<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Server Archives - Wide Host Media</title>
	<atom:link href="https://widehostmedia.com/category/server/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://widehostmedia.com/category/server/</link>
	<description>Cloud Solution</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Oct 2022 03:47:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/wide_host_media_icon_30b_icon.ico</url>
	<title>Server Archives - Wide Host Media</title>
	<link>https://widehostmedia.com/category/server/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perbedaan SSD dan HDD.</title>
		<link>https://widehostmedia.com/mari-bahas-perbedaan-ssd-dan-hdd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Minna Pratari]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2022 03:47:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Operating System]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[general]]></category>
		<category><![CDATA[HDD]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[SSD]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mari kita bahas perbedaan SSD dan HDD! Setiap perangkat komputer atau laptop terdiri dari perangkat keras (hardware) yang mempunyai fungsi masing – masing. Contohnya monitor, keyboard, mouse, CPU dan beberapa unit didalamnya. Salah satunya penyimpanan data yang berada di CPU yang disebut HDD. Ternyata perangkat penyimpanan itu ada yang namanya HDD (Harddisk Drive) dan SSD [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mari-bahas-perbedaan-ssd-dan-hdd/">Perbedaan SSD dan HDD.</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Mari kita bahas perbedaan SSD dan HDD! Setiap perangkat komputer atau laptop terdiri dari perangkat keras (<em>hardware</em>) yang mempunyai fungsi masing – masing. Contohnya monitor, keyboard, mouse, CPU dan beberapa unit didalamnya. Salah satunya penyimpanan data yang berada di CPU yang disebut HDD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata perangkat penyimpanan itu ada yang namanya HDD (<em>Harddisk</em> <em>Drive</em>) dan SSD (<em>Solid</em> <em>State</em> <em>Drive</em>). Walaupun tugasnya sama &#8211; sama untuk menyimpan data tapi ternyata banyak perbedaannya loh. Yuk, kita bahas di artikel berikut!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian dari HDD (<em>Harddisk Drive</em>)? </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pengertian HDD (<em>Harddisk drive</em>) adalah perangkat penyimpanan data yang biasa dipakai untuk perangkat komputer atau laptop. HDD memiliki ciri khas yang unik yaitu cakram padat atau piringan padat metal dengan magnet yang berfungsi untuk menyimpan data pada perangkat komputer. Cakram padat tersebut berputar dan akan mengeluarkan suara yang cukup berisik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebetulnya HDD merupakan perangkat keras generasi lama dan cukup populer digunakan di berbagai komputer atau laptop. Jadi, untuk penyimpanan datanya harus dilakukan keamanan yang cukup extra karena cakram padat atau piringan padat metal nya rentan rusak apabila terbanting dan terjatuh. Sehingga apabila terjatuh seluruh data – data yang tersimpan didalamnya akan menghilang begitu saja. Bagi HDD yang berada di pasaran dibagi menjadi dua jenis yaitu HDD internal dan HDD eksternal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian dari SSD (Solid State Drive) </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya pengertian SSD <em>(Solid State Drive)</em> adalah media storage atau perangkat penyimpanan data pada komputer atau laptop. SSD ini tidak menggunakan piringan magnet namun memiliki cakram magnetic yang tidak akan menimbulkan bunyi yang berisik dan mempunyai tampilan yang lebih elegan. Penyimpanan data pada SSD terbilang cukup aman bahkan saat tidak ada daya listrik sekalipun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khususnya komponen pada SSD menggunakan chip flash yang memberikan kecepatan dalam membaca dan menulis seperti layaknya penggunaan <em>FlashDisk</em>. Meyimpan data pada SSD lebih dapat melindungi data &#8211; data dan lebih terpercaya karena komponen yang dimiliki SSD cukup terjamin keamanannya. Sehingga ketika terjatuh tidak akan merusak sistem penyimpanannya dan tidak akan menghilangkan data &#8211; data yang tersimpan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Maka apa perbedaan dari SSD dan HDD? </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami penjelasan di atas mengenai pengertian dari kedua perangkat tersebut, maka kita dapat mengetahui perbedaan dari SDD dan HDD. Walaupun tugas para perangkat tersebut sama sebagai penyimpanan data namun masih terdapat beberapa perbedaan yang dapat terlihat. Mari kita bahas tentang perbedaan dari SSD dan HDD, sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Komponen.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan pertama yang dapat terlihat yaitu dari sisi komponen. HDD mempunyai komponen piringan cakram padat metal atau cakram padat yang berputar ketika di gunakan saat menyimpan data dan memiliki dimensi yang lebih besar. Namun, untuk SSD mempunyai komponen <em>Micro Chip,&nbsp;Integrated Circuit (IC),</em> dan beberapa komponen elektronik dasar seperti kapasitor dan membuatnya menjadi lebih ramping. Dapat terlihat dari sisi luar pada komponen SSD. </p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Cara Kerja.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya tentang bagaimana cara kerja kedua perangkat tersebut? Untuk cara kerja HDD yaitu menggunakan sistem mekanik dan elektrik. Proses mekanik yang dilakukan saat piringan padat metal tersebut diputar oleh motor yang terhubung ke elektronik untuk mengolah data. Sedangkan untuk cara kerja SSD hanya menggunakan sistem elektrik untuk mengolah datanya karena memiliki <em>Micro Chip</em> dan <em>Integrated Circuit</em> (IC). Sehingga prosesnya mirip dengan <em>FlashDisk</em>.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Efek yang ditimbulkan.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat efek yang ditimbulkan saat perangkat tersebut bekerja. Untuk kondisi HDD saat digunakan menimbulkan efek seperti kondisi panas yang berlebih, mengonsumsi daya listrik yang tinggi dan putaran motor dari piringan padat metal yang menimbulkan suara berisik. Dikarenakan HDD menggunakan unsur mekanik. Sedangkan untuk kondisi SSD ketika digunakan menimbulkan efek seperti panas yang tidak berlebihan, tidak terlalu banyak menggunakan daya listrik, dan juga tidak mengakibatkan suara yang berisik karena tidak ada piringan padat metal.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Harga.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk perbedaan selanjutnya dari segi harga. Untuk SSD dibaderol dengan harga yang cukup mahal dibandingkan dengan HDD karena harga SSD dijual mahal per GB-nya. Sehingga bisa dijelaskan dengan harga SSD yang berkapasitas 250GB setara harganya dengan harga HDD yang berkapasitas 1TB. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan.</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa HDD dan SSD cukup berbeda walaupun mereka merupakan perangkat penyimpanan data. Namun perbedaannya tidak hanya dalam satu sisi melainkan dalam berbagai sisi. Seperti cara kerja, komponen, dan harga. SSD dan HDD memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan kalian karena mereka merupakan perangkat penyimpanan data yang terbaik.  Namun, jika membutuhkan perangkat untuk performa yang lebih baik disarankan untuk memilih SSD dibandingkan HDD. Seperti yang sudah dibahas sebelumnnya bahwa SSD lebih unggul dibandingkan HDD. Karena dapat mendukung dalam semua kegiatan kalian di perangkat komputer atau laptop agar menjadi lebih lancar dan tentu saja tidak akan membuat kalian khawatir data akan hilang atau rusak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kalian yang sedang membutuhkan hosting dengan fasilitas layanan penyimpanan data yang aman dan nyaman, silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan pelayanan dalam menyimpan dan mengolah data dengan baik. Dikarenakan <em>Wide Host Media</em> menggunakan perangkat penyimpanan data berbasis <em>Solid State Drive</em> (SSD) yang sesuai dengan kebutuhanmu. Selain itu, bagi kamu yang tertarik untuk memulai <em>website</em> mu sendiri, <em>Wide Host Media</em> juga menyediakan layanan <em>hosting</em> murah dengan akses super cepat dan stabil. Digunakan untuk penyimpanan file <em>website</em> atau <em>email</em> yang kamu miliki agar lebih mudah diakses kapanpun dan dimanapun melalui internet. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mari-bahas-perbedaan-ssd-dan-hdd/">Perbedaan SSD dan HDD.</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelebihan dan Kekurangan dari Nginx</title>
		<link>https://widehostmedia.com/kelebihan-dan-kekurangan-dari-nginx/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2022 02:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[nginx]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=7966</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang kamu ketahui, untuk dapat menggunakan browser diperlukan sebuah web server untuk dapat memproses permintaan yang dikirim oleh browser dari client. Sehingga, nantinya hasil pencarianmu dapat ditampilkan melalui halaman browser. Nah, terdapat banyak sekali web server yang bisa kamu gunakan, seperti Apache, Nginx, dan Litespeed. Apakah kamu sudah menentukan akan menggunakan web server yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/kelebihan-dan-kekurangan-dari-nginx/">Kelebihan dan Kekurangan dari Nginx</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang kamu ketahui, untuk dapat menggunakan<em> browser</em> diperlukan sebuah <em><a href="https://widehostmedia.com/web-server-pengertian-fungsi-dan-jenis-software/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">web server</a></em> untuk dapat memproses permintaan yang dikirim oleh <em>browser </em>dari <em>client</em>. Sehingga, nantinya hasil pencarianmu dapat ditampilkan melalui halaman <em>browser</em>. Nah, terdapat banyak sekali <em>web server</em> yang bisa kamu gunakan, seperti <a href="https://widehostmedia.com/keunggulan-web-server-apache/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apache</a>, Nginx, dan Litespeed. Apakah kamu sudah menentukan akan menggunakan <em>web server</em> yang mana?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, jika kamu masih kebingungan dalam menentukan <em>web server</em> yang akan digunakan, maka kamu bisa menjadikan artikel ini sebagai salah satu bahan pertimbanganmu. Lantaran, kali ini kita akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh <em>web server</em> Nginx. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah <em>web server</em> ini merupakan solusi yang tepat bagi semua kebutuhanmu atau ternyata sebaliknya. Yuk, mari kita simak pembahasannya hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu Nginx?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, mari kita sedikit mengingat kembali mengenai pengertian dari <em>web server </em>itu sendiri. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa<em> web server </em>ini memiliki peran yang cukup penting dalam proses penjelajahan di internet (<em>browsing</em>). Singkatnya, ketika kamu melakukan pencarian pada <em>web browser</em>, maka permintaan tersebut akan dikirimkan melalui jaringan http/https, untuk kemudian diproses oleh <em>web server</em>. Jika data yang kamu minta berhasil ditemukan, maka <em>web server</em> akan mengirimkan kembali hasil permintaanmu dan menampilkannya melalui halaman <em>browser</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantaran Nginx merupakan sebuah <em>web server</em>, maka tentu saja fungsi utama yang dimilikinya pun kurang lebih sama seperti yang sudah dijelaskan di atas. Namun, mengutip dari <a href="https://www.nginx.com/resources/glossary/nginx/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">situs</a> resminya , dikatakan bahwa <strong>Nginx </strong>(dibaca <strong><em>engine-ex</em></strong>) merupakan sebuah <em>software</em> bersifat <em>open source</em> yang tidak hanya dapat digunakan sebagai <em>web server</em>. Tetapi juga dapat digunakan sebagai <em>proxy server</em> untuk <em>email </em>(IMAP, POP3, dan SMTP), <em>reverse proxy</em>, dan juga <em>load balancer </em>bagi HTTP, TCP, dan UDP server.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Sejarah </strong>Perkembangan</h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Nginx ini dirilis di tahun 2004, dan pertama kali dikembangkan oleh seorang <em>Software Engineer</em> asal Rusia, yaitu Igor Sysoev. Tujuan dari pengembangan<em> software</em> ini adalah sebagai solusi dari <strong><em>C10K problem</em></strong>, yaitu istilah yang digunakan untuk menjelaskan kesulitan yang dihadapi <em>web server</em> ketika menangani 10.000 koneksi secara bersamaan. &nbsp;</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/NGINX-logo-rgb-large-1024x344.png" alt="Nginx logo" class="wp-image-7968" width="489" height="164" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/NGINX-logo-rgb-large-1024x344.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/NGINX-logo-rgb-large-300x101.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/NGINX-logo-rgb-large-768x258.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/NGINX-logo-rgb-large-1536x516.png 1536w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/NGINX-logo-rgb-large.png 1921w" sizes="(max-width: 489px) 100vw, 489px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Nginx menawarkan arsitektur asinkron dan <em>event-driven approach </em>yang merevolusi cara server beroperasi dalam konteks performa yang tinggi. Sehingga, berhasil menjadikannya sebagai <em>web server</em> dengan performa dan kecepatan yang paling tinggi dibandingkan <em>web server</em> lainnya. Bahkan, saat ini Nginx sudah sangat populer dan banyak digunakan oleh beberapa perusahaan besar, seperti Facebook, Twitter, Apple, Google, Adobe, LinkedIn, dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelebihan dari Nginx</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, kita akan membahas mengenai beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Nginx sehingga menjadikannya sebagai salah satu <em>web server</em> populer. Berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Multifungsi – </strong>Dikatakan sebagai sebuah <em>software</em> yang multifungsi, karena selain berperan sebagai <em>web server</em>, Nginx juga dapat berperan sebagai <em>load balancer, proxy server, </em>dan<em> reverse proxy</em>. Sehingga, dapat meminimalisir kemungkinan penggunaan banyak <em>tools</em> dan konfigurasi yang perlu dilakukan. Hal tersebut dikarenakan seluruh konfigurasi hanya berpusat pada satu <em>tool</em> saja.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Resource</em> – </strong>Penggunaan<em> resource</em> nya pun jauh lebih efisien dibandingkan <em>web server </em>lainnya, lantaran Nginx hanya membutuhkan lebih sedikit <em>resource</em>/ <em>memory</em>. Sehingga, menjadikan <em>software</em> satu ini sangatlah ringan untuk digunakan.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Pengembangan – </strong>Hingga saat ini Nginx masih terus dikembangkan, sehingga kedepannya pasti akan terdapat penambahan berbagai fitur untuk menyempurnakan pengiriman data yang dilakukan. Mulai dari dukungan untuk pengimplementasian JavaScript yang sudah disesuaikan dengan Nginx, hingga dukungan untuk modul dinamis.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong>Dokumentasi – </strong>Jangan khawatir jika kamu masih bingung atau mengalami kendala dalam penggunaan <em>web server </em>satu ini. Dikarenakan, tersedia beragam dokumentasi, e-Books, webinar, serta video yang ditawarkan oleh <em>software</em> ini untuk kemudahan penggunanyaa.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kekurangan dari Nginx</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain kelebihan, tentunya juga terdapat kekurangan yang dimiliki oleh suatu produk, termasuk Nginx. Lantas, kekurangan apa sajakah yang dimilikinya? Berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Komunitas – </strong>Untuk dukungan komunitas yang dimiliki oleh Nginx jauh lebih sedikit dibandingkan kompetitornya, yaitu Apache. Menjadikan penggunaan <em>software</em> ini bergantung pada keahlian pribadi serta kasus penggunaan pada Nginx. Dikarenakan masih terdapat beberapa kasus yang belum didukung oleh dokumentasi yang cukup.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Ekstensi – </strong>Selain kurangnya dukungan komunitas, Nginx juga memiliki ekstensi atau modul yang cukup terbatas. Sehingga, sulit bagi pengguna untuk menemukan modul yang dibutuhkan untuk melakukan kustomisasi <em>website</em>.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dapat disimpulkan dari artikel ini bahwa Nginx merupakan sebuah <em>software</em> bersifat <em>open source</em>, yang dapat sekaligus berfungsi sebagai <em>web server, proxy server, reverse proxy,</em> dan <em>load balancer</em>. Nginx ini memiliki performa dan kecepatan yang tinggi, sehingga menjadikannya sebagai salah satu <em>web server</em> populer. Walaupun demikian, terdapat beberapa kekurangan juga yang dimiliki oleh Nginx. Tetapi, jangan khawatir karena hal tersebut dapat kamu jadikan sebagai bahan penilaian untuk menentukan <em>web server </em>yang akan digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pemilihan <em>web server</em>, tentunya server/hosting juga menjadi salah satu faktor yang menentukan stabilitas serta performa dari sebuah situs. Silakan kunjungi <em>website </em><a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik terkait layanan hosting dan server.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/kelebihan-dan-kekurangan-dari-nginx/">Kelebihan dan Kekurangan dari Nginx</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keunggulan Teknologi Virtualisasi KVM</title>
		<link>https://widehostmedia.com/keunggulan-teknologi-virtualisasi-kvm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2022 05:31:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cloud Computing]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[KVM]]></category>
		<category><![CDATA[vps]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=7479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi kamu para pengguna layanan VPS, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah virtualisasi. Merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk membagi satu sumber daya fisik (server, desktop, sistem operasi, atau sumber daya jaringan) menjadi beberapa bagian secara virtual. Dengan menggunakan teknologi virtualisasi, maka beragam aplikasi dan sistem operasi dapat berjalan di satu perangkat yang sama. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/keunggulan-teknologi-virtualisasi-kvm/">Keunggulan Teknologi Virtualisasi KVM</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bagi kamu para pengguna layanan VPS, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah virtualisasi. Merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk membagi satu sumber daya fisik (server, desktop, sistem operasi, atau sumber daya jaringan) menjadi beberapa bagian secara virtual. Dengan menggunakan teknologi virtualisasi, maka beragam aplikasi dan sistem operasi dapat berjalan di satu perangkat yang sama. Nah, terdapat banyak teknologi virtualisasi yang dapat kamu gunakan, salah satunya yaitu KVM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mendengar mengenai teknologi virtualisasi KVM? Apa sih keunggulannya dibandingkan dengan teknologi virtualisasi lainnya? Yuk, mari kita cari tahu jawabannya pada pembahasan artikel kali ini mengenai pengertian, fungsi, serta keunggulan dari KVM. <em>Happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu KVM?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <em>website </em><a href="https://www.redhat.com/en/topics/virtualization/what-is-KVM" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Red Hat</a>, <strong>KVM</strong> atau <strong><em>Kernel-based Virtual Machine</em></strong> merupakan sebuah teknologi virtualisasi untuk Linux, yang memiliki sifat <em>open source</em>. Nah, KVM pertama kali dikembangkan oleh Red Hat Corporation dan dirilis pada tahun 2007. Keberadaan KVM ini memungkinkanmu untuk mengubah Linux menjadi sebuah <em>hypervisor</em>, sehingga <em>host machine</em> dapat menjalankan beberapa <em>virtual machine</em> (VM) sekaligus. Setiap VM ini sudah memiliki alokasi <em>resource</em> komputasi virtualnya masing-masing, sehingga dapat bekerja layaknya sebuah mesin fisik utuh pada umumnya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/02/kvm-logo-1024x325.png" alt="KVM logo" class="wp-image-7483" width="381" height="120" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/02/kvm-logo-1024x325.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/02/kvm-logo-300x95.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/02/kvm-logo-768x244.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/02/kvm-logo.png 1266w" sizes="(max-width: 381px) 100vw, 381px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan dari dikembangkannya KVM adalah untuk menyediakan layanan dan solusi virtualisasi pada sistem operasi Linux. Sederhananya, KVM digunakan untuk membagi server fisik menjadi beberapa bagian <em>resource </em>secara virtual. Teknologi virtualisasi ini populer digunakan untuk layanan <em>virtual private server</em> (VPS). Uniknya, KVM ini memiliki kernel independen, yang berarti setiap VPS memiliki kebebasan dalam memilih sistem operasi yang akan digunakan. Selain itu, <em>resource</em> dan RAM yang dimiliki juga tidak berbagi dengan pengguna lain, sehingga dapat dipastikan performa yang dimiliki cukup tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan server dengan kualitas layaknya sebuah <em>dedicated server </em>tetapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Menarik bukan? Nah, selanjutnya apakah kamu penasaran mengenai cara kerja dari teknologi virtualisasi yang satu ini? Yuk, mari kita cari tahu jawabannya di pembahasan berikutnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja KVM</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara kerja dari KVM? <em>Well</em>, pertama KVM akan mengubah Linux menjadi <em>hypervisor type </em>1 (<em>bare-metal</em>) terlebih dahulu. Selanjutnya, agar dapat menjalankan VM, maka seluruh <em>hypervisor </em>membutuhkan beberapa komponen untuk tingkat sistem operasi, seperti <em>memory manager, security manager, input/output (I/O) stack</em>, dan lain sebagainya. Nah, seluruh komponen yang dibutuhkan <em>hypervisor </em>tersebut sudah dimiliki oleh KVM, yang merupakan bagian dari kernel Linux. Dengan begitu, setiap VM ini nantinya akan memiliki <em>hardware</em> virtual pribadi, yang meliputi penyimpanan, <em>memory, graphics adapter</em>, dan <em>network card</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan dari KVM</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Last but not least</em>, terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki oleh KVM, apa sajakah itu? Yuk, mari kita simak penjelasan berikut!</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Performa, </strong>teknologi ini merupakan <em>hypervisor type</em> 1, sehingga tentunya untuk seluruh kinerjanya akan melampaui <em>hypervisor type</em> 2. Bahkan, dengan menggunakan <em>hypervisor </em>KVM, maka VM dapat melakukan <em>booting</em> dengan cepat dan mencapai hasil performa yang diinginkan.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Skalabilitas, </strong>teknologi ini mewarisi kinerja dari Linux, sehingga secara otomatis dapat menyesuaikan beban kerjanya sendiri terutama ketika terjadi peningkatan jumlah VM. Selain itu, dapat juga digunakan untuk menyiapkan <em>cluster server </em>atau <em>private clouds</em> seperti OpenStack.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Keamanan, </strong>keamanannya menggunakan kombinasi dari <em>security-enhanced Linux</em> (SELinux) dan <em>secure virtualization</em> (sVirt) untuk mengisolasi dan melindungi VM dari berbagai macam serangan.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong>Hemat Biaya</strong>, karena memiliki sifat yang <em>open source</em>, maka layanan ini bisa didapatkan secara cuma-cuma atau gratis. Sehingga tentunya hal ini dapat mengurangi biaya pengeluaranmu.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li><strong>Penyimpanan,</strong> dapat menggunakan berbagai macam penyimpanan yang didukung Linux, termasuk <em>network-attached storage</em> (NAS) dan beberapa <em>local disks</em>.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="6"><li><strong>Migrasi, </strong>mendukung migrasi secara <em>offline</em> dan <em>live</em>. Misal, ketika <em>server host</em> sedang <em>offline </em>karena <em>maintenan</em>ce, maka KVM dapat digunakan untuk melakukan migrasi VM ke <em>host </em>lainnya.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa KVM atau <em>kernel-based virtual machine</em> merupakan sebuah teknologi virtualisasi untuk Linux, yang dirilis oleh Red Hat Corporation di tahun 2007. Berfungsi untuk membagi server fisik menjadi beberapa bagian<em> resource</em> secara virtual. Terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki teknologi ini, salah satunya dari sisi performa yang jauh lebih tinggi karena <em>resource</em>-nya yang tidak berbagi dengan pengguna lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila kamu ingin menikmati server dengan <em>resource</em> tersendiri dan memiliki performa yang tinggi, maka kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>. Kami menyediakan layanan <em>virtual private server </em>(VPS) yang menggunakan teknologi virtualisasi KVM. Teknologi virtualisasi ini mampu menangani <em>website</em> atau aplikasi dengan kebutuhan <em>resource </em>tinggi, tanpa perlu khawatir akan terganggu dengan aktivitas VPS lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/keunggulan-teknologi-virtualisasi-kvm/">Keunggulan Teknologi Virtualisasi KVM</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keunggulan dari Sistem Operasi Debian</title>
		<link>https://widehostmedia.com/keunggulan-dari-sistem-operasi-debian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2022 05:25:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Operating System]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Debian]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=7468</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan sistem operasi Linux, terlebih kita sudah sering membahas mengenai Linux serta sistem operasi distribusi yang dimilikinya. Nah, apabila sebelumnya kita sudah membahas mengenai salah satu sistem operasi berbasis Linux, yaitu Ubuntu. Maka, kali ini akan dibahas mengenai sistem operasi distribusi lainnya yang juga tidak kalah populer, yaitu Debian. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/keunggulan-dari-sistem-operasi-debian/">Keunggulan dari Sistem Operasi Debian</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan sistem operasi Linux, terlebih kita sudah sering membahas mengenai Linux serta sistem operasi distribusi yang dimilikinya. Nah, apabila sebelumnya kita sudah membahas mengenai salah satu sistem operasi berbasis Linux, yaitu Ubuntu. Maka, kali ini akan dibahas mengenai sistem operasi distribusi lainnya yang juga tidak kalah populer, yaitu Debian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahukah kamu mengenai sistem operasi Debian? Keunggulan apa sajakah yang dimiliki oleh sistem operasi ini dibandingkan dengan sistem operasi berbasis Linux lainnya? Yuk, mari kita cari tahu jawabannya pada pembahasan artikel kali. Akan dijelaskan secara lengkap mengenai pengertian, fungsi, serta keunggulan dari sistem operasi Debian. <em>Happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu Debian?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membahas mengenai Debian, mari kita pahami terlebih dahulu tentang apa itu sistem operasi. Mengutip dari <em><a href="https://www.debian.org/intro/about" target="_blank" rel="noreferrer noopener">website</a> </em>Debian, sistem operasi merupakan sekumpulan program dan utilitas dasar yang dibutuhkan oleh sebuah perangkat. Selain itu, agar perangkat dapat berjalan diperlukan kernel yang merupakan inti dari sebuah sistem operasi. Nah, kernel ini merupakan bagian yang cukup penting dalam sistem operasi, karena ia melaksanakan seluruh fungsi dasar dan memungkinkanmu untuk menjalankan program lainnya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/debian.png" alt="Debian" class="wp-image-7471" width="416" height="275" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/debian.png 640w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/debian-300x198.png 300w" sizes="(max-width: 416px) 100vw, 416px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, adakah kaitanya dengan Debian? <em>Well</em>, tentu saja ada, <strong>Debian</strong> ini merupakan sebuah sistem operasi berbasis kernel Linux yang dikembangkan oleh sekumpulan orang yang memang terbiasa untuk membuat sistem operasi gratis, yang dikenal dengan nama <strong><em>The Debian Project</em></strong>. Projek Debian ini berawal di tahun 1993, saat Ian Murdock memberikan undangan terbuka bagi seluruh pengembang <em>software </em>untuk berkontribusi dalam distribusi <em>software </em>yang lengkap berbasis kernel Linux. Selain menggunakan <em>software </em>dari Linux, sebagian besar perangkat dasar yang digunakan oleh sistem operasi Debian juga berasal dari GNU <em>project </em>yang juga bersifat gratis layaknya Linux.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, pada sistem operasi ini terdapat lebih dari 59000 <em>packages </em>yang berisikan<em> software</em> yang sudah dikompilasi dan disimpan dalam format yang rapih untuk kemudahan instalasi pada perangkat pengguna. Berbagai <em>software</em> yang dimilikinya ini dapat memudahkan pengguna untuk melakukan banyak hal, mulai dari <em>editing</em> dokumen hingga membuat <em>software</em> lainnya. Selain itu, <em>system</em> pada Debian memberikan kendali penuh pada admin untuk keseluruhan paket yang di-<em>install</em> pada <em>system</em> tersebut. Termasuk kemampuan untuk instalasi satu buah paket atau <em>update </em>keseluruhan OS.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi Debian</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari perannya sebagai sebuah sistem operasi, terdapat beberapa fungsi lainnya yang dimiliki oleh Debian. Berikut penjelasannya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Seperti yang sudah dijelaskan, peran utama Debian adalah sebagai sistem operasi desktop layaknya Linux dan Windows. Kemudian, OS ini juga kompatibel pada berbagai jenis<em> hardware</em> dan menyediakan puluhan ribu<em> packages</em> untuk kebutuhan penggunanya.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Melakukan <em>troubleshooting</em> yang dapat mendeteksi <em>error</em> pada <em>hardware, software</em>, atau jaringan.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Melakukan pengelolaan proses jaringan pada pengaturan sistem jaringan, seperti <em>repeaters, routers</em>, dan lain sebagainya.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Menyediakan berbagai layanan server, seperti <em>mail server, DNS server, proxy server</em>, dan lain sebagainya.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan Debian</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apa sajakah keunggulan Debian dibandingkan dengan sistem operasi lainnya? <em>Well</em>, berikut penjelasan mengenai beberapa keunggulan Debian yang juga bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan sistem operasi yang akan digunakan. Yuk, mari kita simak!</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong><em>Open source</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem operasi yang satu ini bersifat <em>open source</em>, yang berarti <em>software</em> bisa didapatkan secara gratis. Tidak hanya bebas biaya, OS ini juga bebas untuk digunakan, dimodifikasi, dan didistribusikan oleh siapapun.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Aman dan Stabil</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem operasi ini menyediakan konfigurasi<em> default</em> untuk setiap paket, dan selalu melakukan <em>update </em>secara rutin untuk sistem keamanannya. Sehingga, dapat dijamin bahwa sistem operasi ini memiliki keamanan yang cukup tinggi. Selain itu, Debian juga stabil untuk digunakan pada berbagai jenis perangkat, seperti server, desktop, dan laptop.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Dapat Digunakan Jangka Panjang</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem operasi satu ini tidak memiliki jadwal rilis versi terbaru secara rutin, oleh karena itu setiap versi yang dirilis bisa digunakan untuk jangka waktu dua hingga tiga tahun lamanya. Hal ini dapat meminimalisir terjadinya resiko kerusakan pada <em>software</em>, terutama jika dilakukan <em>update </em>secara terus-menerus.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong>Cocok Digunakan untuk Server</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan siklus rilis yang cukup panjang dan juga kestabilan <em>software </em>yang dimilikinya, maka Debian sangat ideal digunakan pada server. Cukup hanya dengan menggunakan versi regular dari Debian serta alat-alat pendukung lainnya. Bahkan, tidak perlu terhubung ke internet, server sudah dapat tersedia untuk komputer pada jaringan Wi-Fi mu.</p>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li><strong>Tidak Membutuhkan Koneksi Internet yang Kuat</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu dapat mengunduh sistem operasi Debian darimana saja, bahkan di tempat yang memiliki koneksi internet yang terbatas sekalipun. Hal ini dikarenakan sistem operasi ini menyediakan versi DVD, dan didalamnya terdapat berbagai macam<em> software</em> yang dapat diunduh. Selain itu, biaya yang ditawarkan untuk pembelian dan pengiriman CD dan DVD cukuplah terjangkau.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Debian merupakan salah satu sistem operasi berbasis Linux yang bersifat <em>open source</em>. Tidak hanya berperan sebagai sistem operasi, OS ini juga memiliki fungsi lainnya yang dapat memudahkan penggunanya. Selain itu, terdapat beberapa keunggulan yang dimilikinya dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Hal ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan, terutama bagi kamu yang masih bingung dalam menentukan sistem operasi yang akan digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi website <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan <em>Virtual Private Server</em> (VPS) terbaik, serta tersedia berbagai pilihan distro Linux yang bisa kamu gunakan. Didukung dengan jaminan <em>uptime</em> 99.9% dan infrastruktur terbaik, sehingga <em>website</em> dan aplikasimu handal untuk digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/keunggulan-dari-sistem-operasi-debian/">Keunggulan dari Sistem Operasi Debian</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>cPanel dan Plesk: Penjelasan dan Perbedaannya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/cpanel-dan-plesk-penjelasan-dan-perbedaannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2022 02:36:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Control panel]]></category>
		<category><![CDATA[cpanel]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[plesk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=7410</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi kamu yang ingin melakukan penyewaan hosting, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan termasuk salah satunya control panel yang digunakan. Memiliki control panel dengan fitur yang lengkap serta penggunaan yang mudah merupakan sebuah keuntungan bagi penggunanya. Nah, perlu kamu ketahui terdapat dua control panel populer yang sering digunakan oleh para penyedia layanan hosting, yaitu cPanel [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/cpanel-dan-plesk-penjelasan-dan-perbedaannya/">cPanel dan Plesk: Penjelasan dan Perbedaannya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bagi kamu yang ingin melakukan penyewaan hosting, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan termasuk salah satunya <em>control panel</em> yang digunakan. Memiliki <em>control panel</em> dengan fitur yang lengkap serta penggunaan yang mudah merupakan sebuah keuntungan bagi penggunanya. Nah, perlu kamu ketahui terdapat dua <em>control panel</em> populer yang sering digunakan oleh para penyedia layanan hosting, yaitu cPanel dan Plesk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, <em>control panel</em> manakah yang lebih baik untuk kamu gunakan? <em>Well</em>, untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak penjelasan mengenai perbandingan antara cPanel vs. Plesk. Apabila kamu kebingungan untuk menentukan <em>control panel</em> mana yang harus dipilih, maka kamu berada pada artikel yang tepat. Pada pembahasan artikel kali ini akan dijelaskan mengenai perbedaan keduanya, mulai dari fitur hingga sistem operasi yang digunakan.&nbsp; Yuk, mari kita simak pembahasannya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Control Panel</em> <em>Hosting</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membahas mengenai cPanel vs. Plesk, tentunya kita harus memahami tentang <em>control panel</em> <em>hosting</em> terlebih dahulu. Tahukah kamu apa itu <em>control panel</em>? Well, mengutip dari artikel <strong><a href="https://widehostmedia.com/penjelasan-dan-fungsi-control-panel-hosting/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Penjelasan dan Fungsi Control Panel Hosting</a></strong>, <em>control panel</em> merupakan sebuah <em>interface</em> berbasis web dan digunakan untuk mengelola layanan <em>hosting </em>yang kamu miliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menggunakan <em>control panel</em>, kamu dapat membuat <em>website</em> secara instan tanpa harus menggunakan bahasa pemograman yang rumit. Selain itu, <em>control panel</em> juga dapat berfungsi sebagai pengelola <em>email hosting, domain, database</em>, aplikasi, dan lain sebagainya. Nah, umumnya terdapat banyak sekali jenis <em>control panel</em> yang bisa digunakan. Namun, kali ini kita hanya akan membahas dua <em>control panel</em> yang cukup populer untuk digunakan yaitu cPanel dan Plesk. Berikut penjelasan keduanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu cPanel?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari website <a href="https://cpanel.net/company/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">cPanel</a>, keberadaan <em>control panel</em> ini bermula di tahun 1997. cPanel merupakan salah satu <em>control panel</em> berbasis Linux yang cukup populer di antara <em>control panel lainnya</em>. Hal ini dikarenakan cPanel memiliki <em>graphical user interface</em> (GUI) yang <em>user-friendly</em>, sehingga mudah dipahami dan digunakan terutama bagi para pemula.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-cPanel-1024x744.png" alt="tampilan cPanel dan Plesk" class="wp-image-7414" width="614" height="446" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-cPanel-1024x744.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-cPanel-300x218.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-cPanel-768x558.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-cPanel.png 1085w" sizes="(max-width: 614px) 100vw, 614px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">cPanel memungkinkanmu untuk melakukan pengelolaan <em>website</em>, <em>domain</em>, <em>email</em>, <em>file</em> dan lain sebagainya hanya dengan beberapa langkah sederhana saja. Contoh sederhananya, kamu dapat melakukan backup hanya dengan sekali klik saja. Selain itu, cPanel ini kompatibel dengan sistem operasi Linux.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu Plesk?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan sebuah <em>control panel </em>berbasis web yang dikembangkan di tahun 2001 oleh Plesk, Inc. yang merupakan sebuah perusahaan asal Russia. Plesk memiliki tampilan yang sederhana layaknya WordPress, sehingga dapat memudahkan penggunanya melakukan berbagai kegiatan administratif hanya dengan beberapa klik saja. Kemudian, <em>control panel</em> yang satu ini dapat kompatibel dengan sistem operasi Windows dan Linux.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-Plesk-1024x626.png" alt="tampilan cPanel dan Plesk" class="wp-image-7415" width="611" height="373" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-Plesk-1024x626.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-Plesk-300x183.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-Plesk-768x469.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-Plesk-1536x938.png 1536w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/tampilan-Plesk.png 1920w" sizes="(max-width: 611px) 100vw, 611px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, lantas adakah perbedaan lainnya yang dimiliki cPanel dan Plesk, selain yang sudah disebutkan di atas? Jawabannya tentu saja ada, yuk mari kita simak pembahasan berikutnya mengenai perbedaan cPanel vs. Plesk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">cPanel vs. Plesk</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat beberapa perbedaan signifikan yang dimiliki oleh kedua <em>control panel</em> ini. Berikut beberapa perbedaan yang dimiliki cPanel dan Plesk beserta penjelasannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Dashboard</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan yang pertama terdapat pada tampilan <em>dashboard </em>yang dimilikinya. Untuk cPanel memiliki tampilan <em>dashboard</em> yang dapat disesuaikan (<em>customizable</em>) dengan keinginan penggunanya. Kemudian, cPanel juga menggunakan <em>graphical user interface</em> (GUI) pada tampilan <em>dashboard</em>-nya. Sehingga, memiliki tampilan yang <em>user-friendly</em> karena <em>tools</em> ditampilkan dalam bentuk ikon. &nbsp;Selain itu, <em>tools </em>tersebut juga sudah dikategorikan ke dalam beberapa bagian, seperti <em>Files, Domains</em>, dan <em>Email </em>sehingga mudah untuk menemukan<em> tools</em> yang diinginkan<em>.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan, Plesk memiliki tampilan <em>dashboard</em> yang jauh lebih <em>modern</em> bahkan menyerupai WordPress. Semua menu utama terdapat di sebelah kiri, dan tidak ditampilkan dalam bentuk ikon layaknya cPanel. Tetapi, Plesk mengategorikan <em>tools</em> yang dimilikinya menggunakan judul, seperti <em>Hosting Services</em> dan <em>Server Management</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Fitur</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, terdapat perbedaan pada beberapa fitur yang dimilikinya. Secara keseluruhan, memang fitur yang digunakan untuk mengelola akun dan server oleh keduanya hampirlah sama. Contohnya seperti, akun email, <em>quick install option</em>, domain dan subdomain, SSL, <em>database management</em>, <em>website builder</em>, <em>development tools</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya saja yang membedakan, pada Plesk terdapat ekstensi Docker for Linux yang menyediakan lebih dari 200,000 gambar katalog yang dapat diakses secara mudah melalui <em>control panel</em>, serta ekstensi Gitman yang dapat digunakan untuk fitur Git.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Sistem Operasi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat perbedaan pada sistem operasi yang dapat berjalan pada cPanel dan Linux. Untuk cPanel sendiri dapat berjalan hanya pada sistem operasi Linux, dan pada distro CloudLinux, CentOS, Red Hat Enterprise, dan Amazon Linux. Sedangkan untuk <em>control panel </em>Plesk, dapat berjalan pada sistem operasi Windows dan Linux, serta 14 jenis distro Linux lainnya seperti Debian, CentOS, dan Ubuntu.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Keamanan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Keamanan merupakan hal utama yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pengguna dalam menentukan sebuah <em>platform</em> yang akan digunakan, termasuk <em>control panel</em>. Nah, untuk cPanel dan Plesk sendiri memiliki keamanan yang cukup tinggi, keduanya didukung dengan berbagai ekstensi keamanan yang cukup mumpuni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk <em>control panel</em> Plesk, didukung oleh ekstensi kemanan seperti Imunify360 dan Fail2ban. Fitur Fail2ban ini dapat berfungsi untuk menghindari serangan <em>hacker </em>dengan melakukan <em>scan</em> pada log file dan memblokir <em>IP address</em> yang dianggap mencurigakan. Selain itu, Plesk juga menawarkan fitur SSL yaitu Let’s Encrypt dan Symantec.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan, untuk cPanel sendiri menawarkan berbagai ekstensi keamanan yang cukup populer, termasuk instalasi otomatis untuk sertifikat SSL.&nbsp; Dengan cPanel, kamu juga dapat menambahkan IP ke daftar <em>blacklist </em>ataupun <em>whitelist</em> dan melakukan enkripsi untuk semua <em>outbound messages</em>. cPanel juga menawarkan multi-factor authentication kepada para penggunanya, yang tentunya dapat meningkatkan keamanan akun pengguna.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong><em>Backup</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">cPanel dan Plesk menawarkan berbagai jenis <em>backup</em> yang berbeda, pada Plesk digunakan jenis <strong><em>complete backup</em></strong> dimana <em>backup</em> dilakukan pada keseluruhan data terlepas dari kapan terakhir kali dilakukannya <em>update </em>pada data tersebut. Lalu, ada <strong><em>incremental backup </em></strong>yang hanya melakukan <em>backup</em> pada data yang mengalami pengubahan setelah <em>backup</em> terakhir. Selain itu, Plesk memungkinkanmu untuk menjadwalkan dan melakukan <em>backup</em> pada keseluruhan server.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk cPanel sendiri menawarkan tiga jenis <em>backup</em>, yaitu <strong><em>compressed, uncompressed,</em></strong> dan <strong><em>incremental backup</em></strong>. Untuk jenis <strong><em>compressed backup</em></strong>, semua data dan informasi yang akan di-<em>backup </em>tersimpan dalam bentuk terkompresi (<em>compressed</em>) dan memakan sedikit <em>disk space</em>. Sedangkan, untuk <strong><em>uncompressed backup</em></strong>dapat ini memakan banyak <em>disk space </em>tetapi proses <em>backup </em>berjalan secara lebih cepat. Kemudian, cPanel juga menawarkan <em>backup</em> harian, mingguan, dan bulanan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">6. <strong><em>Support</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu tidak perlu khawatir apabila mengalami kendala, karena keduanya menawarkan bantuan <em>support </em>yang siap untuk selalu membantumu kapanpun. Untuk kendala yang dialami pengguna Plesk, dapat menghubungi Plesk support, atau dapat melalui forum dan channel yang disediakan. Sedangkan, untuk kendala yang dialami para pengguna cPanel dapat mengirimkan <em>support ticket </em>ke cPanel support, atau dapat juga menghubungi bagian <em>Customer Service</em> dari cPanel.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>So</em>, <em>which one is better? Well</em>, dari penjelasan di atas dapat dilihat keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Gunakanlah <em>control panel</em> yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhanmu. Contohnya, apabila kamu ingin menggunakan <em>control panel</em> dengan<em> look</em> yang modern, maka gunakan Plesk. Tetapi, apabila kamu menginginkan tampilan yang tradisional dan lebih <em>user-friendly</em>, maka gunakanlah cPanel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wide Host Media sendiri menggunakan cPanel sebagai control panelnya karena memiliki tampilan yang user-friendly. Sehingga, dapat memudahkan para pemula dalam melakukan pengelolaan layanan <em>hosting </em>dan <em>website</em> yang dimiliki. Apabila kamu penasaran dan ingin menggunakan cPanel, yuk kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> dan dapatkan layanan <em>hosting </em>yang diinginkan. &nbsp;<em>Team support</em> kami juga akan selalu siap membantumu selama 24/7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/cpanel-dan-plesk-penjelasan-dan-perbedaannya/">cPanel dan Plesk: Penjelasan dan Perbedaannya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cron Jobs di cPanel beserta Panduannya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/cron-jobs-di-cpanel-beserta-panduannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2022 06:30:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[cloud hosting]]></category>
		<category><![CDATA[cpanel]]></category>
		<category><![CDATA[cron jobs]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[web hosting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu mungkin pernah mengalami kesulitan dalam menangani beberapa website sekaligus. Oleh karena itu, cPanel mencoba untuk memberikan kemudahan dalam pengelolaan website dengan menyediakan sebuah fitur bernama cron jobs. Fitur ini berfungsi untuk menjalankan perintah secara otomatis, menarik bukan? Apakah kamu pernah mendengar atau menggunakan fitur cron jobs di cPanel? Atau mungkin, kamu tidak mengetahui keberadaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/cron-jobs-di-cpanel-beserta-panduannya/">Cron Jobs di cPanel beserta Panduannya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kamu mungkin pernah mengalami kesulitan dalam menangani beberapa <em>website </em>sekaligus. Oleh karena itu, cPanel mencoba untuk memberikan kemudahan dalam pengelolaan <em>website </em>dengan menyediakan sebuah fitur bernama cron jobs. Fitur ini berfungsi untuk menjalankan perintah secara otomatis, menarik bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah kamu pernah mendengar atau menggunakan fitur cron jobs di cPanel? Atau mungkin, kamu tidak mengetahui keberadaan juga fungsi dari fitur ini? Nah, maka saat ini kamu sedang berada di artikel yang tepat. Kali ini kita akan membahas mengenai cron jobs di cPanel, mulai dari pengertian hingga panduannya. Yuk, mari kita simak artikelnya hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>P</strong>engertian</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cron Jobs</strong>, merupakan salah satu fitur di cPanel pada <em>server hosting</em> dengan sistem operasi Linux. Keberadaan fitur ini sangatlah bermanfaat, karena dapat memungkinkan <em> server</em> untuk menjalankan sebuah <em>command </em>secara otomatis dan terjadwal. Contohnya, kamu dapat mengatur cron jobs untuk melakukan penghapusan <em>temporary files</em> setiap minggunya, agar dapat memberikan ruang pada <em>disk space</em>. Sehingga, kamu tidak perlu lagi melakukan penghapusan file secara manual, karena hal tersebut sudah dijadwalkan dan ditangani oleh cron jobs. Selain itu, kamu juga dapat menjadwalkan perintah lain, seperti melakukan <em>backup, monitor server, download</em> dan <em>upload data</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan fitur yang satu ini, pastikan bahwa kamu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai <em>command </em>Linux. Hal ini dikarenakan penulisan<em> command</em> harus sesuai dengan <em>command </em>yang digunakan pada terminal Linux. Sehingga, kemungkinan kamu akan mengalami kesulitan apabila tidak memiliki pengetahuan dasar mengani <em>command </em>Linux.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi </strong>Cron Jobs</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Umumnya, cron jobs digunakan untuk menjalankan berbagai <em>command </em>sederhana, <em>shell scripts</em>, serta program yang ditulis dalam bahasa pemograman (PHP, Phyton dan Perl). Mengutip dari <em>website </em><a href="https://blog.cpanel.com/how-to-configure-a-cron-job/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">cPanel</a>, penggunaan cron jobs ini banyak ditemukan untuk melakukan beberapa <em>task </em>agar dapat berjalan secara otomatis, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>log rotation</em></strong>, yaitu proses dilakukannya kompresi, pemindahan, pengubahan nama, atau bahkan penghapusan terhadap <em>log file</em> yang <em>size</em>-nya sudah terlalu besar secara otomatis;</li><li><strong><em>backup</em></strong><em>,</em>dilakukan untuk menghindari kelalaian pengguna yang lupa untuk melakukan proses <em>backup</em> pada <em>database</em> dan <em>content management system</em> (CMS) yang dimiliki;</li><li><strong><em>updates</em></strong><em>, </em>dilakukan untuk melakukan pengecekan<em> security</em> <em>update</em> secara berkala dan melakukan proses <em>update </em>secara otomatis;</li><li><strong><em>emailing user</em></strong>, dapat berguna juga untuk memberikan notifikasi atau peringatan pada <em>user </em>apabila <em>resource</em> yang dimiliki sudah melampaui batas maksimal.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Penulisan Cron Jobs</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami mengenai pengertian beserta fungsinya, sekarang kamu paham bahwa untuk menggunakan fitur ini kamu harus memiliki pengetahuan mendasar tentang <em>command</em> Linux. Nah, kenapa sih harus demikian? <em>Well</em>, perlu kamu ketahui bahwa format untuk penulisan cron jobs terdiri dari 5 <em>field</em> yang menunjukkan interval waktu serta <em>command</em>. Untuk penulisan <em>command </em>itu sendiri perlu berhati-hati karena harus sesuai dengan <em>command</em> yang dibutuhkan dan umumnya digunakan pada SSH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk pemahaman lebih lanjut, berikut contoh untuk salah satu penulisan cron jobs.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong>27 11 * * 2 /root/backup.sh</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut penjelasan mengenai masing-masing <em>field </em>(dari kiri ke kanan):</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><strong>menit (<em>field 1</em>)</strong> – menunjukan waktu dalam menit (<em>range</em> angka 0-59);</li><li><strong>jam (<em>field 2</em>)</strong> – menunjukan waktu dalam jam (<em>range</em> angka 0-23, karena cron menggunakan format waktu 24 jam);</li><li><strong>tanggal (<em>field 3</em>)</strong> – menunjukan tanggal dalam satu bulan (<em>range</em> angka 1-31);</li><li><strong>bulan (<em>field 4</em>)</strong> – menunjukan bulan (<em>range</em> angka 1-12);</li><li><strong>hari (<em>field 5</em>)</strong> – menunjukan hari dalam satu minggu (<em>range </em>angka 0-7, hari Minggu bisa di representasikan dengan angka 0 atau 7).</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, “27 11 * * 2 myscript.sh” dapat diartikan bahwa cron akan menjalankan <em>command </em>yang diminta (<em>backup</em>) pada setiap menit ke 27, jam ke 11 di hari kedua (Selasa). Lebih sederhananya, cron akan melakukan proses <em>backup </em>secara otomatis setiap hari Selasa, pukul 11.27.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Konfigurasi Cron Jobs di cPanel</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila kamu tertarik dan ingin mencoba untuk menggunakan fitur ini melalui cPanelmu, berikut panduan untuk melakukan konfigurasi cron jobs di cPanel. Jangan lupa untuk pastikan terlebih dahulu bahwa kamu telah memahami mengenai <em>basic command</em> Linux ya!</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. <em>Log in</em> ke akun cPanel-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Ketik “cron jobs” di kolom pencarian, atau kamu dapat menemukannya di bagian menu <em>Advanced</em>. Lalu, klik fitur <strong>Cron Jobs</strong>.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs1-1024x231.png" alt="panduan cron jobs" class="wp-image-4907" width="604" height="136" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs1-1024x231.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs1-300x68.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs1-768x173.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs1.png 1086w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">3. Selanjutnya, kamu akan menemukan sebuah tabel untuk menambahkan <em>command </em>serta mengatur interval waktu yang diinginkan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs2.png" alt="panduan cron jobs" class="wp-image-4908" width="518" height="413" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs2.png 697w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs2-300x239.png 300w" sizes="(max-width: 518px) 100vw, 518px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">4. Untuk memudahkan, cPanel menyediakan <em>drop-down menu</em> untuk <em>common settings</em> (<em>once per minute, twice per hour, etc</em>.) sehingga kamu tidak perlu mengatur untuk masing-masing interval waktu. Tetapi, apabila tidak menemukan pengaturan yang sesuai kamu dapat mengatur sendiri interval waktu yang diinginkan mulai dari menit, jam, tanggal, bulan dan harinya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs3.png" alt="panduan cron jobs" class="wp-image-4909" width="575" height="61" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs3.png 679w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs3-300x32.png 300w" sizes="(max-width: 575px) 100vw, 575px" /><figcaption><em>Common Settings</em></figcaption></figure></div>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs4.png" alt="panduan cron jobs" class="wp-image-4910" width="572" height="302" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs4.png 682w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs4-300x158.png 300w" sizes="(max-width: 572px) 100vw, 572px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">5. Kemudian, masukkan <em>command</em> yang diinginkan pada bagian kolom <em>command</em> dan jika sudah klik “<strong><em>Add New Cron Job</em></strong>”.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs5.png" alt="" class="wp-image-4911" width="495" height="84" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs5.png 684w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cronjobs5-300x51.png 300w" sizes="(max-width: 495px) 100vw, 495px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Selesai, kamu telah berhasil menambahkan sebuah cron yang dapat menjalankan <em>task</em> yang telah diperintahkan secara rutin dan otomatis.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa cron jobs merupakan salah satu fitur yang memiliki banyak manfaat dan memudahkanmu dalam mengelola seluruh <em>website </em>yang dimiliki. Dengan menggunakan fitur ini, kamu dapat menjalankan beberapa tasks secara terjadwal dan otomatis. Tentunya fitur ini sangat membantu, terutama apabila kamu tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan beberapa <em>tasks </em>secara manual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan layanan hosting murah dengan fitur dan fasilitas terbaik. Kami menggunakan cPanel yang memiliki tampilan <em>user-friendly </em>sebagai <em>control panel hosting-</em>nya. Selain itu, layanan <em>hosting </em>kami juga didukung dengan <em>network speed</em> sebesar 1Gbps.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/cron-jobs-di-cpanel-beserta-panduannya/">Cron Jobs di cPanel beserta Panduannya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Virtual Machine: Penjelasan dan Cara Kerja</title>
		<link>https://widehostmedia.com/virtual-machine-penjelasan-dan-cara-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2022 09:38:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[hyper-v]]></category>
		<category><![CDATA[hypervisor]]></category>
		<category><![CDATA[Virtual Machine]]></category>
		<category><![CDATA[virtualbox]]></category>
		<category><![CDATA[VMware]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4896</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi yang pesat di zaman ini, membuat virtual machine menjadi salah satu teknologi yang cukup dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Virtual machine (VM), sangatlah bermanfaat karena dapat berperan layaknya sebuah perangkat fisik yang memiliki CPU, memory, storage, dan lain sebagainya. Keren bukan? Apakah kamu sudah pernah menggunakan virtual machine? Atau mungkin, kamu baru ingin mencoba [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/virtual-machine-penjelasan-dan-cara-kerja/">Virtual Machine: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan teknologi yang pesat di zaman ini, membuat <em>virtual machine</em> menjadi salah satu teknologi yang cukup dibutuhkan oleh banyak perusahaan. <em>Virtual machine</em> (VM), sangatlah bermanfaat karena dapat berperan layaknya sebuah perangkat fisik yang memiliki CPU, <em>memory</em>, <em>storage</em>, dan lain sebagainya. Keren bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah kamu sudah pernah menggunakan <em>virtual machine</em>? Atau mungkin, kamu baru ingin mencoba untuk menggunakannya? <em>Well</em>, jika ini kali pertamu dalam menggunakan VM, maka lebih baik untuk memahami terlebih dahulu mengenai VM itu sendiri. <em>Luckily!</em> Kamu berada pada artikel yang tepat, karena artikel ini akan membahas tentang <em>virtual machine </em>(VM) mulai dari pengertian hingga contoh <em>software </em>VM terbaik. Yuk, mari kita simak artikelnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Virtual Machine</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <em>website </em><a href="https://www.vmware.com/topics/glossary/content/virtual-machine" target="_blank" rel="noreferrer noopener">VMware</a>, <em>virtual machine</em> (VM) merupakan sebuah sumber daya komputasi yang tidak menggunakan perangkat fisik, melainkan menggunakan <em>software</em> untuk menjalankan program dan aplikasinya. VM ini memiliki CPU, <em>memory, storage</em> serta tampilan <em>network</em>-nya sendiri yang dibuat pada sebuah sistem <em>hardware</em> fisik. Hal ini memungkinkan VM untuk dapat berjalan layaknya sebuah perangkat fisik pada umumnya. Nah, untuk memisahkan antara <em>resource</em> <em>hardware</em> dengan VM, maka digunakan sebuah <em>software</em> bernama <em>hypervisor</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, perlu kamu ketahui bahwa pada satu buah <em>hardware</em>, bisa terdapat beberapa VM sekaligus. Uniknya, setiap VM ini berfungsi secara terpisah dengan VM lainnya meskipun mereka berada di satu <em>hardware </em>yang sama. Lalu, setiap VM ini menjalankan sistem operasinya sendiri. Sehingga, memungkinkan untuk beberapa sistem operasi berbeda berjalan pada satu perangkat yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya, sistem operasi yang dijalankan pada perangkat Mac adalah MacOS. Dengan menggunakan VM, kamu tidak hanya dapat menjalankan sistem operasi MacOS, melainkan juga berbagai sistem operasi lainnya pada perangkat Mac. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi perusahaan, selain karena fleksibilitasnya yang tinggi tetapi juga segi biayanya yang jauh lebih efisien.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja dari <em>Virtual Machine</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara kerja dari <em>virtual machine</em>? <em>Well</em>, VM dibuat menggunakan sebuah teknologi virtualisasi, yaitu dengan menggunakan <em>software</em> untuk mensimulasikan sebuah perangkat keras virtual. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hal tersebut memungkinkan untuk beberapa VM berjalan pada satu perangkat yang sama.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/hypervisor-1024x536.jpeg" alt="" class="wp-image-4898" width="554" height="289" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/hypervisor-1024x536.jpeg 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/hypervisor-300x157.jpeg 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/hypervisor-768x402.jpeg 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/hypervisor.jpeg 1429w" sizes="(max-width: 554px) 100vw, 554px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, terdapat sebuah <em>software</em> bernama <em>hypervisor </em>yang berfungsi untuk mengelola dan menyediakan <em>resources</em> yang dibutuhkan oleh VM. Selain itu, <em>hypervisor</em> ini juga berfungsi untuk menjadwalkan operasi pada VM, agar setiap VM tidak saling bertabrakan dalam penggunaan <em>resource</em>-nya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi dari <em>Virtual Machine</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami pengertian serta cara kerja dari VM, kamu juga perlu mengetahui fungsinya. Dapat berfungsi untuk apa sajakah VM? Yuk, mari kita simak mengenai beberapa fungsi dari VM itu sendiri.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Menjalankan <em>software</em> atau aplikasi pada OS yang tidak mendukung.</li><li>Melakukan uji coba pada sistem operasi percobaan (<em>beta release</em>).</li><li>Mengakses data yang terinfeksi virus atau menjalankan aplikasi lama dengan melakukan instalasi OS versi terdahulu.</li><li>Melakukan <em>backup </em>untuk OS yang saat ini digunakan.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Virtual Machine</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat dua jenis VM yang perlu kamu ketahui, yaitu <em>process virtual machine</em> dan <em>system virtual machine</em>. Berikut penjelasan mengenai kedua jenis VM<em> </em>tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1.<em> Process Virtual Machine</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Process virtual machine</em> atau juga dikenal sebagai aplikasi <em>virtual machine</em>, memungkinkan untuk menjalankan satu proses sebagai aplikasi pada <em>host machine</em>. Contoh dari <em>process virtual machine</em>, yaitu <em>Java Virtual Machine</em> (JVM) yang mengizinkan berbagai system untuk menjalankan aplikasi Java, layaknya aplikasi asli (<em>native application</em>).</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>System Virtual Machine</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"><em>System virtual machine</em> atau kadang juga dikenal sebagai <em>hardware virtual machine</em>, merupakan jenis VM yang sudah sepenuhnya tervirtualisasi. Fungsinya, dapat digunakan untuk menggantikan peran mesin fisik. Kemudian, <em>system virtual machine</em> ini berjalan pada <em>host machine</em> yang berbeda, dengan memanfaatkan sebuah <em>hypervisor</em> seperti VMware ESXi untuk mengakses sumber daya mesin.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan Menggunakan <em>Virtual Machine</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menggunakan VM, kamu dapat mengurangi kebutuhan dalam pembelian <em>hard drives</em> atau <em>hard disk</em>, <em>space</em> dan kebutuhan lainnya. Selain itu, masih terdapat banyak keunggulan lainnya yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan VM. Apa sajakah itu? Yuk, mari kita simak pembahasan mengenai keunggulan dari penggunaan VM.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Security </em></strong>– Lingkungan VM terisolasi dari sistem operasi <em>host</em>, sehingga dapat meningkatkan keamanaan. Hal tersebut dikarenakan kerentanan keamanan seperti <em>malware </em>tidak dapat mempengaruhi VM.&nbsp; Tentunya, hal ini membuat VM menjadi cukup ideal untuk digunakan dalam proses uji coba terhadap aplikasi atau <em>software</em> terbaru sebelum masuk ke tahap produksi.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Cost Efficiency </em></strong>– Dengan menggunakan VM, kamu dapat menjalankan beberapa lingkungan virtual sekaligus hanya pada satu infrastruktur. Tentunya, hal ini dapat mengurangi jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk penambahan server. Nah, dengan memiliki jumlah server yang minim, maka biaya <em>maintenance </em>yang perlu dikeluarkan juga tidak begitu besar.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Scalability </em></strong>– VM memungkinkanmu untuk mengelola <em>resource </em>yang dibutuhkan secara lebih mudah, baik itu dengan cara penambahan server fisik ataupun virtual untuk kemudian mendistribusikan beban kerja ke beberapa VM. Tujuannya adalah untuk mengurangi <em>space</em> dan meningkatkan performa aplikasimu.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Downtime</em> </strong>– Pengunaan VM juga dapat mengurangi waktu <em>downtime </em>yang terjadi pada server. Hal ini dikarenakan VM bersifat <em>portable </em>dan mudah dipindahkan dari satu <em>hypervisor</em> ke <em>hypervisor</em> lainnya pada mesin yang berbeda. Sehingga, VM ini juga merupakan salah satu solusi yang tepat untuk melakukan <em>backup</em>.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berbagai <em>Software Virtual Machine</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, kamu perlu mengetahui berbagai <em>software </em>VM yang bisa kamu gunakan. Berikut contoh serta penjelasan mengenai beberapa <em>software </em>VM yang umum untuk digunakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>VMware</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan salah satu <em>software </em>VM<em> </em>yang cukup populer dan umum untuk digunakan. <em>Software </em>ini merupakan salah satu produk dari VMware. Inc, yang memang menyediakan berbagai produk <em>cloud computing</em> dan <em>virtualization software</em>. VMware ini dapat digunakan pada berbagai OS, seperti Windows, Linux, dan MacOS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan VMware, seperti meningkatkan <em>agility </em>dan efisiensi pada sistem data center, menyediakan <em>resources </em>dan aplikasi yang lebih baik, serta keamanan yang berbasis <em>zero-trust model</em>. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai VMware, dapat dibaca pada artikel <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-vmware-dan-kelebihannya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apa itu VMware dan Kelebihannya?</a></p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Hyper-V</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu <em>software </em>virtualisasi yang dirilis oleh Microsoft, dan <em>support</em> untuk digunakan pada OS Windows server, Window XP, dan berbagai distro Linux. Hyper-V ini pertama kali rilis dengan Windows Server 2008, dan mulai tersedia secara gratis sejak Windows Server 2012 dan Windows 8.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi terdapat keterbatasan pada versi gratisnya ini, salah satunya yaitu tampilan yang didapatkan hanyalah <em>command-line</em> saja. Hyper-V cocok digunakan untuk para pemula dengan kebutuhan fitur yang tidak begitu banyak.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>VirtualBox</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan sebuah <em>software </em>VM yang dikembangkan oleh Oracle Corporation. Virtualbox ini dapat dijalankan pada OS Windows, Linux, MacOS, Solaris dan OpenSolaris. VirtualBox ini rilis dibawah ketentuan GNU, sehingga bersifat <em>open source</em> dan gratis. Sehingga kamu bisa mendapatkannya dengan mudah, hanya dengan mengunjungi <em>website</em>-nya dan mengunduh <em>software </em>virtualbox.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai <em>virtual machine</em>, sehingga dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa VM merupakan sebuah sumber daya komputasi yang tidak menggunakan perangkat fisik, melainkan teknologi virtualisasi. Dengan menggunakan VM, terdapat banyak keunggulan yang bisa didapatkan, seperti biaya yang lebih efisien serta pengurangan waktu <em>downtime</em> pada server.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan layanan cloud server terbaik dengan teknologi virtualisasi dari VMware. Didukung dengan jaminan uptime 99.9% dan berbagai infrastruktur terbaik, sehingga menjadikan aplikasi dan website-mu handal untuk digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/virtual-machine-penjelasan-dan-cara-kerja/">Virtual Machine: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Mengenai Hosting beserta Fungsinya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/penjelasan-mengenai-hosting-beserta-fungsinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2022 09:27:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[cloud hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Dedicated server]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[vps]]></category>
		<category><![CDATA[web hosting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4860</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah terbesit di pikiranmu untuk memiliki situs pembelajaran atau e-commerce mu sendiri? Terlebih di masa pandemi ini, segala aktivitas menjadi sangat terbatas dan banyak dilakukan secara online. Tidak perlu khawatir, karena tentunya hal tersebut dapat direalisasikan dengan memiliki sebuah website yang kamu rancang sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhanmu.&#160; Tetapi sebelum memiliki website, penting bagimu untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/penjelasan-mengenai-hosting-beserta-fungsinya/">Penjelasan Mengenai Hosting beserta Fungsinya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah terbesit di pikiranmu untuk memiliki situs pembelajaran atau <em>e-commerce</em> mu sendiri? Terlebih di masa pandemi ini, segala aktivitas menjadi sangat terbatas dan banyak dilakukan secara <em>online</em>. Tidak perlu khawatir, karena tentunya hal tersebut dapat direalisasikan dengan memiliki sebuah <em>website</em> yang kamu rancang sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhanmu.&nbsp; Tetapi sebelum memiliki <em>website</em>, penting bagimu untuk memiliki layanan <em>hosting</em> terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa menyimpan berbagai data <em>website</em>-mu seperti foto, video, teks dan lain sebagainya pada <em>hosting</em> agar dapat diakses oleh siapapun melalui internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara mendapatkan dan menentukan layanan <em>hosting </em>yang dibutuhkan? <em>Well</em>, apabila kamu tertarik untuk mengetahui jawabannya, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai pengertian, fungsi, beserta jenis-jenis dari <em>hosting</em>. Yuk mari kita simak pembahasannya hingga selesai, <em>happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Hosting</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Hosting</em></strong> merupakan sebuah layanan yang memungkinkan kamu untuk mem-<em>publish</em> berbagai <em>file</em> (foto, video, musik, dll.) dan data <em>website</em>-mu ke internet, agar dapat diakses oleh siapapun secara <em>online</em>. &nbsp;Sehingga tanpa adanya <em>hosting</em>, sudah pasti kamu tidak dapat membuat sebuah <em>website</em>. Lalu, dimanakah kamu bisa mendapatkan layanan yang satu ini? <em>Well,</em> layanan ini bisa didapatkan melalui berbagai <em>provider hosting </em>tersedia, salah satunya Wide Host Media.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan berlangganan <em>hosting</em>, itu berarti kamu melakukan penyewaan <em>space</em> atau ruang penyimpan untuk <em>website</em>-mu pada sebuah server fisik yang dimiliki oleh <em>provider</em> tersebut. Tentunya, hal ini jauh lebih efisien dan terjangkau dibandingkan dengan membeli server fisikmu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, kamu akan mendapatkan berbagai kemudahan karena tidak diperlukan keahlian khusus dalam bahasa pemograman untuk melakukan pengelolaan layanan ini. Berbagai pengelolaan data terkait <em>website</em> yang telah kamu buat dapat dilakukan melalui <em>control panel</em>. Mulai dari pengelolaan <em>database</em>, hingga instalasi berbagai <em>Content Management System </em>(CMS) dengan mudah, seperti Joomla, Drupal, PrestaShop dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja <em>Hosting</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika kamu berlangganan <em>hosting</em>, maka <em>provider</em> akan menyewakan ruang pada server untuk keperluan penyimpanan file dan data <em>website</em>-mu. Sehingga, ketika ada seseorang yang mengetikkan nama domain-mu pada <em>browser</em>, <em>host</em> akan mengirimkan file dan data tersebut agar <em>website </em>dapat diakses. Oleh karena itu, penting bagimu menentukan <em>hosting</em> yang sesuai berdasarkan besar<em> resource </em>yang dibutuhkan oleh <em>website</em>-mu.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/web-hosting-image.png" alt="Web hosting" class="wp-image-4861" width="426" height="169" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/web-hosting-image.png 800w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/web-hosting-image-300x119.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/web-hosting-image-768x304.png 768w" sizes="(max-width: 426px) 100vw, 426px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara menentukannya? <em>Well</em>, kamu dapat menentukan <em>hosting </em>yang dibutuhkan berdasarkan jenis-jenisnya. Yuk, mari kita simak pembahasan berikutnya mengenai jenis-jenis <em>hosting</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Hosting</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat beberapa jenis <em>hosting</em> yang bisa kamu pilih dan gunakan sesuai dengan kebutuhanmu. Berikut penjelasan mengenai masing-masing jenisnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Shared Hosting</em></strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/shared-hosting-1024x576.png" alt="Shared hosting" class="wp-image-4864" width="617" height="346" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/shared-hosting-1024x576.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/shared-hosting-300x169.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/shared-hosting-768x432.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/shared-hosting.png 1080w" sizes="(max-width: 617px) 100vw, 617px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan jenis layanan yang membagi satu server dengan beberapa pengguna lainnya. Dapat diibaratkan seperti <em>co-working space</em> yang hanya memiliki satu kamar mandi, satu <em>printer</em>, dan satu dapur, sehingga penggunaannya harus bergantian dengan pengunjung lainnya. Nah, begitu pula dengan <em>shared hosting</em>, dimana kamu harus membagi <em>resource</em> yang dimiliki server tersebut dengan pengguna lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena penggunaannya yang bersama-sama, tentu saja harganya menjadi jauh lebih terjangkau. Sehingga layanan ini sangat cocok digunakan untuk para pemula, atau <em>entry-level</em> <em>website </em>dengan trafik yang belum begitu tinggi. Contoh <em>website</em>-nya, yaitu seperti portofolio dan <em>website</em> pribadi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>VPS</strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/VPS-1024x576.png" alt="VPS" class="wp-image-4865" width="623" height="350" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/VPS-1024x576.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/VPS-300x169.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/VPS-768x432.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/VPS.png 1080w" sizes="(max-width: 623px) 100vw, 623px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">VPS atau <em>Virtual Private Server</em>, merupakan sebuah server fisik yang dibagi menjadi beberapa bagian server virtual. Sehingga, memungkinkan penggunanya untuk memiliki <em>resource </em>tersendiri tanpa harus berbagi dengan pengguna lain, walaupun berada pada satu server yang sama. Selain itu, kamu juga dapat melakukan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila diibaratkan, VPS layaknya sebuah apartemen dimana kamu berada di satu gedung yang sama dengan penghuni lainnya. Tetapi, kamu memiliki kamar sendiri dengan fasilitas pribadi. Menarik bukan? Oleh karena itu, VPS ini cocok digunakan untuk <em>website </em>dengan trafik cukup tinggi, karena <em>resource</em>-nya yang jauh lebih besar dibandingkan dengan <em>shared hosting</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai VPS, dapat dibaca pada artikel <a href="https://widehostmedia.com/vps-virtual-private-server-beserta-keunggulannya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>VPS (Virtual Private Server) beserta Keunggulannya</strong></a>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong><em>Dedicated Server</em></strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/dedicated-server-1024x576.png" alt="Dedicated server" class="wp-image-4866" width="646" height="363" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/dedicated-server-1024x576.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/dedicated-server-300x169.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/dedicated-server-768x432.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/dedicated-server.png 1080w" sizes="(max-width: 646px) 100vw, 646px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan jenis <em>server</em> yang didedikasikan hanya untuk satu pengguna saja. Sehingga <em>resource </em>yang didapatkan juga sangatlah besar, karena penggunaannya yang hanya sendirian. Selain itu, kamu juga memiliki kebebasan dalam melakukan berbagai pengubahan dan pengelolaan terhadap <em>server</em> yang kamu gunakan. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman teknis yang lebih apabila memutuskan untuk menggunakan <em>dedicated server</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah tentu saja dengan segala fasilitas yang diberikan, harga yang ditawarkan juga cukup terbilang tinggi. Oleh karena itu, umumnya layanan ini cocok digunakan bagi para <em>developer </em>IT atau perusahaan-perusahaan yang membutuhkan <em>resource</em> besar dan memiliki <em>website</em> dengan trafik yang tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai <em>dedicated server</em>, dapat dibaca pada artikel <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-dedicated-server/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Mengenal Apa itu Dedicated Server</strong></a>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong><em>Cloud Hosting</em></strong></h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cloud-hosting-1024x576.png" alt="Cloud hosting" class="wp-image-4867" width="644" height="362" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cloud-hosting-1024x576.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cloud-hosting-300x169.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cloud-hosting-768x432.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cloud-hosting.png 1080w" sizes="(max-width: 644px) 100vw, 644px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan gabungan dari beberapa <em>server virtual</em>, namun tetap berfungsi layaknya sebuah <em>server </em>fisik yang utuh. Dengan menggunakan jenis layanan ini, maka kamu tidak perlu khawatir terjadinya kendala karena setiap <em>server</em> akan saling menangani satu sama lain. Hal ini tentunya dapat meminimalisir terjadinya <em>downtime</em> pada sebuah <em>website</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, untuk <em>resource</em> yang didapatkan juga terpisah dari pengguna lainnya. Sehingga kendala yang dialami pengguna lain, tidak akan berpengaruh terhadap layananmu dan <em>website </em>akan tetap berjalan dengan stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai <em>cloud hosting</em>, dapat dibaca pada artikel <strong><a href="https://widehostmedia.com/kapan-harus-menggunakan-layanan-cloud-hosting/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kapan Harus Menggunakan Layanan Cloud Hosting?</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi dari <em>Hosting</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengetahui berbagai jenis <em>hosting</em>, apakah kamu penasaran mengenai fungsi yang dimiliki oleh <em>hosting</em>? Yuk, mari kita simak penjelasannya pada pembahasan berikut mengenai fungsi yang dimilikinya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Menyimpan File dan Data <em>Website</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memiliki sebuah <em>website</em>, tentunya kamu harus memiliki ruang penyimpanan bagi file dan data yang terdapat pada <em>website</em> tersebut. Nah, <em>hosting</em> menjadi salah satu solusi untuk menyimpan berbagai data tersebut pada <em>server</em> agar <em>website</em>-mu selalu online dan mudah diakses oleh siapapun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, semakin tinggi trafik <em>website </em>yang dimiliki, maka semakin besar juga<em> resource</em> yang dibutuhkan. Oleh karena itu, pastikan kamu memilih jenis layanan <em>hosting </em>yang sesuai dengan kebutuhanmu.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Membuat <em>Email Hosting</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Selain untuk menyimpan data dan membuat <em>website</em>, layanan ini juga bisa digunakan untuk membuat <em>email </em>dengan domain sendiri. Contohnya, apabila kamu memiliki domain <strong>widehostmedia.com</strong>, maka <em>email</em>-mu dapat menyesuaikan dengan domain tersebut, misal <a href="mailto:namamu@widehostmedia.com">namamu@widehostmedia.com</a> . Dibandingkan dengan <a href="mailto:namamu@gmail.com">namamu@gmail.com</a> manakah <em>email</em> yang terlihat jauh lebih professional? Tentunya, <em>email</em> dengan akhiran domain sendiri terlihat jauh lebih terpercaya dan professional. Terlebih jika kamu memiliki sebuah bisnis, maka membuat <em>email </em>dengan domain bisnismu sendiri dapat membantu untuk meningkatkan kredibilitas bisnis atau bisa juga <em>sebagai branding</em>.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Meningkatkan Keamanan <em>Website</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Keamanan yang dimiliki oleh <em>hosting</em> akan berpengaruh terhadap <em>website</em>. Oleh karena itu, pastikan kamu menggunakan menggunakan layanan <em>hosting </em>dari <em>provider </em>yang memiliki tingkat keamanan cukup tinggi. Sehingga, semakin tinggi keamanan yang disediakan oleh <em>provider</em>, maka semakin rendah kemungkinan <em>website</em>-mu terkena ancaman <em>hackers </em>dan <em>malware</em>. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan sertifikat SSL untuk melakukan enkripsi pada segala proses pertukaran data yang terjadi di website.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa <em>hosting</em> merupakan sebuah layanan yang memungkinkan kamu untuk mem-<em>publish</em> berbagai file dan data ke <em>website </em>agar dapat diakses secara <em>online</em> oleh siapapun. Kamu dapat memilih berbagai jenis layanan <em>hosting</em>, sesuai dengan kebutuhanmu. Pastikan kamu memilih layanan <em>hosting </em>yang memiliki tingkat keamanan tinggi, agar dapat meningkatkan keamanan <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan berbagai jenis layanan <em>hosting</em>. Kami menggunakan teknologi keamanan dari Imunify360, sehingga <em>website</em>-mu akan terlindungi dari serangan <em>malware </em>dan <em>hackers</em>. Selain itu, Wide Host Media menggunakan penyimpanan SSD untuk akses yang super cepat dan stabil. Didukung dengan <em>network speed</em> sebesar 1Gbps dan team <em>support</em> yang selalu siap membantu 24/7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/penjelasan-mengenai-hosting-beserta-fungsinya/">Penjelasan Mengenai Hosting beserta Fungsinya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</title>
		<link>https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 09:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[DNSSEC]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4837</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu mencoba untuk mengakses sebuah website, namun justru diarahkan ke sebuah website lain? Seperti yang kamu ketahui, ini merupakan tugas DNS (Domain Name System) untuk menerjemahkan alamat domain ke alamat IP address website yang dituju, agar kamu dapat mengakses website tersebut. Nah, tetapi DNS sangat rentan terhadap masalah keamanan pada infrastrukturnya yang dapat menyebabkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/">DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mencoba untuk mengakses sebuah <em>website, </em>namun justru diarahkan ke sebuah<em> website </em>lain? Seperti yang kamu ketahui, ini merupakan tugas DNS (<em>Domain Name System</em>) untuk menerjemahkan alamat domain ke alamat <em>IP address website</em> yang dituju, agar kamu dapat mengakses <em>website </em>tersebut. Nah, tetapi DNS sangat rentan terhadap masalah keamanan pada infrastrukturnya yang dapat menyebabkan kamu diarahkan ke <em>website </em>yang bukan seharusnya. Oleh karena itu, DNSSEC mengambil peran untuk mencegah terjadinya hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara kerja DNSSEC dalam meningkatkan keamanan saat mengakes sebuah <em>website</em>? Apabila kamu ingin mengetahui jawabannya, maka kamu berada di artikel yang tepat. Kali ini akan dibahas mengenai penjelasan beserta cara kerja dari DNSSEC. Yuk, mari kita simak artikelnya hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu DNSSEC?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membahas tentang DNSSEC (<em>Domain Name System Security Extension</em>), kamu harus paham terlebih dahulu mengenai apa itu DNS (<em>Domain Name System</em>). DNS dapat diibaratkan seperti buku telefon, yang berisikan daftar nama domain beserta <em>IP address</em>-nya. Ketika kamu akan mengakses sebuah <em>website </em>dengan memasukkan nama domainnya, maka DNS akan menerjemahkan nama domain tersebut ke <em>IP address</em>. Untuk kemudian dihubungkan ke lokasi server disimpannya <em>IP address</em> tersebut. &nbsp;Penjelasan mengenai DNS secara lebih lengkap dapat ditemukan pada artikel, <strong><a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui, DNS akan memberikan semua <em>IP address</em> yang diminta tanpa melakukan konfirmasi apapun. Tentunya hal tersebut sangatlah membahayakan, karena dapat memungkinkan terjadinya bebagai serangan seperti <em>DNS spoofing</em> atau serangan <em>man-in-the-middle</em>. Lalu, apa kaitannya dengan DNSSEC? Mengutip dari <em>website</em> <a href="https://www.cloudflare.com/dns/dnssec/how-dnssec-works/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cloudflare</a>, DNSSEC digunakan untuk menambah lapisan keamanan pada DNS, sehingga dapat melindungi pengguna internet dari kemungkinan terjadinya <em>redirect </em>ke halaman web lain atau bahkan palsu. &nbsp;Lantas, bagaimanakah cara kerja dari DNSSEC untuk melindungi pengguna internet? Yuk, mari kita simak di pembahasan berikutnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat dan Cara Kerja dari DNSSEC</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan DNSSEC ini sangatlah bermanfaat, yaitu untuk memastikan bahwa kamu terhubung dengan <em>website </em>yang benar dan sesuai dengan nama domain yang dicari. Sehingga dapat menghindari terjadinya pengarahan ke <em>website</em> palsu. Nah, hal ini dilakukan oleh DNSSEC dengan menggunakan <em>public key</em> dan <em>digital signature</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, DNSSEC akan menambahkan jenis <em>record</em> baru atau dikenal sebagai <em>digital signatures</em>, yang disimpan di <em>name server </em>DNS bersamaan dengan jenis DNS r<em>ecord </em>lainnya, seperti A, CNAME, dan MX. Sehingga dengan adanya pengecekan pada <em>digital signature</em> tersebut, kamu dapat memastikan bahwa DNS <em>record </em>yang diminta berasal dari <em>name server</em> yang asli (tidak dilakukan perubahan oleh siapapun).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut beberapa jenis dan fungsi dari <em>record</em> baru yang ditambahkan oleh DNSSEC.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>RRSIG (<em>Resource Record Signature</em>) – </strong>Berisikan <em>digital signature</em> yang digunakan untuk otentikasi data</li><li><strong>DNSKEY – </strong>Berisikan <em>public signing key</em> yang digunakan oleh resolver untuk verifikasi DNSSEC <em>signature</em></li><li><strong>DS (<em>Delegation Signer</em>) – </strong>Digunakan untuk verifikasi keaslian <em>child zones</em> pada DNSSEC <em>zone</em></li><li><strong>NSEC dan NSEC3 – </strong>Digunakan untuk memastikan <em>denial-of-existence</em> pada sebuah DNS <em>record</em></li><li><strong>CDNSKEY dan CDS – </strong>Digunakan untuk melakukan permintaan <em>update</em> oleh <em>child zone</em> pada DS <em>record</em> di <em>parent zone</em></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, <em>record </em>ini akan saling berinteraksi satu sama lain untuk menambahkan lapisan perlindungan pada DNS. Berikut penjelasan mengenai cara kerjanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>RRSet</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah pertama yang dilakukan, adalah dengan mengelompokkan semua jenis <em>record </em>yang sama ke dalam sebuah RRSet (<em>Resource Record Set</em>). Contoh, apabila terdapat 4 AAA <em>record</em>, maka semua <em>record</em> tersebut akan digabung menjadi satu dalam sebuah AAA RRSet. Nah, AAA RRSet ini akan ditandatangani secara digital, sehingga dengan melakukan pengelompokkan akan jauh lebih mempermudah prosesnya dibandingkan dengan melakukannya satu per satu pada setiap jenis <em>record</em> yang sama.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1.jpeg" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4838" width="418" height="179" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1.jpeg 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1-300x129.jpeg 300w" sizes="(max-width: 418px) 100vw, 418px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Zone-Signing Key</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, DNSSEC memiliki sepasang <em>zone-signing key</em> (ZSK), yaitu <em>private </em>dan <em>public key</em> pada setiap <em>zone-</em>nya. <em>Digital signature </em>dibuat untuk setiap RRSet menggunakan <em>private</em> ZSK dan disimpan pada <em>name server</em> sebagai RRSIG <em>record</em>. Kemudian, akan dilakukan juga penambahan <em>public</em> ZSK pada DNSKEY <em>record </em>untuk verifikasi <em>digital signature</em>. RRSet, RRSIG, dan <em>public </em>ZSK akan saling berinteraksi untuk melakukan validasi ketika <em>resolver</em> meminta jenis <em>record </em>tertentu. Misal, dilakukan permintan pada jenis <em>record </em>AAA, maka <em>name server</em> akan memberikan RRSIG yang sesuai. Lalu, <em>resolver</em> juga akan meminta <em>public key</em> untuk melakukan validasi terhadap permintaan tersebut.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1.png" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4839" width="437" height="372" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1-300x256.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1-768x656.png 768w" sizes="(max-width: 437px) 100vw, 437px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong><em>Key Signing Key</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain ZSK, DNSSEC juga memiliki <em>key signing key (</em>KSK), yang berfungsi untuk memvalidasi ZSK itu sendiri sebagaimana ZSK melindungi keseluruhan RRSet, seperti yang dijelaskan sebelumnya. Sama halnya dengan <em>public</em> ZSK, <em>name server </em>akan melakukan penambahan <em>public </em>KSK pada DNSKEY <em>record</em> lainnya, sehingga menghasilkan DNSKEY RRSet. Untuk <em>public </em>KSK dan ZSK, keduanya akan ditandatangani oleh <em>private</em> KSK. Nah, kemudian <em>resolver </em>dapat menggunakan <em>public</em> KSK untuk memvalidasi<em> public</em> ZSK.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong><em>Delegation Signer Record</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memastikan bahwa rangkaian proses di atas sudah tervalidasi, maka akan dibuatlah <em>delegation signer record </em>(<em>DS record</em>). Caranya, dengan melakukan <em>hash</em> pada DNSKEY berisikan <em>public</em> KSK, yang kemudian diberikan kepada <em>parent zone</em> untuk dibuat sebagai DS <em>record</em>. Dengan DS <em>record </em>ini, <em>resolver </em>dapat mengetahui bahwa DNSSEC pada <em>child zone</em> tersebut aktif (<em>enabled</em>). Untuk melakukan pengecekan validitas dari <em>public </em>KSK yang dimiliki <em>child zone</em>, maka <em>resolver</em> akan melakukan <em>hash </em>pada DS <em>record</em> tersebut dan membandingkannya dengan DS <em>record</em> yang dimiliki oleh <em>parent zone</em>. Apabila sesuai, maka <em>resolver </em>dapat memastikan bahwa keseluruhan <em>record</em> yang terdapat pada <em>child zone </em>aman. <em>Well,</em> inilah cara untuk mendapatkan kepercayaan atau dikenal sebagai <em>chain of trust</em> pada DNSSEC.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2.png" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4841" width="219" height="532" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2.png 422w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2-124x300.png 124w" sizes="(max-width: 219px) 100vw, 219px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong><em>Chain of Trust</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, bagaimana cara mempercayai DS <em>record</em>? Sama seperti RRSet lainnya, DS <em>record</em> juga ditandatangani, yang berarti DS <em>record</em> memiliki RRSIG yang sesuai pada <em>parent zone</em>. Untuk proses validasi yang terjadi juga sama seperti proses validasi pada <em>record </em>lainnya, hingga akhirnya berada pada tahap <em>chain of trust</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa DNSSEC memiliki peran yang cukup penting dalam melindungi DNS. Sehingga, kamu dapat terhindar dari berbagai serangan, seperti DNS <em>spoofing </em>dan<em> man-in-the-middle</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kamu yang sudah melakukan pembelian domain melalui Wide Host Media, kamu dapat mengaktifkan DNSSEC melalui halaman client area. Dengan begitu, keamanan website-mu akan menjadi lebih terjamin. Bagi yang belum memiliki domain, silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan berbagai macam domain keren yang dapat meningkatan <em>brand awareness </em>dan trafik <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/">DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Mengenai Bug beserta Jenisnya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/penjelasan-mengenai-bug-beserta-jenisnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 08:57:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Bug]]></category>
		<category><![CDATA[Bug Bounty Hunter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4811</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apakah kamu sering mendengar istilah ‘bug’ dalam dunia software? Yup, bug disini bukan berarti serangga, melainkan error yang terjadi pada sebuah software atau aplikasi. Keberadaannya tentu membuat kesal banyak orang, karena dapat menyebabkan software tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Lantas, bagaimanakah cara menanganinya? Well, sebelum membahas hal tersebut, yuk mari kita pahami terlebih dahulu mengenai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/penjelasan-mengenai-bug-beserta-jenisnya/">Penjelasan Mengenai Bug beserta Jenisnya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Apakah kamu sering mendengar istilah ‘<em>bug</em>’ dalam dunia <em>software</em>? Yup, <em>bug</em> disini bukan berarti serangga, melainkan <em>error</em> yang terjadi pada sebuah <em>software</em> atau aplikasi. Keberadaannya tentu membuat kesal banyak orang, karena dapat menyebabkan <em>software </em>tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara menanganinya? <em>Well,</em> sebelum membahas hal tersebut, yuk mari kita pahami terlebih dahulu mengenai <em>bug</em> itu sendiri. Simak penjelasannya pada artikel kali ini, yang akan membahas tentang <em>bug</em> dalam dunia <em>software</em>. <em>Happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>P</strong>enjelasan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas, <em><strong>bug</strong> </em>merupakan sebuah permasalahan atau <em>error</em> yang menyebabkan terjadinya <em>crash</em> pada program dan menghasilkan <em>output </em>yang tidak sesuai. Nah, umumnya hal ini disebabkan oleh <em>human error</em>, dan tentunya dapat berpengaruh terhadap performa dan kegunaan dari sebuah <em>software</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, dari manakah asal mula kata <em>bug</em>? Apakah memang berasal dari kata ‘serangga’? <em>Well, </em>‘<em>bug’</em> ini pertama kali ditemukan keberadaannya pada 9 September 1947. Bukan <em>bug software</em>, melainkan serangga yang kita kenal pada umumnya. Serangga ini terjebak di antara relay komputer Harvard Mark II. Tentunya, hal tersebut menyebabkan terjadinya masalah teknis pada komputer. Nah, sejak saat itu istilah <em>bug</em> dikenal sebagai sebuah masalah teknis atau <em>error</em> yang terjadi pada <em>software</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun terlihat seperti masalah sederhana, tetapi tahukah kamu bahwa <em>bug </em>ini pernah mengakibatkan adanya korban? Sekitar tahun 1980, sebuah <em>bug</em> yang mengendalikan mesin terapi untuk radiasi (Therac-25) mengirimkan dosis radiasi yang mematikan sehingga menewaskan 5 orang pasien. Tidak hanya itu, di tahun 1996, sebuah roket bernama Ariane 5 hancur setelah beberapa detik diluncurkan, karena adanya <em>bug </em>pada program komputer roket tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Bug</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring dengan berjalannya waktu, <em>bug</em> pun semakin berkembang dan terbagi menjadi beberapa jenis. Lantas, apa sajakah jenis <em>bug </em>tersebut? Yuk, mari kita simak penjelasannya!</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/error.png" alt="Bug error" class="wp-image-4814" width="344" height="329" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/error.png 511w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/error-300x287.png 300w" sizes="(max-width: 344px) 100vw, 344px" /></figure></div>



<ol class="wp-block-list"><li><strong><em>Syntax errors</em> – </strong>Merupakan salah satu jenis <em>error</em> yang paling umum terjadi, jenis yang satu ini akan mencegah aplikasi untuk berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dikarenakan adanya kesalahan dalam <em>input</em> karakter atau kode yang hilang pada sebuah perintah.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Functional errors</em> – </strong>Merupakan salah satu jenis <em>error </em>yang cukup luas, mulai dari fungsi-fungsi dasar hingga kegagalan pada fungsi utama <em>software</em>. Salah satu contoh dari <em>functional error</em> adalah ketika sebuah program tidak dapat diklik sama sekali.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong><em>Logic errors</em> – </strong>Salah satu jenis <em>error</em> yang mengakibatkan sebuah<em> software</em> menghasilkan <em>output</em> yang tidak sesuai atau bahkan terjadinya kegagalan. Hal ini diakibatkan karena adanya kesalahan dalam proses <em>coding</em>. Sehingga terjadi kegagalan fungsi, seperti pengulangan berkali-kali pada program sampai akhirnya mengakibatkan terjadinya <em>crash</em>.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong><em>Performance defects</em> – </strong>Jenis yang satu<em> </em>ini umumnya ditemukan saat dilakukan tes performa, contohnya ketika <em>software </em>berjalan menjadi lebih lambat daripada seharusnya atau waktu respon <em>software</em> yang menjadi lebih lama.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li><strong><em>Compatibility defects</em> – &nbsp;&nbsp;</strong>Jenis <em>error</em> ini muncul ketika sebuah program tidak dapat berjalan dengan baik pada beberapa perangkat, sistem operasi, atau <em>browser</em> yang berbeda. Contoh sederhananya, ketika sebuah tampilan font berubah ketika dibuka pada perangkat atau <em>browser </em>yang berbeda.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="6"><li><strong><em>Usability defects – </em></strong>Jenis <em>error</em> yang menghalangi atau mencegah penggunanya untuk menggunakan <em>software</em> dengan maksimal. Sehingga dapat mengakibatkan <em>software </em>menjadi sulit untuk digunakan.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="7"><li><strong><em>Security defects – </em></strong>Merupakan salah satu jenis <em>error</em> yang paling mengancam bagi para <em>developer</em>, karena jenis yang satu ini dapat membuka kemungkinan terjadinya serangan keamanan yang cukup serius terhadap <em>software</em>.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penyebab Terjadinya <em>Bug</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami pengertian beserta jenis-jenisnya, lantas hal apa sajakah yang dapat menyebabkan terjadinya <em>bug</em>? Yuk, simak penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Kurangnya komunikasi</strong>. Miskomunikasi atau buruknya komunikasi antar tim dapat menyebabkan munculnya beberapa kesalahan dalam proses pengembangan <em>software</em>, sehingga hasil akhirnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Hal ini dikarenakan adanya kesalahan tafsir dan pemahaman yang kurang jelas mengenai persayaratan berlaku oleh anggota tim yang terlibat.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Kompleksitas <em>software</em></strong>.Semakin kompleks sebuah <em>software</em>, maka akan semakin sulit untuk ditangani. Terutama, oleh mereka yang tidak memiliki pengalaman di bidang <em>software</em>. Sehingga hal ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya <em>bug</em>.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong><em>Deadline</em></strong>. Apabila dihadapkan dengan tenggat waktu yang cukup singkat dan tidak masuk akal, maka besar kemungkinan adanya kesalahan yang dilakukan. Bahkan, tanpa adanya <em>deadline </em>pun, sebuah projek <em>software</em> memang sudah cukup sulit dan membutuhkan banyak waktu dalam pengerjaannya.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong>Perubahan pada <em>requirements</em></strong><em>. </em>Terjadinya perubahan <em>requirements </em>secara mendadak atau bahkan berulang-ulang kali dapat menyebabkan terjadinya <em>bug</em>. Contohnya, apabila dilakukan pengubahan desain, maka hal tersebut dapat berpengaruh ke bagian lainnya pada projek, tidak hanya tampilan saja yang berubah. Tentunya, hal ini akan berdampak pada keseluruhan projek dan bisa menyebabkan <em>error</em>.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li><strong>Kesalahan pada <em>programming</em></strong>. Para <em>programmer juga </em>bisa melakukan kesalahan saat melakukan <em>programming</em>. Terutama, mereka yang belum begitu berpengalaman dan tidak memiliki pengetahuan dasar yang cukup.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Agar Terhindar dari <em>Bug</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, apakah kamu penasaran bagaimana cara agar terhindar dari bug? Well, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Komunikasi yang Jelas</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Komunikasikan segala sesuatunya dengan jelas dan terbuka di dalam tim, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kesalah pahaman. Selain itu, dengan memiliki komunikasi yang cukup baik, maka setiap masalah dapat teridentifikasi dan ditangani secara lebih cepat.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Melakukan Pengujian Kode</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan melakukan pengujian kode secara rutin, maka kamu dapat mengidentifikasi dan memperbaiki <em>bug</em> secara lebih cepat dan mudah. Hal ini tentunya meringankan pekerjaanmu dibandingkan dengan menemukannya saat sudah berada di tahap akhir.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Program <em>Bug Bounty</em></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Lakukan program <em>bug bounty</em>, yaitu pencarian orang yang dapat mendeteksi <em>bug </em>pada <em>software</em>-mu (<em>bug bounty hunter</em>). Umumnya, mereka merupakan seorang <em>ethical hacker</em>, yaitu seseorang yang melakukan peretasan pada jaringan komputer untuk melakukan pengujian pada sistem keamanannya. Hadiah yang ditawarkan pun biasanya cukup menarik. Sebagai contoh, Facebook pernah menghadiahkan lebih dari US$ 5 juta pada 900 <em>bug bounty hunters </em>setelah menjalankan program tersebut selama 5 tahun.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Buatlah Sederhana</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Hindari penggunaan kode yang cukup rumit, karena hal tersebut dapat mengarah pada munculnya <em>bug</em>. Gunakanlah kode yang jauh lebih sederhana, mudah dibaca, dan juga jelas. Semakin sederhana kode yang dibuat, maka semakin sedikit pula <em>bug</em> yang mungkin ditemukan. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk memperbaikinya pun semakin sedikit.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Take Your Time</em></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan terburu-buru dalam melakukan pekerjaanmu, terutama apabila dihadapkan dengan <em>deadline</em>. Karena, hal tersebut hanya dapat membuatmu merasa bekerja dibawah tekanan, sehingga besar kemungkinan untuk membuat kesalahan. <em>Just take your time!</em> dan pastikan kamu sudah melakukan pengujian terlebih dahulu agar dapat menghindari terjadinya kesalahan di kemudian hari.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa <em>bug</em> merupakan sebuah permasalahan yang muncul pada <em>software </em>sehingga menyebabkan terjadinya <em>crash </em>atau <em>output</em> yang tidak sesuai. Umunya, hal ini disebabkan oleh <em>human error </em>atau faktor lainnya seperti kompleksitas dari <em>software</em> tersebut. Jenisnya <em>error</em>-nya pun bermacam-macam, contohnya <em>syntax errors, logic errors, functional errors </em>dan lain sebagainya. Kamu memang tidak bisa menghindari <em>bug </em>sepenuhnya, tetapi kamu dapat meminimalisirnya dengan mengikuti beberapa tips yang sudah dijelaskan di atas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya, kamu bisa mengunjungi blog <a href="https://widehostmedia.com/blog/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>. Selain itu, Wide Host Media juga menyediakan berbagai paket menarik untuk layanan hosting, server, dan data center. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, yuk langsung kunjungi website <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/penjelasan-mengenai-bug-beserta-jenisnya/">Penjelasan Mengenai Bug beserta Jenisnya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
