<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>subdirektori Archives - Wide Host Media</title>
	<atom:link href="https://widehostmedia.com/tag/subdirektori/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://widehostmedia.com/tag/subdirektori/</link>
	<description>Cloud Solution</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Aug 2021 05:39:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/wide_host_media_icon_30b_icon.ico</url>
	<title>subdirektori Archives - Wide Host Media</title>
	<link>https://widehostmedia.com/tag/subdirektori/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa itu Subdomain dan Bagaimana Cara Membuatnya?</title>
		<link>https://widehostmedia.com/apa-itu-subdomain-dan-bagaimana-cara-membuatnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2021 05:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[cpanel]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[subdirektori]]></category>
		<category><![CDATA[subdomain]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=2741</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu pasti sudah sering mendengar tentang apa itu domain. Sebelumnya juga sudah pernah dibahas mengenai domain pada artikel Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Domain. Pada artikel tersebut telah dijelaskan bahwa domain memiliki beberapa tingkatan (level). Salah satunya third level domain atau yang biasa kamu kenal sebagai subdomain. Lantas apakah yang dimaksud dengan subdomain? Dan bagaimana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-subdomain-dan-bagaimana-cara-membuatnya/">Apa itu Subdomain dan Bagaimana Cara Membuatnya?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kamu pasti sudah sering mendengar tentang apa itu domain. Sebelumnya juga sudah pernah dibahas mengenai domain pada artikel <a href="https://widehostmedia.com/hal-yang-perlu-diketahui-mengenai-domain/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Domain</a>. Pada artikel tersebut telah dijelaskan bahwa domain memiliki beberapa tingkatan (<em>level</em>). Salah satunya <em>third level domain</em> atau yang biasa kamu kenal sebagai subdomain. Lantas apakah yang dimaksud dengan subdomain? Dan bagaimana cara menambahkannya pada sebuah <em>website</em>? Mari kita simak penjelasan dan juga panduan lengkapnya pada pembahasan artikel kali ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Itu Subdomain?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu bisa dengan secara mudah mengatur <em>website</em>-mu agar memiliki beberapa halaman berbeda dengan sebuah nama domain tambahan yang masih merupakan bagian dari domain utamamu. Kamu bisa membuatnya menggunakan sebuah fitur bernama <strong>subdomain</strong>. Fitur ini bukanlah untuk membuat domain baru, melainkan masih menjadi bagian dari domain utama. Mengutip dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Subdomain" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pand</a><a href="https://pandi.id/apa-itu-domain/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">i.id</a>, subdomain merupakan tambahan situs pada sebuah <em>website</em>, biasa digunakan oleh situ-situs besar yang membutuhkan halaman yang lebih spesifik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Subdomain terdapat pada bagian awal domain dan dipisah dengan sebuah titik (contoh: <strong>translate.google.co.id</strong>). Fungsinya yaitu untuk menambahkan halaman baru pada sebuah <em>website</em> atau bisa dikatakan seperti membagi <em>website</em> menjadi beberapa bagian namun masih dalam satu domain yang sama. Misal, kamu ingin membuat halaman baru pada <em>website</em>-mu yang berisikan khusus untuk postingan blog. Maka kamu dapat membuat subdomain dari domain utama <em>website</em>-mu yaitu <strong>blog.domainutamamu.com</strong>. Nanti halaman ini akan menunjukan halaman khusus mengenai blog dari <em>website</em>-mu. Agar bisa dipahami lebih jelas, berikut contoh lainnya:</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong>blog.widehostmedia.com</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada contoh alamat tersebut terdapat widehostmedia sebagai <em>second level domain</em>, .com sebagai <em>top level domain</em>, dan blog sebagai <em>third level domain </em>atau subdomain. Misal, dari contoh tersebut dapat dilihat Wide Host Media memiliki domain utama <strong>widehostmedia.com</strong>, dan <strong>blog</strong> merupakan subdomainnya. Apabila kamu mengetikkan <strong>widehostmedia.com</strong> yang merupakan domain utama, maka akan mengarah ke halaman <em>website </em>utama. Sedangkan, <strong>blog.widehostmedia.com</strong> akan mengarah ke bagian halaman khusus untuk blog <em>website </em>saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menarik bukan? Kamu bisa menambahkan berbagai subdomain lainnya sesuai dengan kebutuhanmu, misal events.domainutamamu.com, info.domainutamamu.com dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perbedaan Dengan Subdirektori</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya, kamu juga bisa menggunakan subdirektori (domainutama.com/namasubdirektori) untuk menambahkan halaman <em>website</em>. Mengutip dari beberapa sumber <em>website</em>, tidak ada ketentuan kapan kamu harus menggunakan subdomain atau subdirektori tetapi apabila kamu memang memiliki beberapa topik atau konten yang berbeda dari situs utama maka gunakanlah subdomain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, penggunaannya juga dapat berengaruh pada SEO. Karena pada umumnya website yang menggunakan subdomain memiliki peluang lebih besar untuk muncul pada hasil pencarian dibandingkan dengan <em>website</em> yang menggunakan subdirektori. Mengapa bisa demikian? Karena apabila kamu menggunakan subdomain, itu sudah sama seperti membuat sebuah domain baru sehingga bisa memperbesar peluang untuk muncul pada hasil pencarian. Karena terdapat batasan dari Google untuk menampilkan hanya 2 sampai 3 hasil pencarian saja per-domain. Sedangkan untuk subdirektori hanya seperti menambahkan sebuah folder baru pada website dengan domain yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu diingat, tidak ada ketentuan dalam penggunaannya. Sehingga hal-hal yang telah disebutkan di atas tidak bisa dijadikan sebagai tumpuan untuk menentukan penggunaan manakah yang lebih bagus. Karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Fungsinya pun sama saja untuk membagi <em>website </em>menjadi beberapa bagian, sehingga apapun bisa digunakan. Semua tergantung kembali ke pilihan penggunanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal selanjutnya yang perlu kamu ketahui yaitu subdomain bisa ditambahkan secara mudah dan gratis melalui panel hosting-mu. Bagaimanakah caranya? Simak panduan berikut mengenai penambahan subdomain melalui akun panel hosting.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Menambahkan Subdomain</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menambahkan subdomain melalui akun panel hostingmu.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><em>Log-in</em> ke cPanelmu.</li><li>Ketik “subdomain” di bagian kolom pencarian, atau kamu bisa menemukan fitur tersebut di bagian kolom domains pada cPanel. Kemudian klik.</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="331" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1-1024x331.png" alt="Cara membuat subdomain pada cpanel" class="wp-image-2745" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1-1024x331.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1-300x97.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1-768x248.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain1.png 1108w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Selanjutnya kamu akan masuk ke halaman subdomains. Terdapat beberapa bagian yang harus kamu isi pada halaman ini. Pertama pada bagian domain, kamu bisa memilih domain utama yang ingin ditambahkan subdomainnya. Hal ini dilakukan apabila kamu memiliki lebih dari satu domain.</li><li>Kemudian, kamu isi nama subdomain sesuai dengan yang kamu inginkan. Lalu, pada <em>document root</em> kamu bisa melihat lokasi disimpannya subdomain tersebut. Jika sudah, klik <em>create</em>.</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="369" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3-1024x369.png" alt="Cara membuat subdomain pada cPanel" class="wp-image-2746" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3-1024x369.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3-300x108.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3-768x277.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/subdomain3.png 1461w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li>Selesai, sekarang kamu sudah memiliki subdomainmu sendiri.</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="229" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-1024x229.png" alt="cara membuat subdomain" class="wp-image-2835" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-1024x229.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-300x67.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-768x172.png 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain-1536x343.png 1536w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/08/subdomain.png 1543w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai subdomain dan juga cara pembuatannya melalui panel hosting. Sekarang kamu bisa membuat subdomainmu sendiri sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan atau diperlukan. Selain itu, penambahan halaman <em>website</em> juga bisa dilakukan dengan menggunakan subdirektori. Tetapi perlu diingat kembali bahwa tidak ada ketentuan untuk penggunaan keduanya, semua tergantung kepada pilihan penggunanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk meningkatkan <em>brand awareness</em> dan <em>traffic </em>pada <em>website</em>-mu, miliki nama domain keren yang bisa kamu dapatkan melalui <em>website</em> Wide Host Media. Kami juga melayani perpindahan nama domain dari <em>provider </em>lain ke Wide Host Media. Silakan cek <em>website </em><a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, atau hubungi layanan <em>live support</em> yang terdapat di pojok halaman <em>website.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-subdomain-dan-bagaimana-cara-membuatnya/">Apa itu Subdomain dan Bagaimana Cara Membuatnya?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Apa Itu URL (Uniform Resource Locator)</title>
		<link>https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/</link>
					<comments>https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2021 08:53:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[http]]></category>
		<category><![CDATA[https]]></category>
		<category><![CDATA[subdirektori]]></category>
		<category><![CDATA[URL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=2795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah URL (Uniform Resource Locator) sudah tidak asing lagi untuk didengar dan pastinya sering digunakan. Terutama oleh kamu yang sering melakukan aktivitas browsing di internet. Walaupun demikian, masih ada saja segelintir orang yang salah mengartikan tentang apa itu URL. Banyak yang beranggapan bahwa URL sama seperti domain dan lain sebagainya. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/">Mengenal Apa Itu URL (Uniform Resource Locator)</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Istilah URL (<em>Uniform Resource Locator</em>) sudah tidak asing lagi untuk didengar dan pastinya sering digunakan. Terutama oleh kamu yang sering melakukan aktivitas <em>browsing</em> di internet. Walaupun demikian, masih ada saja segelintir orang yang salah mengartikan tentang apa itu URL. Banyak yang beranggapan bahwa URL sama seperti domain dan lain sebagainya. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena memang domain merupakan bagian dari URL, namun terdapat definisi yang lebih tepat mengenai URL.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kamu ingin mengetahui penjelasan mengenai URL, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Artikel ini akan sangat bermanfaat, karena kita akan membahas mengenai URL (<em>Uniform Source Locator</em>) secara lengkap, mulai dari pengertian, fungsi, bagian-bagian pada URL hingga jenis-jenis URL yang umum untuk digunakan. Yuk simak sampai akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Itu URL (<em>Uniform Resource Locator</em>)?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>URL</strong> merupakan singkatan dari <em>Uniform Resource Locator</em>, diciptakan pada tahun 1991 oleh Tim Berners-Lee untuk mempermudah siapapun dalam mempublikasikan dokumen dan sejenisnya pada internet. Sesuai dengan namanya “<em>Locator</em>”, maka fungsi yang dimilikinya yaitu untuk menunjukan lokasi keberadaan sebuah sumber pada internet. Bisa berupa <em>website</em>, gambar, video, dokumen, dan lain-lain. Kamu bisa menemukan URL pada bagian atas <em>browser</em> yang biasanya diawali dengan HTTP atau HTTPS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">URL terdiri dari berbagai huruf dan simbol sesuai dengan standar tertentu, salah satunya terdapat domain pada komponenya. Sehingga bisa dikatakan bahwa domain merupakan bagian dari URL, tetapi bukan berarti URL=domain. URL merupakan alamat lengkapnya, sedangkan domain merupakan bagian yang menunjukan detail dari alamat tersebut. Untuk mempermudah pemahamanmu, simak pembahasan berikutnya mengenai bagian-bagian yang terdapat pada URL.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagian-Bagian URL</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah disebutkan di atas, domain merupakan salah satu komponen atau bagian dari URL. Lantas apakah terdapat bagian-bagian lainnya pada URL selain domain?Jawabannya adalah tentu saja ada. Mengutip dari Wikipedia, URL terdiri dari beberapa bagian yaitu <em>scheme</em>, domain, dan juga nama <em>file </em>yang dituju atau subdirektori. Untuk memahami secara lebih jelas, berikut contoh dan penjelasan mengenai bagian-bagian yang terdapat pada URL.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/URL1-1.png" alt="URL (Uniform Resource Locator)" class="wp-image-2800" width="726" height="117" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/URL1-1.png 483w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/07/URL1-1-300x48.png 300w" sizes="(max-width: 726px) 100vw, 726px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Scheme</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Yang pertama, pada awalan URL terdapat sebuah <em>scheme </em>atau yang lebih kita kenal dengan protokol.&nbsp; Biasanya URL diawali oleh sebuah protokol seperti HTTP, HTTPS, dan lain sebagainya yang berfungsi untuk memproses perintah yang masuk. Sebagai contoh, dapat kamu lihat pada URL di atas, URL tersebut diawali dengan sebuah protokol HTTPS. (Baca juga: <a href="https://widehostmedia.com/http-dan-https-perbedaan-dan-cara-kerja/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">HTTP dan HTTPS: Perbedaan dan Cara Kerja</a>)</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Domain</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Masih bisa dilihat pada contoh URL di atas, setelah penggunaan protokol HTTPS pada awalan URL, lalu diikuti dengan adanya domain. Pada contoh tersebut terdapat dua <em>level </em>domain, yaitu <em>second level domain</em> dan <em>top level domain</em>. <em>Second level domain</em> merupakan nama domain dari sebuah <em>website </em>yang ingin kalian tuju. Pada contoh di atas <strong>widehostmedia </strong>merupakan <em>second level domain</em>. Diikuti dengan <em>top level domain</em>-nya yaitu <strong>.com</strong>. (Baca juga: <a href="https://widehostmedia.com/hal-yang-perlu-diketahui-mengenai-domain/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Domain</a>)</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Subdirektori</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Yang terakhir, terdapat nama <em>file </em>atau subdirektori yang sedang kamu akses. Pada contoh di atas kita sedang tertuju pada halaman <strong>blog</strong> di <em>website </em>Wide Host Media. Sehingga URL tersebut akan mengarah ke halaman blog Wide Host Media yang berisi artikel-artikel seputar dunia teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu tadi penjelasan singkat mengenai bagian-bagian pada sebuah URL. Selanjutnya kita akan membahas mengenai fungsi dari sebuah URL. Selain untuk menunjukan alamat sebuah <em>website</em>, adakah fungsi lainnya yang dimiliki oleh URL? Yuk kita simak.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi dari URL (<em>Uniform Resource Locator</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <a href="https://pandi.id/apa-itu-url/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pandi.id</a>, berikut beberapa fungsi yang dimiliki oleh URL<em> (Uniform Resource Locator)</em>.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Memudahkan pengguna dalam mengakses sebuah <em>website</em> atau halaman tertentu yang ingin dituju.</li><li>Mengidentifikasi <em>file</em>, dokumen, gambar, dan lain sebagainya yang terdapat di internet.</li><li>Penamaan <em>file </em>pada sebuah <em>website</em>.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-jenis</strong> URL (<em>Uniform Resource Locator</em>)</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui, terdapat dua jenis URL (<em>Uniform Resource Locator</em>) yang umum digunakan, yaitu URL <em>absolute </em>dan URL <em>relative</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>URL<em> Absolute</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">URL <em>absolute </em>berisikan alamat lengkap seperti yang sudah dijelaskan tadi di atas. Terdapat domain dan juga nama <em>file</em> atau dokumen yang sedang kamu akses. Contohnya <a href="https://widehostmedia.com/blog/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://widehostmedia.com/blog/</a>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>URL <em>Relative</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan URL <em>absolute</em>, URL <em>relative</em> hanya menunjukan <em>file</em> atau dokumen yang sedang dibuka. Contoh dari URL <em>relative </em>adalah <strong>image.jpg</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai pengertian, fungsi, bagian-bagian pada URL dan jenis-jenis URL yang umum untuk digunakan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa URL memudahkan kita dalam menemukan keberadaan sebuah <em>file</em> atau dokumen pada internet. Sama halnya seperti melakukan pencarian <em>file </em>pada komputer, kita harus tahu terlebih dahulu pada dokumen manakah <em>file</em> tersebut tersimpan. Dan itu merupakan tugas dari URL, untuk memberitahu<em> browser</em> lokasi <em>file </em>yang harus dicari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, dan dapatkan berbagai domain keren untuk <em>website</em>-mu. Kamu bisa mendapatkan domain terpopuler yaitu <strong>.com</strong> hanya dengan harga Rp.99.000, -/tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/">Mengenal Apa Itu URL (Uniform Resource Locator)</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://widehostmedia.com/mengenal-apa-itu-url-uniform-resource-locator/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
