<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pharming Archives - Wide Host Media</title>
	<atom:link href="https://widehostmedia.com/tag/pharming/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://widehostmedia.com/tag/pharming/</link>
	<description>Cloud Solution</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Aug 2022 06:48:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/wide_host_media_icon_30b_icon.ico</url>
	<title>pharming Archives - Wide Host Media</title>
	<link>https://widehostmedia.com/tag/pharming/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pharming: Jenis Cybercrime Berbahaya Selain Phishing</title>
		<link>https://widehostmedia.com/pharming-jenis-cybercrime-berbahaya-selain-phishing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 06:48:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[cybercrime]]></category>
		<category><![CDATA[pharming]]></category>
		<category><![CDATA[phishing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=8129</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat ini tindak kejahatan cyber semakin merajalela, salah satunya yaitu pharming yang merupakan sebuah tindakan penipuan online dengan cara melakukan manipulasi terhadap trafik website. Tujuannya adalah untuk melakukan pencurian berbagai data sensitif milik korban. For your information, istilah pharming ini sendiri berasal dari gabungan kata phishing dan farming. Lantaran, teknik penipuan yang dilakukannya hampir serupa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/pharming-jenis-cybercrime-berbahaya-selain-phishing/">Pharming: Jenis Cybercrime Berbahaya Selain Phishing</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini tindak kejahatan <em>cyber </em>semakin merajalela, salah satunya yaitu <strong><em>pharming</em></strong> yang merupakan sebuah tindakan penipuan <em>online </em>dengan cara melakukan manipulasi terhadap trafik <em>website</em>. Tujuannya adalah untuk melakukan pencurian berbagai data sensitif milik korban. <em>For your information</em>, istilah <em>pharming </em>ini sendiri berasal dari gabungan kata <em>phishing</em> dan <em>farming</em>. Lantaran, teknik penipuan yang dilakukannya hampir serupa dengan <em>phishing</em>. Namun, siapa sangka nyatanya <em>pharming</em> ini jauh lebih berbahaya dari <em>phishing </em>loh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan <em>pharming</em> dan mengapa keberadaannya dapat mengancam keamanan data seseorang? Nah, jika kamu ingin mencari tahu jawabannya, maka kamu sedang berada di artikel yang tepat. Kali ini kita akan membahas mengenai <em>pharming</em> secara lengkap, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga jenis-jenisnya. Yuk, mari kita simak artikelnya hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu <em>Pharming</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari<em> website</em> <a href="https://www.malwarebytes.com/pharming" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Malwarebytes</a>, <strong><em>pharming</em></strong> merupakan salah satu jenis <em>cybercrime </em>yang meliputi tindakan untuk mengarahkan pengguna internet ke situs berbahaya yang benar-benar menyerupai situs asli dan terpercaya. Nah, situs-situs ini nantinya dapat mencuri berbagai informasi dan data pribadi yang di <em>input</em> oleh korbannya, seperti kredensial login, data keuangan, atau lain sebagainya. Sehingga, dapat dikatakan bahwa <em>pharming </em>ini akan mencoba untuk mengelabui korbannya menggunakan sebuah situs palsu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, biasanya <em>pharmer </em>(orang yang melakukan tindakan <em>pharming</em>) banyak menargetkan situs-situs yang bergerak di bidang keuangan, misal situs perbankan dan keuangan, <em>e-commerce, platform</em> pembayaran <em>online</em>, dan lain sebagainya. Lantaran, mereka memang mengincar data-data tersebut untuk kemudian dilakukan pencurian data dan dapat mengakses akun korbannya secara ilegal.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Phishing vs Pharming</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah yang membedakan <em>pharming</em> dengan <em>phishing</em>? Bukankah keduanya sama-sama bertujuan untuk mendapatkan informasi dan data pribadi milik korbannya? <em>Yup</em>, betul! Jika mengingat kembali, sebelumnya kita sudah pernah mengulas mengenai apa itu <strong><em><a href="https://widehostmedia.com/bahaya-phishing-dan-tips-untuk-menghindarinya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">phishing</a></em></strong>. Nah, untuk tindakan <em>phishing</em> ini biasanya dilakukan dengan menggunakan metode penyerangan vektor, seperti melalui pesan atau <em>email </em>yang didalamnya telah dilampirkan sebuah<em> link</em> berbahaya. Kemudian, jika <em>link</em> tersebut diklik oleh korbannya maka ia akan diarahkan ke sebuah situs palsu yang berbahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan, untuk <em>pharming</em> ini memang tidak menjalankan aksinya melalui serangan <em>email </em>atau pesan layaknya <em>phishing</em>. Melainkan, jenis <em>cybercrime</em> satu ini menggunakan<em> malware</em> atau kode berbahaya yang dieksekusi pada perangat korbannya. Sehingga, akhirnya <em>pharmer</em> memiliki kendali untuk mengarahkan pengguna dari satu situs ke situs lainnya. Jadi, dapat dikatakan untuk serangan <em>pharming </em>ini tidak memerlukan adanya interaksi apapun dari korbannya.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja <em>Pharming</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk lebih memahami cara kerja dari <em>pharming</em>, kamu harus mengetahui terlebih dahulu konsep dari DNS. Nah, apa sih yang dimaksud dengan DNS? <em>Well</em>, DNS itu sendiri merupakan singkatan dari <em>Domain Name System</em>, yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain atau URL ke sebuah <em>IP address</em>. DNS ini juga dapat dianalogikan seperti buku telefon, yang memiliki daftar nama domain beserta <em>IP address</em> nya. Sehingga, ketika kamu memasukkan sebuah nama domain ke <em>browser</em>, maka DNS akan menerjemahkannya ke dalam sebuah <em>IP address</em> dan menghubungkan ke lokasi server <em>IP address</em> tersebut disimpan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/pharming-attack.jpeg" alt="pharming attack" class="wp-image-8131" width="724" height="434" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/pharming-attack.jpeg 800w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/pharming-attack-300x180.jpeg 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2022/04/pharming-attack-768x461.jpeg 768w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Pada proses inilah <em>pharming</em> mulai bekerja, dimana serangan <em>cyber</em> ini akan menganggu keseluruhan proses. Caranya dengan mengalihkan pengguna internet ke sebuah <em>IP address</em> palsu yang mengarah ke <em>website</em> berbahaya. Dalam menjalankan aksinya,<em> pharmer</em> biasanya menggunakan teknik <em>social engineering</em> untuk mengelabui korbannya. Nah, terdapat dua jenis contoh utama dari <em>pharming </em>yang dapat dibedakan berdasarkan teknik yang digunakan untuk menjebak korbannya. Yuk, mari kita simak di pembahasan berikutnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-Jenis <em>Pharming</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat dua jenis <em>pharming </em>yang bisa dibedakan berdasarkan teknik penjebakan yang dilakukannya. Berikut penjelasan mengenai keduanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Malware Pharming</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikenal juga sebagai DNS <em>changer</em>, jenis satu ini menginfeksi perangkat korbannya menggunakan sebuah <em>malware </em>yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi pada file host lokal. Apabila <em>malware</em> berhasil melakukan pengubahan pada file host lokal, maka ketika nama domain dimasukkan ke <em>browser</em>, justru <em>browser </em>akan mengarahkan pengguna ke sebuah situs palsu yang berbahaya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>DNS Poisoning</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jenis satu ini langsung menargetkan server DNS daripada perangkat individual untuk dirusak, yang mengakibatkan seluruh pengguna pada server tersebut akan diarahkan ke <em>website </em>palsu. <em>Poisoning</em> ini juga dapat menyerang berbagai jenis server DNS terlepas dari skalanya, baik itu <em>router</em> internet kantor ataupun rumahan. Hal ini menyebabkan jangkauan yang dimilikinya pun menjadi sangat luas, sehingga dapat memakan lebih banyak korban.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Terlindungi dari<em> Pharming</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan agar dapat terlindungi dari serangan <em>pharming</em> ini? Tentu saja, walaupun serangan satu ini sulit untuk diidentifikasi tetapi terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan. Berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong><em>Password</em> kuat untuk <em>router</em></strong> – Salah satu cara untuk mencegah serangan <em>pharming </em>adalah dengan menggunakan <em>password </em>yang kuat untuk <em>router</em> mu. Jangan pernah menggunakan <em>default password</em> yang terdapat di balik <em>router</em>, jika kamu tidak ingin terkena <em>DNS poisoning</em>. Namun, kamu dapat menggunakan frasa sandi (<em>passphrases</em>) yang panjang, unik, dan sulit untuk ditebak.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Software anti-malware </em></strong>– Berikutnya, kamu juga dapat menggunakan metode yang sudah pasti ampuh, yaitu penggunaaan <em>software anti-malware </em>untuk melindungimu dari berbagai macam serangan <em>malware</em>.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>Gunakan ISP terpercaya </strong>– Pastikan kamu juga menggunakan ISP (<em>Internet Service Provider</em>) terpercaya. Dikarenakan, ISP yang memang berkualitas akan menyaring segala<em> redirect</em> mencurigakan yang terjadi, untuk memastikan keamanan data penggunanya.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong><em>Password manager </em></strong>– Kamu dapat menggunakan <em>password manager</em>, yang bekerja dengan mengisikan <em>username </em>dan <em>password</em> secara otomatis. Hal ini dapat dilakukan, jika kamu terdeteksi sudah pernah melakukan<em> login</em> pada kunjungan sebelumnya. Sehingga, jika <em>password manager</em> tidak mengisikan detail login secara otomatis, besar kemungkinan situs yang kamu kunjungi merupakan sebuah situs palsu.</li></ol>



<ol class="wp-block-list" start="5"><li><strong>Hindari <em>website</em> mencurigakan </strong>– Selain yang sudah disebutkan di atas, kamu juga dapat melakukan hal-hal mendasar seperti memperhatikan keaslian sebuah website yang akan dikunjungi. Dimulai dari awalan URL, typo, warna atau font yang berbeda, hingga beberapa konten yang hilang. Sehingga, kamu dapat terlindungi sebelum akhirnya memasukkan berbagai data atau informasi penting ke <em>website</em> tersebut.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa <em>pharming </em>merupakan salah satu jenis <em>cybercrime</em> berbahaya yang dapat mencuri berbagai informasi atau data pribadi korban. Bahkan, jenis serangan satu ini jauh lebih berbahaya dibandingkan <em>phishing</em>, karena skalanya yang jauh lebih besar. Tetapi, kamu bisa melakukan beberapa hal sederhana untuk emlindungi data-datamu, seperti menggunakan <em>password</em> yang kuat untuk <em>router, software anti-malware</em>, ISP yang terpercaya, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai pharming dan beberapa tips untuk menghindarinya. Silakan kunjungi <em>website </em><a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan berbagai layanan hosting, server, domain, dan data center, dengan kemanan data yang tinggi serta akses super cepat dan stabil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bisa memberikan manfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/pharming-jenis-cybercrime-berbahaya-selain-phishing/">Pharming: Jenis Cybercrime Berbahaya Selain Phishing</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
