<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Network Archives - Wide Host Media</title>
	<atom:link href="https://widehostmedia.com/category/network/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://widehostmedia.com/category/network/</link>
	<description>Cloud Solution</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Apr 2023 20:49:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/wide_host_media_icon_30b_icon.ico</url>
	<title>Network Archives - Wide Host Media</title>
	<link>https://widehostmedia.com/category/network/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hashtag: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaat</title>
		<link>https://widehostmedia.com/pengertian-cara-kerja-dan-manfaat-hashtag/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Minna Pratari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Apr 2023 20:49:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[hashtag]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mari membahas pengertian, cara kerja, dan manfaat dari hashtag. Pada umumnya, bagi para pengguna internet sudah tidak asing dengan istilah hashtag. Hashtag adalah sebuah symbol kecil yang berbentuk seperti pagar (#). &#160;Biasanya penggunaan hashtag dilakukan pada beberapa media sosial. Orang pertama yang menggunakan hashtag adalah Chris Messina sebagai web marketing specialist Twitter. Namun apakah pengertian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/pengertian-cara-kerja-dan-manfaat-hashtag/">Hashtag: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaat</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Mari membahas pengertian, cara kerja, dan manfaat dari hashtag. Pada umumnya, bagi para pengguna internet sudah tidak asing dengan istilah hashtag. Hashtag adalah sebuah symbol kecil yang berbentuk seperti pagar (#). &nbsp;Biasanya penggunaan hashtag dilakukan pada beberapa media sosial. Orang pertama yang menggunakan hashtag adalah Chris Messina sebagai <em>web marketing specialist</em> Twitter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun apakah pengertian Hashtag sebenarnya? Bagaimana cara kerja hashtag? Dan juga apa manfaat menggunakan Hashtag pada media sosial internet? Dalam artikel ini, akan menjelaskan tentang pengertian, cara kerja, dan manfaat hashtag. Simak penjelasan berikut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengertian Hashtag</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dilansir dari web <a href="https://blog.hubspot.com/marketing/hashtags-twitter-facebook-instagram">Hubspot</a> menjelaskan bahwa Hashtag adalah sebuah frasa kata kunci yang simple, dieja tanpa spasi dengan tanda pagar (#) didepannya. Sebagai contoh #webmarketing #mediasosialsaatini #layananhostingmurah dan masih banyak lagi merupakan contoh penggunaan hashtag.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan hashtag sudah banyak digunakan oleh beberapa pengguna internet yang biasanya dapat mengikat berbagai topik yang mungkin sedang ramai dibicarakan. Selama topik yang dibicarakan atau dibahas di media sosial sedang ramai maka hashtag tersebut akan masih digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hashtag pertama kali digunakan di Twitter, namun semakin berkembangnya jaman dan banyaknya media sosial maka penggunaan hashtag dapat digunakan di platform media lain seperti <em>Facebook, Instagram, Pinterest</em>, hingga <em>TikTok</em>. Seperti yang diketahui bahwa tujuan utama hashtag adalah untuk memudahkan siapapun agar mengetahui berita terkini atau topik pembahasan yang sedang terjadi dengan cepat bahkan dalam situasi darurat sekalipun.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara kerja Hashtag</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengetahui pengertian secara lengkap tentang hashtag. Maka bagaimana cara kerja hashtag pada media sosial? Berikut beberapa penjelasannya:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana Hashtag Bekerja Di Twitter</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan Hashtag pada <em>Twitter</em> bekerja dengan cara menghubungkan percakapan pengguna menjadi suatu kumpulan. Namun jika ada <em>Twitter</em> yang tidak saling berhubungan menggunakan <em>hashtag</em> yang sama, tweet mereka akan tetap muncul pada kumpulan <em>hashtag</em> yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nantinya hashtag yang populer akan muncul pada laman trending topik. Bagi pengguna internet juga dapat mencari hashtag lebih spesifik meelalui kolom pencarian. Hasil pencarian hashtag tersebut akan muncul pada beberapa kolom, seperti:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><strong><em>Top</em></strong> – kumpulan <em>tweet</em> dengan hashtag yang paling banyak berinteraksi. Biasanya tweet dari orang atau brand yang memiliki <em>followers</em> yang banyak.</li><li><strong><em>Latest</em></strong> – merupakan kumpulan tweet yang terbaru dari semua orang yang membuat tweet menggunakan <em>hashtag</em> itu.</li><li><strong><em>People</em></strong> – daftar akun <em>Twitter</em> yang teratas untuk diikuti perihal <em>hashtag</em> tersebut.</li><li><strong><em>Photos</em></strong> – kumpulan foto yang terkait pada tweet dengan suatu <em>hashtag</em> tertentu.</li><li><strong><em>Vdeos</em></strong><em> </em>– kumpulan <em>tweet</em> yang berisikan video didalamnya yang berhubungan dengan <em>hashtag</em> tersebut.</li></ol>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana Hashtag Bekerja Di Instagram</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sama seperti hal nya penggunaan <em>hashtag</em> di <em>Twitter</em>. Pada <em>Instagram</em> juga adalah hal yang menghubungkan percakapan pengguna menjadi sebuah kelompok tertentu. Namun untuk pengguna <em>Instagram</em> menggunakan <em>hashtag</em> yang sama, maka kiriman mereka akan muncul di kelompok <em>hashtag</em> tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan hashtag di Instagram sama dengan di <em>Twitter</em> bahwa mencari <em>hashtag</em> bisa memalui kolom search. Lalu hasil search pada kolom akan muncul sebagai berikut:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><strong><em>Related Hashtag</em></strong> – merumpukan kumpulan <em>hashtag</em> terkait dengan pencarian pada kolom search.</li><li><strong><em>Top post</em></strong> – menampilkan beberapa post dengan <em>hashtag</em> yang memiliki engagement paling banyak, biasanya digunakan oleh orang atau brand yang berpengaruh.</li><li><strong><em>Most recent</em></strong> – kumpulan post Instagram yang baru dari semua orang yang mem-posting menggunakan <em>hastag</em> tersebut.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat Hashtag</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hashtag</em> merupakan cara yang bagus untuk terhubung dengan orang – orang yang berpikiran sama dan juga <em>hashtag</em> dapat digunakan untuk apa saja. Menurut <a href="http://Hashtag merupakan cara yang bagus untuk terhubung dengan orang – orang yang berpikiran sama dan juga hashtag dapat digunakan untuk apa saja. Menurut Hootsuite (https://blog.hootsuite.com/how-to-use-hashtags/) ada beberapa manfaat menggunakan hashtag. Berikut penjelasannya:">Hootsuite</a> ada beberapa manfaat menggunakan hashtag. Berikut penjelasannya:</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li>Meningatkan <em>engagement</em> dengan followers.</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Mencantumkan <em>hashtag</em> pada postingan artinya keikut sertaan dari bagian percakapan yang sedang terjadi di platfrom media sosial. Itu akan membuat <em>post</em> tersebut terlibat dalam percakapan itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut akan mengarakan pada keterlibatan yang besar, seperti akan meningkatkan keterlibatan media sosial terhadap brand melalui <em>like</em>, <em>share</em>, <em>komentar</em>, dan bahkn <em>followers</em> baru. &nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Kesempatan untuk membangun <em>brand</em> kamu.</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan <em>hashtag</em> khusus untuk <em>brand</em> dapat menjadi cara yang efetif untuk mempromosikan bisnis dan mendorong percakapan pengguna internet.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Cara menunjukan dukungan untuk masalah sosial.</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Selain untuk mempromosikan suatu brand, penggunaan hashtag juga dapat digunakan untuk menunjukan dukungan masalah sosial yang sedang terjadi dan menjadi perbincangan <em>followers</em> kamu.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Menambahkan konteks pada post media sosial.</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam menuliskan teks pada platfrom media sosial sangatlah terbatas. Seperti saat ingin menggunakan <em>Twitter</em>, jumlah teks yang dapat ditulis hanyalah 280 karakter untuk menulis satu postingan tweet. Di Instagram, penggunaan teks yang terlalu panjang tidaklah efektif. Sama seperti <em>Facebook</em>, <em>Pinterest</em>, <em>LinkedIn</em> atau <em>platfrom</em> lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga dalam pengguna <em>hashtag</em> dapat mengontekstualisasikan apa yang kamu bicarakan tanpa perlu menghabiskan karakter. Selain itu, dapat juga mengelompokkan beberapa postingan dengan konteks yang sama dalam satu <em>hashtag</em>.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Membantu target <em>audiens</em> menemukan <em>brands</em>.</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Di Instagram dan LinkedIn, pengguna dapat mengikuti <em>hashtag</em> yang dibuat pengguna lain. Menggunakan beberapa hashtag populer dapat membantu dan memudahkan pengguna baru untuk menemukan <em>brandmu</em>. Seperti contohnya #fashion di post Instagram kamu, tentu saja orang yang mengikuti <em>hashtag</em> tersebut akan melihat postingan terbaru kamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hashtag</em> adalah sebuah symbol kecil yang seperti pagar (#) namun kegunaannya cukup berpengaruh besar pada bisnis hingga membantu dukungan masalah sosial. Penggunaan <em>hashtag</em> sudah banyak dilakukan oleh para pengguna internet karena merupakan strategi yang baik dalam mempromosikan suatu topik yang sedang terjadi. Namun, ada yang harus diperhatikan bahwa penggunaan <em>hashtag</em> hindari penulisannya secara per kata, karena hal itu tidak efektif dan akan sulit dipahami. Sekian penjelasan dari pengertian, cara kerja, dan manfaat hashtag. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi&nbsp;<em>website</em>&nbsp;<a href="https://widehostmedia.com/">Wide Host Media</a>&nbsp;untuk mendapatkan informasi berbagai hal seperti data center dan VPS MikroTik. &nbsp;Selain itu, bagi kamu yang tertarik untuk memulai&nbsp;<em>website</em>&nbsp;mu sendiri, Wide Host Media juga menyediakan layanan hosting murah dengan akses super cepat dan stabil. Digunakan untuk penyimpanan file&nbsp;<em>website</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>email</em>&nbsp;yang kamu miliki agar lebih mudah diakses kapanpun dan dimanapun melalui internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/pengertian-cara-kerja-dan-manfaat-hashtag/">Hashtag: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaat</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Istilah Benchmark.</title>
		<link>https://widehostmedia.com/mengenal-istilah-benchmark/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Minna Pratari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2023 07:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[benchmark]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8441</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mari mengenal istilah Benchmark! Apakah kalian tahu apa itu Benchmark? Pada umumnya, masih banyak yang belum mengetahui istilah Benchmark. Kata tersebut masih sangat asing bagi sebagian orang. Maka di artikel ini kita akan mengenal istilah Benchmark secara jelas. Berikut penjelasannya: Pengertian Benchmark. Pada kesempatan ini, mari mengenal istilah Benchmark. Seperti yang kita ketahui, istilah benchmark [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-istilah-benchmark/">Mengenal Istilah Benchmark.</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Mari mengenal istilah Benchmark! Apakah kalian tahu apa itu Benchmark? Pada umumnya, masih banyak yang belum mengetahui istilah Benchmark. Kata tersebut masih sangat <em>asing</em> bagi sebagian orang. Maka di artikel ini kita akan mengenal istilah Benchmark secara jelas. Berikut penjelasannya:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengertian Benchmark.</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan ini, mari mengenal istilah Benchmark. Seperti yang kita ketahui, istilah benchmark merupakan kata serapan bahasa inggris yang artinya patokan atau tolak ukur. Lalu, secara umum pengertian benchmark adalah <em>tools</em> yang menjadikan patokan standar untuk membandingkan satu hal dengan hal lainnya yang sejenis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, pengertian benchmark dalam ilmu manajemen yaitu upaya untuk membandingkan dan mengukur kebijakan perusahaan meliputi produk, program, strategi dan masih banyak komponen atau patokan lainnya yang dapat diukur dengan standar baku tertentu. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi apa saja untuk meningkatkan performa perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, tujuan lain dari benchmark adalah untuk mendapatkan suatu pandangan yang akurat tentang bagaimana strategi dan operasi yang sudah dilakukan oleh perusahaan sendiri dengan yang sudah dilakukan kompetitor dalam menghasilkan ide-ide untuk meningkatkan performa meliputi program, teknologi, dan apa saja yang sudah dilakukan untuk mengurangi kesenjangan tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis &#8211; Jenis Benchmark.</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, setelah memahami dan mengenal istilah Benchmark kemudian benchmark terbagi menjadi beberapa jenis. Untuk penjelasannya sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li><strong>Internal Benchmark.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Internal Benchmark merupakan kegiatan dalam membandingkan suatu proses dan komponen lainnya yang dilakukan pada anak perusahaan atau cabang perusahaan. Namun tidak hanya itu, dalam organisasi di sebuah perusahaan dilakukan juga supaya dapat mencapai standar dari perusahaan yang sudah ditentukan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Eksternal Benchmark.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, untuk eksternal benchmark adalah perbandingan yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain yang bergerak pada industry yang sama. Untuk eksternal benchmark terbagi lagi menjadi dua yaitu perbandingan yang dilakukan sebuah perusahaan terhadap perusahaan yang menjadi kompetitor utama (<em>Competitive Benchmark)</em> dan perbandingan yang dilakukan dengan perusahaan lain (<em>Non-Competitive Benchmark)</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk <em>Non-Competitive</em> Benchmark itu terbagi menjadi dua, yaitu <em>functional non-competitive benchmarking</em> itu membandingkan fungsi yang sama dari perusahaan yang berbeda dan <em>generic non-competitive benchmarking</em> itu membandingkan proses bisnis dasar dari perusahaan yang berbeda pada industry yang sama.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Strategic Benchmarking.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Strategic Benchmarking merupakan cara mengamati bagaimana perusahaan lain dapat lebih unggul dari kompetitornya. untuk mengetahui apa saja strategi yang sudah dilakukan kompetitor. Sehingga, perusahaa akan mencari strategi yang lebih tepat supaya lebih unggul. </p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Process Benchmarking.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Process Benchmarking merupakan cara memandingkan dari segi proses atau sistem yang dilakukan perusahaan lain dan kompetitor lain. Cara ini dilakukan untuk memperbaharui proses pada perusahaan sendiri dengan tepat, agar dapat mencapai target dari perusahaan tersebut. </p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Functional Benchmarking.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Functional Benchmarking merupakan cara yang digunakan untuk membandingkan pada fungsi tertentu untuk meningkatkan operasional dari fungsional tersebut.&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Performance Benchmarking.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Performance Benchmarking adalah cara untuk membandingkan suatu performa produk atau jasa pada kompetitor lain. </p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Product Benchmarking.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Product Benchmarking adalah cara untuk membandingkan perihal letak kekurangan dan kelebihan suatu produk dengan perusahaan lain. </p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Financial Benchmarking.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Financial Benchmarking adalah cara untuk membandingkan kekuatan finansial atau kondisi finansial yang dimiliki kompetitor lain. </p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat Benchmarking.</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya apa manfaat Benchmarking dalam dunia bisnis? Berikut beberapa manfaat dari Benchmarking:</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li><strong>Meningkatkan kinerja perusahaan.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika menggunakan benchmark dengan kompetitor lain, maka perusahaan dapat mengidentifikasi komponen mana saja yang dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dari kompetitor.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Melakukan perbaikan secara berkala.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan dilakukannya benchmark, perusahaan dapat memperbaiki komponen yang belum sesuai dari waktu ke waktu. Supaya performa perusahaan akan semakin meningkat secara berkelanjutan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Meningkatkan infrastruktur perusahaan.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalam proses benchmarking, akan membantu meningkatkan infrastruktur perusahaan meliputi database hingga standar operasional perusahaan tersebut. Tentu saja data dapat menguntungkan produktivitas sebuah perusahaan tersebut.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Meningkatkan penjualan.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Proses Benchmarking juga dapat meningkatkan penjualan produk pada suatu perusahaan. Dikarenakan bisa dapat menemukan ide – ide yang berbeda dari kompetitor dalam penjualan produk. Sehingga dapat meningkatkan penjualan secara efisien dan efektif.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Mengetahui kelebihan perusahaan.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan dilakukannya proses benchmarking, suatu perusahaan akan mulai mengetahui kelebihan yang dimiliki dibandingkan kompetitor. Selain itu juga supaya dapat mengetahui bagaimana kompetitor lebih unggul dan sukses.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Melakukan Benchmarking.</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana cara melakukan bechmarking guna untuk meningkatkan kualitas pada suatu perusahaan? Kini akan dibahas beberapa cara untuk melakukan benchmarking bagi suatu perusahaan untuk pencapaian yang lebih unggul dan sukses. Berikut penjelasannya:</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li><strong>Analisis proses internal.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan menganalisis proses internal pada perusahaan sendiri. Bagaimana upaya yang sudah dilakukan untuk melakukan penjualan produk? Bagaimana melakukan marketing atau campaign untuk meningkatkan penjualan produk? Sehingga dapat mengetahui proses internal tentang penjualan produk, menarik konsumen baru dan aspek lainnya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Tentukan proses benchmarking yang akan dilakukan.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, tentukan proses benchmarking yang akan dilakukan. Pada umumnya, dilakukan dengan cara pendekatan seperti studi kasus atau wawancara perihal bisnis dan marketing. Biasanya, wawancara dilakukan kepada pelaku bisnis di bidang yang sama.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Tentukan target yang ingin dicapai.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam menggunakan benchmarking, perusahaan harus menentukan target kesuksesannya sendiri. Seperti contohnya, bagi kompetitor lain kesuksesan dalam penjualan produknya dengan melakukan campaign. Maka, pada perusahaan harus di tentukan kesuksesan yang tepat.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Lakukan riset dan kumpulkan data.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah selanjutnya adalah lakukan riset dan kumpulkan data sebanyak – banyaknya. Hal ini merupakan bagian terpenting karena dapat menjadi gambaran bagaimana keadaan kompetitor. Untuk mengumpulkan datanya bisa melakukan yang sebelumnya sudah dibahas yaitu wawancara, studi kasus, dan sebagainya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Aplikasikan hasil riset.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika semua data sudah dilengkapi, maka selanjutnya untuk mengaplikasikan hasil riset sesuai dengan tujuan benchmarking suatu perusahaan. Dapat dilakukan dengan cara mengembangkan produk baru dan mengatasi proses internal.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Trial dan error.</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu dengan dilakukannya benchmarking bukan berarti data <em>mencuri</em> ide dari kompetitor melainkan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dengan kompetitor lain. Bisa disebut bahwa benchmarking dilakukan dan diaplikasikan berdasarkan hasil riset yang sudah didapat dan bisa meningkatkan penjualan produk yang lebih unggul dari kompetitor di bidang yang sama.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan.</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami tentang penjelasan Benchmark, seperti jenis – jenisnya, manfaatnya, hingga cara melakukan benchmark. Kesimpulan yang dapat diambil adalah melakukan benchmark merupakan langkah baik bagi perusahaan untuk dapat maju lebih unggul dan tepat. Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa benchmark itu membandingkan sebuah perusahaan dengan kompetitor di bidang yang sama. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan kompetitor, sebuah perusahaan dapat mencari ide yang dimana membuat perusahaannya sendiri itu lebih unggul guna meningkatkan penjualan produk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi&nbsp;<em>website</em>&nbsp;<a href="https://widehostmedia.com/">Wide Host Media</a>&nbsp;untuk mendapatkan layanan seputar web hosting untuk menjadi salah satu trick terbaik dalam memasarkan perusahaanmu. Selain itu, Wide Host Media juga menyediakan layanan hosting murah dengan akses super cepat dan stabil. Digunakan untuk penyimpanan file&nbsp;<em>website</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>email</em>&nbsp;yang kamu miliki agar lebih mudah diakses kapanpun dan dimanapun melalui internet. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-istilah-benchmark/">Mengenal Istilah Benchmark.</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Apa itu Gateway beserta Jenis-Jenisnya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-gateway-beserta-jenis-jenisnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2022 08:11:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Gateway]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=7850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi kamu yang memahami dunia jaringan komputer, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah gateway sebelumnya. Gateway ini memiliki peran yang cukup penting sebagai perantara antar jaringan. Tanpa adanya gateway, kamu tidak dapat berkomunikasi dan melakukan pertukaran data lainnya melalui internet. Lantas, apakah kamu penasaran dengan maksud dari istilah satu ini? Jika iya, maka kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-gateway-beserta-jenis-jenisnya/">Mengenal Apa itu Gateway beserta Jenis-Jenisnya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi kamu yang memahami dunia jaringan komputer, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah <em>gateway </em>sebelumnya. <em>Gateway </em>ini memiliki peran yang cukup penting sebagai perantara antar jaringan. Tanpa adanya <em>gateway</em>, kamu tidak dapat berkomunikasi dan melakukan pertukaran data lainnya melalui internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah kamu penasaran dengan maksud dari istilah satu<em> </em>ini? Jika iya, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai apa itu <em>gateway</em>, cara kerja, hingga jenis-jenisnya. Simak artikel ini hingga akhir, <em>happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Gateway</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin dari namanya saja kamu sudah dapat menebak, bahwa <strong><em>gateway</em></strong> ini berperan selayaknya “gerbang” dan “jalan” bagi jaringan. <em>Well</em>, memang nyatanya <em>gateway</em> ini merupakan sebuah perangkat yang berfungsi sebagai jalan masuk dan keluar bagi jaringan. Hal ini dikarenakan, semua data diharuskan untuk melaluinya terlebih dahulu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa harus melalui <em>gateway </em>terlebih dahulu? Lantaran, setiap perangkat memiliki protokol yang berbeda-beda dan ini merupakan tugas dari <em>gateway</em> untuk dapat menghubungkan jaringan dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Sehingga, keberadaannya ini dapat dikatakan sangatlah bermanfaat karena dapat memudahkan penggunanya dalam berkomunikasi dan melakukan pertukaran data lainnya melalui internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, terdapat keuntungan utama yang bisa kamu dapatkan dari penggunaan <em>gateway</em>, baik secara personal ataupun<em> enterprise</em>, yaitu konektivitas internet yang dapat disederhanakan hanya pada satu perangkat saja. Contohnya, untuk di dunia <em>enterprise</em>, komputer server tidak hanya bekerja sebagai <em>gateway</em>, melainkan juga dapat bekerja sebagai <em>firewall</em> dan <em>proxy server</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, setelah memahami mengenai pengertiannya, apakah kamu penasaran mengenai cara kerjanya? Yuk, mari kita simak pembahasan berikut mengenai cara kerja dari <em>gateway</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui sebelumnya, bahwa jaringan membatasi komunikasi ke perangkat yang terhubung langsung dengannya. Sehingga, disinilah peran <em>gateway </em>dibutuhkan agar jaringan dapat berkomunikasi dengan berbagai perangkat, <em>nodes</em>, ataupun jaringan lainya yang terdapat di luar batasan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, <em>gateway </em>akan mengolah seluruh data yang diarahkan baik secara internal ataupun eksternal dari jaringan tersebut. Sehingga, ketika satu jaringan ingin berkomunikasi dengan jaringan lainnya, paket data akan dikirimkan melalui <em>gateway </em>dan diarahkan ke jalur yang paling efisien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang pada dasarnya <em>gateway</em> ini merupakan konverter protokol, yang memfasilitasi kompatibilitas antar dua protokol dan beroperasi pada setiap layer dari model jaringan OSI (<em>Open System Interconnection</em>).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi <em>Gateway</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami pengertian serta cara kerja dari <em>gateway</em>, selanjutnya kita akan membahas mengenai beberapai fungsi yang dimilikinya. Berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Sebagai Konverter Protokol</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa setiap perangkat memiliki protokol yang berbeda-beda. Sehingga, jika ingin terhubung dengan perangkat lainnya diperlukan <em>gateway </em>yang dapat berperan sebagai konverter protokol, untuk menghubungkan jaringan dari satu perangkat ke perangkat lainnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Memudahkan Akses Informasi</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih berkaitan dengan fungsi sebelumnya, jika protokol sudah berhasil dikonversi maka perangkat dapat saling terhubung. Nah, tentunya hal ini dapat memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses informasi.&nbsp; Dikarenakan, perangkat sudah saling terhubung, sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran data dan informasi.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Meningkatkan Performa Komputasi</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, fungsi selanjutnya adalah untuk meningkatkan performa komputasi. Hal ini dilakukan dengan membagikan <em>task </em>komputasi secara merata ke perangkat lainnya. Sehingga, dapat bekerja secara lebih stabil dan meningkatkan performanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Gateway</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, perlu kamu ketahui bahwa <em>gateway</em> ini dapat terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenisnya yang dilihat berdasarkan arah aliran datanya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Bidirectional gateways</em></strong>, jenis satu ini memungkinkan datanya untuk mengalir ke dua arah. Lalu, untuk jenis dengan arah aliran ini dapat digunakan sebagai perangkat sinkronisasi.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Unidirectional gateways</em></strong>, berbeda dengan yang sebelumnya, jenis ini memungkinkan datanya hanya mengalir ke satu arah. Untuk jenis arah aliran ini dapat digunakan sebagai perangkat pengarsipan.</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, terdapat beberapa jenis lainnya yang dibedakan berdasarkan fungsi yang dimilikinya. Berikut penjelasannya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Network gateways</em></strong>, merupakan salah satu jenis <em>gateway</em> yang paling banyak dikenal. Dikarenakan, jenis ini menyediakan<em> interface</em> antara dua jaringan berbeda yang bekerja dengan berbagai protokol.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Web application firewalls</em></strong>, jenis ini menyalurkan trafik dari atau ke <em>web server</em> dan memantau data layer aplikasi.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Cloud storage gateways</em></strong>, menerjemahkan permintaan <em>storage</em> dengan berbagai panggilan API layanan <em>cloud-storage</em> berbeda, seperti SOAP (<em>Simple Object Access Protocol</em>) atau REST (<em>Representational State Transfer</em>).</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>IoT gateways</em></strong>, mengumpulkan data sensor dari perangkat IoT, kemudian menerjemahkan antara protokol sensor dan memproses data sensor sebelum akhirnya data tersebut diteruskan.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>XML, SOA, or API gateways</em></strong>, mengelola trafik yang mengalir masuk dan keluar dari sebuah layanan, arsitektur berorientasi layanan mikro, atau layanan web berbasis XML.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Internet-to-orbit gateways</em></strong>, menghubungkan perangkat di internet ke satelit dan pesawat ruang angkasa yang mengorbit bumi. Contohnya, adalah projek HERMES dan GENSO (<em>Global Educational Network for Satellite Operations</em>).</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Media gateways</em></strong>, memungkinkan untuk melakukan perubahan data dari satu bentuk format yang dibutuhkan oleh satu jaringan, ke format yang diperlukan oleh lainnya.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>VoIP trunk gateways</em></strong>, memfasilitasi penggunaan perangkat telefon lama, seperti mesin fax dan telefon rumah, dengan bantuan VoIP (<em>Voice over Internet Protocol</em>).</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Email security gateways</em></strong>, mencegah transmisi <em>email</em> yang melanggar kebijakan perusahaan dan melakukan penghapusan data atau informasi lainnya yang memiliki tujuan jahat.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa <em>gateway </em>merupakan sebuah perangkat yang berfungsi sebagai jalan masuk dan keluar bagi jaringan. Nah, keberadaannya sangatlah bermanfaat karena memungkinkan penggunanya untuk dapat berkomunikasi. Kemudian, untuk jenis-jenisnya pun cukup beragam, dapat dilihat berdasarkan arah aliran data serta fungsinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi website <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan layanan hosting, server, dan data center. Apabila kamu masih bingung dalam menentukan pilihan layanan yang sesuai, silakan hubungi <em>customer service</em> kami melalui<em> live chat, email</em>, atau <em>call center</em> yang akan selalu siap membantumu 24/7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-gateway-beserta-jenis-jenisnya/">Mengenal Apa itu Gateway beserta Jenis-Jenisnya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IPv4 dan IPv6: Penjelasan dan Perbedaan Keduanya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/ipv4-dan-ipv6-penjelasan-dan-perbedaan-keduanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2022 03:21:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[ip address]]></category>
		<category><![CDATA[IPv4]]></category>
		<category><![CDATA[IPv6]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=7440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang kamu ketahui, pada setiap perangkat keras seperti komputer atau ponsel diperlukan sebuah IP address sebagai identitas perangkat tersebut. Dengan memiliki IP address, maka memungkinkan perangkat untuk dapat terhubung ke internet dan saling berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Nah, seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini terdapat dua versi IP address yang dapat digunakan, yaitu IPv4 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/ipv4-dan-ipv6-penjelasan-dan-perbedaan-keduanya/">IPv4 dan IPv6: Penjelasan dan Perbedaan Keduanya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang kamu ketahui, pada setiap perangkat keras seperti komputer atau ponsel diperlukan sebuah <em>IP address </em>sebagai identitas perangkat tersebut. Dengan memiliki <em>IP address</em>, maka memungkinkan perangkat untuk dapat terhubung ke internet dan saling berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Nah, seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini terdapat dua versi <em>IP address</em> yang dapat digunakan, yaitu IPv4 dan IPv6.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua versi <em>IP address</em> ini, yaitu IPv4 dan IPv6 memiliki fungsi yang sama. Hanya saja, terdapat beberapa perbedaan diantara keduanya. Apa sajakah perbedaan tersebut? <em>Well</em>, untuk menemukan jawabannya, yuk mari simak artikel kali ini mengenai IPv4 dan IPv6.&nbsp; Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai penjelasan, fungsi, serta beberapa perbedaan yang dimiliki IPv4 dan IPv6. <em>Happy reading!</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penjelasan IPv4 dan IPv6</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Agar dapat lebih mudah dalam memahami IPv4 dan IPv6, mari kita membahas kembali sedikit mengenai <em>IP address</em>. Untuk lengkapnya, pembahasan mengenai <em>IP address</em> dapat ditemukan pada artikel, <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-internet-protokol-ip-address/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apa itu Internet Protokol (IP) Address?</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>IP Address</em>?</strong> </h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip dari artikel di atas, sederhananya<em>, IP address</em> merupakan identitas yang diberikan kepada sebuah perangkat, umumnya dalam bentuk <em>numeric</em> atau angka, contoh 123.45.67.89. Tentunya, setiap perangkat memiliki <em>IP address </em>yang berbeda sehingga dapat diidentifikasi dan dilakukan pelacakan untuk mengetahui kepemilikan dari <em>IP address</em> tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, keberadaan <em>IP address</em> ini memungkinkan sebuah perangkat untuk terhubung dengan perangkat lainnya dan saling berkomunikasi. Juga, digunakan untuk melakukan pertukaran data pada jaringan lokal atau melalui internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa <em>IP address</em> ini berbentuk dalam serangkaian angka, seperti misal  123.45.67.89. Cepat atau lambat, tentunya kita akan kehabisan rangkaian angka-angka unik tersebut, karena diperlukan jutaan <em>IP address</em> bahkan lebih, untuk mengidentifikasi berbagai perangkat yang ada di internet.  Oleh karena itu, diciptakanlah IPv6 yang merupakan versi terbaru dari IPv4, yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan <em>IP address </em>itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai IPv4 dan IPv6, mari kita simak pembahasan berikutnya mengenai penjelasan serta perbedaan dari kedua versi dari <em>IP address </em>ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu IPv4?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>IPv4</strong> atau <strong><em>Internet Protocol version 4</em></strong>, merupakan versi pertama dari <em>IP address</em> yang digunakan untuk produksi di tahun 1983 oleh ARPANET. IPv4 menggunakan sistem alamat 32-bit sehingga dapat menyediakan hingga kurang lebih 4,3 miliar alamat unik. Untuk alamat IPv4 ini berisikan rangkaian <em>numeric</em> atau angka, yang biasanya ditulis dalam notasi titik-desimal, dimana alamat terdiri dari empat angka desimal serta dipisahkan oleh tiga titik (contoh: 192.0.2.235). Hingga saat ini, IPv4 menjadi salah satu versi <em>IP address </em>yang paling banyak digunakan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/640px-Ipv4_address.svg_.png" alt="contoh IPv4 dan IPv6" class="wp-image-7443" width="412" height="247" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/640px-Ipv4_address.svg_.png 640w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/640px-Ipv4_address.svg_-300x180.png 300w" sizes="(max-width: 412px) 100vw, 412px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu IPv6?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>IPv6 </strong>atau <strong><em>Internet Protocol version 6</em></strong>, merupakan versi terbaru dari <em>IP address</em> yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan alamat IP saat ini. Berbeda dengan IPv4, untuk IPv6 ini menggunakan sistem alamat 128-bit, sehingga dapat menyediakan lebih banyak alamat unik, yaitu sekitar 340 triliun alamat unik bahkan lebih. Jumlah ini tentunya cukup untuk memenuhi kebutuhan <em>IP address</em> yang terus meningkat bagi <em>website</em>, perangkat, IoT, dan lain sebagainya hingga beberapa tahun yang akan datang.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/600px-Ipv6_address_leading_zeros.svg_.png" alt="contoh IPv4 dan IPv6" class="wp-image-7444" width="448" height="265" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/600px-Ipv6_address_leading_zeros.svg_.png 600w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/01/600px-Ipv6_address_leading_zeros.svg_-300x178.png 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk alamat IPv6 ini berisikan <em>alphanumeric</em> atau huruf dan angka, yang ditulis dalam delapan grup dan masing-masing terdiri dari empat digit heksadesimal, yang dipisahkan oleh titik dua (<em>colon</em>), contohnya 2001:0db8:0000:0000:0000:8a2e:0370:7334 atau dapat disederhanakan menjadi 2001:db8::8a2e:370:7334.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perbedaan antara IPv4 dan IPv6</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan di atas, sudah terlihat terdapat beberapa perbedaan antara IPv4 dan IPv6. Nah, ternyata masih terdapat beberapa perbedaan lainnya yang dimiliki oleh kedua versi dari <em>IP address</em> ini. Apa sajakah perbedaan tersebut? Berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Perbedaan yang pertama terdapat pada ukuran alamat <em>IP address</em>. Untuk IPv4 menggunakan sistem alamat <em>IP address</em> 32-bit sehingga jumlah alamat IP unik yang disediakan terbatas, kurang lebih hanya 4.6 miliar. Sedangkan, untuk IPv6 menggunakan sistem alamat 128-bit yang mendukung hingga kurang lebih 340 triliun triliun alamat IP unik.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Untuk metode alamat IP yang digunakan oleh IPv4 adalah alamat <em>numeric </em>atau angka, dan setiap <em>binary bits</em> dipisahkan oleh titik (<em>dot</em>). Sedangkan, IPv6 menggunakan <em>alphanumeric</em> atau huruf dan angka untuk alamat IP nya, dan setiap <em>binary bits</em> dipisahkan oleh titik dua (<em>colon</em>).</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Terdapat perbedaan pada cara konfigurasinya, untuk IPv4 konfigurasi dilakukan secara manual melalui DHCP. Sedangkan, untuk IPv6 konfigurasi dilakukan secara otomatis karena memiliki fitur <em>stateless auto configuration</em>.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>Untuk keamanan IPv4 bergantung pada aplikasi lain, karena pada dasarnya sistem keamanan tidak di-<em>design</em> pada IPv4. Berbeda dengan IPv6, yang sudah memiliki IPSEc (<em>Internet Protocol Security)</em> di dalamnya, dan dapat digunakan dengan infrastruktur kunci yang tepat.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>Untuk <em>mapping</em>-nya, IPv4 menggunakan ARP (<em>Address Resolution Protocol</em>) untuk mengarahkan ke <em>MAC address</em>. Sedangkan, IPv6 menggunakan NDP (<em>Neighbour Discovery Protocol</em>) untuk mengarahkan ke <em>MAC address</em>.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="6"><li>Selanjutnya, untuk kesesuaian dengan perangkat seluler, maka IPv6 lah yang dapat dikatakan cocok dan sesuai untuk jaringan seluler. Hal ini dikarenakan, alamat IP <em>address </em>IPv6 dinyatakan dalam <em>hexadecimal </em>dan dipisah dengan <em>colon</em>. Sedangkan, IPv4 menggunakan notasi <em>dot-decimal</em>, sehingga kurang cocok untuk jaringan seluler.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa IPv4 dan IPv6 merupakan jenis-jenis versi dari <em>IP address</em>. Keduanya memiliki manfaat yang sama, hanya saja terdapat beberapa perbedaan yang dimiliki. Karena memang pada dasarnya IPv6 dibuat untuk menyempurnakan kekurangan yang dimiliki oleh IPv4.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan layanan hosting, server, dan data center. Apabila kamu masih bingung dalam menentukan pilihan layanan yang sesuai, silakan hubungi <em>customer service</em> kami melalui live chat, email, atau call center yang akan selalu siap membantumu 24/7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/ipv4-dan-ipv6-penjelasan-dan-perbedaan-keduanya/">IPv4 dan IPv6: Penjelasan dan Perbedaan Keduanya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</title>
		<link>https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 09:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[DNSSEC]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4837</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu mencoba untuk mengakses sebuah website, namun justru diarahkan ke sebuah website lain? Seperti yang kamu ketahui, ini merupakan tugas DNS (Domain Name System) untuk menerjemahkan alamat domain ke alamat IP address website yang dituju, agar kamu dapat mengakses website tersebut. Nah, tetapi DNS sangat rentan terhadap masalah keamanan pada infrastrukturnya yang dapat menyebabkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/">DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mencoba untuk mengakses sebuah <em>website, </em>namun justru diarahkan ke sebuah<em> website </em>lain? Seperti yang kamu ketahui, ini merupakan tugas DNS (<em>Domain Name System</em>) untuk menerjemahkan alamat domain ke alamat <em>IP address website</em> yang dituju, agar kamu dapat mengakses <em>website </em>tersebut. Nah, tetapi DNS sangat rentan terhadap masalah keamanan pada infrastrukturnya yang dapat menyebabkan kamu diarahkan ke <em>website </em>yang bukan seharusnya. Oleh karena itu, DNSSEC mengambil peran untuk mencegah terjadinya hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara kerja DNSSEC dalam meningkatkan keamanan saat mengakes sebuah <em>website</em>? Apabila kamu ingin mengetahui jawabannya, maka kamu berada di artikel yang tepat. Kali ini akan dibahas mengenai penjelasan beserta cara kerja dari DNSSEC. Yuk, mari kita simak artikelnya hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu DNSSEC?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membahas tentang DNSSEC (<em>Domain Name System Security Extension</em>), kamu harus paham terlebih dahulu mengenai apa itu DNS (<em>Domain Name System</em>). DNS dapat diibaratkan seperti buku telefon, yang berisikan daftar nama domain beserta <em>IP address</em>-nya. Ketika kamu akan mengakses sebuah <em>website </em>dengan memasukkan nama domainnya, maka DNS akan menerjemahkan nama domain tersebut ke <em>IP address</em>. Untuk kemudian dihubungkan ke lokasi server disimpannya <em>IP address</em> tersebut. &nbsp;Penjelasan mengenai DNS secara lebih lengkap dapat ditemukan pada artikel, <strong><a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui, DNS akan memberikan semua <em>IP address</em> yang diminta tanpa melakukan konfirmasi apapun. Tentunya hal tersebut sangatlah membahayakan, karena dapat memungkinkan terjadinya bebagai serangan seperti <em>DNS spoofing</em> atau serangan <em>man-in-the-middle</em>. Lalu, apa kaitannya dengan DNSSEC? Mengutip dari <em>website</em> <a href="https://www.cloudflare.com/dns/dnssec/how-dnssec-works/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cloudflare</a>, DNSSEC digunakan untuk menambah lapisan keamanan pada DNS, sehingga dapat melindungi pengguna internet dari kemungkinan terjadinya <em>redirect </em>ke halaman web lain atau bahkan palsu. &nbsp;Lantas, bagaimanakah cara kerja dari DNSSEC untuk melindungi pengguna internet? Yuk, mari kita simak di pembahasan berikutnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat dan Cara Kerja dari DNSSEC</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan DNSSEC ini sangatlah bermanfaat, yaitu untuk memastikan bahwa kamu terhubung dengan <em>website </em>yang benar dan sesuai dengan nama domain yang dicari. Sehingga dapat menghindari terjadinya pengarahan ke <em>website</em> palsu. Nah, hal ini dilakukan oleh DNSSEC dengan menggunakan <em>public key</em> dan <em>digital signature</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, DNSSEC akan menambahkan jenis <em>record</em> baru atau dikenal sebagai <em>digital signatures</em>, yang disimpan di <em>name server </em>DNS bersamaan dengan jenis DNS r<em>ecord </em>lainnya, seperti A, CNAME, dan MX. Sehingga dengan adanya pengecekan pada <em>digital signature</em> tersebut, kamu dapat memastikan bahwa DNS <em>record </em>yang diminta berasal dari <em>name server</em> yang asli (tidak dilakukan perubahan oleh siapapun).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut beberapa jenis dan fungsi dari <em>record</em> baru yang ditambahkan oleh DNSSEC.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>RRSIG (<em>Resource Record Signature</em>) – </strong>Berisikan <em>digital signature</em> yang digunakan untuk otentikasi data</li><li><strong>DNSKEY – </strong>Berisikan <em>public signing key</em> yang digunakan oleh resolver untuk verifikasi DNSSEC <em>signature</em></li><li><strong>DS (<em>Delegation Signer</em>) – </strong>Digunakan untuk verifikasi keaslian <em>child zones</em> pada DNSSEC <em>zone</em></li><li><strong>NSEC dan NSEC3 – </strong>Digunakan untuk memastikan <em>denial-of-existence</em> pada sebuah DNS <em>record</em></li><li><strong>CDNSKEY dan CDS – </strong>Digunakan untuk melakukan permintaan <em>update</em> oleh <em>child zone</em> pada DS <em>record</em> di <em>parent zone</em></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, <em>record </em>ini akan saling berinteraksi satu sama lain untuk menambahkan lapisan perlindungan pada DNS. Berikut penjelasan mengenai cara kerjanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>RRSet</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah pertama yang dilakukan, adalah dengan mengelompokkan semua jenis <em>record </em>yang sama ke dalam sebuah RRSet (<em>Resource Record Set</em>). Contoh, apabila terdapat 4 AAA <em>record</em>, maka semua <em>record</em> tersebut akan digabung menjadi satu dalam sebuah AAA RRSet. Nah, AAA RRSet ini akan ditandatangani secara digital, sehingga dengan melakukan pengelompokkan akan jauh lebih mempermudah prosesnya dibandingkan dengan melakukannya satu per satu pada setiap jenis <em>record</em> yang sama.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1.jpeg" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4838" width="418" height="179" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1.jpeg 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1-300x129.jpeg 300w" sizes="(max-width: 418px) 100vw, 418px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Zone-Signing Key</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, DNSSEC memiliki sepasang <em>zone-signing key</em> (ZSK), yaitu <em>private </em>dan <em>public key</em> pada setiap <em>zone-</em>nya. <em>Digital signature </em>dibuat untuk setiap RRSet menggunakan <em>private</em> ZSK dan disimpan pada <em>name server</em> sebagai RRSIG <em>record</em>. Kemudian, akan dilakukan juga penambahan <em>public</em> ZSK pada DNSKEY <em>record </em>untuk verifikasi <em>digital signature</em>. RRSet, RRSIG, dan <em>public </em>ZSK akan saling berinteraksi untuk melakukan validasi ketika <em>resolver</em> meminta jenis <em>record </em>tertentu. Misal, dilakukan permintan pada jenis <em>record </em>AAA, maka <em>name server</em> akan memberikan RRSIG yang sesuai. Lalu, <em>resolver</em> juga akan meminta <em>public key</em> untuk melakukan validasi terhadap permintaan tersebut.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1.png" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4839" width="437" height="372" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1-300x256.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1-768x656.png 768w" sizes="(max-width: 437px) 100vw, 437px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong><em>Key Signing Key</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain ZSK, DNSSEC juga memiliki <em>key signing key (</em>KSK), yang berfungsi untuk memvalidasi ZSK itu sendiri sebagaimana ZSK melindungi keseluruhan RRSet, seperti yang dijelaskan sebelumnya. Sama halnya dengan <em>public</em> ZSK, <em>name server </em>akan melakukan penambahan <em>public </em>KSK pada DNSKEY <em>record</em> lainnya, sehingga menghasilkan DNSKEY RRSet. Untuk <em>public </em>KSK dan ZSK, keduanya akan ditandatangani oleh <em>private</em> KSK. Nah, kemudian <em>resolver </em>dapat menggunakan <em>public</em> KSK untuk memvalidasi<em> public</em> ZSK.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong><em>Delegation Signer Record</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memastikan bahwa rangkaian proses di atas sudah tervalidasi, maka akan dibuatlah <em>delegation signer record </em>(<em>DS record</em>). Caranya, dengan melakukan <em>hash</em> pada DNSKEY berisikan <em>public</em> KSK, yang kemudian diberikan kepada <em>parent zone</em> untuk dibuat sebagai DS <em>record</em>. Dengan DS <em>record </em>ini, <em>resolver </em>dapat mengetahui bahwa DNSSEC pada <em>child zone</em> tersebut aktif (<em>enabled</em>). Untuk melakukan pengecekan validitas dari <em>public </em>KSK yang dimiliki <em>child zone</em>, maka <em>resolver</em> akan melakukan <em>hash </em>pada DS <em>record</em> tersebut dan membandingkannya dengan DS <em>record</em> yang dimiliki oleh <em>parent zone</em>. Apabila sesuai, maka <em>resolver </em>dapat memastikan bahwa keseluruhan <em>record</em> yang terdapat pada <em>child zone </em>aman. <em>Well,</em> inilah cara untuk mendapatkan kepercayaan atau dikenal sebagai <em>chain of trust</em> pada DNSSEC.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2.png" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4841" width="219" height="532" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2.png 422w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2-124x300.png 124w" sizes="(max-width: 219px) 100vw, 219px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong><em>Chain of Trust</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, bagaimana cara mempercayai DS <em>record</em>? Sama seperti RRSet lainnya, DS <em>record</em> juga ditandatangani, yang berarti DS <em>record</em> memiliki RRSIG yang sesuai pada <em>parent zone</em>. Untuk proses validasi yang terjadi juga sama seperti proses validasi pada <em>record </em>lainnya, hingga akhirnya berada pada tahap <em>chain of trust</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa DNSSEC memiliki peran yang cukup penting dalam melindungi DNS. Sehingga, kamu dapat terhindar dari berbagai serangan, seperti DNS <em>spoofing </em>dan<em> man-in-the-middle</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kamu yang sudah melakukan pembelian domain melalui Wide Host Media, kamu dapat mengaktifkan DNSSEC melalui halaman client area. Dengan begitu, keamanan website-mu akan menjadi lebih terjamin. Bagi yang belum memiliki domain, silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan berbagai macam domain keren yang dapat meningkatan <em>brand awareness </em>dan trafik <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/">DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cache dan Berbagai Manfaatnya</title>
		<link>https://widehostmedia.com/cache-dan-berbagai-manfaatnya/</link>
					<comments>https://widehostmedia.com/cache-dan-berbagai-manfaatnya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 06:41:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine Optimization]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[Cache]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4655</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah cache. Biasanya istilah ini sering ditemukan pada halaman browser, ketika akan dilakukan penghapusan pada history pencarian browser. Cache ini dilakukan agar sebuah halaman website dapat dimuat dengan cepat. Tetapi tahukah kamu apa yang dimaksud dengan cache? Kemudian, fungsi apakah yang dimiliki olehnya? Well, apabila kamu penasaran dan ingin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/cache-dan-berbagai-manfaatnya/">Cache dan Berbagai Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah <em>cache</em>. Biasanya istilah ini sering ditemukan pada halaman <em>browser</em>, ketika akan dilakukan penghapusan pada <em>history </em>pencarian <em>browser</em>. <em>Cache</em> ini dilakukan agar sebuah halaman <em>website </em>dapat dimuat dengan cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi tahukah kamu apa yang dimaksud dengan <em>cache</em>? Kemudian, fungsi apakah yang dimiliki olehnya? <em>Well</em>, apabila kamu penasaran dan ingin tahu lebih jauh, maka kamu berada di artikel yang tepat. Kali ini akan dibahas mengenai<em> cache</em>, mulai dari pengertian hingga berbagai manfaatnya. Yuk, mari kita simak penjelasan lengkapnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Cache</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <em>website </em><a href="https://www.fortinet.com/resources/cyberglossary/what-is-caching" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Fortinet</a>, <strong><em>cache</em></strong> merupakan tempat penyimpanan data sementara, sedangkan untuk proses penyimpanan data itu sendiri disebut dengan <strong><em>caching</em></strong>,  sehingga memungkinkan akses data dan file menjadi lebih cepat. <em>Cache</em> menyimpan berbagai data sementara untuk <em>software</em>, <em>server</em> dan <em>web server</em>. Hal ini menjadikan <em>website</em> dan aplikasi dapat dimuat secara lebih cepat, karena data sudah tersimpan pada <em>cache</em> dan pengguna tidak perlu kembali mengunduh informasi setiap mengakses <em>website </em>atau aplikasi yang sudah diakses sebelumnya. Data yang tersimpan<em> </em>biasanya merupakan data yang sering diakses oleh pengguna, atau kemungkinan data yang akan diakses.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data yang tersimpan terdiri dari berbagai macam bentuk termasuk <em>multimedia</em>, seperti gambar, file, dan <em>scripts</em>. Semua data tersebut akan tersimpan secara otomatis ketika pengguna mengunjungi sebuah <em>website </em>atau membuka aplikasi. Perlu diketahui, DNS, CDN dan <em>web browser </em>juga melakukan <em>caching</em>. <em>Caching</em> pada DNS digunakan untuk melakukan pencarian secara lebih cepat, sedangkan<em> </em>pada CDN digunakan untuk mengurangi terjadinya <em>latency</em>. Terakhir, pada <em>web browser</em> digunakan untuk memuat halaman <em>website </em>menjadi lebih cepat. &nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat y</strong>ang Dimiliki</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami pengertiannya, kini akan dibahas mengenai beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan melakukan <em>caching</em>, berikut penjelasan singkatnya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Meningkatkan performa</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Dapat meningkatkan performa <em>website </em>atau aplikasi. Dengan melakukan penyimpanan data, kamu tidak perlu kembali mengunduh data pada <em>website</em> yang sudah dikunjungi. Hal ini membuat proses pemuatan halaman juga menjadi lebih cepat.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Efisiensi <em>resource</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Dapat memaksimalkan penggunaan sumber daya sehingga menjadi lebih efisien. Misal, akses cepat yang didapatkan dari <em>caching</em> bisa membantu dalam penghematan <em>battery/</em>energi.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Dapat diakses secara <em>offline</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Cache </em>menyimpan berbagai macam data <em>website</em> yang sering kamu akses dan gunakan. Sehingga, kamu dapat memanfaatkan data yang sudah tersimpan<em> </em>untuk mengakses <em>website </em>walaupun tanpa terkoneksi ke internet.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana Cara Kerja</strong>nya?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengetahui pengertian beserta manfaat dari <em>cache</em>, apakah kamu penasaran mengenai cara kerjanya? Berikut dijelasakan secara singkat mengenai cara kerjanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Umumnya, permintaan untuk menampilkan sebuah halaman akan diproses pada <em>database server</em>, untuk kemudian diubah ke format HTML, dan hasilnya akan ditampilkan melalui <em>browser</em>. Nah, dengan <em>caching</em>, kamu dapat mempersingkat atau mempercepat proses permintaan halaman yang diinginkan. Tidak perlu dilakukan serangkaian proses tersebut, karena data yang diinginkan sudah tersimpan pada <em>cache</em>.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/10/cache-hit-miss_.png" alt="Cara kerja cache" class="wp-image-4662" width="571" height="285" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/10/cache-hit-miss_.png 996w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/10/cache-hit-miss_-300x150.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/10/cache-hit-miss_-768x383.png 768w" sizes="(max-width: 571px) 100vw, 571px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, dapat disimpulkan ketika akan dilakukan percobaan akses data, hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pengecekan, <em>in case</em> data yang dicari sudah tersimpan. Apabila data yang diinginkan terdapat pada <em>cache</em>, maka data tersebut akan langsung diteruskan kepada <em>client</em>, proses ini dikenal dengan nama <strong><em>cache hit</em></strong>. Sedangkan, apabila data yang dicari tidak ditemukan pada <em>cache</em>, maka disebut dengan <em><strong>cache miss</strong></em> karena harus dilakukan pertukaran data terlebih dahulu dengan server .</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penggunaan <em>Cache</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu diketahui, <em>cache</em> dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari aplikasi hingga <em>Domain Name System</em> (DNS). Simak penjelasan singkat mengenai penggunaannya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Aplikasi – </strong><em>Caching</em> dilakukan pada berbagai aplikasi yang kamu miliki untuk menyimpan data yang pernah digunakan. <em>Cache</em> tersebut berada pada tempat penyimpanan perangkat (<em>device storage</em>).</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Browser –</em></strong> Digunakan oleh browser untuk menyimpan data yang sudah pernah diakses sebelumnya, untuk kemudian digunakan kembali dan membuat halaman web dapat ditampilkan secara lebih cepat.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Perangkat – </strong>Digunakan sebagai tempat penyimpanan data pada berbagai perangkat, biasanya berada di s<em>torage </em>dan RAM sebuah perangkat.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>DNS – </strong><em>Caching</em> juga dilakukan pada DNS, agar dapat melakukan pencarian lebih cepat.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Perbedaan dengan <em>Cookies</em></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu pasti juga sudah tidak asing dengan istilah <em>cookies</em>, istilah ini sering ditemukan apabila kamu mengunjungi sebuah <em>website</em>. Biasanya terdapat notifikasi permintaan untuk menggunakan <em>cookies</em>. Nah, apakah perbedaan antara <em>cache</em> dan <em>cookies</em>? atau, keduanya sama? <em>Well</em>, nyatanya keduanya berbeda,<em> cache </em>digunakan untuk menyimpan data halaman web yang dicari dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan <em>cookies</em> digunakan untuk menyimpan pilihan pengguna dan melacak preferensi pengguna.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa <em>cache </em>merupakan tempat penyimpanan data yang cukup bermanfaat, karena dapat digunakan untuk mengakses kembali data tersedia secara lebih cepat. Selain itu, dengan <em>caching </em>kamu dapat meningkatkan performa <em>website </em>dan aplikasi yang dimiliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menggunakan <em>cache</em>, tingkatkan performa <em>website</em>-mu dengan menggunakan layanan <em>hosting</em> dari <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>. Kami menyediakan berbagai layanan <em>hosting</em> yang didukung dengan berbagai teknologi canggih untuk keamanan dan juga stabilitas <em>website</em>-mu<em>.</em> Apabila kamu masih bingung dalam menentukan pilihan layanan yang sesuai, silakan hubungi <em>customer service</em> kami melalui live chat, email, atau call center yang akan selalu siap membantumu 24/7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/cache-dan-berbagai-manfaatnya/">Cache dan Berbagai Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://widehostmedia.com/cache-dan-berbagai-manfaatnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Load Balancing untuk Performa yang Tinggi</title>
		<link>https://widehostmedia.com/load-balancing-untuk-performa-yang-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 06:40:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cloud Computing]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[load balancing]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4521</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah website-mu mengalami downtime ketika dihadapi dengan lonjakan trafik yang cukup tinggi? Hal tersebut dapat terjadi apabila resource yang dimiliki tidak mencukupi. Nah, tetapi kamu tidak perlu khawatir karena terdapat sebuah solusi untuk hal tersebut, yaitu dengan menggunakan load balancing. Apakah sebelumnya kamu sudah pernah mendengar mengenai load balancing? Lalu, tahukah kamu bagaimana cara kerjanya? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/load-balancing-untuk-performa-yang-tinggi/">Load Balancing untuk Performa yang Tinggi</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah <em>website</em>-mu mengalami <em>downtime</em> ketika dihadapi dengan lonjakan trafik yang cukup tinggi? Hal tersebut dapat terjadi apabila <em>resource</em> yang dimiliki tidak mencukupi. Nah, tetapi kamu tidak perlu khawatir karena terdapat sebuah solusi untuk hal tersebut, yaitu dengan menggunakan <em>load balancing</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah sebelumnya kamu sudah pernah mendengar mengenai <em>load balancing</em>? Lalu, tahukah kamu bagaimana cara kerjanya? Jika kamu penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut, kamu berada pada artikel yang tepat karena kali ini akan dibahas mengenai <em>load balancing</em>. Yuk, mari kita simak pembahasan lengkapnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>P</strong>engertian</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu tidak perlu khawatir akan terjadinya <em>downtime </em>apabila memiliki sebuah <em>website</em> dengan trafik yang cukup tinggi. Dengan proses <em>load balancing</em>, <em>website</em>-mu tetap dapat menangani sebanyak apapun permintaan yang masuk. Sehingga, dapat menurunkan kemungkinan terjadinya <em>downtime</em> pada sebuah <em>website</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, dapat dikatakan bahwa <i>load balancing</i> ini merupakan sebuah proses pendistribusian beban trafik ke beberapa <em>server</em> sekaligus. <em>Tools</em> atau aplikasi yang menangani proses<em> </em>ini disebut dengan <em>load balancer</em>. Terdapat dua jenis <em>load balancer</em>, yaitu <em>software</em> dan <em>hardware</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, terdapat kemampuan <em>failover</em> yang dimilikinya, yaitu kemampuan untuk mengalihkan <em>server</em> secara otomatis ke <em>server </em>cadangan lainnya. Sehingga, apabila terjadi kendala pada salah satu <em>server </em>maka <em>load balancer</em> dapat mengalihkannya ke <em>server</em> lain untuk menghindari terjadinya <em>crash</em> pada <em>website</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja <em>Load Balancing</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memahami pengertiannya, apakah kamu ingin mengetahui bagaimana cara kerjanya? Nah, seperti yang sudah dijelaskan, <em>load balancer </em>terdiri dari dua jenis yaitu <em>software</em> dan <em>hardware</em>. Untuk <em>software load balancer</em> dapat berkerja pada sebuah <em>server</em>, <em>virtual machine</em> atau <em>cloud. </em>Sedangkan untuk <em>hardware</em> <em>load balancer</em> memiliki perangkat fisiknya sendiri.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/load-balancing-1024x554.jpeg" alt="Cara Kerja load balancing" class="wp-image-4526" width="577" height="312" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/load-balancing-1024x554.jpeg 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/load-balancing-300x162.jpeg 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/load-balancing-768x415.jpeg 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/load-balancing.jpeg 1110w" sizes="(max-width: 577px) 100vw, 577px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua jenis <em>load</em> <em>balancer</em> tersebut bekerja dengan cara menerima permintaan yang masuk dari <em>user </em>dan memeriksa penggunaan <em>server</em>, kemudian <em>load balancer</em> menentukan <em>server </em>mana yang akan menangani permintaan tersebut berdasarkan <strong>algoritma <em>load balancing</em></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah yang dimaksud dengan algoritma <em>load balancing</em>? Yuk, mari kita simak di pembahasan berikutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Jenis Algoritma <em>Load Balancing</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Algoritma <em>load balancing</em> merupakan sebuah aturan yang sudah ditentukan, untuk digunakan oleh <em>load balancer</em> dalam melakukan pendistribusian jaringan trafik antar <em>server</em>. Mengutip dari <em>website</em> <a href="https://www.cloudflare.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cloudflare</a>, algoritma <em>load balancing </em>terbagi menjadi dua kategori, yaitu:</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong><em>Dynamic load balancing</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan jenis algoritma yang memperhitungkan kemampuan dari setiap<em> server</em> dalam melakukan pendistribusiannya. Berikut beberapa jenis metode yang digunakan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em>Least connection</em>: Melakukan pendistribusian trafik ke<em> server</em> dengan koneksi yang paling sedikit.</li><li><em>Weighted least connection</em>: Melakukan pendistribusian trafik dengan bobot yang berbeda pada tiap s<em>erver</em>.</li><li><em>Weighted response connection</em>: Melakukan pendistribusian trafik dengan cara melihat respon rata-rata dari tiap <em>server </em>dan mengirimkannya ke <em>server </em>yang memiliki respon tercepat.</li><li><em>Resource-based</em>: Melakukan pendistribusian trafik dengan cara melihat <em>resources </em>yang tersedia pada tiap <em>server</em>.</li></ul>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Static load balancing</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Merupakan jenis algoritma yang melakukan pendistribusian trafik tanpa melihat penyesuain pada <em>server</em>. Beberapa bahkan melakukan pendistribusian secara merata. Berikut beberapa jenis metode yang digunakan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em>Round robin</em>: Melakukan pendistribusian trafik secara rotasi dari satu <em>server </em>ke <em>server</em> lainnya menggunakan DNS (<em>Domain Name System</em>).</li><li><em>Weighted round robin</em>: Melakukan pendistribusian trafik dengan bobot yang berbeda pada tiap <em>server</em>. Beberapa server yang dianggap mampu, akan menangani lebih banyak trafik.</li><li><em>IP hash</em>: Melakukan pendistribusian trafik dengan cara menggunakan IP <em>address</em> pengguna.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat <em>Load Balancing</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut penjelasan mengenai beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari penggunaannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Skalabilitas</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Manfaat pertama adalah dapat meningkatkan skalabilitas <em>server</em>-mu. Apabila terdapat lonjakan trafik yang cukup signifikan, <em>server </em>bisa kewalahan dalam menangani permintaan yang masuk sehingga menyebabkan terjadinya <em>crash </em>pada <em>website</em>. Tetapi, dengan adanya proses ini, permintaan (<em>request</em>) tersebut di sebar ke beberapa <em>server </em>sekaligus sehingga semuanya dapat ditangani dengan mudah. <em>Administrator server</em> dapat meningkatkan atau menurunkan skala <em>server</em>, yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan <em>website</em>-mu.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Performa dan Fleksibilitas</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Selain meningkatkan skalabilitas <em>server</em>-mu, kamu memiliki fleksibilitas untuk melakukan pemeliharaan <em>server</em> dimanapun dan kapanpun tanpa menghentikan proses kerja <em>server</em> tersebut. Sehingga, <em>maintenance </em>tetap dapat dilakukan selagi beban <em>load</em> dialihkan ke <em>server</em> lain.  Hal tersebut dapat mengurangi terjadinya <em>downtime</em> dan meningkatkan performa <em>website</em>. </p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Keamanan</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Load balancer dapat memberikan layer tambahan untuk keamanan <em>website</em>-mu. Sehingga <em>website</em> dapat terlindungi dari serangan <em>hacker </em>dan DDoS. Kamu dapat membaca pembahasan lebih lanjut mengenai DDoS pada artikel, <a href="https://widehostmedia.com/ddos-attack-penjelasan-dan-cara-pencegahannya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DDoS Attack: Penjelasan dan Cara Pencegahannya</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian pengertian, cara kerja, dan manfaat dari <em>load balancing</em>. Sehingga dapat disimpulkan bahwa <em>load balancing</em> merupakan sebuah proses yang dapat menurunkan terjadinya <em>downtime</em> pada sebuah <em>website</em>, terutama yang memiliki trafik tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, jangan khawatir apabila <em>website</em>-mu memiliki trafik tinggi karena kamu dapat mengurangi terjadinya <em>downtime </em>dengan menggunakan <em>load balancer</em>. Silakan kunjungi <em>website </em>Wide Host Media, kami menggunakan teknologi <em>load balancer </em>dari VMware dan memberikan jaminan <em>uptime </em>mencapai 99.9%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/load-balancing-untuk-performa-yang-tinggi/">Load Balancing untuk Performa yang Tinggi</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu DNS (Domain Name System)?</title>
		<link>https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/</link>
					<comments>https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 04:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[ip address]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4478</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekarang semua hal bisa dilakukan dengan mudah, termasuk dalam mengakses sebuah halaman website. Kamu hanya perlu memasukkan nama domain tanpa harus mengingat serangkaian angka rumit yang biasa kita sebut sebagai IP address. Kemudian browser akan segera memuat halaman yang kamu inginkan. Perlu kamu ketahui, serangkaian proses tersebut dibantu oleh sebuah sistem bernama DNS (Domain Name [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sekarang semua hal bisa dilakukan dengan mudah, termasuk dalam mengakses sebuah halaman <em>website</em>. Kamu hanya perlu memasukkan nama domain tanpa harus mengingat serangkaian angka rumit yang biasa kita sebut sebagai IP <em>address</em>. Kemudian <em>browser </em>akan segera memuat halaman yang kamu inginkan. Perlu kamu ketahui, serangkaian proses tersebut dibantu oleh sebuah sistem bernama DNS (<em>Domain Name System</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mendengar tentang DNS? Apa yang kamu ketahui tentang DNS? <em>Well</em>, apabila kamu masih bingung mengenai apa itu DNS, jangan khawatir karena kali ini kita akan membahas mengenai penjelasan dan juga cara kerjanya secara lengkap. Yuk, mari kita simak pembahasan artikel ini hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penjelasan DNS (<em>Domain Name System</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">DNS atau <em>Domain Name System</em> merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk menerjemahkan domain ke IP <em>address</em> sehingga dapat dipahami oleh <em>web browser</em>. Mengapa harus diterjemahkan? Karena <em>web browser</em> hanya dapat berkomunikasi menggunakan IP <em>address </em>agar dapat memuat konten yang diinginkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu dapat membayangkan DNS selayaknya buku telefon, terdapat daftar nama domain beserta IP <em>address</em>-nya. Ketika kamu memasukkan nama domain sebuah <em>website</em> pada <em>browser</em>, DNS akan menerjemahkannya ke IP <em>address</em> dan menghubungkan ke lokasi <em>server </em>disimpannya IP <em>address </em>tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya DNS dapat memudahkan kamu dalam mengakses sebuah <em>website</em>, karena kamu tidak perlu menghafal serangkaian angka unik yang sulit untuk diingat. Selain itu, tanpa DNS kamu harus menghafal kepemilikan IP <em>address</em> dari setiap <em>website</em>, cukup menyulitkan bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, keberadaan DNS saat ini benar-benar menguntungkan karena dapat memudahkan seluruh pengguna internet. Lantas, bagaimanakah cara kerja dari DNS sehingga akhirnya <em>browser</em> dapat memuat halaman <em>website </em>yang diinginkan? Simak penjelasan berikutnya mengenai cara kerja dari DNS (<em>Domain Name System</em>).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja DNS (<em>Domain Name System</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengetahui pengertian DNS, lantas apakah kamu penasaran mengenai cara kerjanya? Tetapi sebelum membahas cara kerja DNS, kamu harus mengetahui terlebih dahulu mengenai DNS <em>query</em> dan DNS <em>server</em> yang terlibat dalam proses pemuatan sebuah <em>website</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>DNS <em>Query</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">DNS <em>query </em>merupakan sebuah tahapan paling awal dalam proses pencarian DNS. <em>Query </em>itu sendiri merupakan pertanyaan terkait IP <em>address </em>dari sebuah nama domain. Ketika kamu mengetikan sebuah nama domain pada <em>browser</em>, maka <em>browser </em>akan mengirimkan<em> query</em> ke seluruh internet untuk menemukan <em>website</em> yang dicari. Terdapat beberapa jenis <em>query </em>yang harus kamu ketahui, berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong><em>Recursive query</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pada <em>recursive query</em>, klien akan meminta <em>server</em> (DNS <em>recursive resolver</em>) untuk memberikan jawaban entah itu jawaban dari hasil pencarian melalui <em>root server</em> dan <em>authoritative name server</em>, atau sebuah pesan <em>error</em> yang berarti r<em>esolver </em>tidak dapat menemukan jawaban dari pertanyaan klien.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Iterative query</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pada jenis <em>query</em> ini, klien akan memberikan <em>hostname </em>dan membiarkan <em>server</em> memberikan jawaban terbaik yang dapat diberikan. <em>Resolver </em>akan mencari jawabannya pada <em>cache</em>, atau memberi klien rujukan ke <em>root server</em> atau <em>authoritative name server </em>terdekat dengan DNS <em>zone</em>.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong><em>Non-recursive query</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Ini merupakan salah satu <em>query </em>dengan proses yang paling cepat karena sudah <em>resolver </em>ketahui jawabannya. Jawabannya sudah tersimpan di <em>local cache</em>, atau <em>resolver </em>bertanya pada DNS <em>server authoritative </em>yang sudah jelas memiliki informasi mengenai IP <em>address</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, terdapat 4 jenis <em>server</em> yang terlibat dalam proses kerja DNS. Dengan mengetahui <em>server-server</em> berikut, kamu akan memahami perihal cara kerja pada pencarian DNS. Berikut penjelasan mengenai <em>server</em> yang terlibat dan juga cara kerja pencarian DNS.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>DNS Server</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat 4 jenis <em>server </em>berbeda yang dilibatkan oleh DNS untuk memuat sebuah <em>website</em>, berikut penjelasannya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/How-DNS-works.png" alt="Cara Kerja DNS (Domain Name System)" class="wp-image-4480" width="492" height="379" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/How-DNS-works.png 512w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/How-DNS-works-300x231.png 300w" sizes="(max-width: 492px) 100vw, 492px" /></figure></div>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>DNS <em>Recursor</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">DNS<em> Recursor </em>atau juga dikenal sebagi DNS <em>resolver </em>merupakan tahapan pertama dalam pencarian informasi mengenai sebuah IP <em>address</em>. Berfungsi sebagai penerima pertanyaan (<em>query</em>) dari klien melalui <em>web browser</em>, DNS <em>recursor </em>akan mencari informasi mengenai IP <em>address</em> yang ditanyakan pada <em>cache server</em>. Apabila tidak ditemukan, maka akan dilakukan pencarian pada ISP (<em>Internet Service Provider</em>). Perlu diketahui, untuk menemukan informasi mengenai IP <em>address</em>, <em>recursor</em> tidak bekerja sendirian melainkan berkomunikasi dengan 3 <em>server </em>lainnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Root Name Server</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Tahapan selanjutnya berada di <em>Root name server</em>. Apabila informasi mengenai IP <em>address </em>yang ditanyakan tidak terdapat di ISP, maka akan dicari pada <em>root name server.</em> <em>Root name server</em> akan mencari informasi mengenai IP <em>address</em> melalui <em>server</em> terdekat. <em>Root name server </em>juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menemukan lokasi spesifik lainnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>TLD<em> Name Server</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui <em>root name server</em>, sistem akan mencari informasi mengenai IP <em>address </em>yang ditanyakan dari <em>top-level domain</em> yang dimilikinya. <em>Top-level domain</em> merupakan sebuah akhiran dari nama domain. (contoh: .com, .id, .org, dsb). Setelah menemukan informasi dari <em>top-level domain</em>, maka <em>server </em>dapat meneruskan pencarian ke <em>server</em> berikutnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong><em>Authoritative Name Server</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mendapatkan informasi mengenai lokasi <em>server hostname</em> yang diminta, maka selanjutnya akan tiba di <em>authoritative name server</em>. Ini merupakan server terakhir yang dikunjungi <em>query</em>. <em>Authoritative name server</em> memiliki informasi lengkap mengenai <em>website </em>yang akan kamu tuju. Kemudian, setelah mendapatkan informasi dari <em>authoritative name server</em>, <em>browser</em> pun akan menampilkan hasil <em>website </em>yang diminta.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-jenis DNS Record</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, kamu harus mengetahui jenis-jenis DNS <em>record</em> yang sering dijumpai. DNS <em>record</em> itu sendiri merupakan petunjuk berisi kumpulan informasi terkait domain yang disimpan pada DNS <em>server</em>. Mengutip dari website <a href="https://www.cloudflare.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cloudflare</a>, berikut jenis-jenis DNS <em>record</em> yang umum dijumpai.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><strong>A <em>record </em></strong>– Menyimpan informasi mengenai IP <em>address </em>dari sebuah domain.</li><li><strong>CNAME <em>record</em> </strong>– Digunakan untuk mengarahkan suatu domain atau subdomain ke domain lainnya.</li><li><strong>MX <em>record</em></strong> – Digunakan untuk mengarahkan <em>email</em> ke sebuah <em>mail server</em>, dan menunjukan arah rute sebuah <em>email</em> sesuai dengan SMTP.</li><li><strong>TXT </strong><em><strong>record</strong> </em>– &nbsp;Menyimpan informasi teks mengenai sumber di luar domain yang kamu miliki.</li><li><strong>NS <em>record</em></strong> – &nbsp;&nbsp;Digunakan untuk menunjukan server DNS dari sebuah domain.</li><li><strong>SOA <em>record</em></strong> – Menyimpan informasi penting mengenai domain atau <em>zone</em>, seperti alamat <em>email https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2020/02/team5-7-1.jpgistrator</em>, kapan terakhir dilakukan <em>update </em>pada domain, dan lain sebagainya.</li><li><strong>SRV <em>record</em></strong> – Digunakan untuk menentukan sebuah<em> host</em> dan <em>port</em> untuk layanan yang spesifik, seperti <em>voice over IP</em> (VoIP), pesan singkat, dan lain sebagainya.</li><li><strong>PTR <em>record</em></strong> – Menyimpan informasi mengenai nama domain dari sebuah IP <em>address</em>.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai apa itu DNS beserta cara kerjanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa DNS sangatlah bermanfaat bagi para pengguna internet. Karena dengan adanya DNS kamu tidak perlu repot-repot untuk menghafal IP <em>address</em> dari setiap <em>website </em>untuk mengunjunginya. Cukup dengan mengetikkan nama domain, maka DNS akan menerjemahkannya ke dalam IP a<em>ddress</em> agar <em>browser</em> dapat memahami dan menampilkan konten yang diinginkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sudahkah kamu memiliki nama domain unik dan keren untuk <em>website</em>-mu? Dengan memiliki nama domain keren, pengunjung akan dengan mudah mengingat <em>website</em>-mu. Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan berbagai macam domain keren yang dapat meningkatan <em>brand awareness </em>dan trafik <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Penggunaan CDN (Content Delivery Network)</title>
		<link>https://widehostmedia.com/manfaat-penggunaan-cdn-content-delivery-network/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2021 04:35:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[CDN]]></category>
		<category><![CDATA[cloudflare]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4324</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi para pengembang website, istilah CDN (Content Delivery Network) mungkin sudah tidak asing lagi untuk didengar. Tetapi bagi para pemula, mungkin akan bertanya-tanya apa itu CDN. Jika kamu sudah membaca artikel tentang Cloudflare: Fungsi dan Keunggulan, pada artikel tersebut sudah sedikit dijelaskan mengenai apa itu CDN dan juga contoh dari CDN itu sendiri. CDN ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/manfaat-penggunaan-cdn-content-delivery-network/">Manfaat Penggunaan CDN (Content Delivery Network)</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bagi para pengembang <em>website</em>, istilah CDN (<em>Content Delivery Network</em>) mungkin sudah tidak asing lagi untuk didengar. Tetapi bagi para pemula, mungkin akan bertanya-tanya apa itu CDN. Jika kamu sudah membaca artikel tentang <a href="https://widehostmedia.com/cloudflare-fungsi-dan-keunggulan">Cloudflare: Fungsi dan Keunggulan</a>, pada artikel tersebut sudah sedikit dijelaskan mengenai apa itu CDN dan juga contoh dari CDN itu sendiri. CDN ini memiliki banyak manfaat terutama bagi para pengembang <em>website</em> untuk menjaga dan meningkatkan performa <em>website</em>-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah kamu penasaran mengenai apa itu CDN? <em>Well</em>, untuk membantu kamu memahaminya, kali ini akan dibahas secara lebih detail mengenai apa itu CDN. Jika kamu penasaran dan ingin mengetahui tentang CDN, simak artikel ini hingga akhir ya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu CDN (<em>Content Delivery Network</em>)?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">CDN (<em>Content Delivery Network</em>) merupakan sekumpulan <em>server </em>yang saling bekerja sama untuk pengiriman konten statis yang cepat. Konten statis yang dimaksud dapat berupa gambar, video, teks, audio, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fungsi dari layanan ini adalah untuk mengirimkan konten yang diminta oleh pengguna (<em>user</em>), dari lokasi penyimpanannya yang terdekat dengan pengguna (<em>user</em>). Mengapa dikirimkan dari lokasi terdekat dengan pengguna? Karena semakin dekat lokasinya, maka akan semakin cepat <em>loading </em>sebuah <em>website</em> yang sedang diakses. Nah, untuk meminimalkan jarak antara <em>user</em> dengan <em>server</em>, CDN menyimpan <em>cache </em>konten dalam beberapa lokasi geografis. Lokasi-lokasi ini disebut dengan <em>Point of Presence</em> (PoP). PoP inilah yang bertugas untuk mengirimkan konten ke pengguna terdekatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh, apabila kamu ingin mengakses sebuah situs yang lokasi <em>server</em>-nya berada di Kanada maka CDN akan mengarahkan ke PoP terdekat yang berada di Indonesia, bukan Kanada. Sehingga<em> loading </em>situs pun akan menjadi lebih cepat, karena jaraknya yang dekat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="914" height="543" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/CDN2.png" alt="Content Delivery Network" class="wp-image-4326" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/CDN2.png 914w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/CDN2-300x178.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/CDN2-768x456.png 768w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Layanan CDN ini sudah cukup populer dan digunakan oleh banyak situs-situs besar seperti Facebook, Netflix, dan Amazon. Hal ini dikarenakan layanan CDN yang memiliki banyak manfaat untuk para penggunanya. Adakah manfaat lainnya yang dimiliki oleh layanan CDN ini? Mari simak pembahasan selanjutnya mengenai manfaat CDN (<em>Content Delivery Network</em>).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat CDN (<em>Content Delivery Network</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain yang sudah disebutkan di atas, CDN memiliki beberapa manfaat lainnya yang dapat membantu kamu dalam meningkatkan stabilitas dan juga performa situsmu. Berikut beberapa manfaat lain yang dimiliki oleh CDN (<em>Content Delivery Network</em>):</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Meningkatkan Kecepatan <em>Loading Website</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan, CDN dapat membantu dalam meningkatkan kecepatan <em>loading</em> sebuah <em>website</em>. Hal ini dikarenakan lokasi <em>server</em>-nya yang sudah tersebar di berbagai negara, sehingga setiap ada permintaan (<em>request</em>) yang masuk CDN akan langsung mengarahkannya ke <em>server </em>terdekat dengan pengguna, tanpa harus melewati beberapa <em>routing server</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Mengurangi Penggunaan <em>Bandwidth</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila kamu mempunyai <em>resources</em> yang terbatas, maka CDN dapat membantu kamu dalam mengurangi penggunaan <em>resources</em> tersebut, terutama pada penggunaan <em>bandwidth</em>. Hal ini dilakukan CDN dengan cara menyimpan<em> cache</em> dan juga optimisasi lainnya, sehingga CDN mampu mengurangi penggunaan<em> bandwidth</em> yang harus disediakan oleh <em>server</em>.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Meminimalisir Terjadinya <em>Website Down</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Lonjakan trafik bisa saja terjadi pada sebuah <em>website</em>, hal tersebut bisa menyebabkan <em>website crash</em> dan menjadi tidak bisa diakses (<em>unresponsive</em>). Namun, CDN dapat meminimalisir terjadinya hal ini dengan cara mendistribusikan beban trafik ke beberapa <em>server</em> terdekat, sehingga dapat mencegah terjadinya lonjakan trafik (<em>traffic spike</em>).</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Meningkatkan Keamanan <em>Website</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">CDN juga dapat melindungi <em>website</em>-mu dari berbagai serangan bahaya, seperti DDoS (<em>Distributed Denial of Service</em>) <em>attack</em>. Layanan ini menyediakan mitigasi DDoS, peningkatan sertifikat kemanan dan juga optimisasi lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penyedia CDN (<em>Content Delivery Network</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila kamu tertarik untuk menggunakan CDN, terdapat dua opsi yang bisa kamu pilih yaitu dengan menggunakan layanan penyedia CDN gratis atau berbayar. Kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhanmu, apabila jumlah trafik <em>website</em>-mu belum terlalu tinggi maka masih memungkinkan untuk menggunakan layanan penyedia CDN gratis seperti Cloudflare. Berikut beberapa layanan penyedia CDN (<em>Content Delivery Network</em>) lainnya, baik itu yang gratis maupun berbayar.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Cloudflare</li><li>Stackpath</li><li>Amazon CLoudFlare</li><li>KeyCDN</li><li>Incapsula</li><li>JsDeliver</li><li>Photon</li><li>RackSpace</li><li>CDN77</li><li>WindowsAzure</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai apa itu CDN (<em>Content Delivery Network</em>) beserta manfaatnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan CDN bermanfaat untuk meningkatkan stabilitas dan juga performa<em> website</em>-mu. Tidak perlu memiliki keahlian khusus dalam mengatifkan sebuah CDN, kamu dapat menggunakan layanan CDN gratis hanya dengan menambahkan nama domain pada layanan yang bersangkutan. Selain sangat mudah, juga banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila kamu sudah menggunakan layanan dari Wide Host Media, maka kamu juga bisa mengaktifkan layanan CDN-mu. Sedangkan untuk kamu yang masih bingung dan belum mendapatkan layanan yang diinginkan, silakan kunjungi website <a href="https://widehostmedia.com/">Wide Host Media</a>. Terdapat berbagai layanan <em>server</em>, <em>hosting</em>, <em>domain </em>dan <em>data center</em> terbaik. Wide Host Media memberikan jaminan <em>uptime</em> mencapai 99.9% yang didukung dengan teknologi dan infrastruktur terbaik sehingga menghasilkan performa maksimal.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/manfaat-penggunaan-cdn-content-delivery-network/">Manfaat Penggunaan CDN (Content Delivery Network)</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Firewall: Penjelasan, Manfaat dan Cara Kerja</title>
		<link>https://widehostmedia.com/firewall-penjelasan-manfaat-dan-cara-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2021 05:03:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[Firewall]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi para pengguna internet, pasti sudah tidak asing dengan istilah firewall. Sebuah sistem keamanan jaringan yang dapat melindungi sistem-mu dari berbagai ancaman. Sesuai dengan namanya, perangkat ini berperan sebagai dinding pembatas di antara perangkatmu (komputer, HP, dll) dan juga jaringan internet yang digunakan. Lantas, adakah manfaat lainnya dari firewall? Apabila kamu tertarik untuk mengetahui lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/firewall-penjelasan-manfaat-dan-cara-kerja/">Firewall: Penjelasan, Manfaat dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bagi para pengguna internet, pasti sudah tidak asing dengan istilah <em>firewall</em>. Sebuah sistem keamanan jaringan yang dapat melindungi sistem-mu dari berbagai ancaman. Sesuai dengan namanya, perangkat ini berperan sebagai dinding pembatas di antara perangkatmu (komputer, HP, dll) dan juga jaringan internet yang digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, adakah manfaat lainnya dari <em>firewall</em>? Apabila kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, maka simak terus artikel ini hingga akhir. Kali ini akan dibahas mengenai penjelasan, manfaat, dan cara kerja dari <em>firewall</em>. <em>Happy reading</em>!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Firewall</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Firewall </em>dapat termasuk ke dalam sebuah perangkat keras (<em>hardware</em>), perangkat lunak (<em>software</em>) atau bahkan keduanya. Digunakan sebagai sistem keamanan jaringan untuk melindungi komputer dari berbagai serangan berbahaya. Selain itu juga dapat digunakan untuk memantau lalu lintas jaringan dan menyaring data yang masuk berdasarkan aturan keamanan yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan, <em>firewall </em>dapat berperan sebagai <em>hardware </em>dan juga <em>software</em>. Lantas, apakah yang membedakan dari sisi <em>hardware </em>dan <em>software</em>-nya? <em>Well</em>, perbedaan utamanya terdapat pada cara kerjanya. <em>Hardware firewall</em> bekerja pada perangkat fisiknya sendiri, sedangkan <em>software firewall</em> di-<em>install </em>pada perangkat lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hardware firewall</em> merupakan sebuah perangkat fisik yang berada di antara jaringan lokal komputer dan internet. Tugasnya adalah memeriksa semua data yang masuk dari internet, kemudian memisahkan dan memblokir antara data yang aman dan data yang dianggap berbahaya. Sedangkan, <em>software firewall,</em> merupakan sebuah aplikasi yang di-<em>install</em> pada komputer untuk melindungi dan mengatur lalu lintas jaringan berdasarkan port dan aplikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah perannya<em> </em>sangat penting? Tentu saja iya, jaringan tanpa sebuah perlindungan sangat rentan terkena berbagai serangan <em>cyber</em>. Oleh karena itu sebuah perlindungan kemanan sangat diperlukan untuk jaringanmu. Dengan adanya <em>firewall</em>, kamu bisa menyaring berbagai ancaman dan melindungi jaringanmu dari serangan <em>cyber</em>. Selain itu masih banyak manfaat lainnya yang bisa kamu dapatkan. Yuk, mari kita simak pembahasan berikutnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat <em>Firewall</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <em>website</em> <a href="http://fortinet.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Fortinet</a>, berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan <em>firewall</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Memantau Lalu Lintas Jaringan</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menggunakan <em>firewall</em>, kamu bisa melakukan pemantauan dan analisa lalu lintas jaringan. Hal tersebut merupakan sebuah langkah preventif dalam terjadinya berbagai serangan berbahaya dan untuk menjaga agar sistem tetap terlindungi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Menghentikan Serangan Virus</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, manfaat lainnya adalah dapat menghentikan serangan virus. Virus dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar pada sistemmu. Oleh karena itu, kamu dapat menghentikannya dengan menggunakan sistem keamanan jaringan yang mampu mengontrol <em>entry point </em>sistemmu dan menghentikan serangan virus.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Melindungi Dari Serangan <em>Hacker</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, kamu juga dapat mencegah terjadinya pencurian data dan informasi. Hal ini dikarenakan kemampuannya dalam mencegah <em>hacker</em> untuk mendapatkan akses ke data, <em>email</em>, sistem dan lain sebagainya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Melindungi Dari <em>Spyware</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dan yang terakhir, bermanfaat dalam melindungi perangkatmu dari <em>spyware</em>. Apa itu <em>spyware</em>? <em>Spyware </em>merupakan sebuah <em>software </em>berbahaya yang dapat memasuki dan mengumpulkan data-data perangkatmu untuk kemudian dikirimkan tanpa izin ke pihak ketiga.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja <em>Firewall</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengetahui penjelasan dan juga manfaatnya, kali ini kita akan bahas mengenai cara kerjanya. Perlu diingat,<em> firewall</em> merupakan sebuah <em>software</em> dan <em>hardware</em> yang berfungsi untuk menyaring berbagai macam data yang akan memasuki perangkat atau jaringanmu. Berfungsi untuk melakukan <em>scanning</em> pada data (<em>packet</em>) yang teridentifikasi sebagai sebuah ancaman. Apabila data (<em>packet</em>) tersebut dianggap mengancam resiko keamanan jaringan, maka akan dicegah dan diblokir ketika melewati sistem keamanan jaringan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="602" height="272" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/Firewall-in-action-640x3351-1.png" alt="Cara kerja firewall" class="wp-image-4388" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/Firewall-in-action-640x3351-1.png 602w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/Firewall-in-action-640x3351-1-300x136.png 300w" sizes="(max-width: 602px) 100vw, 602px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh <em>firewall </em>untuk melindungi jaringanmu. Berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><em>Packet filtering</em></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Packet filtering </em>merupakan sebuah cara yang dilakukan<em> </em>untuk menyaring <em>packet </em>(sekumpulan jumlah kecil data) secara berkelompok. Nantinya, <em>packet </em>yang mencoba masuk ke jaringan akan dihadapkan oleh beberapa penyaring data. Penyaring data ini akan membuang <em>packet</em> yang dianggap sebagai ancaman, dan mengizinkan<em> packet</em> lainnya yang dianggap aman untuk memasuki tujuannya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><em>Proxy service</em></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Proxy service</em> merupakan salah satu yang cukup aman, karena ia bekerja sebagai perantara. Bekerja dengan cara membuat koneksi yang serupa pada beberapa aplikasi tertentu. Membuat seakan proxy menghubungkan jaringan secara langsung. Hal ini dilakukan untuk mencegah koneksi secara langsung antara perangkat pengguna dan <em>packet</em>. Sehingga dapat melindungi jaringan lokalmu.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><em>Stateful Inspection</em></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Stateful Inspection</em> melakukan pemeriksaan elemen pada setiap <em>packet </em>dan membandingkannya dengan informasi dari koneksi dan <em>packet </em>sebelumnya. Agar dapat diizinkan untuk melewati <em>firewall</em>, maka status, <em>port</em>, dan IP <em>address packet</em> yang masuk harus sesuai atau cocok dengan informasi yang sudah ada.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian pembahasan artikel mengenai penjelasan, manfaat dan juga cara kerja dari <em>firewall</em>. Sehingga dapat disimpulkan bahwa <em>firewall</em> merupakan salah satu elemen penting untuk melindungi keamanan jaringan. Penggunaannya dapat melindungi kamu dari berbagai serangan <em>cyber </em>saat melakukan akses ke internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjamin kemanan datanya, <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> menggunakan FortiGate sebagai sistem kemanan <em>firewall</em>-nya. FortiGate dapat menjamin keamanan data secara keseluruhan dan akan mengawasi setiap lalu lintas data yang melewati sistem Wide Host Media. Untuk penjelasan lengkapnya mengenai FortiGate, bisa dibaca pada artikel <a href="https://widehostmedia.com/sistem-keamanan-firewall-dari-fortigate/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sistem Keamanan Firewall dari FortiGate</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/firewall-penjelasan-manfaat-dan-cara-kerja/">Firewall: Penjelasan, Manfaat dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
