<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>domain Archives - Wide Host Media</title>
	<atom:link href="https://widehostmedia.com/tag/domain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://widehostmedia.com/tag/domain/</link>
	<description>Cloud Solution</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Jul 2022 08:45:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/wide_host_media_icon_30b_icon.ico</url>
	<title>domain Archives - Wide Host Media</title>
	<link>https://widehostmedia.com/tag/domain/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Expired Domain: Kelebihan dan Kekurangannya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/expired-domain-kelebihan-dan-kekurangannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2022 08:45:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[expired domain]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Domain merupakan nama unik yang digunakan untuk menggantikan IP address dari sebuah website agar lebih mudah untuk diingat. Dikatakan unik, karena untuk setiap domain hanya terdapat satu dan tidak ada lagi domain lainnya yang sama persis. Oleh karena itu, para pemilik domain harus selalu memastikan untuk memperbarui kepemilikan domainnya agar terhindar dari expired domain. Lantas, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/expired-domain-kelebihan-dan-kekurangannya/">Expired Domain: Kelebihan dan Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Domain merupakan nama unik yang digunakan untuk menggantikan<em> IP address</em> dari sebuah <em>website</em> agar lebih mudah untuk diingat. Dikatakan unik, karena untuk setiap domain hanya terdapat satu dan tidak ada lagi domain lainnya yang sama persis. Oleh karena itu, para pemilik domain harus selalu memastikan untuk memperbarui kepemilikan domainnya agar terhindar dari <strong><em>expired domain</em></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apa yang akan terjadi jika domain yang kamu miliki mengalami <em>expired</em>? Apakah domain tersebut masih bisa digunakan? Nah, sebenarnya terdapat sebuah siklus domain yang perlu kamu ketahui untuk dapat menghindari <em>expired domain</em>. Yuk, mari kita cari tahu mengenai <em>expired domain</em> ini, mulai dari pengertian, siklus, hingga kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Simak artikel ini hingga akhir ya, <em>happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Expired Domain</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Expired domain </em></strong>merupakan domain yang sudah didaftarkan, baik itu oleh organisasi ataupun pribadi. Namun, domain tersebut kemudian tidak diperbarui masa aktifnya hingga sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Hal tersebut bisa saja dikarenakan pemilik lupa untuk melakukan perpanjangan masa aktif, atau memang karena domain tersebut sudah tidak lagi digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika hal itu terjadi, maka kamu tidak akan bisa mengakses <em>email</em> yang berkaitan dengan domain tersebut. Selain itu, halaman <em>website</em> mu juga akan digantikan oleh <em>parked page</em> yang menandakan bahwa domain tidak diperbarui sehingga tentu menjadikannya tidak dapat diakses.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi, jangan khawatir karena sebenarnya kamu masih bisa melakukan perpanjangan domain dalam waktu 30 hari sejak tanggal kedaluwarsa. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak pembahasan berikut mengenai siklus domain.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Domain<em> Life Cycle</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun domain masih bisa diperpanjang dalam waktu 30 hari sejak tanggal kedaluwarsa, tetapi akan lebih baik jika perpanjangan dilakukan sebelum domain mengalami <em>expired</em>. Lantaran, banyak hal yang tidak diinginkan mungkin saja terjadi pada sebuah <em>expired domain</em>, seperti pelelangan hingga pengembalian domain ke pihak <em>registry</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, penting bagimu untuk memahami <em>domain life-cycle</em> (siklus domain) agar bisa menjaga domainmu untuk tetap aktif. Berikut beberapa tahapan dari sebuah siklus domain.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/Domain-Lifecycle.jpeg" alt="Domain Lifecycle" class="wp-image-8026" width="648" height="486" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/Domain-Lifecycle.jpeg 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/Domain-Lifecycle-300x225.jpeg 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/Domain-Lifecycle-768x576.jpeg 768w" sizes="(max-width: 648px) 100vw, 648px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Available</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahapan pertama dari siklus domain, yaitu ketika sebuah domain berstatus “<strong><em>available</em></strong>” yang berarti domain yang diinginkan tersedia untuk didaftarkan. Sederhananya, domain tersebut belum didaftarkan oleh pihak mana pun, baik itu oleh individual maupun organisasi. Sehingga, kamu bisa melakukan pendaftaran untuk domain tersebut melalui pihak <em>registrar</em>, salah satu contoh <em>registrar</em> yaitu <a href="https://widehostmedia.com/domain-murah/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>. Selanjutnya, jika kamu sudah berhasil mendaftarkan domain yang diinginkan, maka kamu bisa melakukan perpanjangan untuk masa aktifnya. Umumnya, sebuah domain memiliki minimal periode perpanjangan untuk satu tahun hingga maksimal 10 tahun lamanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Active</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahap selanjutnya adalah “<strong><em>active</em></strong>”, ketika sebuah domain sudah berhasil didaftarkan dan dilakukan pembayaran ke pihak <em>registrar</em>. Maka, kemudian domain akan aktif dan bisa dilakukan berbagai modifikasi untuk pengaturan dan lain sebagainya. Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa domain yang sudah aktif ini bisa terus kamu lakukan perpanjangan maksimal hingga 10 tahun. Tentunya, hal ini perlu dilakukan untuk menjaga <em>website</em> dan<em> email</em> mu agar tetap aktif dan bisa diakses. Selain itu, pada tahap ini juga kamu dapat melakukan <em>transfer</em> atau perpindahan domain dari satu pihak <em>registrar</em> ke <em>registrar</em> lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong><em>Expired</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tidak dilakukan perpanjangan pada domain hingga melebihi tanggal kedaluwarsa, maka status domain akan berubah menjadi <strong><em>expired</em></strong>. Itu berarti seluruh layanan yang terhubung dengan domain seperti <em>website</em> dan <em>email</em>, akan otomatis nonaktif dan tidak bisa digunakan hingga dilakukan perpanjangan. Tahapan ini juga disebut dengan <em>grace period</em> yang berlangsung selama kurang lebih 45 hari. Selama 45 hari tersebut domainmu masih dapat diperpanjang melalui pihak registrar tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Bahkan, domainmu juga masih dikatakan aman karena belum sepenuhnya diambil oleh <em>registry</em> dan tidak bisa didaftarkan oleh pihak mana pun.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong><em>Redemption/Grace Period</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah jika sudah melewati 45 hari masa <em>grace period</em>? <em>Well</em>, jika sudah melewati masa tersebut, kamu tetap bisa melakukan pemulihan dan perpanjangan domain. Hanya saja, kamu sudah memasuki masa <strong><em>redemption/grace period</em></strong> sehingga terdapat biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk mengaktifkan domainmu kembali. Nah, untuk lamanya periode ini bermacam-macam tergantung dari setiap <em>registrar</em>. Namun, umumnya untuk masa <em>redemption/grace period</em> ini berlangsung selama 30 hari.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong><em>Pending Deletion</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, jika sudah melewati masa <em>redemption/grace period </em>maka domainmu akan masuk ke tahap <strong><em>pending deletion</em></strong>. Domain yang sudah memasuki tahapan ini tidak akan bisa dipulihkan atau diperpanjang. Umumnya, <em>pending deletion</em> ini akan berlangsung selama 5 hari, sebelum akhirnya domain benar-benar dihapus dari <em>domain authority zone</em> dan berstatus <em>available</em> untuk didaftarkan kembali. Sehingga, jika kamu ingin mendapatkan domain tersebut kembali, maka kamu harus menunggu hingga domain berstatus <em>available</em>. Apabila domain sudah <em>available</em>, bukan berarti kamu bisa mendaftarkannya kembali dengan mudah. Lantaran kamu harus bersaing dengan banyak pihak lainnya yang juga menginginkan domain tersebut. Sehingga, resiko untuk kehilangan domain ketika sudah memasuki tahapan <em>pending deletion</em> ini cukuplah tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Seberapa Pentingkah <em>Expired Domain</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, siapa sangka bahwa domain yang sudah kedaluwarsa ini menjadi incaran banyak orang lantaran memiliki pengaruh terhadap salah satu faktor SEO, yaitu <em>backlink</em>. Karena, bisa saja sebuah domain yang sudah kedaluwarsa, ternyata memiliki banyak <em>backlink</em> berkualitas. Kamu hanya perlu menentukan <em>expired domain</em> mana yang kira-kira berpotensi untuk meningkatkan posisi <em>website</em> mu di <em>search engine</em>, dengan menilai dari <em>inbound links</em> yang dimilikinya. Sehingga, bagi mereka yang memahami SEO dan pentingnya <em>backlink</em>, <em>expired domain</em> ini layaknya sebuah harta karun yang siap diambil dari jalanan begitu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, jika kamu sudah pernah membaca mengenai <a href="https://widehostmedia.com/private-blog-network-pro-dan-kontra-penggunaannya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>private blog network</em> (PBN)</a>, kamu pasti cukup memahami bahwa <em>expired domain</em> ini juga bisa digunakan untuk PBN. Caranya adalah dengan menggunakan domain tersebut sebagai bagian dari PBN. Kemudian, pada kontennya ditambahkan <em>anchor text</em> yang mengarah langsung ke <em>website</em> utama (<em>money site</em>). Dengan demikian, <em>expired domain</em> ini dapat membantu <em>website</em> untuk berada di peringkat atas SERP lantaran memiliki banyak<em> backlink</em> berkualitas.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelebihan dari <em>Expired Domain</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apa sajakah kira-kira kelebihan dari domain jenis ini sehingga banyak yang memanfaatkannya untuk kepentingan SEO? &nbsp;Yuk, mari kita cari tahu jawabannya pada pembahasan berikut mengenai kelebihan dari <em>expired domain</em>.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong><em>Backlink</em> Berkualitas</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Backlink</em> merupakan salah satu faktor yang cukup penting dalam peongoptimalan SEO. Dengan memiliki banyak <em>backlink </em>berkualitas tinggi, maka memungkinkan <em>website</em> mu untuk lebih mudah ditemukan. Sehingga, tentunya kamu akan mendapatkan jauh lebih banyak <em>visitor</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, banyak dari <em>expired domain</em> ini yang ternyata memiliki <em>backlink </em>berkualitas. Sehingga, jika dilakukan perpanjangan kembali tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi <em>website</em> mu.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Ranking</em> yang Tinggi</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkaitan dengan <em>backlink</em>, tentunya domain sudah pasti berada di <em>ranking</em> <em>website</em> yang tinggi jika memiliki <em>backlink </em>yang berkualitas. Jika kamu bisa memilih dan menemukan domain dengan <em>ranking</em> <em>website</em> yang tinggi, maka hal tersebut merupakan sebuah keuntungan. Lantaran kamu tidak perlu kesulitan dalam melakukan promosi serta pengoptimalan <em>website</em>.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Usia Domain</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, usia domain juga menjadi sebuah pertimbangan bagi Google dalam menentukan peringkat <em>website</em>. Nah, umumnya domain dengan usia yang sudah cukup lama akan jauh lebih dipercaya oleh <em>search engine</em> dibandingkan domain baru. Oleh karena itu, jika kamu memiliki domain yang sudah berusia cukup lama maka kemungkinan <em>website</em> mu untuk berada di peringkat atas jauh lebih besar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kekurangan dari <em>Expired Domain</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain kelebihan yang sudah dibahas di atas, tentunya terdapat beberapa kekurangan dari penggunaan <em>expired domain</em>. Berikut penjelasan mengenai beberapa kekurangan dari <em>expired domain</em>.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Pilihan Terbatas</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu melakukan pembelian domain baru, maka kamu bebas memilih nama domain apapun selagi domain tersebut memang tersedia dan belum ada yang mendaftarkan. Berbeda dengan <em>expired domain</em>, kamu hanya bisa memilih domain yang sudah tersedia sehingga pilihannya sangatlah terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, akan sulit bagimu yang sudah memiliki nama <em>brand</em> atau bisnis sendiri jika harus menggunakan <em>expired domain</em> dengan nama yang berbeda. Lantaran, kamu tidak dapat memilih domain yang sama persis dengan nama brand atau bisnismu.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Rentan akan Penalti</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu sudah menentukan untuk membeli <em>expired domain</em>, pastinya kamu juga harus tahu mengenai resiko penggunaannya. Salah satunya adalah mengenai berbagai penalti yang mungkin berkaitan dengan <em>expired domain</em> yang diinginkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, kamu harus lebih berhati-hati kembali dalam memilih <em>expired domain</em> yang diinginkan. Bahkan, jika memungkinkan cari tahu secara lebih jauh mengenai <em>expired domain</em> tersebut, mulai dari penggunaan <em>keyword</em> nya, rekam jejak situs, rekam jejak <em>hacking</em>, dan lain sebagainya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Tidak Semua Memiliki <em>Backlink</em> Berkualitas</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa <em>expired domain</em> bisa saja memiliki <em>backlink</em> berkualitas. Tetapi, tidak semua <em>expired domain</em> demikian karena ada juga yang memiliki cukup banyak <em>backlink spammy</em>. Oleh karena itu, jika kamu ingin melakukan pembelian domain yang sudah kedaluwarsa harus pastikan terlebih dahulu mengenai <em>backlink</em> domain.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa <em>expired domain</em> merupakan domain yang sudah didaftarkan baik itu oleh organisasi ataupun pribadi. Namun, untuk domain tersebut sudah melewati tanggal kedaluwarsa dan tidak dilakukan perpanjangan. Jika hal tersebut terjadi, maka seluruh layanan yang terkait dengan domain tersebut tidak akan bisa untuk diakses. Sementara itu, <em>expired domain</em> juga menjadi incaran banyak orang lantaran berpotensi dalam meningkatkan peringkat <em>website</em> di SERP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi, kamu harus teliti dalam menentukan <em>expired domain</em> yang akan dibeli. Dikarenakan, tidak semuanya membawa manfaat dan keuntungan bagi <em>website</em> mu. Oleh karena itu, kami lebih menyarankan untuk melakukan pembelian domain baru dibandingkan dengan yang sudah <em>expired</em>. <a href="https://widehostmedia.com/domain-murah/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> sendiri menyediakan berbagai jenis domain unik dan menarik yang bisa kamu pilih berdasarkan kebutuhanmu. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/expired-domain-kelebihan-dan-kekurangannya/">Expired Domain: Kelebihan dan Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</title>
		<link>https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 09:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[DNSSEC]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4837</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu mencoba untuk mengakses sebuah website, namun justru diarahkan ke sebuah website lain? Seperti yang kamu ketahui, ini merupakan tugas DNS (Domain Name System) untuk menerjemahkan alamat domain ke alamat IP address website yang dituju, agar kamu dapat mengakses website tersebut. Nah, tetapi DNS sangat rentan terhadap masalah keamanan pada infrastrukturnya yang dapat menyebabkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/">DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mencoba untuk mengakses sebuah <em>website, </em>namun justru diarahkan ke sebuah<em> website </em>lain? Seperti yang kamu ketahui, ini merupakan tugas DNS (<em>Domain Name System</em>) untuk menerjemahkan alamat domain ke alamat <em>IP address website</em> yang dituju, agar kamu dapat mengakses <em>website </em>tersebut. Nah, tetapi DNS sangat rentan terhadap masalah keamanan pada infrastrukturnya yang dapat menyebabkan kamu diarahkan ke <em>website </em>yang bukan seharusnya. Oleh karena itu, DNSSEC mengambil peran untuk mencegah terjadinya hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara kerja DNSSEC dalam meningkatkan keamanan saat mengakes sebuah <em>website</em>? Apabila kamu ingin mengetahui jawabannya, maka kamu berada di artikel yang tepat. Kali ini akan dibahas mengenai penjelasan beserta cara kerja dari DNSSEC. Yuk, mari kita simak artikelnya hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu DNSSEC?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membahas tentang DNSSEC (<em>Domain Name System Security Extension</em>), kamu harus paham terlebih dahulu mengenai apa itu DNS (<em>Domain Name System</em>). DNS dapat diibaratkan seperti buku telefon, yang berisikan daftar nama domain beserta <em>IP address</em>-nya. Ketika kamu akan mengakses sebuah <em>website </em>dengan memasukkan nama domainnya, maka DNS akan menerjemahkan nama domain tersebut ke <em>IP address</em>. Untuk kemudian dihubungkan ke lokasi server disimpannya <em>IP address</em> tersebut. &nbsp;Penjelasan mengenai DNS secara lebih lengkap dapat ditemukan pada artikel, <strong><a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui, DNS akan memberikan semua <em>IP address</em> yang diminta tanpa melakukan konfirmasi apapun. Tentunya hal tersebut sangatlah membahayakan, karena dapat memungkinkan terjadinya bebagai serangan seperti <em>DNS spoofing</em> atau serangan <em>man-in-the-middle</em>. Lalu, apa kaitannya dengan DNSSEC? Mengutip dari <em>website</em> <a href="https://www.cloudflare.com/dns/dnssec/how-dnssec-works/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cloudflare</a>, DNSSEC digunakan untuk menambah lapisan keamanan pada DNS, sehingga dapat melindungi pengguna internet dari kemungkinan terjadinya <em>redirect </em>ke halaman web lain atau bahkan palsu. &nbsp;Lantas, bagaimanakah cara kerja dari DNSSEC untuk melindungi pengguna internet? Yuk, mari kita simak di pembahasan berikutnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat dan Cara Kerja dari DNSSEC</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan DNSSEC ini sangatlah bermanfaat, yaitu untuk memastikan bahwa kamu terhubung dengan <em>website </em>yang benar dan sesuai dengan nama domain yang dicari. Sehingga dapat menghindari terjadinya pengarahan ke <em>website</em> palsu. Nah, hal ini dilakukan oleh DNSSEC dengan menggunakan <em>public key</em> dan <em>digital signature</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, DNSSEC akan menambahkan jenis <em>record</em> baru atau dikenal sebagai <em>digital signatures</em>, yang disimpan di <em>name server </em>DNS bersamaan dengan jenis DNS r<em>ecord </em>lainnya, seperti A, CNAME, dan MX. Sehingga dengan adanya pengecekan pada <em>digital signature</em> tersebut, kamu dapat memastikan bahwa DNS <em>record </em>yang diminta berasal dari <em>name server</em> yang asli (tidak dilakukan perubahan oleh siapapun).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut beberapa jenis dan fungsi dari <em>record</em> baru yang ditambahkan oleh DNSSEC.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>RRSIG (<em>Resource Record Signature</em>) – </strong>Berisikan <em>digital signature</em> yang digunakan untuk otentikasi data</li><li><strong>DNSKEY – </strong>Berisikan <em>public signing key</em> yang digunakan oleh resolver untuk verifikasi DNSSEC <em>signature</em></li><li><strong>DS (<em>Delegation Signer</em>) – </strong>Digunakan untuk verifikasi keaslian <em>child zones</em> pada DNSSEC <em>zone</em></li><li><strong>NSEC dan NSEC3 – </strong>Digunakan untuk memastikan <em>denial-of-existence</em> pada sebuah DNS <em>record</em></li><li><strong>CDNSKEY dan CDS – </strong>Digunakan untuk melakukan permintaan <em>update</em> oleh <em>child zone</em> pada DS <em>record</em> di <em>parent zone</em></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, <em>record </em>ini akan saling berinteraksi satu sama lain untuk menambahkan lapisan perlindungan pada DNS. Berikut penjelasan mengenai cara kerjanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>RRSet</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah pertama yang dilakukan, adalah dengan mengelompokkan semua jenis <em>record </em>yang sama ke dalam sebuah RRSet (<em>Resource Record Set</em>). Contoh, apabila terdapat 4 AAA <em>record</em>, maka semua <em>record</em> tersebut akan digabung menjadi satu dalam sebuah AAA RRSet. Nah, AAA RRSet ini akan ditandatangani secara digital, sehingga dengan melakukan pengelompokkan akan jauh lebih mempermudah prosesnya dibandingkan dengan melakukannya satu per satu pada setiap jenis <em>record</em> yang sama.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1.jpeg" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4838" width="418" height="179" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1.jpeg 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1-300x129.jpeg 300w" sizes="(max-width: 418px) 100vw, 418px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Zone-Signing Key</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, DNSSEC memiliki sepasang <em>zone-signing key</em> (ZSK), yaitu <em>private </em>dan <em>public key</em> pada setiap <em>zone-</em>nya. <em>Digital signature </em>dibuat untuk setiap RRSet menggunakan <em>private</em> ZSK dan disimpan pada <em>name server</em> sebagai RRSIG <em>record</em>. Kemudian, akan dilakukan juga penambahan <em>public</em> ZSK pada DNSKEY <em>record </em>untuk verifikasi <em>digital signature</em>. RRSet, RRSIG, dan <em>public </em>ZSK akan saling berinteraksi untuk melakukan validasi ketika <em>resolver</em> meminta jenis <em>record </em>tertentu. Misal, dilakukan permintan pada jenis <em>record </em>AAA, maka <em>name server</em> akan memberikan RRSIG yang sesuai. Lalu, <em>resolver</em> juga akan meminta <em>public key</em> untuk melakukan validasi terhadap permintaan tersebut.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1.png" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4839" width="437" height="372" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1-300x256.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1-768x656.png 768w" sizes="(max-width: 437px) 100vw, 437px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong><em>Key Signing Key</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain ZSK, DNSSEC juga memiliki <em>key signing key (</em>KSK), yang berfungsi untuk memvalidasi ZSK itu sendiri sebagaimana ZSK melindungi keseluruhan RRSet, seperti yang dijelaskan sebelumnya. Sama halnya dengan <em>public</em> ZSK, <em>name server </em>akan melakukan penambahan <em>public </em>KSK pada DNSKEY <em>record</em> lainnya, sehingga menghasilkan DNSKEY RRSet. Untuk <em>public </em>KSK dan ZSK, keduanya akan ditandatangani oleh <em>private</em> KSK. Nah, kemudian <em>resolver </em>dapat menggunakan <em>public</em> KSK untuk memvalidasi<em> public</em> ZSK.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong><em>Delegation Signer Record</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memastikan bahwa rangkaian proses di atas sudah tervalidasi, maka akan dibuatlah <em>delegation signer record </em>(<em>DS record</em>). Caranya, dengan melakukan <em>hash</em> pada DNSKEY berisikan <em>public</em> KSK, yang kemudian diberikan kepada <em>parent zone</em> untuk dibuat sebagai DS <em>record</em>. Dengan DS <em>record </em>ini, <em>resolver </em>dapat mengetahui bahwa DNSSEC pada <em>child zone</em> tersebut aktif (<em>enabled</em>). Untuk melakukan pengecekan validitas dari <em>public </em>KSK yang dimiliki <em>child zone</em>, maka <em>resolver</em> akan melakukan <em>hash </em>pada DS <em>record</em> tersebut dan membandingkannya dengan DS <em>record</em> yang dimiliki oleh <em>parent zone</em>. Apabila sesuai, maka <em>resolver </em>dapat memastikan bahwa keseluruhan <em>record</em> yang terdapat pada <em>child zone </em>aman. <em>Well,</em> inilah cara untuk mendapatkan kepercayaan atau dikenal sebagai <em>chain of trust</em> pada DNSSEC.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2.png" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4841" width="219" height="532" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2.png 422w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2-124x300.png 124w" sizes="(max-width: 219px) 100vw, 219px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong><em>Chain of Trust</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, bagaimana cara mempercayai DS <em>record</em>? Sama seperti RRSet lainnya, DS <em>record</em> juga ditandatangani, yang berarti DS <em>record</em> memiliki RRSIG yang sesuai pada <em>parent zone</em>. Untuk proses validasi yang terjadi juga sama seperti proses validasi pada <em>record </em>lainnya, hingga akhirnya berada pada tahap <em>chain of trust</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa DNSSEC memiliki peran yang cukup penting dalam melindungi DNS. Sehingga, kamu dapat terhindar dari berbagai serangan, seperti DNS <em>spoofing </em>dan<em> man-in-the-middle</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kamu yang sudah melakukan pembelian domain melalui Wide Host Media, kamu dapat mengaktifkan DNSSEC melalui halaman client area. Dengan begitu, keamanan website-mu akan menjadi lebih terjamin. Bagi yang belum memiliki domain, silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan berbagai macam domain keren yang dapat meningkatan <em>brand awareness </em>dan trafik <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/">DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu DNS (Domain Name System)?</title>
		<link>https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/</link>
					<comments>https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 04:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[ip address]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4478</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekarang semua hal bisa dilakukan dengan mudah, termasuk dalam mengakses sebuah halaman website. Kamu hanya perlu memasukkan nama domain tanpa harus mengingat serangkaian angka rumit yang biasa kita sebut sebagai IP address. Kemudian browser akan segera memuat halaman yang kamu inginkan. Perlu kamu ketahui, serangkaian proses tersebut dibantu oleh sebuah sistem bernama DNS (Domain Name [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sekarang semua hal bisa dilakukan dengan mudah, termasuk dalam mengakses sebuah halaman <em>website</em>. Kamu hanya perlu memasukkan nama domain tanpa harus mengingat serangkaian angka rumit yang biasa kita sebut sebagai IP <em>address</em>. Kemudian <em>browser </em>akan segera memuat halaman yang kamu inginkan. Perlu kamu ketahui, serangkaian proses tersebut dibantu oleh sebuah sistem bernama DNS (<em>Domain Name System</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mendengar tentang DNS? Apa yang kamu ketahui tentang DNS? <em>Well</em>, apabila kamu masih bingung mengenai apa itu DNS, jangan khawatir karena kali ini kita akan membahas mengenai penjelasan dan juga cara kerjanya secara lengkap. Yuk, mari kita simak pembahasan artikel ini hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penjelasan DNS (<em>Domain Name System</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">DNS atau <em>Domain Name System</em> merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk menerjemahkan domain ke IP <em>address</em> sehingga dapat dipahami oleh <em>web browser</em>. Mengapa harus diterjemahkan? Karena <em>web browser</em> hanya dapat berkomunikasi menggunakan IP <em>address </em>agar dapat memuat konten yang diinginkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu dapat membayangkan DNS selayaknya buku telefon, terdapat daftar nama domain beserta IP <em>address</em>-nya. Ketika kamu memasukkan nama domain sebuah <em>website</em> pada <em>browser</em>, DNS akan menerjemahkannya ke IP <em>address</em> dan menghubungkan ke lokasi <em>server </em>disimpannya IP <em>address </em>tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya DNS dapat memudahkan kamu dalam mengakses sebuah <em>website</em>, karena kamu tidak perlu menghafal serangkaian angka unik yang sulit untuk diingat. Selain itu, tanpa DNS kamu harus menghafal kepemilikan IP <em>address</em> dari setiap <em>website</em>, cukup menyulitkan bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, keberadaan DNS saat ini benar-benar menguntungkan karena dapat memudahkan seluruh pengguna internet. Lantas, bagaimanakah cara kerja dari DNS sehingga akhirnya <em>browser</em> dapat memuat halaman <em>website </em>yang diinginkan? Simak penjelasan berikutnya mengenai cara kerja dari DNS (<em>Domain Name System</em>).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja DNS (<em>Domain Name System</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengetahui pengertian DNS, lantas apakah kamu penasaran mengenai cara kerjanya? Tetapi sebelum membahas cara kerja DNS, kamu harus mengetahui terlebih dahulu mengenai DNS <em>query</em> dan DNS <em>server</em> yang terlibat dalam proses pemuatan sebuah <em>website</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>DNS <em>Query</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">DNS <em>query </em>merupakan sebuah tahapan paling awal dalam proses pencarian DNS. <em>Query </em>itu sendiri merupakan pertanyaan terkait IP <em>address </em>dari sebuah nama domain. Ketika kamu mengetikan sebuah nama domain pada <em>browser</em>, maka <em>browser </em>akan mengirimkan<em> query</em> ke seluruh internet untuk menemukan <em>website</em> yang dicari. Terdapat beberapa jenis <em>query </em>yang harus kamu ketahui, berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong><em>Recursive query</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pada <em>recursive query</em>, klien akan meminta <em>server</em> (DNS <em>recursive resolver</em>) untuk memberikan jawaban entah itu jawaban dari hasil pencarian melalui <em>root server</em> dan <em>authoritative name server</em>, atau sebuah pesan <em>error</em> yang berarti r<em>esolver </em>tidak dapat menemukan jawaban dari pertanyaan klien.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Iterative query</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pada jenis <em>query</em> ini, klien akan memberikan <em>hostname </em>dan membiarkan <em>server</em> memberikan jawaban terbaik yang dapat diberikan. <em>Resolver </em>akan mencari jawabannya pada <em>cache</em>, atau memberi klien rujukan ke <em>root server</em> atau <em>authoritative name server </em>terdekat dengan DNS <em>zone</em>.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong><em>Non-recursive query</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Ini merupakan salah satu <em>query </em>dengan proses yang paling cepat karena sudah <em>resolver </em>ketahui jawabannya. Jawabannya sudah tersimpan di <em>local cache</em>, atau <em>resolver </em>bertanya pada DNS <em>server authoritative </em>yang sudah jelas memiliki informasi mengenai IP <em>address</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, terdapat 4 jenis <em>server</em> yang terlibat dalam proses kerja DNS. Dengan mengetahui <em>server-server</em> berikut, kamu akan memahami perihal cara kerja pada pencarian DNS. Berikut penjelasan mengenai <em>server</em> yang terlibat dan juga cara kerja pencarian DNS.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>DNS Server</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat 4 jenis <em>server </em>berbeda yang dilibatkan oleh DNS untuk memuat sebuah <em>website</em>, berikut penjelasannya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/How-DNS-works.png" alt="Cara Kerja DNS (Domain Name System)" class="wp-image-4480" width="492" height="379" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/How-DNS-works.png 512w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/How-DNS-works-300x231.png 300w" sizes="(max-width: 492px) 100vw, 492px" /></figure></div>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>DNS <em>Recursor</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">DNS<em> Recursor </em>atau juga dikenal sebagi DNS <em>resolver </em>merupakan tahapan pertama dalam pencarian informasi mengenai sebuah IP <em>address</em>. Berfungsi sebagai penerima pertanyaan (<em>query</em>) dari klien melalui <em>web browser</em>, DNS <em>recursor </em>akan mencari informasi mengenai IP <em>address</em> yang ditanyakan pada <em>cache server</em>. Apabila tidak ditemukan, maka akan dilakukan pencarian pada ISP (<em>Internet Service Provider</em>). Perlu diketahui, untuk menemukan informasi mengenai IP <em>address</em>, <em>recursor</em> tidak bekerja sendirian melainkan berkomunikasi dengan 3 <em>server </em>lainnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Root Name Server</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Tahapan selanjutnya berada di <em>Root name server</em>. Apabila informasi mengenai IP <em>address </em>yang ditanyakan tidak terdapat di ISP, maka akan dicari pada <em>root name server.</em> <em>Root name server</em> akan mencari informasi mengenai IP <em>address</em> melalui <em>server</em> terdekat. <em>Root name server </em>juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menemukan lokasi spesifik lainnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>TLD<em> Name Server</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui <em>root name server</em>, sistem akan mencari informasi mengenai IP <em>address </em>yang ditanyakan dari <em>top-level domain</em> yang dimilikinya. <em>Top-level domain</em> merupakan sebuah akhiran dari nama domain. (contoh: .com, .id, .org, dsb). Setelah menemukan informasi dari <em>top-level domain</em>, maka <em>server </em>dapat meneruskan pencarian ke <em>server</em> berikutnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong><em>Authoritative Name Server</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mendapatkan informasi mengenai lokasi <em>server hostname</em> yang diminta, maka selanjutnya akan tiba di <em>authoritative name server</em>. Ini merupakan server terakhir yang dikunjungi <em>query</em>. <em>Authoritative name server</em> memiliki informasi lengkap mengenai <em>website </em>yang akan kamu tuju. Kemudian, setelah mendapatkan informasi dari <em>authoritative name server</em>, <em>browser</em> pun akan menampilkan hasil <em>website </em>yang diminta.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-jenis DNS Record</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, kamu harus mengetahui jenis-jenis DNS <em>record</em> yang sering dijumpai. DNS <em>record</em> itu sendiri merupakan petunjuk berisi kumpulan informasi terkait domain yang disimpan pada DNS <em>server</em>. Mengutip dari website <a href="https://www.cloudflare.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cloudflare</a>, berikut jenis-jenis DNS <em>record</em> yang umum dijumpai.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><strong>A <em>record </em></strong>– Menyimpan informasi mengenai IP <em>address </em>dari sebuah domain.</li><li><strong>CNAME <em>record</em> </strong>– Digunakan untuk mengarahkan suatu domain atau subdomain ke domain lainnya.</li><li><strong>MX <em>record</em></strong> – Digunakan untuk mengarahkan <em>email</em> ke sebuah <em>mail server</em>, dan menunjukan arah rute sebuah <em>email</em> sesuai dengan SMTP.</li><li><strong>TXT </strong><em><strong>record</strong> </em>– &nbsp;Menyimpan informasi teks mengenai sumber di luar domain yang kamu miliki.</li><li><strong>NS <em>record</em></strong> – &nbsp;&nbsp;Digunakan untuk menunjukan server DNS dari sebuah domain.</li><li><strong>SOA <em>record</em></strong> – Menyimpan informasi penting mengenai domain atau <em>zone</em>, seperti alamat <em>email https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2020/02/team5-7-1.jpgistrator</em>, kapan terakhir dilakukan <em>update </em>pada domain, dan lain sebagainya.</li><li><strong>SRV <em>record</em></strong> – Digunakan untuk menentukan sebuah<em> host</em> dan <em>port</em> untuk layanan yang spesifik, seperti <em>voice over IP</em> (VoIP), pesan singkat, dan lain sebagainya.</li><li><strong>PTR <em>record</em></strong> – Menyimpan informasi mengenai nama domain dari sebuah IP <em>address</em>.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai apa itu DNS beserta cara kerjanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa DNS sangatlah bermanfaat bagi para pengguna internet. Karena dengan adanya DNS kamu tidak perlu repot-repot untuk menghafal IP <em>address</em> dari setiap <em>website </em>untuk mengunjunginya. Cukup dengan mengetikkan nama domain, maka DNS akan menerjemahkannya ke dalam IP a<em>ddress</em> agar <em>browser</em> dapat memahami dan menampilkan konten yang diinginkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sudahkah kamu memiliki nama domain unik dan keren untuk <em>website</em>-mu? Dengan memiliki nama domain keren, pengunjung akan dengan mudah mengingat <em>website</em>-mu. Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan berbagai macam domain keren yang dapat meningkatan <em>brand awareness </em>dan trafik <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aliases Domain atau Parked Domain di cPanel</title>
		<link>https://widehostmedia.com/aliases-domain-atau-parked-domain-di-cpanel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 04:27:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Addon domain]]></category>
		<category><![CDATA[aliases domain]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4455</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu mendaftarkan nama domain, namun ternyata nama domain tersebut tidak tersedia karena sudah dimiliki oleh pengguna lain? Nyatanya, memang sangat sulit untuk mendapatkan sebuah nama domain yang unik atau sesuai dengan keinginanmu. Tetapi jangan khawatir, terdapat sebuah fitur bernama aliases domain pada cPanel yang dapat membantu kamu untuk “menyimpan” nama domain yang sudah didaftarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/aliases-domain-atau-parked-domain-di-cpanel/">Aliases Domain atau Parked Domain di cPanel</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mendaftarkan nama domain, namun ternyata nama domain tersebut tidak tersedia karena sudah dimiliki oleh pengguna lain? Nyatanya, memang sangat sulit untuk mendapatkan sebuah nama domain yang unik atau sesuai dengan keinginanmu. Tetapi jangan khawatir, terdapat sebuah fitur bernama <em>aliases domain</em> pada cPanel yang dapat membantu kamu untuk “menyimpan” nama domain yang sudah didaftarkan walaupun kamu belum memiliki <em>website </em>untuk mengarahkan nama domain tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah kamu penasaran mengenai kegunaan dari fitur <em>aliases domain</em> ini? Jika kamu ingin mengetahuinya lebih lanjut, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Kali ini akan dijelaskan mengenai apa itu <em>aliases domain</em>, fungsi, dan juga cara menambahkannya melalui cPanel. Yuk, mari kita simak hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Aliases Domain</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membahas apa itu <em>aliases domain</em>, tahukah kamu apa itu domain? Domain merupakan sebuah nama unik yang diberikan pada sebuah <em>website</em> untuk menggantikan sederetan angka rumit IP<em> address</em>, sehingga kamu dapat mengingatnya dengan mudah. Selain itu, fungsi dari domain ini adalah untuk mengantarkan kamu ke sebuah <em>website</em>.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/domain-to-ip-1024x538.jpeg" alt="Apa itu domain" class="wp-image-4463" width="556" height="292" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/domain-to-ip-1024x538.jpeg 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/domain-to-ip-300x158.jpeg 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/domain-to-ip-768x403.jpeg 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/domain-to-ip-1140x600.jpeg 1140w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/domain-to-ip.jpeg 1489w" sizes="(max-width: 556px) 100vw, 556px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah yang dimaksud dengan <em>aliases domain</em>? <em>Well</em>, <em>Aliases domain </em>atau juga dikenal sebagai <em>parked domain</em> merupakan sebuh fitur pada cPanel yang digunakan untuk menambahkan domain lainnya yang kamu miliki. Tetapi, domain ini tidak mengarah ke <em>website</em> mana pun atau kamu bisa mengarahkannya ke <em>website </em>yang sudah kamu miliki sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya, kamu memiliki sebuah <em>website</em> dengan domain utama websiteku.com. Lantaran nama “websiteku” sudah terkenal sebagai nama dari <em>website</em>-mu, kamu dapat membeli nama domain tersebut dengan berbagai ekstensi lainnya misal websiteku.co.id, websiteku.my.id, websiteku.xyz atau websitekuu.com, kemudian di arahkan ke <em>website</em> utamamu yaitu websiteku.com. Siapapun yang mengetikkan “websiteku” dengan berbagai ekstensi domain yang disebutkan di atas, akan langsung di arahkan ke halaman websiteku.com.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut biasanya dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pengetikan alamat <em>website</em>, sehingga dapat langsung di arahkan ke halaman yang benar. Selain itu, bisa saja untuk menyimpan atau mengamankan nama domain yang kamu inginkan agar tidak digunakan oleh pengguna lain, dan kamu bisa menggunakannya di waktu yang akan datang.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Addon Domain</em> Vs. <em>Aliases Domain</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pasti masih ada beberapa dari kamu yang bingung mengenai perbedaan antara <em>addon domain</em> dengan <em>aliases domain</em>. <em>Well</em>, sebelumnya telah dibahas mengenai <em>addon domain</em>, dan kamu dapat membaca lengkapnya pada artikel <a href="https://widehostmedia.com/cara-menambahkan-addon-domain-melalui-cpanel/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Cara Menambahkan</strong> <strong>Addon Domain Melalui cPanel</strong></a><strong>.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah perbedaannya? Bukankah keduanya merupakan sebuah domain tambahan? Betul sekali, namun lebih tepatnya <em>addon domain </em>merupakan sebuah domain tambahan pada satu akun <em>hosting</em> yang sama dengan domain utama namun memiliki halaman <em>website </em>yang berbeda. Sedangkan, <em>aliases domain</em> merupakan domain tambahan yang diarahkan ke <em>website</em> milik domain utama. Jelas bedanya bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Aliases domain</em> tidak atau belum memiliki halaman <em>website</em> sendiri, sehingga kamu bisa mengarahkannya ke <em>website</em> yang sudah kamu miliki sebelumnya. Sedangkan untuk <em>addon domain</em> memiliki  <em>website</em>-nya sendiri, hanya saja <em>resource</em>-nya berbagi dengan domain utama karena berada di satu akun <em>hosting </em>yang sama.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Alasan Menggunakan <em>Aliases Domain</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak yang menggunakan fitur ini untuk berbagai alasan, salah satunya seperti untuk mengamankan nama domain yang diinginkan agar bisa digunakan di waktu yang akan datang. Berikut penjelasan mengapa digunakannya fitur <em>aliases domain</em>.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Mengamankan domain yang diinginkan</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu dapat membeli nama domain yang kamu inginkan, meski belum memiliki konten atau <em>website</em> untuk mengarahkan domain tersebut. Hal ini dilakukan untuk pencegahan agar nama domain tersebut tidak dimiliki oleh pengguna lain. Cukup parkirkan saja domain yang sudah kamu beli menggunakan fitur ini, maka nama domainmu tidak akan tersedia bagi pengguna lain.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Mengarahkan ke domain utama</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila sebelumnya kamu sudah memiliki sebuah <em>website</em>, maka fitur ini dapat digunakan untuk mengarahkan domain yang sudah kamu tambahkan ke <em>website </em>utamamu. Bahkan, kamu dapat menghindari <em>cybersquatting</em>, dengan cara membeli beberapa nama domain yang mirip dengan domain utamamu. <em>Cybersquatting </em>sendiri merupakan sebuah tindak kejahatan di dunia maya dengan cara mendaftarkan nama domain yang serupa dengan yang dimiliki oleh <em>website</em> lain. Tujuanya yaitu sudah pasti untuk mendapatkan keuntungan yang diambil dari pihak lain.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Menyimpan domain sebelum<em> expire</em></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila <em>website-</em>mu sudah tidak aktif dan tidak digunakan lagi. Kamu dapat memarkirkan domain mu menggunakan <em>aliases domain</em>. Hal ini dapat dilakukan untuk mencegah orang lain menggunakan nama domain mu hingga masa aktifnya habis (<em>expire</em>).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Menambahkannya Melalui cPanel</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanakah cara menambahkan <em>aliases domain</em> ini? Kamu bisa melakukannnya dengan mudah melalui sebuah fitur di cPanel, berikut cara untuk menambahkannya melalui cPanel.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><em>Log in</em> ke akun cPanelmu.</li><li>Ketik pada kolom pencarian “<em>Aliases</em>”, atau kamu dapat menemukannya pada bagian “<em>Domains</em>”.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="229" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases-1024x229.png" alt="Cara menambahkan aliases domain" class="wp-image-4458" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases-1024x229.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases-300x67.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases-768x172.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases.png 1157w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure></div>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="3"><li>Selanjutnya, kamu akan diarahkan ke halaman “<em>Aliases</em>”. Pada halaman tersebut terdapat bagian yang harus kamu isi.</li><li>Pada bagian “<em>Create a New Alias</em>”, di bagian “<em>Domain</em>” silakan masukan nama domain yang ingin ditambahkan kemudian klik “<em>Add Domain</em>”. Sebelum digunakan sebagai <em>aliases</em>, domain yang ditambahkan sudah harus terdaftar dan mengarah ke <em>server </em>DNS-mu.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="282" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases111-1024x282.jpg" alt="Cara menambahkan aliases domain" class="wp-image-4462" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases111-1024x282.jpg 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases111-300x83.jpg 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases111-768x211.jpg 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases111-1536x423.jpg 1536w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases111.jpg 1540w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure></div>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="5"><li>Jika berhasil, akan diarahkan ke sebuah halaman dan terdapat pemberitahuan bahwa pembuatan <em>aliases domain</em> telah berhasil.</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="244" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases2-1024x244.png" alt="Cara menambahkan aliases domain" class="wp-image-4460" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases2-1024x244.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases2-300x72.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases2-768x183.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases2.png 1128w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="6"><li>Klik “go back”, kemudian kamu dapat melihat dan mengelola <em>aliases domain</em> yang sudah berhasil dibuat . <em>Manage redirection </em>bisa digunakan untuk mengatur ke <em>website </em>mana domain tersebut akan diarahkan. Sedangkan, <em>remove</em> digunakan untuk menghapus <em>aliases domain</em> yang sudah ditambahkan.</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="235" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases3-1024x235.png" alt="" class="wp-image-4461" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases3-1024x235.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases3-300x69.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases3-768x176.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/aliases3.png 1129w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai apa itu <em>aliases domain</em>. Sebuah fitur yang dapat digunakan untuk sekedar memarkirkan domain. Bertujuan agar mendapatkan nama domain yang diinginkan sebelum dimiliki oleh pengguna lain. Selain itu, dapat digunakan untuk mengarahkan domain ke <em>website </em>utama yang sudah dimiliki sebelumnya. Cara menambahkannya pun sangat mudah, bisa dilakukan melalui sebuah fitur yang terdapat di cPanel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tertarik untuk memiliki sebuah <em>website</em> dengan nama domain sesuai keinginanmu? Silakan kunjungi <em>website </em><a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, kami menyediakan berbagai domain keren untuk <em>website</em>-mu. Dengan menggunakan domain keren dari Wide Host Media, kamu dapat meningkatkan <em>brand awareness</em> dan juga <em>traffic </em>pada <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/aliases-domain-atau-parked-domain-di-cpanel/">Aliases Domain atau Parked Domain di cPanel</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menambahkan Addon Domain Melalui cPanel</title>
		<link>https://widehostmedia.com/cara-menambahkan-addon-domain-melalui-cpanel/</link>
					<comments>https://widehostmedia.com/cara-menambahkan-addon-domain-melalui-cpanel/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2021 08:48:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Addon domain]]></category>
		<category><![CDATA[cpanel]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[subdomain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4404</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahukah kamu, terdapat sebuah fitur di cPanel yang memungkinkan kamu untuk menambahkan domain pada satu akun hosting yang sama dengan domain utama yang sudah kamu miliki sebelumnya? Fitur tersebut bernama addon domain. Mungkin untuk beberapa orang fitur ini sudah tidak terdengar asing bahkan sudah biasa untuk digunakan. Tetapi, pasti ada beberapa diantara kamu yang belum [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/cara-menambahkan-addon-domain-melalui-cpanel/">Cara Menambahkan Addon Domain Melalui cPanel</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tahukah kamu, terdapat sebuah fitur di cPanel yang memungkinkan kamu untuk menambahkan domain pada satu akun <em>hosting </em>yang sama dengan domain utama yang sudah kamu miliki sebelumnya? Fitur tersebut bernama <em>addon domain</em>. Mungkin untuk beberapa orang fitur ini sudah tidak terdengar asing bahkan sudah biasa untuk digunakan. Tetapi, pasti ada beberapa diantara kamu yang belum begitu memahaminya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah yang dimaksud dengan <em>addon domain?</em> Apakah sama seperti subdomain? Kemudian, adakah keunggulan yang dimilikinya? <em>Well</em>, semua pertanyaan tersebut akan dijawab pada artikel kali ini. Jangan khawatir, untuk kamu yang masih pemula, pada artikel ini juga akan dibahas mengenai cara untuk menambahkan <em>addon domain</em> pada akun <em>hosting</em>-mu. Jadi, simak terus artikel ini sampai akhir ya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Addon Domain</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Addon domain</em> merupakan sebuah fitur yang dapat digunakan untuk menambahkan domain lainnya ke akun <em>hosting</em>-mu. Sehingga <em>resource</em>-nya pun berbagi dengan domain utama pada akun <em>hosting </em>yang sudah kamu miliki sebelumnya. Kemudian, karena terdapat pada satu akun <em>hosting </em>yang sama, maka fitur ini dapat memudahkan kamu dalam mengelola beberapa domain sekaligus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui, sebelum menambahkan domain pada fitur ini kamu harus memastikan bahwa domain yang ingin ditambahkan sudah terdaftar dan mengarah ke <em>server hosting provider</em>. Setelah itu kamu baru dapat menambahkannya melalui fitur <em>addon domain</em> di cPanel. Domain ini dapat berfungsi selayaknya domain utama. Kamu bisa menambahkan <em>email</em> dan lain sebagainya menggunakan domain tersebut. Namun, tidak bisa digunakan untuk mengakses cPanel, karena aksesnya tetap hanya dimiliki oleh domain utama saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, adakah keunggulan yang dimiliki oleh <em>addon domain</em>? Tentu saja jawabannya ada. Terdapat beberapa keunggulan yang dimilikinya. Mari simak penjelasan lengkapnya pada pembahasan berikutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki oleh fitur ini, berikut penjelasannya. </p>



<ol class="wp-block-list"><li>Meminimalisir <em>Budget</em></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, kamu dapat meminimalisir <em>budget </em>yang keluar. Hal tersebut karena penggunaannya yang hanya membutuhkan satu akun <em>hosting</em>. Sehingga, kamu hanya perlu mengeluarkan biaya untuk pendaftaran nama domain saja. Tanpa harus repot-repot membeli akun <em>hosting </em>lainnya untuk membuat sebuah <em>website</em> dengan domain baru. Namun, perlu kembali diingat, karena penggunaannya hanya pada satu akun <em>hosting</em> maka <em>resource</em>-nya pun berbagi dengan domain utama yang sudah dimiliki sebelumnya pada akun <em>hosting </em>tersebut.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Akun dan<em> Folder</em> yang Dibuat Secara Otomatis</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Keunggulan lainnya adalah adanya beberapa akun yang akan dibuat secara otomatis, contohnya adalah akun FTP (<em>File Transfer Protocol</em>). Apabila kamu menambahkan <em>addon domain</em>, maka secara otomatis akun FTP pun akan terbuat. Selain itu, pada public_html akan dibuat <em>folder </em>baru terpisah dari domain utama, yang digunakan khusus untuk menyimpan file-file dari <em>addon domain </em>tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perbedaan dengan<strong> <em>Subdomain</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, diantara kamu pasti masih ada yang kebingungan dan bertanya-tanya mengenai perbedaannya dengan subdomain. Bukankah keduanya digunakan untuk menambahkan sebuah domain? <em>Well</em>, kamu memang tidak salah, namun untuk lebih tepatnya mari kita bahas mengenai perbedaannya secara lebih jelas.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em>Addon Domain</em></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Lokasi hostingnya memang berada pada satu akun hosting yang sama dengan domain utama. Tetapi, perannya<em> </em>disini hanya sebagai domain tambahan saja. URL (<em>Uniform Resource Locator</em>) nya pun berbeda dengan URL domain utama. Selain itu, terdapat perbedaan juga pada akun FTP yang dimilikinya dengan domain utama, pembuatannya dilakukan secara otomatis ketika <em>addon domain</em> ditambahkan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Subdomain</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan untuk subdomain sendiri masih merupakan bagian dari domain utama. URL-nya pun sama dengan yang dimiliki dengan domain utama, hanya terdapat perbedaan pada awalannya saja (contoh: blog.widehostmedia.com). Kemudian, untuk akun FTP yang dimiliki subdomain pun masih sama dengan yang dimiliki oleh domain utama. Subdomain tidak memiliki akun FTP baru layaknya <em>addon domain</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Menambahkan <em>Addon Domain</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu bisa dengan mudah menambahkan <em>addon domain</em> pada cPanel. Berikut cara untuk menambahkannya melalui cPanel.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><em>Log in </em>ke akun cPanel-mu.</li><li>Ketik pada kolom pencarian “<em>Addon Domains</em>”, atau kamu bisa menemukannya pada bagian kolom <em>Domains</em>. Kemudian klik “<em>Addon Domains</em>” dan kamu akan diarahkan ke halaman penambahan <em>addon domains</em>. Terdapat beberapa bagian pada halaman tersebut yang harus kamu isi.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="304" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain-1024x304.png" alt="Cara menambahkan addon domain" class="wp-image-4423" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain-1024x304.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain-300x89.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain-768x228.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain.png 1155w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure></div>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="3"><li>Pada bagian<em> “New Domain Name</em>”, silakan isi dengan nama <em>domain</em> yang sudah terdaftar dan ingin kamu tambahkan. Kemudian pada bagian “<em>Subdomain</em>”, akan terisi secara otomatis apabila kamu sudah memasukan nama domain di bagian sebelumnya. Di bagian <em>“Document Root”, </em>akan ditunjukan lokasi file pada public_html.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="371" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain1-1024x371.png" alt="Cara menambahkan addon domain" class="wp-image-4424" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain1-1024x371.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain1-300x109.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain1-768x278.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain1.png 1527w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure></div>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="4"><li>Sebelum klik “<em>Add Domain</em>”, jangan lupa untuk centang “<em>Create an FTP account associated with this Addon Domain</em>”, untuk membuat akun FTP secara otomatis.</li><li>Jika sudah dicentang, akan muncul beberapa bagian lagi yang harus kamu isi yaitu <em>username</em> dan juga <em>password </em>untuk akun FTP. Kamu bisa menggunakan <em>Password Generator</em> untuk mendapatkan <em>password</em> yang cukup kuat. Jika sudah selesai, klik “<em>Add Domain</em>”.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="954" height="379" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain2.png" alt="Cara menambahkan akun FTP pada addon domain" class="wp-image-4425" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain2.png 954w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain2-300x119.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain2-768x305.png 768w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure></div>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="6"><li>Kemudian, jika sudah selesai kamu akan diarahkan ke sebuah halaman yang menunjukan bahwa <em>addon domain</em> sudah berhasil ditambahkan, begitupula dengan akun FTP yang sudah berhasil untuk dibuat.</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="219" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain3-1024x219.png" alt="" class="wp-image-4426" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain3-1024x219.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain3-300x64.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain3-768x164.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain3-1536x329.png 1536w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain3.png 1543w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="7"><li>Lalu, kamu bisa klik “<em>Go back</em>”, dan pada bagian “<em>Modify Addon Domain</em>” kamu bisa melihat dan melakukan perubahan pada <em>addon domain</em> yang sudah berhasil ditambahkan. </li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="189" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain4-1024x189.png" alt="" class="wp-image-4427" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain4-1024x189.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain4-300x55.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain4-768x142.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/addon-domain4.png 1443w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan  cara untuk menambahkan <em>addon domain</em> melalui cPanel. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa dengan menggunakan fitur ini dapat memudahkan kamu dalam mengelola beberapa domain sekaligus melalui satu akun <em>hosting</em>. Selain itu, fitur ini juga dapat membantu kamu dalam meminimalisir biaya yang dikeluarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan berbagai layanan terkait <em>cloud computing </em>dan juga domain. Selain itu, kami juga melayani perpindahan nama domain dari <em>provider </em>lain ke Wide Host Media. Silakan cek <em>website </em>Wide Host Media, atau hubungi layanan <em>live support</em> yang terdapat di pojok halaman <em>website.</em> Terima kasih sudah membaca artikel ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/cara-menambahkan-addon-domain-melalui-cpanel/">Cara Menambahkan Addon Domain Melalui cPanel</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://widehostmedia.com/cara-menambahkan-addon-domain-melalui-cpanel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu Subdomain dan Bagaimana Cara Membuatnya?</title>
		<link>https://widehostmedia.com/apa-itu-subdomain-dan-bagaimana-cara-membuatnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2021 05:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[cpanel]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[subdirektori]]></category>
		<category><![CDATA[subdomain]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=2741</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu pasti sudah sering mendengar tentang apa itu domain. Sebelumnya juga sudah pernah dibahas mengenai domain pada artikel Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Domain. Pada artikel tersebut telah dijelaskan bahwa domain memiliki beberapa tingkatan (level). Salah satunya third level domain atau yang biasa kamu kenal sebagai subdomain. Lantas apakah yang dimaksud dengan subdomain? Dan bagaimana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-subdomain-dan-bagaimana-cara-membuatnya/">Apa itu Subdomain dan Bagaimana Cara Membuatnya?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kamu pasti sudah sering mendengar tentang apa itu domain. Sebelumnya juga sudah pernah dibahas mengenai domain pada artikel <a href="https://widehostmedia.com/hal-yang-perlu-diketahui-mengenai-domain/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Domain</a>. Pada artikel tersebut telah dijelaskan bahwa domain memiliki beberapa tingkatan (<em>level</em>). Salah satunya <em>third level domain</em> atau yang biasa kamu kenal sebagai subdomain. Lantas apakah yang dimaksud dengan subdomain? Dan bagaimana cara menambahkannya pada sebuah <em>website</em>? Mari kita simak penjelasan dan juga panduan lengkapnya pada pembahasan artikel kali ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Itu Subdomain?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu bisa dengan secara mudah mengatur <em>website</em>-mu agar memiliki beberapa halaman berbeda dengan sebuah nama domain tambahan yang masih merupakan bagian dari domain utamamu. Kamu bisa membuatnya menggunakan sebuah fitur bernama <strong>subdomain</strong>. Fitur ini bukanlah untuk membuat domain baru, melainkan masih menjadi bagian dari domain utama. Mengutip dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Subdomain" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pand</a><a href="https://pandi.id/apa-itu-domain/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">i.id</a>, subdomain merupakan tambahan situs pada sebuah <em>website</em>, biasa digunakan oleh situ-situs besar yang membutuhkan halaman yang lebih spesifik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Subdomain terdapat pada bagian awal domain dan dipisah dengan sebuah titik (contoh: <strong>translate.google.co.id</strong>). Fungsinya yaitu untuk menambahkan halaman baru pada sebuah <em>website</em> atau bisa dikatakan seperti membagi <em>website</em> menjadi beberapa bagian namun masih dalam satu domain yang sama. Misal, kamu ingin membuat halaman baru pada <em>website</em>-mu yang berisikan khusus untuk postingan blog. Maka kamu dapat membuat subdomain dari domain utama <em>website</em>-mu yaitu <strong>blog.domainutamamu.com</strong>. Nanti halaman ini akan menunjukan halaman khusus mengenai blog dari <em>website</em>-mu. Agar bisa dipahami lebih jelas, berikut contoh lainnya:</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong>blog.widehostmedia.com</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada contoh alamat tersebut terdapat widehostmedia sebagai <em>second level domain</em>, .com sebagai <em>top level domain</em>, dan blog sebagai <em>third level domain </em>atau subdomain. Misal, dari contoh tersebut dapat dilihat Wide Host Media memiliki domain utama <strong>widehostmedia.com</strong>, dan <strong>blog</strong> merupakan subdomainnya. Apabila kamu mengetikkan <strong>widehostmedia.com</strong> yang merupakan domain utama, maka akan mengarah ke halaman <em>website </em>utama. Sedangkan, <strong>blog.widehostmedia.com</strong> akan mengarah ke bagian halaman khusus untuk blog <em>website </em>saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menarik bukan? Kamu bisa menambahkan berbagai subdomain lainnya sesuai dengan kebutuhanmu, misal events.domainutamamu.com, info.domainutamamu.com dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perbedaan Dengan Subdirektori</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya, kamu juga bisa menggunakan subdirektori (domainutama.com/namasubdirektori) untuk menambahkan halaman <em>website</em>. Mengutip dari beberapa sumber <em>website</em>, tidak ada ketentuan kapan kamu harus menggunakan subdomain atau subdirektori tetapi apabila kamu memang memiliki beberapa topik atau konten yang berbeda dari situs utama maka gunakanlah subdomain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, penggunaannya juga dapat berengaruh pada SEO. Karena pada umumnya website yang menggunakan subdomain memiliki peluang lebih besar untuk muncul pada hasil pencarian dibandingkan dengan <em>website</em> yang menggunakan subdirektori. Mengapa bisa demikian? Karena apabila kamu menggunakan subdomain, itu sudah sama seperti membuat sebuah domain baru sehingga bisa memperbesar peluang untuk muncul pada hasil pencarian. Karena terdapat batasan dari Google untuk menampilkan hanya 2 sampai 3 hasil pencarian saja per-domain. Sedangkan untuk subdirektori hanya seperti menambahkan sebuah folder baru pada website dengan domain yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu diingat, tidak ada ketentuan dalam penggunaannya. Sehingga hal-hal yang telah disebutkan di atas tidak bisa dijadikan sebagai tumpuan untuk menentukan penggunaan manakah yang lebih bagus. Karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Fungsinya pun sama saja untuk membagi <em>website </em>menjadi beberapa bagian, sehingga apapun bisa digunakan. Semua tergantung kembali ke pilihan penggunanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal selanjutnya yang perlu kamu ketahui yaitu subdomain bisa ditambahkan secara mudah dan gratis melalui panel hosting-mu. Bagaimanakah caranya? Simak panduan berikut mengenai penambahan subdomain melalui akun panel hosting.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Menambahkan Subdomain</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menambahkan subdomain melalui akun panel hostingmu.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><em>Log-in</em> ke cPanelmu.</li><li>Ketik “subdomain” di bagian kolom pencarian, atau kamu bisa menemukan fitur tersebut di bagian kolom domains pada cPanel. Kemudian klik.</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="331" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1-1024x331.png" alt="Cara membuat subdomain pada cpanel" class="wp-image-2745" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1-1024x331.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1-300x97.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1-768x248.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1.png 1108w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Selanjutnya kamu akan masuk ke halaman subdomains. Terdapat beberapa bagian yang harus kamu isi pada halaman ini. Pertama pada bagian domain, kamu bisa memilih domain utama yang ingin ditambahkan subdomainnya. Hal ini dilakukan apabila kamu memiliki lebih dari satu domain.</li><li>Kemudian, kamu isi nama subdomain sesuai dengan yang kamu inginkan. Lalu, pada <em>document root</em> kamu bisa melihat lokasi disimpannya subdomain tersebut. Jika sudah, klik <em>create</em>.</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="369" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3-1024x369.png" alt="Cara membuat subdomain pada cPanel" class="wp-image-2746" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3-1024x369.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3-300x108.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3-768x277.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3.png 1461w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>Selesai, sekarang kamu sudah memiliki subdomainmu sendiri.</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="229" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-1024x229.png" alt="cara membuat subdomain" class="wp-image-2835" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-1024x229.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-300x67.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-768x172.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-1536x343.png 1536w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain.png 1543w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai subdomain dan juga cara pembuatannya melalui panel hosting. Sekarang kamu bisa membuat subdomainmu sendiri sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan atau diperlukan. Selain itu, penambahan halaman <em>website</em> juga bisa dilakukan dengan menggunakan subdirektori. Tetapi perlu diingat kembali bahwa tidak ada ketentuan untuk penggunaan keduanya, semua tergantung kepada pilihan penggunanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk meningkatkan <em>brand awareness</em> dan <em>traffic </em>pada <em>website</em>-mu, miliki nama domain keren yang bisa kamu dapatkan melalui <em>website</em> Wide Host Media. Kami juga melayani perpindahan nama domain dari <em>provider </em>lain ke Wide Host Media. Silakan cek <em>website </em><a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, atau hubungi layanan <em>live support</em> yang terdapat di pojok halaman <em>website.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-subdomain-dan-bagaimana-cara-membuatnya/">Apa itu Subdomain dan Bagaimana Cara Membuatnya?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Apa Itu URL (Uniform Resource Locator)</title>
		<link>https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/</link>
					<comments>https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2021 08:53:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[http]]></category>
		<category><![CDATA[https]]></category>
		<category><![CDATA[subdirektori]]></category>
		<category><![CDATA[URL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=2795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah URL (Uniform Resource Locator) sudah tidak asing lagi untuk didengar dan pastinya sering digunakan. Terutama oleh kamu yang sering melakukan aktivitas browsing di internet. Walaupun demikian, masih ada saja segelintir orang yang salah mengartikan tentang apa itu URL. Banyak yang beranggapan bahwa URL sama seperti domain dan lain sebagainya. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/">Mengenal Apa Itu URL (Uniform Resource Locator)</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Istilah URL (<em>Uniform Resource Locator</em>) sudah tidak asing lagi untuk didengar dan pastinya sering digunakan. Terutama oleh kamu yang sering melakukan aktivitas <em>browsing</em> di internet. Walaupun demikian, masih ada saja segelintir orang yang salah mengartikan tentang apa itu URL. Banyak yang beranggapan bahwa URL sama seperti domain dan lain sebagainya. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena memang domain merupakan bagian dari URL, namun terdapat definisi yang lebih tepat mengenai URL.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu ingin mengetahui penjelasan mengenai URL, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Artikel ini akan sangat bermanfaat, karena kita akan membahas mengenai URL (<em>Uniform Source Locator</em>) secara lengkap, mulai dari pengertian, fungsi, bagian-bagian pada URL hingga jenis-jenis URL yang umum untuk digunakan. Yuk simak sampai akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Itu URL (<em>Uniform Resource Locator</em>)?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>URL</strong> merupakan singkatan dari <em>Uniform Resource Locator</em>, diciptakan pada tahun 1991 oleh Tim Berners-Lee untuk mempermudah siapapun dalam mempublikasikan dokumen dan sejenisnya pada internet. Sesuai dengan namanya “<em>Locator</em>”, maka fungsi yang dimilikinya yaitu untuk menunjukan lokasi keberadaan sebuah sumber pada internet. Bisa berupa <em>website</em>, gambar, video, dokumen, dan lain-lain. Kamu bisa menemukan URL pada bagian atas <em>browser</em> yang biasanya diawali dengan HTTP atau HTTPS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">URL terdiri dari berbagai huruf dan simbol sesuai dengan standar tertentu, salah satunya terdapat domain pada komponenya. Sehingga bisa dikatakan bahwa domain merupakan bagian dari URL, tetapi bukan berarti URL=domain. URL merupakan alamat lengkapnya, sedangkan domain merupakan bagian yang menunjukan detail dari alamat tersebut. Untuk mempermudah pemahamanmu, simak pembahasan berikutnya mengenai bagian-bagian yang terdapat pada URL.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagian-Bagian URL</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah disebutkan di atas, domain merupakan salah satu komponen atau bagian dari URL. Lantas apakah terdapat bagian-bagian lainnya pada URL selain domain?Jawabannya adalah tentu saja ada. Mengutip dari Wikipedia, URL terdiri dari beberapa bagian yaitu <em>scheme</em>, domain, dan juga nama <em>file </em>yang dituju atau subdirektori. Untuk memahami secara lebih jelas, berikut contoh dan penjelasan mengenai bagian-bagian yang terdapat pada URL.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/URL1-1.png" alt="URL (Uniform Resource Locator)" class="wp-image-2800" width="726" height="117" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/URL1-1.png 483w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/URL1-1-300x48.png 300w" sizes="(max-width: 726px) 100vw, 726px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Scheme</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Yang pertama, pada awalan URL terdapat sebuah <em>scheme </em>atau yang lebih kita kenal dengan protokol.&nbsp; Biasanya URL diawali oleh sebuah protokol seperti HTTP, HTTPS, dan lain sebagainya yang berfungsi untuk memproses perintah yang masuk. Sebagai contoh, dapat kamu lihat pada URL di atas, URL tersebut diawali dengan sebuah protokol HTTPS. (Baca juga: <a href="https://widehostmedia.com/http-dan-https-perbedaan-dan-cara-kerja/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">HTTP dan HTTPS: Perbedaan dan Cara Kerja</a>)</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Domain</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Masih bisa dilihat pada contoh URL di atas, setelah penggunaan protokol HTTPS pada awalan URL, lalu diikuti dengan adanya domain. Pada contoh tersebut terdapat dua <em>level </em>domain, yaitu <em>second level domain</em> dan <em>top level domain</em>. <em>Second level domain</em> merupakan nama domain dari sebuah <em>website </em>yang ingin kalian tuju. Pada contoh di atas <strong>widehostmedia </strong>merupakan <em>second level domain</em>. Diikuti dengan <em>top level domain</em>-nya yaitu <strong>.com</strong>. (Baca juga: <a href="https://widehostmedia.com/hal-yang-perlu-diketahui-mengenai-domain/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Domain</a>)</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Subdirektori</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Yang terakhir, terdapat nama <em>file </em>atau subdirektori yang sedang kamu akses. Pada contoh di atas kita sedang tertuju pada halaman <strong>blog</strong> di <em>website </em>Wide Host Media. Sehingga URL tersebut akan mengarah ke halaman blog Wide Host Media yang berisi artikel-artikel seputar dunia teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu tadi penjelasan singkat mengenai bagian-bagian pada sebuah URL. Selanjutnya kita akan membahas mengenai fungsi dari sebuah URL. Selain untuk menunjukan alamat sebuah <em>website</em>, adakah fungsi lainnya yang dimiliki oleh URL? Yuk kita simak.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi dari URL (<em>Uniform Resource Locator</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <a href="https://pandi.id/apa-itu-url/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pandi.id</a>, berikut beberapa fungsi yang dimiliki oleh URL<em> (Uniform Resource Locator)</em>.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Memudahkan pengguna dalam mengakses sebuah <em>website</em> atau halaman tertentu yang ingin dituju.</li><li>Mengidentifikasi <em>file</em>, dokumen, gambar, dan lain sebagainya yang terdapat di internet.</li><li>Penamaan <em>file </em>pada sebuah <em>website</em>.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-jenis</strong> URL (<em>Uniform Resource Locator</em>)</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui, terdapat dua jenis URL (<em>Uniform Resource Locator</em>) yang umum digunakan, yaitu URL <em>absolute </em>dan URL <em>relative</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>URL<em> Absolute</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">URL <em>absolute </em>berisikan alamat lengkap seperti yang sudah dijelaskan tadi di atas. Terdapat domain dan juga nama <em>file</em> atau dokumen yang sedang kamu akses. Contohnya <a href="https://widehostmedia.com/blog/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://widehostmedia.com/blog/</a>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>URL <em>Relative</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan URL <em>absolute</em>, URL <em>relative</em> hanya menunjukan <em>file</em> atau dokumen yang sedang dibuka. Contoh dari URL <em>relative </em>adalah <strong>image.jpg</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai pengertian, fungsi, bagian-bagian pada URL dan jenis-jenis URL yang umum untuk digunakan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa URL memudahkan kita dalam menemukan keberadaan sebuah <em>file</em> atau dokumen pada internet. Sama halnya seperti melakukan pencarian <em>file </em>pada komputer, kita harus tahu terlebih dahulu pada dokumen manakah <em>file</em> tersebut tersimpan. Dan itu merupakan tugas dari URL, untuk memberitahu<em> browser</em> lokasi <em>file </em>yang harus dicari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, dan dapatkan berbagai domain keren untuk <em>website</em>-mu. Kamu bisa mendapatkan domain terpopuler yaitu <strong>.com</strong> hanya dengan harga Rp.99.000, -/tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/">Mengenal Apa Itu URL (Uniform Resource Locator)</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
