya pesan berisikan <em>clickbait </em>menarik, untuk meyakinkan para korbannya agar membuka <em>link </em>yang terdapat pada pesan tersebut. Jika trik tersebut berhasil dan korban membuka <em>link</em> nya, maka selanjutnya korban akan diarahkan ke sebuah <em>website</em> berbahaya. Sehingga, <em>malware</em> pun akan tersebar dengan sangat cepat dari kontak satu korban ke kontak korban lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Email worm</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir serupa dengan jenis sebelumnya, hanya saja untuk jenis satu ini bekerja dengan cara mengirimkan <em>email</em> pada semua alamat yang terdapat di daftar kontak korbannya. Tentu saja, <em>email</em> berisikan lampiran file yang dapat menginfeksi perangkat penerima <em>email </em>jika lampiran tersebut dibuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk jenis ini biasanya menggunakan teknik <em>phishing</em> dan <em>social engineering </em>dalam meyakinkan penggunanya, agar bersedia membuka lampiran atau <em>link</em> yang terdapat pada<em> email</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong><em>File-sharing worm</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini sudah tersedia banyak sekali media streaming berlangganan yang bisa digunakan untuk mendengarkan musik, menonton film, dan lain sebagainya. Namun, kenyataannya masih terdapat banyak pengguna internet yang lebih memilih menggunakan media ilegal untuk mengunduh film dan musik yang diinginkan secara gratis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sadar tidak sadar, pengunduhan file dari media ilegal ini dapat mengancam keamanan perangkatmu. Lantaran, <em>hacker </em>dapat dengan mudah menyisipkan <em>worm</em> pada file-file tersebut. Kemudian, jika kamu mengunduhnya maka <em>worm </em>akan menyebar ke perangkatmu dan menjalankan berbagai aksi lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong><em>Cryptoworm</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jenis <em>worm</em> satu ini bekerja dengan melakukan enkripsi pada data korbannya agar menjadi tidak bisa diakses. Sehingga, memang umum digunakan untuk melakukan penyerangan <em><a href="https://widehostmedia.com/ransomware-pengertian-dan-jenis-jenisnya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ransomware</a></em>. Serangan <em>ransomware</em> ini merupakan salah satu jenis <em>cybercrime, </em>dimana <em>hacker</em> akan melakukan enkripsi pada data korban dan meminta uang tebusan sebagai jaminannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong><em>Internet worm</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan namanya, jenis satu ini melakukan penyebaran melalui internet atau <em>local area network</em> (LAN). Jadi, awal mulanya internet <em>worm</em> ini akan menargetkan <em>website</em> atau layanan lain dengan keamanan yang rendah. Sehingga, jika <em>website </em>berhasil terinfeksi, maka setiap perangkat yang mengakses <em>website</em> tersebut juga akan ikut terinfeksi. Selanjutnya, <em>malware </em>pun dapat tersebar ke perangkat lainnya yang terkoneksi dengan perangkat yang sudah terinfeksi, melalui internet ataupun LAN.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Contoh dari <em>Worm</em> Komputer</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa tahun terakhir, telah banyak sekali terjadi penyerangan <em>worm </em>yang menyebabkan kerugian. Berikut beberapa contoh dan penjelasan mengenai penyerangan <em>worm</em> yang cukup populer.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Morris worm</strong> – Merupakan <em>worm</em> komputer pertama, yang dirilis oleh Robert Tappan Morris di tahun 1988. Menargetkan kelemahan pada beberapa program UNIX, awal mulanya Morris tidak bermaksud menyebabkan banyak kerusakan. Namun, karena cara penulisannya, <em>worm</em> ini pada akhirnya mampu menginfeksi banyak sistem perangkat, tidak hanya sekali namun berkali-kali. Sehingga, akhirnya menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian hingga jutaan dollar.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>ILOVEYOU worm </strong>– Merupakan salah satu <em>worm</em> yang paling banyak mengakibatkan kerusakan di tahun 2000. ILOVEYOU ini menyebarkan <em>malware </em>melalui lampiran <em>email </em>yang dibuka oleh korban. Kemudian, <em>malware</em> pun akan kembali tersebar ke seluruh kontak Outlook yang dimiliki korban. Akibatnya, 45 juta pengguna terinfeksi oleh <em>worm</em> ini sejak pertama kali perilisannya di bulan Mei tahun 2000.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>WannaCry </strong>– Merupakan contoh serangan yang merusak perangkat dengan <em>cybersecurity tools</em> modern di tahun 2017. Hanya dalam satu hari, WannaCry berhasil menginfeksi 230.000 perangkat di 150 negara berbeda. WannaCry menjalankan aksinya dengan melakukan enkripsi pada data korban, kemudian meminta sejumlah uang tebusan jika korban menginginkan akses datanya kembali.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-Ciri Perangkat yang Te</strong>rinfeksi</h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun <em>worm </em>komputer ini menjalankan aksinya secara diam-diam, tetapi kamu tetap dapat mendeteksinya melalui beberapa pertanda yang muncul pada perangkatmu. Lantas, apa sajakah kira-kira yang mengindikasikan jika sebuah perangkat terinfeksi oleh <em>malware</em> satu ini? Berikut penjelasannya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Performa perangkat menurun</strong> dikarenakan <em>worm </em>memakan banyak <em>resource</em>, mengakibatkan perangkat sering mengalami <em>freeze </em>atau <em>crash</em>.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Muncul beberapa file atau ikon yang sebelumnya tidak ada dan memang tidak familiar, atau sebaliknya yaitu <strong>kehilangan beberapa file</strong> secara tiba-tiba.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><em>Worm</em> akan terus melakukan replikasi dan menyimpannya pada <em>storage</em> perangkat, sehingga mengakibatkan kamu memiliki <strong>sedikit <em>storage </em>tersisa</strong>.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Muncul notifikasi berisikan peringatan</strong> dari <em>software antivirus</em> atau sistem operasi.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Beberapa <strong>program berjalan tidak sebagaimana mestinya</strong>, misal tiba-tiba program berjalan (<em>execute</em>) atau menutup dengan sendirinya.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Terhindar dari <em>Worm</em></strong> Komputer</h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi, kamu tidak perlu khawatir karena terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melindungi perangkatmu dari infeksi <em>malware</em> ini. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar dapat terhindar dari <em>worm</em> komputer.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Gunakan <em>software antivirus</em> yang dapat mencegah dan mendeteksi kerberadaan berbagai jenis <em>malware</em> yang dapat menyerang perangkatmu.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Lakukan <em>update software</em> dan sistem operasi secara rutin, karena biasanya setiap <em>update</em> dilengkapi dengan peningkatan sistem keamanan yang dapat melindungi perangkatmu.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Gunakan <em>firewall</em> agar dapat dilakukan pemantauan dan analisa terhadap lalu lintas jaringan (trafik).</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>Gunakan <em>password </em>yang kuat, unik, dan sulit untuk ditebak karena <em>malware</em> ini dapat menggunakan <em>credential login default</em> pabrik untuk menginfeksi perangkat.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>Hindari penggunaan program P2P untuk melakukan pengunduhan file.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dapat disimpulkan bahwa <em>worm </em>komputer ini terbilang cukup berbahaya dan dapat merusak sebuah perangkat. Bahkan, jenis <em>malware</em> satu ini tidak memerlukan bantuan eksternal dalam melakukan aktivasi. Cara penyebaran <em>malware </em>nya pun bermacam-macam, mulai dari pesan instan, <em>email</em>, bahkan jaringan internet. Oleh karena itu, kamu perlu lebih berhati-hati agar dapat terhindar dari serangan satu ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kamu bisa menggunakan <em>firewall </em>sebagai salah satu cara untuk melindungi perangkatmu dari berbagai serangan berbahaya. Nah, <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media </a> sendiri menggunakan FortiGate sebagai sistem kemanan <em>firewall</em> nya. Lantaran, FortiGate dapat menjamin keamanan data secara keseluruhan dan akan mengawasi setiap lalu lintas data yang melewati sistem Wide Host Media. Untuk penjelasan lengkapnya mengenai FortiGate, bisa dibaca pada artikel <a href="https://widehostmedia.com/sistem-keamanan-firewall-dari-fortigate/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sistem Keamanan Firewall dari FortiGate</a>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa memberi manfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/seberapa-bahaya-worm-komputer/">Seberapa Bahaya Worm Komputer?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sniffing: Cara Kerja dan Tips untuk Menghindarinya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/sniffing-cara-kerja-dan-tips-untuk-menghindarinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2022 03:59:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[cybercrime]]></category>
		<category><![CDATA[sniffing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kejahatan di dunia maya saat ini sudah beragam sekali jenisnya, dikarenakan teknologi yang semakin canggih seiring dengan berkembangnya zaman. Nah, hal tersebut tentunya menjadi ancaman yang cukup berbahaya bagi kemanan data para pengguna internet. Salah satu kejahatan di dunia maya yang cukup mengancam keamanan data pengguna internet adalah sniffing. Pernahkah kamu mendengar istilah sniffing? Bagaimanakah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/sniffing-cara-kerja-dan-tips-untuk-menghindarinya/">Sniffing: Cara Kerja dan Tips untuk Menghindarinya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kejahatan di dunia maya saat ini sudah beragam sekali jenisnya, dikarenakan teknologi yang semakin canggih seiring dengan berkembangnya zaman. Nah, hal tersebut tentunya menjadi ancaman yang cukup berbahaya bagi kemanan data para pengguna internet. Salah satu kejahatan di dunia maya yang cukup mengancam keamanan data pengguna internet adalah <em>sniffing</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mendengar istilah <em>sniffing</em>? Bagaimanakah cara kerjanya sehingga dapat mengancam keamanan data? Lalu, adakah tips yang dapat dilakukan untuk menghindari kejahatan yang satu ini? Jika kamu penasaran, maka kamu berada di artikel yang tepat. Kali ini kita akan membahas mengenai <em>sniffing, </em>mulai dari pengertian, cara kerja, hingga tips untuk menghindarinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span>P</span><strong>engertian</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <em>website</em> <a href="https://www.avast.com/c-sniffer" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Avast</a>, s<em>niffing </em>merupakan sebuah kejahatan di dunia maya (<em>cybercrime</em>) menggunakan sebuah<em> software </em>atau <em>hardware tool</em> yang dikenal sebagai <strong><em>sniffer</em></strong>. Nah, <em>sniffer</em> ini memungkinkan penggunanya untuk menyadap trafik internet dan menangkap seluruh data yang mengalir ke dan dari perangkatmu.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/sniffing-example-edited.png" alt="sniffing example" class="wp-image-8164" width="648" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/sniffing-example-edited.png 569w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/05/sniffing-example-edited-300x164.png 300w" sizes="(max-width: 569px) 100vw, 569px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Program<em> sniffer</em> ini juga dikenal dengan istilah <em>wireless sniffers, ethernet sniffers, network probes</em>, dan masih banyak lagi. Namun, apapun istilahnya, tujuan yang dimiliki oleh jenis <em>cybercrime</em> satu ini tetaplah sama yaitu untuk menyadap segala aktivitas yang kamu lakukan di perangkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Sniffer</em> menjalankan aksinya dengan menangkap dan memeriksa seluruh paket data yang melalui sebuah jaringan. Paket data tersebut biasanya berisikan informasi-informasi penting, seperti <em>password</em>, konfigurasi <em>router</em>, trafik web dan informasi-informasi sensitif lainnya. Sehingga, <em>hacker</em> biasanya menggunakan teknik ini untuk menjalankan serangan <em>man-in-the-middle, </em>kemudian mencuri data-data yang tidak dienkripsi dan dibagikan melalui internet. Namun, <em>sniffing</em> juga dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti memonitor dan melakukan <em>troubleshoot</em> pada trafik jaringan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja <em>Sniffing</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum memahami mengenai cara kerja dari <em>sniffing</em>, kamu perlu mengetahui bagaimana proses pengiriman informasi yang terjadi di internet. Pertama, setiap data yang dikirimkan secara <em>online </em>melalui perangkatmu akan dibagi menjadi beberapa paket. Nantinya data-data tersebut akan melalui banyak <em>router</em> dan <em>switch</em>, sebelum akhirnya dikumpulkan kembali di titik destinasi. Nah, pada proses inilah besar kemungkinan terjadinya <em>sniffing </em>pada paket.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, dilihat dari cara kerjanya, <em>sniffing</em> ini dapat dibedakan menjadi dua jenis. Kira-kira apa sajakah jenis-jenis yang dimilkinya? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, mari kita simak pembahasan berikutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Sniffing</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan cara kerjanya, jenis<em> cybercrime</em> satu ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu <em>active</em> dan <em>passive sniffing</em>. Lantas, apakah perbedaan dari keduanya? Yuk, mari kita cari tahu jawabannya pada pembahasan berikut!</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Active Sniffing</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan salah satu jenis<em> sniffing</em> yang digunakan untuk menyadap jaringan berbasis <em>switch</em>. Jadi, ketika kamu menghubungkan tambahan perangkat pada <em>switch</em>, maka akan dikirimkan data untuk mengatur trafik jaringan ke perangkat tertentu yang memang bertugas untuk menerimanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah pada jenis satu ini, <em>hacker </em>dapat memonitor dan mengubah trafik yang terdapat di dalam jaringan. Hal ini dilakukan dengan menginjeksi <em>address resolution packets</em> (ARP) ke jaringan target, untuk membanjiri <em>table content address memory</em> (CAM) <em>switch</em>. Contoh dari <em>active sniffing</em>, yaitu <em>DNS poisoning</em>, serangan <em>spoofing, MAC flooding</em>, dan lain sebagainya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Passive Sniffing</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk jenis <em>passive sniffing</em>, ia hanya dapat melakukan penyadapan saja pada trafik tanpa melakukan perubahan. Lantaran, jenis satu ini bekerja dengan perangkat hub dan mengirimkan seluruh trafik pada <em>port</em>. Sehingga, seluruh <em>host</em> yang terhubung pada jaringan tersebut dapat melihat trafik. Dengan demikian, <em>hacker </em>pun dengan sangat mudah dapat mengetahui setiap trafik yang melaluinya.&nbsp; Nah, karena tidak dilakukan pengubahan apapun, maka akan sulit untuk mendeteksi keberadaan <em>passive sniffing</em> ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips Agar Terlindungi dari <em>Sniffing</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan khawatir, karena kamu dapat melakukan perlindungan agar dapat terhindar dari jenis serangan <em>cyber </em>yang satu ini. Lantas, bagaimanakah caranya? <em>Well</em>, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari serangan <em>sniffing.</em></p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Hindari penggunaan Wi-Fi publik </strong>– Usahakan untuk tidak menggunakan jaringan Wi-Fi yang terdapat di tempat umum. Terutama jika Wi-Fi tersebut tidak diproteksi dengan <em>password</em>. Lantaran, siapapun dapat dengan mudah melakukan penyadapan pada jaringan tersebut.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Melakukan enkripsi data dengan menggunakan VPN </strong>– Untuk keamanan tambahan datamu, kamu bisa melakukan enkripsi data dengan menggunakan VPN. Tujuan dilakukannya enkripsi adalah untuk melindungi proses pertukaran data yang terjadi dengan mengubahnya ke dalam kode-kode yang tidak dapat dipahami oleh siapapun.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Hindari mengunjungi <em>website </em>dengan awalan HTTP </strong>– Selanjutnya juga hindari untuk mengunjungi <em>website</em> yang diawali dengan HTTP. Lantaran, itu berarti <em>website </em>tersebut tidak melakukan enkripsi untuk segala proses pertukaran data yang terjadi di dalamnya. Sehingga, jika kamu memasukkan data-data sensitif ke <em>website</em> tersebut maka <em>hacker</em> dapat mencurinya dengan mudah.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong>Jangan menggunakan aplikasi pesan yang tidak terenkripsi</strong> – Sama halnya seperti <em>website </em>ataupun Wi-Fi, pastikan untuk selalu mengunakan aplikasi perpesanan yang menjaga keamanan dan kerahasiaan data. Kamu bisa menggunakan aplikasi yang menggunakan <em>end-to-end encryption</em>, seperti WhatsApp, LINE, Telegram, dan lain sebagainya.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li><strong>Melakukan instalasi <em>software</em> keamanan</strong> – <em>Last but not least</em>, kamu bisa melindungi perangkat dengan melakukan instalasi software keamanan (<em>antivirus</em>). Lantaran, biasanya <em>hacker </em>menggunakan <em>virus, trojan</em>, atau <em>worm</em> untuk mengirimkan <em>sniffer</em> ke perangkat korban.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dapat disimpulkan bahwa <em>sniffing </em>merupakan salah satu jenis kejahatan di dunia maya (<em>cybercrime</em>) yang melakukan penyadapan melalui jaringan. Tujuannya adalah untuk mencuri berbagai data atau informasi sensitif, seperti trafik web, <em>password</em>, dan konfigurasi <em>router</em>. Namun, kamu dapat melakukan perlindungan dengan melakukan instalasi antivirus, enkripsi data menggunakan VPN, menghindari penggunaan Wi-Fi publik, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait dengan keamanan, apabila kamu masih bingung untuk menentukan tempat penyimpanan bagi berbagai datamu, maka percayakanlah kepada <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>. Kami menyediakan layanan server, hosting, data center dengan kemanan yang tinggi, didukung oleh team support yang selalu siap melayani 24/7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa memberi manfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/sniffing-cara-kerja-dan-tips-untuk-menghindarinya/">Sniffing: Cara Kerja dan Tips untuk Menghindarinya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pharming: Jenis Cybercrime Berbahaya Selain Phishing</title>
		<link>https://widehostmedia.com/pharming-jenis-cybercrime-berbahaya-selain-phishing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 06:48:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[cybercrime]]></category>
		<category><![CDATA[pharming]]></category>
		<category><![CDATA[phishing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8129</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat ini tindak kejahatan cyber semakin merajalela, salah satunya yaitu pharming yang merupakan sebuah tindakan penipuan online dengan cara melakukan manipulasi terhadap trafik website. Tujuannya adalah untuk melakukan pencurian berbagai data sensitif milik korban. For your information, istilah pharming ini sendiri berasal dari gabungan kata phishing dan farming. Lantaran, teknik penipuan yang dilakukannya hampir serupa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/pharming-jenis-cybercrime-berbahaya-selain-phishing/">Pharming: Jenis Cybercrime Berbahaya Selain Phishing</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini tindak kejahatan <em>cyber </em>semakin merajalela, salah satunya yaitu <strong><em>pharming</em></strong> yang merupakan sebuah tindakan penipuan <em>online </em>dengan cara melakukan manipulasi terhadap trafik <em>website</em>. Tujuannya adalah untuk melakukan pencurian berbagai data sensitif milik korban. <em>For your information</em>, istilah <em>pharming </em>ini sendiri berasal dari gabungan kata <em>phishing</em> dan <em>farming</em>. Lantaran, teknik penipuan yang dilakukannya hampir serupa dengan <em>phishing</em>. Namun, siapa sangka nyatanya <em>pharming</em> ini jauh lebih berbahaya dari <em>phishing </em>loh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan <em>pharming</em> dan mengapa keberadaannya dapat mengancam keamanan data seseorang? Nah, jika kamu ingin mencari tahu jawabannya, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Kali ini kita akan membahas mengenai <em>pharming</em> secara lengkap, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga jenis-jenisnya. Yuk, mari kita simak artikelnya hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Pharming</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari<em> website</em> <a href="https://www.malwarebytes.com/pharming" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Malwarebytes</a>, <strong><em>pharming</em></strong> merupakan salah satu jenis <em>cybercrime </em>yang meliputi tindakan untuk mengarahkan pengguna internet ke situs berbahaya yang benar-benar menyerupai situs asli dan terpercaya. Nah, situs-situs ini nantinya dapat mencuri berbagai informasi dan data pribadi yang di <em>input</em> oleh korbannya, seperti kredensial login, data keuangan, atau lain sebagainya. Sehingga, dapat dikatakan bahwa <em>pharming </em>ini akan mencoba untuk mengelabui korbannya menggunakan sebuah situs palsu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, biasanya <em>pharmer </em>(orang yang melakukan tindakan <em>pharming</em>) banyak menargetkan situs-situs yang bergerak di bidang keuangan, misal situs perbankan dan keuangan, <em>e-commerce, platform</em> pembayaran <em>online</em>, dan lain sebagainya. Lantaran, mereka memang mengincar data-data tersebut untuk kemudian dilakukan pencurian data dan dapat mengakses akun korbannya secara ilegal.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Phishing vs Pharming</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah yang membedakan <em>pharming</em> dengan <em>phishing</em>? Bukankah keduanya sama-sama bertujuan untuk mendapatkan informasi dan data pribadi milik korbannya? <em>Yup</em>, betul! Jika mengingat kembali, sebelumnya kita sudah pernah mengulas mengenai apa itu <strong><em><a href="https://widehostmedia.com/bahaya-phishing-dan-tips-untuk-menghindarinya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">phishing</a></em></strong>. Nah, untuk tindakan <em>phishing</em> ini biasanya dilakukan dengan menggunakan metode penyerangan vektor, seperti melalui pesan atau <em>email </em>yang didalamnya telah dilampirkan sebuah<em> link</em> berbahaya. Kemudian, jika <em>link</em> tersebut diklik oleh korbannya maka ia akan diarahkan ke sebuah situs palsu yang berbahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan, untuk <em>pharming</em> ini memang tidak menjalankan aksinya melalui serangan <em>email </em>atau pesan layaknya <em>phishing</em>. Melainkan, jenis <em>cybercrime</em> satu ini menggunakan<em> malware</em> atau kode berbahaya yang dieksekusi pada perangat korbannya. Sehingga, akhirnya <em>pharmer</em> memiliki kendali untuk mengarahkan pengguna dari satu situs ke situs lainnya. Jadi, dapat dikatakan untuk serangan <em>pharming </em>ini tidak memerlukan adanya interaksi apapun dari korbannya.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja <em>Pharming</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk lebih memahami cara kerja dari <em>pharming</em>, kamu harus mengetahui terlebih dahulu konsep dari DNS. Nah, apa sih yang dimaksud dengan DNS? <em>Well</em>, DNS itu sendiri merupakan singkatan dari <em>Domain Name System</em>, yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain atau URL ke sebuah <em>IP address</em>. DNS ini juga dapat dianalogikan seperti buku telefon, yang memiliki daftar nama domain beserta <em>IP address</em> nya. Sehingga, ketika kamu memasukkan sebuah nama domain ke <em>browser</em>, maka DNS akan menerjemahkannya ke dalam sebuah <em>IP address</em> dan menghubungkan ke lokasi server <em>IP address</em> tersebut disimpan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/pharming-attack.jpeg" alt="pharming attack" class="wp-image-8131" width="724" height="434" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/pharming-attack.jpeg 800w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/pharming-attack-300x180.jpeg 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/pharming-attack-768x461.jpeg 768w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Pada proses inilah <em>pharming</em> mulai bekerja, dimana serangan <em>cyber</em> ini akan menganggu keseluruhan proses. Caranya dengan mengalihkan pengguna internet ke sebuah <em>IP address</em> palsu yang mengarah ke <em>website</em> berbahaya. Dalam menjalankan aksinya,<em> pharmer</em> biasanya menggunakan teknik <em>social engineering</em> untuk mengelabui korbannya. Nah, terdapat dua jenis contoh utama dari <em>pharming </em>yang dapat dibedakan berdasarkan teknik yang digunakan untuk menjebak korbannya. Yuk, mari kita simak di pembahasan berikutnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Pharming</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat dua jenis <em>pharming </em>yang bisa dibedakan berdasarkan teknik penjebakan yang dilakukannya. Berikut penjelasan mengenai keduanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Malware Pharming</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikenal juga sebagai DNS <em>changer</em>, jenis satu ini menginfeksi perangkat korbannya menggunakan sebuah <em>malware </em>yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi pada file host lokal. Apabila <em>malware</em> berhasil melakukan pengubahan pada file host lokal, maka ketika nama domain dimasukkan ke <em>browser</em>, justru <em>browser </em>akan mengarahkan pengguna ke sebuah situs palsu yang berbahaya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>DNS Poisoning</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jenis satu ini langsung menargetkan server DNS daripada perangkat individual untuk dirusak, yang mengakibatkan seluruh pengguna pada server tersebut akan diarahkan ke <em>website </em>palsu. <em>Poisoning</em> ini juga dapat menyerang berbagai jenis server DNS terlepas dari skalanya, baik itu <em>router</em> internet kantor ataupun rumahan. Hal ini menyebabkan jangkauan yang dimilikinya pun menjadi sangat luas, sehingga dapat memakan lebih banyak korban.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Terlindungi dari<em> Pharming</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan agar dapat terlindungi dari serangan <em>pharming</em> ini? Tentu saja, walaupun serangan satu ini sulit untuk diidentifikasi tetapi terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan. Berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong><em>Password</em> kuat untuk <em>router</em></strong> – Salah satu cara untuk mencegah serangan <em>pharming </em>adalah dengan menggunakan <em>password </em>yang kuat untuk <em>router</em> mu. Jangan pernah menggunakan <em>default password</em> yang terdapat di balik <em>router</em>, jika kamu tidak ingin terkena <em>DNS poisoning</em>. Namun, kamu dapat menggunakan frasa sandi (<em>passphrases</em>) yang panjang, unik, dan sulit untuk ditebak.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Software anti-malware </em></strong>– Berikutnya, kamu juga dapat menggunakan metode yang sudah pasti ampuh, yaitu penggunaaan <em>software anti-malware </em>untuk melindungimu dari berbagai macam serangan <em>malware</em>.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Gunakan ISP terpercaya </strong>– Pastikan kamu juga menggunakan ISP (<em>Internet Service Provider</em>) terpercaya. Dikarenakan, ISP yang memang berkualitas akan menyaring segala<em> redirect</em> mencurigakan yang terjadi, untuk memastikan keamanan data penggunanya.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong><em>Password manager </em></strong>– Kamu dapat menggunakan <em>password manager</em>, yang bekerja dengan mengisikan <em>username </em>dan <em>password</em> secara otomatis. Hal ini dapat dilakukan, jika kamu terdeteksi sudah pernah melakukan<em> login</em> pada kunjungan sebelumnya. Sehingga, jika <em>password manager</em> tidak mengisikan detail login secara otomatis, besar kemungkinan situs yang kamu kunjungi merupakan sebuah situs palsu.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li><strong>Hindari <em>website</em> mencurigakan </strong>– Selain yang sudah disebutkan di atas, kamu juga dapat melakukan hal-hal mendasar seperti memperhatikan keaslian sebuah website yang akan dikunjungi. Dimulai dari awalan URL, typo, warna atau font yang berbeda, hingga beberapa konten yang hilang. Sehingga, kamu dapat terlindungi sebelum akhirnya memasukkan berbagai data atau informasi penting ke <em>website</em> tersebut.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa <em>pharming </em>merupakan salah satu jenis <em>cybercrime</em> berbahaya yang dapat mencuri berbagai informasi atau data pribadi korban. Bahkan, jenis serangan satu ini jauh lebih berbahaya dibandingkan <em>phishing</em>, karena skalanya yang jauh lebih besar. Tetapi, kamu bisa melakukan beberapa hal sederhana untuk emlindungi data-datamu, seperti menggunakan <em>password</em> yang kuat untuk <em>router, software anti-malware</em>, ISP yang terpercaya, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai pharming dan beberapa tips untuk menghindarinya. Silakan kunjungi <em>website </em><a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan berbagai layanan hosting, server, domain, dan data center, dengan kemanan data yang tinggi serta akses super cepat dan stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa memberikan manfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/pharming-jenis-cybercrime-berbahaya-selain-phishing/">Pharming: Jenis Cybercrime Berbahaya Selain Phishing</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Serangan Man-in-the-Middle (MITM)</title>
		<link>https://widehostmedia.com/mengenal-serangan-man-in-the-middle-mitm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2022 07:31:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[cybercrime]]></category>
		<category><![CDATA[man-in-the-middle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat ini sudah terdapat banyak sekali kejahatan di dunia maya atau dikenal juga sebagai cybercrime, yang mengincar data pribadi atau data penting milik seseorang (korban) untuk kemudian disalahgunakan. Cybercrime ini banyak sekali jenisnya, dan bisa dibedakan berdasarkan cara atau metode penyerangan yang dilakukan oleh hacker.&#160; Nah, salah satu cybercrime yang perlu kamu waspadai adalah serangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-serangan-man-in-the-middle-mitm/">Mengenal Serangan Man-in-the-Middle (MITM)</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini sudah terdapat banyak sekali kejahatan di dunia maya atau dikenal juga sebagai <em>cybercrime</em>, yang mengincar data pribadi atau data penting milik seseorang (korban) untuk kemudian disalahgunakan. <em>Cybercrime</em> ini banyak sekali jenisnya, dan bisa dibedakan berdasarkan cara atau metode penyerangan yang dilakukan oleh <em>hacker</em>.&nbsp; Nah, salah satu <em>cybercrime</em> yang perlu kamu waspadai adalah serangan <em>man-in-the-middle (MITM)</em>. Terdengar cukup asing, namun siapa sangka bahwa serangan satu ini cukup berbahaya dan dapat berakibat fatal apabila berhasil dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan serangan <em>man-in-the-middle</em>? Lalu, bagaimanakah cara kerjanya hingga memungkinkan <em>hacker </em>untuk dapat mencuri data korbannya? Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita simak artikel mengenai serangan <em>man-in-the-middle</em>. Pada artikel ini akan dibahas mengenai pengertian, cara kerja, hingga cara pencegahan agar dapat terhindar dari serangan satu ini. Yuk, mari kita simak pembahasannya hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Man-in-the-Middle</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Man-in-the-middle (MITM) </em></strong>merupakan salah satu jenis serangan <em>cyber</em>, dimana <em>hacker </em>ikut berada di tengah-tengah sebuah percakapan atau proses pengiriman data yang terjadi di antara pengguna (korban) dengan <em>website</em> atau aplikasi, tanpa diketahui oleh korbannya. Sederhananya, <em>hacker </em>melakukan penyadapan pada percakapan dan pertukaran data yang seharusnya bersifat rahasia. Tidak hanya menyadap, <em>hacker </em>juga dapat melakukan penyamaran identitas sebagai salah satu pihak terlibat. Sehingga, seakan-akan proses pertukaran data atau informasi terjadi dengan normal tanpa adanya kejanggalan apapun.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/how-man-in-the-middle-works.png" alt="serangan man-in-the-midlle" class="wp-image-8096" width="623" height="344" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/how-man-in-the-middle-works.png 880w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/how-man-in-the-middle-works-300x166.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/how-man-in-the-middle-works-768x425.png 768w" sizes="(max-width: 623px) 100vw, 623px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan dari dilakukannya penyerangan ini adalah untuk mencuri berbagai data atau informasi pribadi, seperti kredensial akun, nomor kartu kredit, atau data sensitif lainnya. Kemudian, data atau informasi yang sudah didapatkan tersebut nantinya disalahgunakan oleh <em>hacker</em>. Entah itu untuk pencurian identitas, transaksi ilegal, pembajakan akun, atau bahkan diperjual belikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, target dari penyerangan ini biasanya adalah para pengguna aplikasi keuangan dan perbankan, situs <em>e-commerce</em> atau<em> website</em> lainnya yang perlu memasukkan data-data pribadi ke dalamnya. Sehingga, penting bagimu untuk terlebih dahulu memastikan keamanan sebuah <em>website </em>atau aplikasi sebelum memasukkan berbagai data penting ke dalamnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja dari Serangan <em>Man-in-the-Middle</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara kerja dari serangan <em>man-in-the-middle</em> ini? <em>Well</em>, terdapat dua fase pada proses penyerangan dari MITM ini, yaitu <em>interception</em> dan <em>decryption</em>. Nah, untuk mengetahui lebih detail mengenai kedua fase tersebut, simak penjelasan berikut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Interception</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Fase pertama dari serangan <em>man-in-the-middle </em>ini adalah <em>interception</em>, dimana <em>hacker </em>akan melakukan pencegatan pada jaringan korban dengan menggunakan sebuah jaringan palsu, sebelum sampai ke tujuannya. <em>Interception</em> ini bertujuan agar <em>hacker</em> dapat memasuki atau melibatkan dirinya pada proses pertukaran data yang dilakukan oleh korbannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara sederhana untuk melakukan<em> interception</em> agar dapat memakan banyak korban adalah dengan menyediakan Wi-Fi hotspot berbahaya untuk publik. Biasanya Wi-Fi ini tidak dilindungi oleh <em>password</em> agar dapat menarik perhatian korbannya. Nah, ketika korban berhasil terjebak dan terkoneksi ke Wi-Fi tersebut, maka dengan mudah <em>hacker</em> bisa mendapatkan akses ke berbagai pertukaran data <em>online </em>yang terjadi pada perangkat korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika <em>hacker</em> sudah berhasil untuk melibatkan dirinya pada sebuah proses pertukaran data, maka selanjutnya terdapat beberapa teknik <em>spoofing</em> yang mungkin dilakukan untuk melanjutkan aksinya. Nah, <em>spoofing </em>ini merupakan sebuah teknik dimana <em>hacker </em>melakukan peniruan atau pemalsuan data untuk mendapatkan keuntungan pribadi.&nbsp; Terdapat beberapa jenis teknik spoofing yang bisa dilakukan, seperti <em>ARP spoofing</em>, <em>IP spoofing</em>, atau <em>DNS spoofing</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Decryption</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Fase berikutnya setelah <em>hacker</em> berhasil menjalankan <em>interception</em> adalah <em>decryption</em>. Nah, jadi ketika <em>hacker</em> sudah berhasil mendapatkan akses pada data korban, maka harus dilakukan dekripsi karena umumnya data-data tersebut terenkripsi. Jika sebuah data terenkripsi, maka perlu dilakukan dekripsi agar <em>hacker</em> dapat membaca dan menggunakan data-data tersebut. Terdapat beberapa metode yang mungkin digunakan oleh <em>hacker </em>untuk melakukan dekripsi, berikut penjelasannya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>SSL Hijacking </em></strong><em>­</em>– Merupakan sebuah metode dimana <em>hacker </em>melakukan pencegatan ketika korban akan diarahkan dari sebuah <em>website </em>HTTP (<em>unsecure version</em>), ke <em>website</em> HTTPS (<em>secure version</em>). Sehingga, akhirnya <em>hacker</em> dapat mengakses berbagai informasi sensitif milik korban.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>SSL Stripping </em></strong>– Metode ini dilakukan dengan menurunkan (<em>downgrading</em>) sebuah koneksi milik korban, dari koneksi HTTPS (<em>secure version</em>) ke koneksi HTTP (<em>unsecure version</em>).</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>HTTPS Spoofing </em></strong>– Merupakan sebuah trik yang dilakukan untuk mengelabui <em>browser</em>, dengan cara mengirimkan sertifikat palsu. Tujuannya adalah agar <em>browser </em>dapat meyakini bahwa beberapa <em>website </em>tertentu dianggap aman dan dapat dipercaya<strong><em>. </em></strong>Ketika korban berhasil terhubung ke <em>website</em> yang nyatanya berbahaya tersebut, maka <em>hacker </em>bisa mendapatkan seluruh akses data yang dibagikan pada <em>website</em>.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Mendeteksi Serangan <em>Man-in-the-Middle</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi serangan <em>man-in-the-middle</em>? <em>Well</em>, agak sulit untuk mengetahui hal tersebut, lantaran MITM bisa menyerang begitu saja tanpa diketahui siapapun. Walaupun demikian, terdapat beberapa hal yang bisa diperhatikan dan diwaspadai ketika melakukan <em>web browsing</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu caranya adalah dengan memerhatikan URL sebuah <em>website</em> yang terdapat di <em>address bar</em>. Jika URL sebuah <em>website</em> diawali dengan <strong>HTTP</strong>, maka itu merupakan sebuah pertanda bahwa <em>website</em> tidaklah aman (<em>unsecure</em>). Lantaran, pada <em>website</em> tidak dilakukan enkripsi yang dapat melindungi segala pertukaran data yang terjadi di dalamnya. Sehingga, dengan mudah <em>hacker </em>dapat meretas segala data yang dimasukkan ke <em>website</em> tersebut. Sementara itu, jika URL sebuah <em>website </em>diawali dengan <strong>HTTPS</strong> (<em>secure</em>), maka menandakan <em>website </em>tersebut aman dan dilakukan enkripsi untuk pertukaran datanya. Selain dari URL, kamu juga dapat memerhatikan<em> padlock</em> di sisi kiri <em>address bar </em>yang menandakan keamanan <em>website</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu,<em> hacker</em> juga dapat melakukan penyerangan melalui Wi-Fi publik seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, lebih baik jangan pernah melakukan transfer data menggunakan Wi-Fi publik, terutama yang tidak diproteksi oleh <em>password</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Mencegah dari Serangan <em>Man-in-the-Middle</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, bagaimanakah cara agar dapat terhindar dari serangan <em>man-in-the-middle </em>ini? Bisakah hal tersebut dilakukan ataukah serangan ini memang tidak dapat dihindari? <em>Well</em>, kamu bisa saja terlindungi dari serangan <em>man-in-the-middle</em> ini dengan melakukan beberapa pencegahan. Kira-kira apa sajakah pencegahan yang bisa dilakukan? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>hindari mengakses <em>website</em> dengan awalan URL HTTP <em>(unsecure</em>);</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>hindari penggunaan Wi-Fi publik, terutama yang tidak dilindungi oleh <em>password</em>;</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>menggunakan <em>password</em> yang berbeda untuk setiap akun yang dimiliki. Bahkan, agar mendapatkan perlindungan yang lebih kuat, kamu bisa menggunakan <em>password generator</em>;</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>selalu <em>log out </em>aplikasi atau <em>website</em> jika sudah tidak digunakan, terutama <em>website </em>atau aplikasi perbankan;</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>gunakan <em>software antivirus</em>.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa serangan <em>man-in-the-middle</em> ini merupakan salah satu jenis<em> cybercrime </em>yang cukup berbahaya. Selain karena segala proses pertukaran data yang terjadi disadap oleh <em>hacker</em>, keberadaan serangan yang satu ini juga sulit untuk diketahui. Tentunya, hal ini dilakukan untuk kepentingan pribadi <em>hacker</em>. Tetapi, jangan khawatir karena terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan agar terlindungi dari serangan MITM. Mulai dari menghindari penggunaan <em>website</em> dengan awalan URL HTTP dan penggunaan Wi-Fi publik, hingga menggunakan <em>password generator</em> untuk mendapatkan <em>password</em> yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, penggunaan <em>SSL certificate</em> juga menjadi salah satu hal yang sangat penting. Terutama, bagi para pemilik <em>website </em>dengan trafik yang cukup tinggi dan terdapat pertukaran data yang cukup sensitif di dalamnya. Wide host Media, menyediakan <em><a href="https://widehostmedia.com/manage/store/ssl-certificates" target="_blank" rel="noreferrer noopener">SSL ceritificate</a></em> dari berbagai <em>brand </em>ternama yang tentunya sudah dipercaya oleh banyak penggunanya. Sehingga, kamu dapat memilih dan melakukan pembelian <em>SSL certificate</em> yang diinginkan melalui <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk keamanan data dari para pengguna <em>website</em> mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-serangan-man-in-the-middle-mitm/">Mengenal Serangan Man-in-the-Middle (MITM)</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahaya Adware dan Cara untuk Menghindarinya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/bahaya-adware-dan-cara-untuk-menghindarinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2022 07:31:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[adware]]></category>
		<category><![CDATA[cybercrime]]></category>
		<category><![CDATA[malware]]></category>
		<category><![CDATA[spyware]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kejahatan di dunia maya kini semakin banyak jenisnya, dan tentunya hal tersebut semakin mengancam keamanan perangkat dan datamu. Salah satu bentuk cybercrime berbahaya yang perlu diwaspadai adalah adware. Tindak kejahatan satu ini akan cukup menganggu lantaran dapat memunculkan berbagai macam iklan yang tidak diinginkan secara otomatis. Apakah kamu pernah mengalami hal seperti ini? Lantas, hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/bahaya-adware-dan-cara-untuk-menghindarinya/">Bahaya Adware dan Cara untuk Menghindarinya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kejahatan di dunia maya kini semakin banyak jenisnya, dan tentunya hal tersebut semakin mengancam keamanan perangkat dan datamu. Salah satu bentuk <em>cybercrime </em>berbahaya yang perlu diwaspadai adalah <em>adware</em>. Tindak kejahatan satu ini akan cukup menganggu lantaran dapat memunculkan berbagai macam iklan yang tidak diinginkan secara otomatis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah kamu pernah mengalami hal seperti ini? Lantas, hal apakah yang menyebabkan perangkatmu terkena serangan adware? Adakah tips yang bisa dilakukan agar dapat melindungi perangkatmu dari serangan satu ini? Yuk, mari kita cari tahu jawaban dari semua pertanyaan tersebut pada artikel kali ini. Kita akan membahas mengenai <em>adware</em> secara lengkap, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga tips agar telindungi dari serangan <em>adware</em>. Simak terus artikelnya sampai akhir ya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>P</strong>engertian</h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="550" height="399" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/contoh-adware.png" alt="contoh adware" class="wp-image-8069" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/contoh-adware.png 550w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/contoh-adware-300x218.png 300w" sizes="(max-width: 550px) 100vw, 550px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <em>website</em> <a href="https://www.avast.com/c-adware" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Avast</a>, <strong><em>Adware </em></strong>atau<strong> <em>advertising-supported malware</em> </strong>merupakan jenis <em>software </em>berbahaya yang menyerang perangkatmu dengan berbagai <em>pop-up</em> iklan yang muncul secara terus-menerus. Tidak hanya mengganggu jalannya aktivitas <em>browsing</em>, jenis <em>malware </em>satu ini juga dapat melakukan peretasan pada perangkat. Akibatnya, <em>malware</em> dapat mengumpulkan berbagai informasi pribadi, dan merekam segala jejak aktivitas <em>online</em> yang dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui bahwa <em>adware</em> ini termasuk ke dalam PUP (<em>potentially unwanted program</em>), yang berarti program tersebut di-<em>install</em> secara ilegal pada perangkat tanpa adanya izin dari pengguna. Umumnya, hal ini dilakukan <em>adware</em> dengan menyamar sebagai <em>software</em> terpercaya, atau bahkan menyelinap bersamaan dengan program terpercaya lainnya agar dapat ter-<em>install</em> ke parangkatmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mengakibatkan munculnya iklan secara terus menerus, baik itu video komersial, <em>banner</em>, dan lain sebagainya yang tidak diinginkan oleh pengguna. Tujuan dari serangan iklan ini adalah tentunya untuk mendapatkan keuntungan bagi para pengembang <em>adware</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penyebab Perangkat Terserang <em>Adware</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah yang menyebabkan perangkatmu terinfeksi oleh <em>adware</em>? Nah, nyatanya terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan <em>malware</em> satu ini dapat menyelinap masuk ke dalam perangkatmu. Berikut penjelasannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemungkinan pertama adalah kamu melakukan instalasi program yang bersifat <em>freeware </em>atau <em>shareware</em>. <em>Freeware </em>atau <em>shareware</em> itu sendiri merupakan <em>software </em>yang bisa didapatkan secara gratis tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. Lantaran <em>software </em>tersebut gratis, maka pembuat <em>software</em> pun mendapatkan keuntungan dari hasil kerjasamanya dengan <em>vendor adware</em>, caranya adalah dengan menampilkan iklan-iklan dari vendor tersebut agar diklik oleh pengguna. Sehingga, <em>adware </em>pun akan ter-<em>install</em> secara otomatis bersamaan dengan<em> freeware</em> atau<em> shareware</em> yang di-<em>install </em>ke perangkatmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, cara lainnya adalah dengan mengekploitasi kerentanan <em>browser</em>. Kerentanan <em>browser</em> ini biasanya dikarenakan adanya kekurangan pada saat proses pengembangan, atau belum dilakukannya <em>update</em> pada<em> browser</em> untuk memperbaiki dan meningkatkan keamanan. Sehingga, <em>hacker</em> dapat memanfaatkan kerentanan tersebut untuk menyelinap masuk ke dalam perangkatmu. Terutama ketika kamu mengunjungi sebuah <em>website</em> yang sudah terinfeksi <em>malware</em>, sehingga <em>hacker </em>dapat melakukan instalasi <em>software </em>berbahaya ke dalam sistem perangkatmu secara diam-diam.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana Cara Mendeteksi <em>Adware</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, mungkin para pengguna internet sudah sangat terbiasa dengan berbagai <em>pop-up</em> iklan yang muncul saat melakukan <em>browsing</em>. Sehingga, agak cukup membingungkan untuk mendeteksi apakah iklan yang muncul tersebut merupakan sebuah <em>adware</em> ataukah hanya iklan biasa. Oleh karena itu, kamu harus tetap waspada dan mengetahui tanda-tanda ketika perangkatmu terinfeksi oleh <em>malware</em>. Berikut beberapa indikasi bahwa perangkatmu telah terinfeksi oleh <em>adware:</em></p>



<ul class="wp-block-list"><li>terdapat lonjakan untuk penggunaan data (perangkat seluler);</li><li>baterai habis dengan cepat (perangkat seluler);</li><li>perangkat berjalan sangat lambat;</li><li><em>browser</em> menjadi sangat lambat dan sering mengalami <em>crash</em>;</li><li>iklan bermunculan di tempat yang tidak seharusnya;</li><li>terdapat aplikasi yang tidak diinginkan ter-<em>install</em> secara otomatis begitu saja;</li><li>terdapat ekstensi, <em>plugin</em>, dan <em>toolbar</em> baru yang muncul tanpa izin pengguna;</li><li>muncul secara terus-menerus <em>pop-up </em>iklan yang sulit untuk di-<em>close</em>;</li><li>hasil pencarian yang justru malah mengarahkan ke halaman web berbahaya;</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Adware</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, perlu kamu ketahui bahwa umumnya terdapat dua jenis utama dari adware, yaitu <em>legitimate</em> dan <em>malicious</em>. Berikut penjelasannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Legitimate Adware</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan namanya, jenis <em>adware</em> satu ini memang diunduh secara legal berdasarkan izin dari penggunanya. Sebagai gantinya karena telah mengunduh <em>adware</em>, maka pengguna akan mendapatkan sebuah program atau <em>software</em> yang bisa digunakan secara gratis. Nah, <em>developer</em> dari <em>software</em> tersebut akan mendapatkan keuntungan dari hasil iklan yang ditampilkan pada <em>software</em> nya. Jika pengguna menginginkan<em> software </em>berjalan tanpa adanya iklan, maka pengguna bisa membeli versi berbayar dari <em>software</em> tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Malicious Adware</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan jenis yang sebelumnya, jenis yang satu ini diunduh secara ilegal tanpa adanya izin dari pengguna perangkat. Jenis satu ini memang di-<em>design</em> untuk mengirimkan <em>software</em> berbahaya ke perangkat pengguna. Sebagai contohnya, <em>malicious adware</em> ini dapat memborbardir pengguna dengan berbagai iklan yang tidak diinginkan, atau bahkan menyulitkan pengguna untuk menutup aplikasi pihak ketiga. Contoh lainnya, yaitu <em>spyware </em>yang merupakan sebuah <em>adware </em>berbahaya berisikan kode yang dapat melacak dan merekam segala informasi pribadi yang dimasukkan oleh pengguna ke sebuah <em>website</em>. Tujuannya adalah agar dapat menampilkan iklan yang sesuai dengan keinginan penggunanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Agar Terlindungi dari <em>Adware</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah caranya agar dapat terlindungi dari serangan <em>adware</em>? Nah, untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak pembahasan berikut.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Selalu unduh program atau<em> software</em> dari sumber terpercaya untuk keamanan yang lebih terjamin.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Hindari penggunaan <em>software </em>bajakan, lantaran besar kemungkinan <em>software </em>sudah terinfeksi <em>adware</em> atau jenis <em>malware</em> lainnya.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Pastikan bahwa<em> software</em> selalu di-<em>update</em> secara berkala. Dikarenakan, pada setiap <em>update</em> terbaru biasanya juga terdapat perbaikan untuk sisi keamanannya.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>Menggunakan <em>ad blocker</em>, lantaran <em>ad blocker</em> ini dapat mencegah munculnya iklan ketika kamu sedang melakukan penjelajahan di internet. Sehingga, dapat menurunkan kemungkinan untuk <em>website</em> mu terserang <em>adware</em>.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>Hindari mengunjungi <em>website </em>yang terlihat berbahaya, biasanya ditandai dengan URL <em>website</em> tersebut apakah diawali dengan http atau https. Jika diawali dengan http, maka kamu perlu mewaspadai <em>websit</em>e tersebut dan jangan memasukkan informasi pribadi apapun ke dalamnya. Dikarenakan, pada <em>website </em>tersebut beresiko tinggi terjadi pencurian data karena tidak dilakukan enkripsi data.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="6"><li>Gunakan <em>antivirus</em>, tentu saja kamu tetap harus menggunakan <em>antivirus</em> agar dapat mendeteksi keberadaan <em>malware </em>sebelum akhirnya benar-benar menyerang perangkatmu.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dapat disimpulkan bahwa <em>adware</em> ini merupakan jenis <em>malware</em> berbahaya yang dapat menyerang berbagai jenis perangkat. Akibatnya, perangkatmu akan secara terus-menerus menampilkan iklan yang tidak diinginkan dan tentunya mengganggu kenyamanan <em>browsing</em> mu. Selain itu, <em>adware</em> ini juga dapat membuat<em> browser</em> dan perangkatmu berjalan menjadi lebih lambat dari biasanya. Tetapi jangan khawatir, karena kamu dapat mencegah serangan ini dengan menggunakan <em>software</em> yang diunduh hanya dari sumber terpercaya, selain itu pastikan untuk selalu menggunakan <em>antivirus</em> pada perangkatmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai <em>adware</em>, mulai dari pengertian, penyebab, jenis-jenis, hingga cara agar perangkatmu dapat terlindungi dari serangan tersebut. Silakan kunjungi <em>website </em><a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan berbagai layanan hosting, server, domain, dan data center dengan tingkat keamanan data yang tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/bahaya-adware-dan-cara-untuk-menghindarinya/">Bahaya Adware dan Cara untuk Menghindarinya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Apa itu SQL Injection</title>
		<link>https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-sql-injection/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2022 02:10:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[malware]]></category>
		<category><![CDATA[SQL injection]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=7974</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka tingkat kejahatan di dunia maya (cybercrime) pun semakin meningkat dan beragam jenisnya. Dari sekian banyak jenis kejahatan yang terdapat di dunia maya, SQL Injection menjadi salah satu bentuk ancaman terbesar yang sering terjadi dan harus kita waspadai. Hal ini dikarenakan SQL Injection dapat menyebabkan banyak kerugian, seperti terbongkarnya berbagai informasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-sql-injection/">Mengenal Apa itu SQL Injection</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka tingkat kejahatan di dunia maya (<em>cybercrime</em>) pun semakin meningkat dan beragam jenisnya. Dari sekian banyak jenis kejahatan yang terdapat di dunia maya, <strong><em>SQL Injection</em></strong> menjadi salah satu bentuk ancaman terbesar yang sering terjadi dan harus kita waspadai. Hal ini dikarenakan <em>SQL Injection </em>dapat menyebabkan banyak kerugian, seperti terbongkarnya berbagai informasi pribadi, pencurian data dan uang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan <em>SQL Injection</em>? Bagaimakah cara kerjanya sehingga dapat menyebabkan banyak kerugian? Yuk, mari kita cari tahu jawabannya pada artikel berikut yang akan membahas mengenai pengertian, cara kerja, hingga tips agar terhindar dari <em>SQL Injection</em>. <em>Happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>SQL Injection</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membahas mengenai <em>SQL injection</em>, tentunya kamu harus memahami terlebih dahulu mengenai <a href="https://widehostmedia.com/mysql-penjelasan-fungsi-dan-kelebihan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">SQL</a> itu sendiri. Jadi, SQL atau <em>Structured Query Language</em> ini merupakan sebuah bahasa pemograman yang digunakan untuk mengelola data di dalam sebuah <em>relational database management system</em> (RDBMS). Lantas, apakah kaitannya dengan <em>SQL injection</em>?</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/SQL-Injection.jpeg" alt="SQL injection explaination" class="wp-image-7976" width="626" height="327" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/SQL-Injection.jpeg 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/SQL-Injection-300x157.jpeg 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/SQL-Injection-768x402.jpeg 768w" sizes="(max-width: 626px) 100vw, 626px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>,<strong> <em>SQL injection</em> </strong>atau dikenal juga sebagai <strong>SQLi</strong>, merupakan jenis teknik penyerangan yang memanfaatkan celah kemanan pada web dan aplikasi berbasis SQL (<em>Structured Query Language</em>). Caranya dengan melakukan injeksi atau memasukkan kode SQL berbahaya yang memungkinkan <em>hackers </em>untuk mendapatkan akses ke berbagai data sensitif yang tersimpan di dalam sebuah <em>database</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika teknik ini berhasil dilakukan, maka dapat menyebabkan banyak kerugian, baik itu dari segi finansial ataupun data. Sebab, SQLi ini memungkinkan <em>hackers</em> untuk mendapat akses secara tidak sah ke berbagai data sensitif, seperti <em>password</em>, informasi pribadi milik pengguna, detail kartu kredit, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, bahkan <em>hackers </em>juga dapat memodifikasi dan memanipulasi berbagai data yang terdapat di dalamnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penyebab Terjadinya <em>SQL Injection</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, apakah yang menyebabkan SQLi ini bisa terjadi? Bagaimana bisa seorang <em>hacker </em>memasukkan kode SQL berbahaya begitu saja? Nah, berikut penjelasan dari penyebab terjadinya SQLi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <em>website </em><a href="https://www.avast.com/c-sql-injection" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Avast</a>, <em>SQL injection</em> ini bisa terjadi, jika <em>web developer</em> tidak berhati-hati dalam melakukan pembuatan <em>website</em>. Sehingga, dapat memungkinkan terjadinya hal-hal berbahaya yang tidak diinginkan pada <em>database</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih tepatnya, SQLi ini terjadi ketika sebuah <em>website</em> melakukan <strong><em>input sanitization </em></strong>yang kurang memadai. <em>Input sanitization</em> sendiri merupakan sebuah tindakan <em>cybersecurity</em> seperti pengecekan, penghapusan, dan penyaringan <em>input data</em> dari <em>user</em>, API dan <em>web services</em>, dari berbagai karakter atau string yang tidak diinginkan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/Cara-Kerja-SQL-Injection-1024x576.png" alt="Cara kerja SQL injection" class="wp-image-7978" width="677" height="380" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/Cara-Kerja-SQL-Injection-1024x576.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/Cara-Kerja-SQL-Injection-300x169.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/Cara-Kerja-SQL-Injection-768x432.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/Cara-Kerja-SQL-Injection.png 1080w" sizes="(max-width: 677px) 100vw, 677px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, jika ditemukan celah akibat <em>input sanitization</em> yang kurang memadai, maka <em>hacker</em> akan dengan mudah memasukkan atau menginjeksi kode SQL berbahaya dalam bentuk <em>malware </em>(<em>payload</em>) ke sebuah <em>website</em>. Tujuannya adalah untuk mengelabui <em>website</em> agar mengirimkan kode tersebut ke <em>database</em> sebagai <em>query </em>yang dianggap sah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja dari <em>SQL Injection</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami apa itu <em>SQL injection</em> beserta penyebabnya, maka selanjutnya kamu juga harus mengetahui bagaimana cara kerja dari SQLi. Nah, berikut penjelasan sederhananya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melanjutkan dari pembahasan sebelumnya, jika sebuah <em>website</em> tidak sepenuhnya dilakukan <em>input sanitization</em>, maka dengan mudah <em>hacker</em> dapat menginjeksi atau memasukkan kode SQL berbahaya ke dalamnya. Selanjutnya,<em> website</em> pun akan mengirimkan kode SQL berbahaya (<em>payload</em>) tersebut ke server. Nah, ketika <em>payload </em>berhasil memasuki <em>database</em>, maka <em>payload</em> akan memulai aksinya yang akan memengaruhi <em>database </em>dan tentunya menyebabkan kerugian.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis<em> SQL Injection</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui bahwa <em>SQL injection</em> ini terdiri dari tiga kategori berbeda. Kategori ini dapat dibedakan berdasarkan metode yang digunakan dalam pengaksesan data serta potensi kerusakan yang diakibatkannya. Tiga kategori tersebut, yaitu <em>In-band SQLi, Inferential (blind) SQLi</em>, dan <em>Out-of band SQLi</em>. Berikut penjelasannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>In-band SQLi</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan jenis serangan yang dikenal karena kesederhanaan serta efisiensinya, sehingga menjadikannya sebagai salah satu jenis serangan yang umum untuk digunakan. Jenis <em>in-band SQLi</em> ini memiliki dua variasi yang berbeda, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Error-based SQLi</em></strong>, <em>hacker</em> akan menjalankan sebuah aksi yang menyebabkan <em>database </em>menampilkan pesan error. Dari pesan tersebut, nantinya<em> hacker</em> dapat mengumpulkan informasi mengenai <em>database</em> beserta strukturnya.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Union-based SQLi</em></strong>, variasi satu ini memanfaatkan operator SQL UNION agar mendapatkan satu respon HTTP yang dihasilkan oleh database. Respon HTTP tersebut berisikan data yang kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh <em>hacker, </em>untuk mendapatkan petunjuk mengenai konten <em>database</em>.</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Inferential (blind) SQLi</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan namanya “<em>blind</em>”, jenis satu ini tidak memungkinkan <em>hacker</em> untuk dapat melihat informasi apapun mengenai <em>database</em>. Lantaran, <em>database</em> tidak mengirimkan data, melainkan <em>hacker</em> lah yang mengirimkan <em>payload </em>data ke server dan melakukan observasi untuk respon serta tindakan yang diberikan oleh server. Tujuan dari observasi tersebut adalah untuk lebih mempelajari stuktur dari <em>database</em> tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, jenis serangan ini tentunya akan jauh lebih lambat dibandingkan dengan jenis serangan lainnya. Namun, jenis satu ini sama berbahayanya dengan jenis SQLi lainnya. Untuk inferential (blind) SQLi ini sendiri juga dapat dibedakan menjadi dua variasi, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Boolean</em></strong>, <em>hacker </em>akan mengirimkan <em>query SQL</em> ke <em>database</em>, yang meminta aplikasi untuk mengirimkan kembali hasil yang diminta. Nantinya, <em>hacker</em> akan mempelajari respon dari HTTP tersebut apakah berubah atau tetap sama. Dengan begitu, <em>hacker </em>dapat menentukan apakah hasil <em>query</em> nya benar atau salah.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Time-based</em></strong>, sama seperti variasi sebelumnya, <em>hacker</em> akan mengirimkan <em>query</em> ke database. Lalu, <em>database </em>akan menunggu untuk beberapat saat hingga akhirnya memberikan respon. Nah, respon waktu dari <em>database</em> ini yang nantinya akan dipelajari oleh <em>hacker</em>, untuk dapat menentukan apakah hasil <em>query</em> nya benar atau salah.</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong><em>Out-of-band SQLi</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jenis serangan ini hanya bisa dilakukan apabila beberapa fitur tertentu pada <em>database server </em>yang digunakan oleh aplikasi diaktifkan. <em>Out-of-band SQLi</em> ini dijadikan sebagai serangan alternatif, apabila <em>hacker</em> tidak dapat menjalankan jenis serangan <em>in-band SQLi</em> dan <em>inferential (blind) SQLi</em>. Untuk jenis serangan ini bergantung pada server dalam menghasilkan DNS atau permintaan HTTP. Sehingga, <em>hacker </em>bisa mendapatkan data, seperti <em>username </em>atau <em>password</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips Agar Terlindungi dari <em>SQL Injection</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk para <em>web developer</em>, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan dengan beberapa cara, yaitu seperti <em>sanitization</em>, penyaringan dan validasi, penggunaan <em>parameterized queries</em>, serta penggunaan teknologi terbaru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, jika kamu bukanlah seorang web developer, maka SQLi ini tidak mungkin untuk dihindari begitu saja. Bahkan, akan cukup sulit untuk mendeteksi, menyerang, dan memblokir serangan SQLi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kamu dapat mengurangi kemungkinan pengaruh serta efek jika suatu saat terkena serangan <em>SQL injection</em>. Berikut penjelasannya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Selalu <em>update</em> berita terkait keamanan teknologi</strong>, kamu harus selalu waspada terkait berita apapun terutama yang menyangkutdengan <em>website</em> yang digunakan. Sehingga, jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti peretasan data atau serangan lainnya, maka kamu bisa dengan cepat melakukan perlindungan. Caranya dengan mengganti kredensial akun, yaitu <em>username</em> beserta <em>password</em>.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Menggunakan <em>password</em> yang berbeda, </strong>selanjutnya kamu juga harus memastikan setiap akun yang kamu miliki menggunakan <em>password</em> yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko terhadap akun. Sehingga, misal terjadi peretasan pada satu akun, maka akun lainnya tidak akan ikut terkena dampak.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Menggunakan <em>password manager</em>, </strong>kamu juga dapat menggunakan <em>password manager</em> untuk meningkatkan keamanan pada <em>website</em> mu. Fungsinya, ketika terdapat seseorang yang menyusup masuk ke akunmu, maka <em>password manager</em> akan memberikanmu peringatan bahwa akun telah disusupi. Sehingga, kamu dapat dengan sesegera mungkin mengubah <em>password</em> akunmu.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Jangan asal memberikan informasi pribadimu, </strong>jika kamu mengunjungi sebuah website dan diminta untuk memasukkan data-data yang cukup sensitif, maka pastikan terlebih dahulu bahwa <em>website</em> tersebut dapat dipercaya. Jangan sampai ternyata kamu memasukkan data-data sensitif ke <em>website </em>tiruan yang berbahaya. Caranya, kamu dapat melihat pada <em>address bar</em> apakah <em>website</em> diawali dengan HTTP atau HTTPS.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Menggunakan <em>software antivirus</em>, </strong>nah yang paling utama adalah pastikan untuk perangkatmu menggunakan <em>software antivirus</em>. Lantaran,<em> software</em> ini dapat melindungi perangkatmu dari berbagai jenis malware dan ancaman lainnya.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa SQL injection atau SQLi merupakan teknik serangan yang dilakukan oleh hacker. SQLi ini memanfaatkan celah keamanan yang terdapat pada web atau aplikasi berbasis SQL. Nah, sesuai dengan namanya, cara dari teknik penyerangan ini adalah dengan menginjeksi kode SQL berbahaya ke dalam sebuah website atau aplikasi. Sehingga, memungkinkan <em>hacker</em> untuk mendapatkan akses ke berbagai data sensitif yang terdapat di dalam sebuah <em>database</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan layanan hosting, server, data center, dan berbagai artikel menarik lainnya terkait dengan teknologi untuk kamu baca. Apabila kamu bingung menentukan layanan apa yang kamu butuhkan, silakan hubungi kami melalui live chat, email, atau ticket agar dapat membantumu menentukan layanan yang sesuai. Tim kami akan selalu siap membantumu 24/7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-sql-injection/">Mengenal Apa itu SQL Injection</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seberapa Bahaya Botnet bagi Perangkat?</title>
		<link>https://widehostmedia.com/seberapa-bahaya-botnet-bagi-perangkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2022 07:08:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[botnet]]></category>
		<category><![CDATA[brute force attack]]></category>
		<category><![CDATA[DDoS Attack]]></category>
		<category><![CDATA[malware]]></category>
		<category><![CDATA[phishing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=7925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika kamu pernah mendengar mengenai serangan DDoS, kamu pasti tahu bahwa serangan tersebut melibatkan botnet di dalamnya. Botnet ini dapat mengakibatkan sebuah website menjadi down dan sulit untuk diakses karena beban trafik yang overload atau melebihi kapasitas. Akibatnya, bisnismu dapat kehilangan kepercayaan dari konsumen lantaran kecewa karena website sulit untuk diakses. Lantas, sebenarnya apakah yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/seberapa-bahaya-botnet-bagi-perangkat/">Seberapa Bahaya Botnet bagi Perangkat?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu pernah mendengar mengenai <a href="https://widehostmedia.com/ddos-attack-penjelasan-dan-cara-pencegahannya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">serangan DDoS</a>, kamu pasti tahu bahwa serangan tersebut melibatkan botnet di dalamnya. Botnet ini dapat mengakibatkan sebuah <em>website </em>menjadi <em>down </em>dan sulit untuk diakses karena beban trafik yang <em>overload </em>atau melebihi kapasitas. Akibatnya, bisnismu dapat kehilangan kepercayaan dari konsumen lantaran kecewa karena <em>website</em> sulit untuk diakses.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan botnet? Lalu, seberapa bahayakah serangan satu ini jika berhasil menginfeksi sebuah perangkat? Jika kamu penasaran dan ingin mencari tahu jawabannya, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Kali ini kita akan membahas mengenai serangan botnet secara lengkap, mulai dari pengertian hingga tips agar dapat terlindungi dari serangan satu ini. Oleh karena itu, simak terus artikel ini hingga akhir ya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu Botnet?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, apakah yang dimaksud dengan botnet? Mengutip dari <em>website</em> <a href="https://www.avast.com/c-botnet#topic-1" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Avast</a>, <strong>botnet</strong> merupakan singkatan dari “ro<strong>bot net</strong>work” yang merupakan kumpulan dari beberapa perangkat (komputer, perangkat seluler, server, perangkat IoT, dsb.) yang sudah terinfeksi oleh <em>malware </em>dan saling terhubung melalui jaringan internet. Nah, setiap komputer atau perangkat yang sudah terinfeksi pada botnet ini disebut dengan bot atau zombie. Kumpulan bot yang sudah terinfeksi tersebut kemudian dikendalikan oleh para <em>cybercriminals</em>, yang juga dikenal dengan istilah <em>bot-herder</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para <em>bot-herders </em>biasanya menyalahgunakan penggunaan botnet untuk tujuan jahat yang dapat menyebabkan banyak kerugian. Salah satunya, yaitu untuk melakukan penyerangan <em>cybercriminal</em> berskala besar, seperti serangan DDoS, pengiriman spam, serta <em>phishing</em>. Tetapi, tidak semua botnet dibuat untuk tujuan jahat, ada kalanya botnet juga dapat bermanfaat, misal untuk pengelolaan <em>chatroom</em> atau keperluan <em>online games</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja Botnet</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa botnet ini merupakan kumpulan dari beberapa perangkat yang sudah diretas dan terinfeksi <em>malware</em>. Kemudian, kumpulan perangkat tersebut saling terkoneksi melalui internet, sehingga dapat dikendalikan oleh <em>bot-herder</em> dari jarak jauh. Singkatnya, botnet tersebut kemudian digunakan untuk melakukan berbagai tindakan kriminal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat tiga tahapan yang perlu dilakukan oleh <em>bot-herder</em> untuk membuat botnet, yaitu menginfeksi perangkat, penyebaran botnet, dan aktivasi botnet. Berikut penjelasannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Infeksi perangkat</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentunya, <em>bot-herder</em> akan melakukan berbagai cara agar dapat menginfeksi perangkat sebanyak mungkin dengan <em>malware. </em>Tujuannya, agar dapat melakukan penyerangan atau tindak kejahatan lainnya dalam skala yang besar. Oleh karena itu, <em>bot-herder</em> pun melakukan pencarian celah kerentanan yang mungkin terdapat di sebuah <em>website</em>, aplikasi, atau bahkan perilaku manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, saat ini banyak ditemukan berbagai macam tindak kejahatan di dunia maya yang memang memanfaatkan kerentanan tersebut agar dapat menginfeksi perangkat dengan <em>malware</em>. Contohnya, yaitu serangan <em>phishing</em>, <em>trojan horse, </em>ataupun iklan yang terdapat pada <em>website</em> (<em>malvertising</em>). Ada juga serangan yang memanfaatkan kelemahan seseorang, atau dikenal dengan <em>social engineering</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Penyebaran botnet</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Perangkat yang sudah berhasil terinfeksi <em>malware</em> botnet, dikenal dengan istilah bot atau zombie. Nah, zombie ini nantinya dapat digunakan oleh <em>bot-herder</em> untuk menginfeksi perangkat lainnya. Tidak hanya itu, <em>malware</em> juga dapat melakukan penyebaran diri secara otomatis apabila menemukan perangkat yang terbilang rentan. Dengan begitu, dapat meningkatkan jumlah perangkat yang terinfeksi oleh <em>malware</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Aktivasi botnet</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika sudah melakukan penyebaran botnet dalam jumlah yang besar, maka <em>bot-herder</em> akan menghubungkan seluruh perangkat yang terinfeksi melalui sebuah jaringan yang dapat dikendalikan secara <em>remote</em>. Lalu, <em>bot-herder</em> pun akan memulai untuk menjalankan aksinya dengan menggunakan botnet.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis Botnet</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, botnet ini dapat dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan bagaimana cara <em>bot-herder </em>mengendalikannya, yaitu <em>centralized</em> atau <em>decentralized</em>. Berikut penjelasan lengkapnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Centralized (Model Client-Server)</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jenis <em>centralized</em> ini menggunakan struktur <em>client-server </em>dari arsitektur jaringan tradisional, dimana setiap perangkat di dalam botnet akan terhubung ke sebuah server terpusat (<em>Comand and Control (C&amp;C) Server</em>) untuk dapat saling berkomunikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sangat mudah untuk dapat mengetahui struktur <em>client-server</em> dari jenis botnet ini, lantaran ia hanya memiliki satu titik kontrol pusat, yaitu C&amp;C server. Sehingga, apabila C&amp;C server berhasil ditemukan dan dilumpuhkan, maka <em>bot-herder</em> tidak akan dapat mengendalikan botnetnya kembali. Oleh karena itu, banyak dari <em>bot-herder</em> yang memilih untuk menggunakan model lainnya yang tentunya jauh lebih sulit untuk dilumpuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut beberapa contoh topologi populer dari <em>centralized botnet</em> (model <em>client-server</em>):</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Hierarchical Network Topology</em></strong></li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/hierarchical-network-topology-1024x576.png" alt="Botnet hierarchical network topology" class="wp-image-7927" width="630" height="354" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/hierarchical-network-topology-1024x576.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/hierarchical-network-topology-300x169.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/hierarchical-network-topology-768x432.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/hierarchical-network-topology.png 1080w" sizes="(max-width: 630px) 100vw, 630px" /></figure></div>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Star Network Topology</em></strong></li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/star-network-topology-1024x576.png" alt="botnet star network topology" class="wp-image-7928" width="632" height="355" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/star-network-topology-1024x576.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/star-network-topology-300x169.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/star-network-topology-768x432.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/star-network-topology.png 1080w" sizes="(max-width: 632px) 100vw, 632px" /></figure></div>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Multi-Server Network Topology</em></strong></li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/multi-server-network-topology-1024x576.png" alt="botnet multi-server network topology" class="wp-image-7929" width="657" height="369" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/multi-server-network-topology-1024x576.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/multi-server-network-topology-300x169.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/multi-server-network-topology-768x432.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/multi-server-network-topology.png 1080w" sizes="(max-width: 657px) 100vw, 657px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Decentralized (Model Peer-to-Peer)</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, terdapat jenis <em>decentralized</em> yang menggunakan model <em>peer-to-peer</em>, sehingga tidak terhubung langsung dengan C&amp;C server layaknya jenis <em>centralized</em>. Melainkan, komunikasinya dilakukan secara menyebar pada seluruh jaringan. Sehingga, setiap bot dapat saling berkomunikasi satu sama lain, tanpa memerlukan C&amp;C server.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jenis satu ini jauh lebih rumit dan tentunya sulit untuk ditemukan, dibandingkan dengan model <em>centralized</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis Serangan Botnet</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami mengenai apa itu botnet, apakah kamu penasaran mengenai jenis-jenis serangan yang dilakukan oleh botnet? Jika iya, maka simak penjelasan berikut mengenai beberapa jenis serangan botnet yang umum dilakukan dalam skala cukup besar.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Distributed Denial-of-Service</em> (DDoS)</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://widehostmedia.com/ddos-attack-penjelasan-dan-cara-pencegahannya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DDoS</a> ini merupakan serangan yang dilakukan dengan membebani sebuah server dengan trafik plasu, sehingga membuat <em>website</em> menjadi <em>down</em> dan sulit untuk diakses.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dapat menyebabkan banyak kerugian, terutama jika menyerang perusahaan atau organisasi dengan layanan <em>online</em>. Salah satu kerugiannya, yaitu dapat menurunkan tingkat kepercayaan konsumen karena <em>website</em> mengalami <em>down</em> untuk beberapa saat.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Brute force attack</em></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Serangan <em><a href="https://widehostmedia.com/bagaimana-cara-menghindari-brute-force-attack/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">brute force</a></em> ini bertujuan untuk mendapatkan kredensial korban, seperti <em>username </em>dan <em>password </em>agar bisa mendapatkan akses ke akun <em>online, website</em>, ataupun jaringan. Serangan ini dijalankan dengan menggunakan sebuah program yang memang dirancang khusus untuk melakukan peretasan akun secara paksa.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Phishing attack</em></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Serangan <em><a href="https://widehostmedia.com/bahaya-phishing-dan-tips-untuk-menghindarinya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">phishing</a></em> merupakan sebuah tindak kejahatan yang bertujuan untuk mengelabui korbannya dengan cara menyerupai seseorang atau institusi terpercaya. Sehingga, korban secara suka rela memberikan data-data sensitif, seperti informasi pribadi, kartu kredit, ataupun <em>password</em>. Nah, serangan <em>phishing</em> ini biasanya melibatkan tindakan <em>spamming </em>agar dapat mencapai tujuannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Hal-Hal yang bisa Dilakukan oleh Botnet</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika perangkatmu berhasil terinfeksi oleh botnet, lantas hal apa sajakah yang dapat dilakukan oleh <em>bot-herder</em> pada perangkatmu? Nah, berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Mengumpulkan data pribadi</strong>, <em>bot-herder</em> dapat melihat seluruh file yang terdapat pada perangkat zombie. Sehingga, dengan sangat mudah ia bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai data-data sensitif, seperti informasi pribadi, <em>password</em>, dan lain sebagainya.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Melakukan pengintaian</strong>, segala aktivitas <em>online</em> yang dilakukan juga dapat terlihat secara jelas oleh <em>bot-herder</em>. Dikarenakan, ia mendapatkan akses tingkat sistem ke perangkatmu.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Mengirim data</strong>, selanjutnya botnet juga digunakan untuk melakukan pengiriman <em>email </em>secara massal atau dikenal dengan istilah spam. Tidak hanya <em>email, bot-herder</em> juga dapat melakukan pengiriman jenis file lainnya, seperti pesan, file, dan lain sebagainya.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong>Melakukan instalasi aplikasi</strong>, dengan memiliki akses ke berbagai komputer, maka <em>bot-herder</em> dapat dengan mudah melakukan berbagai instalasi aplikasi pada perangkat yang sudah terinfeksi di dalam jaringan.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li><strong>Menginfeksi perangkat lain</strong>, perangkat yang sudah terinfeksi juga dapat menyebarkan <em>malware</em> ke perangkat lainnya. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemindaian jaringan untuk menemukan perangkat yang terbilang rentan.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Melindungi Perangkat dari Serangan Botnet</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, sekarang kamu sudah mengetahui betapa berbahayanya serangan botnet bagi perangkatmu. Karena, selain dapat mengendalikan perangkatmu dari jarak jauh, <em>bot-herder </em>juga dapat mengakses berbagai file yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, penting bagimu untuk melindungi perangkat agar tidak terkena serangan botnet. Lantas, bagaimanakah caranya? Yuk, mari kita simak beberapa tips berikut agar terlindungi dari serangan botnet.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Menggunakan <em>password</em> yang kuat</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa akunmu dapat diretas oleh <em>bot-herder</em> dengan menjalankan serangan <em>brute force</em>. Serangan ini dilakukan dengan cara menggunakan berbagai kombinasi <em>password </em>secara acak dari hasil penebakan untuk dapat masuk ke sebuah akun. Bayangkan jika kamu menggunakan <em>password</em> yang lemah dan mudah untuk ditebak, maka <em>bot-herder</em> akan dengan mudah juga meretas akunmu.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Menggunakan <em>two-factor authentication</em> (2FA)</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menggunakan <em>password</em> yang kuat, kamu juga dapat menambah tingkat keamanan akun dengan menggunakan <em>two-factor authentication</em> (2FA). Saat ini sudah tersedia berbagai jenis 2FA yang bia digunakan, seperti <em>fingerprint</em>, PIN, kode yang dikirimkan melalui pesan, atau <em>facial recognitinon</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Waspada terhadap berbagai lampiran<em> email</em> yang diterima</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, pastikan untuk tidak membuka atau mengunduh berbagai lampiran <em>email </em>yang kamu terima secara sembarangan. Terutama, jika kamu tidak mengenal pengirim <em>email</em> tersebut. Lantaran, bisa saja pada lampiran tersebut sudah disisipkan <em>malware</em> yang dapat menyerang perangkatmu apabila terunduh.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Hindari mengklik link sembarangan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir sama seperti lampiran <em>email</em>, apabila kamu mendapatkan<em> link</em> juga jangan pernah untuk mengkliknya secara sembarangan. <em>Link</em> tersebut bisa saja mengarahkanmu ke <em>website </em>berbahaya berisikan <em>malware</em>. Sehingga, lebih baik untuk memastikan terlebih dahulu apakah <em>link </em>tersebut benar-benar aman dan terpercaya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong>Rutin untuk melakukan <em>update software</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap kali <em>software</em> merilis <em>update </em>terbaru, biasanya terdapat peningkatan untuk sistem keamanannya juga. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu melakukan <em>update </em>pada <em>software</em> mu secara rutin ya!</p>



<h3 class="wp-block-heading">6. <strong>Gunakan <em>software anti-virus</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Terakhir, kamu dapat menggunakan <em>software anti-virus</em> untuk perangkatmu. Tujuannya adalah untuk melakukan pemindaian pada perangkat. Sehingga, dapat membantu dalam mengatasi berbagai jenis <em>malware </em>yang menyerang perangkatmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa botnet merupakan kumpulan dari beberapa perangkat yang sudah terinfeksi <em>malware</em> dan terhubung melalui sebuah jaringan. Sehingga, perangkat-perangkat tersebut nantinya dapat dikendalikan secara jarak jauh oleh <em>bot-herder </em>untuk melakukan serangan berskala besar. Oleh karena itu, akan sangat berbahaya jika perangkatmu berhasil terinfeksi oleh botnet, jadi pastikan untuk memberikan perlindungan terbaik bagi perangkatmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, jika kamu berniat untuk memiliki <em>website </em>atau bahkan sudah memilikinya, maka kamu juga perlu memilih layanan <em>hosting </em>terbaik dengan tingkat keamanan tinggi. <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, menggunakan Imunify360 sebagai sistem keamanannnya yang dapat melindungi <em>server, website</em>, dan aplikasi dari berbagai macam serangan <em>hacker</em> atau <em>malware</em>. Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host media</a>&nbsp;untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/seberapa-bahaya-botnet-bagi-perangkat/">Seberapa Bahaya Botnet bagi Perangkat?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
