<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DNS Archives - Wide Host Media</title>
	<atom:link href="https://widehostmedia.com/tag/dns/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://widehostmedia.com/tag/dns/</link>
	<description>Cloud Solution</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Jan 2022 09:13:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2019/09/wide_host_media_icon_30b_icon.ico</url>
	<title>DNS Archives - Wide Host Media</title>
	<link>https://widehostmedia.com/tag/dns/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</title>
		<link>https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 09:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[DNSSEC]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4837</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu mencoba untuk mengakses sebuah website, namun justru diarahkan ke sebuah website lain? Seperti yang kamu ketahui, ini merupakan tugas DNS (Domain Name System) untuk menerjemahkan alamat domain ke alamat IP address website yang dituju, agar kamu dapat mengakses website tersebut. Nah, tetapi DNS sangat rentan terhadap masalah keamanan pada infrastrukturnya yang dapat menyebabkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/">DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mencoba untuk mengakses sebuah <em>website, </em>namun justru diarahkan ke sebuah<em> website </em>lain? Seperti yang kamu ketahui, ini merupakan tugas DNS (<em>Domain Name System</em>) untuk menerjemahkan alamat domain ke alamat <em>IP address website</em> yang dituju, agar kamu dapat mengakses <em>website </em>tersebut. Nah, tetapi DNS sangat rentan terhadap masalah keamanan pada infrastrukturnya yang dapat menyebabkan kamu diarahkan ke <em>website </em>yang bukan seharusnya. Oleh karena itu, DNSSEC mengambil peran untuk mencegah terjadinya hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimanakah cara kerja DNSSEC dalam meningkatkan keamanan saat mengakes sebuah <em>website</em>? Apabila kamu ingin mengetahui jawabannya, maka kamu berada di artikel yang tepat. Kali ini akan dibahas mengenai penjelasan beserta cara kerja dari DNSSEC. Yuk, mari kita simak artikelnya hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa itu DNSSEC?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membahas tentang DNSSEC (<em>Domain Name System Security Extension</em>), kamu harus paham terlebih dahulu mengenai apa itu DNS (<em>Domain Name System</em>). DNS dapat diibaratkan seperti buku telefon, yang berisikan daftar nama domain beserta <em>IP address</em>-nya. Ketika kamu akan mengakses sebuah <em>website </em>dengan memasukkan nama domainnya, maka DNS akan menerjemahkan nama domain tersebut ke <em>IP address</em>. Untuk kemudian dihubungkan ke lokasi server disimpannya <em>IP address</em> tersebut. &nbsp;Penjelasan mengenai DNS secara lebih lengkap dapat ditemukan pada artikel, <strong><a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu kamu ketahui, DNS akan memberikan semua <em>IP address</em> yang diminta tanpa melakukan konfirmasi apapun. Tentunya hal tersebut sangatlah membahayakan, karena dapat memungkinkan terjadinya bebagai serangan seperti <em>DNS spoofing</em> atau serangan <em>man-in-the-middle</em>. Lalu, apa kaitannya dengan DNSSEC? Mengutip dari <em>website</em> <a href="https://www.cloudflare.com/dns/dnssec/how-dnssec-works/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cloudflare</a>, DNSSEC digunakan untuk menambah lapisan keamanan pada DNS, sehingga dapat melindungi pengguna internet dari kemungkinan terjadinya <em>redirect </em>ke halaman web lain atau bahkan palsu. &nbsp;Lantas, bagaimanakah cara kerja dari DNSSEC untuk melindungi pengguna internet? Yuk, mari kita simak di pembahasan berikutnya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat dan Cara Kerja dari DNSSEC</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan DNSSEC ini sangatlah bermanfaat, yaitu untuk memastikan bahwa kamu terhubung dengan <em>website </em>yang benar dan sesuai dengan nama domain yang dicari. Sehingga dapat menghindari terjadinya pengarahan ke <em>website</em> palsu. Nah, hal ini dilakukan oleh DNSSEC dengan menggunakan <em>public key</em> dan <em>digital signature</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, DNSSEC akan menambahkan jenis <em>record</em> baru atau dikenal sebagai <em>digital signatures</em>, yang disimpan di <em>name server </em>DNS bersamaan dengan jenis DNS r<em>ecord </em>lainnya, seperti A, CNAME, dan MX. Sehingga dengan adanya pengecekan pada <em>digital signature</em> tersebut, kamu dapat memastikan bahwa DNS <em>record </em>yang diminta berasal dari <em>name server</em> yang asli (tidak dilakukan perubahan oleh siapapun).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut beberapa jenis dan fungsi dari <em>record</em> baru yang ditambahkan oleh DNSSEC.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>RRSIG (<em>Resource Record Signature</em>) – </strong>Berisikan <em>digital signature</em> yang digunakan untuk otentikasi data</li><li><strong>DNSKEY – </strong>Berisikan <em>public signing key</em> yang digunakan oleh resolver untuk verifikasi DNSSEC <em>signature</em></li><li><strong>DS (<em>Delegation Signer</em>) – </strong>Digunakan untuk verifikasi keaslian <em>child zones</em> pada DNSSEC <em>zone</em></li><li><strong>NSEC dan NSEC3 – </strong>Digunakan untuk memastikan <em>denial-of-existence</em> pada sebuah DNS <em>record</em></li><li><strong>CDNSKEY dan CDS – </strong>Digunakan untuk melakukan permintaan <em>update</em> oleh <em>child zone</em> pada DS <em>record</em> di <em>parent zone</em></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, <em>record </em>ini akan saling berinteraksi satu sama lain untuk menambahkan lapisan perlindungan pada DNS. Berikut penjelasan mengenai cara kerjanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>RRSet</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah pertama yang dilakukan, adalah dengan mengelompokkan semua jenis <em>record </em>yang sama ke dalam sebuah RRSet (<em>Resource Record Set</em>). Contoh, apabila terdapat 4 AAA <em>record</em>, maka semua <em>record</em> tersebut akan digabung menjadi satu dalam sebuah AAA RRSet. Nah, AAA RRSet ini akan ditandatangani secara digital, sehingga dengan melakukan pengelompokkan akan jauh lebih mempermudah prosesnya dibandingkan dengan melakukannya satu per satu pada setiap jenis <em>record</em> yang sama.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1.jpeg" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4838" width="418" height="179" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1.jpeg 768w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0320-768x329-1-300x129.jpeg 300w" sizes="(max-width: 418px) 100vw, 418px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong><em>Zone-Signing Key</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, DNSSEC memiliki sepasang <em>zone-signing key</em> (ZSK), yaitu <em>private </em>dan <em>public key</em> pada setiap <em>zone-</em>nya. <em>Digital signature </em>dibuat untuk setiap RRSet menggunakan <em>private</em> ZSK dan disimpan pada <em>name server</em> sebagai RRSIG <em>record</em>. Kemudian, akan dilakukan juga penambahan <em>public</em> ZSK pada DNSKEY <em>record </em>untuk verifikasi <em>digital signature</em>. RRSet, RRSIG, dan <em>public </em>ZSK akan saling berinteraksi untuk melakukan validasi ketika <em>resolver</em> meminta jenis <em>record </em>tertentu. Misal, dilakukan permintan pada jenis <em>record </em>AAA, maka <em>name server</em> akan memberikan RRSIG yang sesuai. Lalu, <em>resolver</em> juga akan meminta <em>public key</em> untuk melakukan validasi terhadap permintaan tersebut.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1.png" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4839" width="437" height="372" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1.png 1024w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1-300x256.png 300w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0321-1024x875-1-768x656.png 768w" sizes="(max-width: 437px) 100vw, 437px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong><em>Key Signing Key</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain ZSK, DNSSEC juga memiliki <em>key signing key (</em>KSK), yang berfungsi untuk memvalidasi ZSK itu sendiri sebagaimana ZSK melindungi keseluruhan RRSet, seperti yang dijelaskan sebelumnya. Sama halnya dengan <em>public</em> ZSK, <em>name server </em>akan melakukan penambahan <em>public </em>KSK pada DNSKEY <em>record</em> lainnya, sehingga menghasilkan DNSKEY RRSet. Untuk <em>public </em>KSK dan ZSK, keduanya akan ditandatangani oleh <em>private</em> KSK. Nah, kemudian <em>resolver </em>dapat menggunakan <em>public</em> KSK untuk memvalidasi<em> public</em> ZSK.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong><em>Delegation Signer Record</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memastikan bahwa rangkaian proses di atas sudah tervalidasi, maka akan dibuatlah <em>delegation signer record </em>(<em>DS record</em>). Caranya, dengan melakukan <em>hash</em> pada DNSKEY berisikan <em>public</em> KSK, yang kemudian diberikan kepada <em>parent zone</em> untuk dibuat sebagai DS <em>record</em>. Dengan DS <em>record </em>ini, <em>resolver </em>dapat mengetahui bahwa DNSSEC pada <em>child zone</em> tersebut aktif (<em>enabled</em>). Untuk melakukan pengecekan validitas dari <em>public </em>KSK yang dimiliki <em>child zone</em>, maka <em>resolver</em> akan melakukan <em>hash </em>pada DS <em>record</em> tersebut dan membandingkannya dengan DS <em>record</em> yang dimiliki oleh <em>parent zone</em>. Apabila sesuai, maka <em>resolver </em>dapat memastikan bahwa keseluruhan <em>record</em> yang terdapat pada <em>child zone </em>aman. <em>Well,</em> inilah cara untuk mendapatkan kepercayaan atau dikenal sebagai <em>chain of trust</em> pada DNSSEC.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2.png" alt="Cara kerja DNSSEC" class="wp-image-4841" width="219" height="532" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2.png 422w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG_0322-422x1024-2-124x300.png 124w" sizes="(max-width: 219px) 100vw, 219px" /></figure></div>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong><em>Chain of Trust</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, bagaimana cara mempercayai DS <em>record</em>? Sama seperti RRSet lainnya, DS <em>record</em> juga ditandatangani, yang berarti DS <em>record</em> memiliki RRSIG yang sesuai pada <em>parent zone</em>. Untuk proses validasi yang terjadi juga sama seperti proses validasi pada <em>record </em>lainnya, hingga akhirnya berada pada tahap <em>chain of trust</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa DNSSEC memiliki peran yang cukup penting dalam melindungi DNS. Sehingga, kamu dapat terhindar dari berbagai serangan, seperti DNS <em>spoofing </em>dan<em> man-in-the-middle</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kamu yang sudah melakukan pembelian domain melalui Wide Host Media, kamu dapat mengaktifkan DNSSEC melalui halaman client area. Dengan begitu, keamanan website-mu akan menjadi lebih terjamin. Bagi yang belum memiliki domain, silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a> untuk mendapatkan berbagai macam domain keren yang dapat meningkatan <em>brand awareness </em>dan trafik <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/dnssec-penjelasan-dan-cara-kerja/">DNSSEC: Penjelasan dan Cara Kerja</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu DNS (Domain Name System)?</title>
		<link>https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/</link>
					<comments>https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Puspitasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 04:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[ip address]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://widehostmedia.com/?p=4478</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekarang semua hal bisa dilakukan dengan mudah, termasuk dalam mengakses sebuah halaman website. Kamu hanya perlu memasukkan nama domain tanpa harus mengingat serangkaian angka rumit yang biasa kita sebut sebagai IP address. Kemudian browser akan segera memuat halaman yang kamu inginkan. Perlu kamu ketahui, serangkaian proses tersebut dibantu oleh sebuah sistem bernama DNS (Domain Name [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sekarang semua hal bisa dilakukan dengan mudah, termasuk dalam mengakses sebuah halaman <em>website</em>. Kamu hanya perlu memasukkan nama domain tanpa harus mengingat serangkaian angka rumit yang biasa kita sebut sebagai IP <em>address</em>. Kemudian <em>browser </em>akan segera memuat halaman yang kamu inginkan. Perlu kamu ketahui, serangkaian proses tersebut dibantu oleh sebuah sistem bernama DNS (<em>Domain Name System</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah kamu mendengar tentang DNS? Apa yang kamu ketahui tentang DNS? <em>Well</em>, apabila kamu masih bingung mengenai apa itu DNS, jangan khawatir karena kali ini kita akan membahas mengenai penjelasan dan juga cara kerjanya secara lengkap. Yuk, mari kita simak pembahasan artikel ini hingga akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penjelasan DNS (<em>Domain Name System</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">DNS atau <em>Domain Name System</em> merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk menerjemahkan domain ke IP <em>address</em> sehingga dapat dipahami oleh <em>web browser</em>. Mengapa harus diterjemahkan? Karena <em>web browser</em> hanya dapat berkomunikasi menggunakan IP <em>address </em>agar dapat memuat konten yang diinginkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamu dapat membayangkan DNS selayaknya buku telefon, terdapat daftar nama domain beserta IP <em>address</em>-nya. Ketika kamu memasukkan nama domain sebuah <em>website</em> pada <em>browser</em>, DNS akan menerjemahkannya ke IP <em>address</em> dan menghubungkan ke lokasi <em>server </em>disimpannya IP <em>address </em>tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya DNS dapat memudahkan kamu dalam mengakses sebuah <em>website</em>, karena kamu tidak perlu menghafal serangkaian angka unik yang sulit untuk diingat. Selain itu, tanpa DNS kamu harus menghafal kepemilikan IP <em>address</em> dari setiap <em>website</em>, cukup menyulitkan bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, keberadaan DNS saat ini benar-benar menguntungkan karena dapat memudahkan seluruh pengguna internet. Lantas, bagaimanakah cara kerja dari DNS sehingga akhirnya <em>browser</em> dapat memuat halaman <em>website </em>yang diinginkan? Simak penjelasan berikutnya mengenai cara kerja dari DNS (<em>Domain Name System</em>).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Kerja DNS (<em>Domain Name System</em>)</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengetahui pengertian DNS, lantas apakah kamu penasaran mengenai cara kerjanya? Tetapi sebelum membahas cara kerja DNS, kamu harus mengetahui terlebih dahulu mengenai DNS <em>query</em> dan DNS <em>server</em> yang terlibat dalam proses pemuatan sebuah <em>website</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>DNS <em>Query</em></strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">DNS <em>query </em>merupakan sebuah tahapan paling awal dalam proses pencarian DNS. <em>Query </em>itu sendiri merupakan pertanyaan terkait IP <em>address </em>dari sebuah nama domain. Ketika kamu mengetikan sebuah nama domain pada <em>browser</em>, maka <em>browser </em>akan mengirimkan<em> query</em> ke seluruh internet untuk menemukan <em>website</em> yang dicari. Terdapat beberapa jenis <em>query </em>yang harus kamu ketahui, berikut penjelasannya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong><em>Recursive query</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pada <em>recursive query</em>, klien akan meminta <em>server</em> (DNS <em>recursive resolver</em>) untuk memberikan jawaban entah itu jawaban dari hasil pencarian melalui <em>root server</em> dan <em>authoritative name server</em>, atau sebuah pesan <em>error</em> yang berarti r<em>esolver </em>tidak dapat menemukan jawaban dari pertanyaan klien.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Iterative query</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pada jenis <em>query</em> ini, klien akan memberikan <em>hostname </em>dan membiarkan <em>server</em> memberikan jawaban terbaik yang dapat diberikan. <em>Resolver </em>akan mencari jawabannya pada <em>cache</em>, atau memberi klien rujukan ke <em>root server</em> atau <em>authoritative name server </em>terdekat dengan DNS <em>zone</em>.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong><em>Non-recursive query</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Ini merupakan salah satu <em>query </em>dengan proses yang paling cepat karena sudah <em>resolver </em>ketahui jawabannya. Jawabannya sudah tersimpan di <em>local cache</em>, atau <em>resolver </em>bertanya pada DNS <em>server authoritative </em>yang sudah jelas memiliki informasi mengenai IP <em>address</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, terdapat 4 jenis <em>server</em> yang terlibat dalam proses kerja DNS. Dengan mengetahui <em>server-server</em> berikut, kamu akan memahami perihal cara kerja pada pencarian DNS. Berikut penjelasan mengenai <em>server</em> yang terlibat dan juga cara kerja pencarian DNS.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>DNS Server</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat 4 jenis <em>server </em>berbeda yang dilibatkan oleh DNS untuk memuat sebuah <em>website</em>, berikut penjelasannya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/How-DNS-works.png" alt="Cara Kerja DNS (Domain Name System)" class="wp-image-4480" width="492" height="379" srcset="https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/How-DNS-works.png 512w, https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2021/09/How-DNS-works-300x231.png 300w" sizes="(max-width: 492px) 100vw, 492px" /></figure></div>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>DNS <em>Recursor</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">DNS<em> Recursor </em>atau juga dikenal sebagi DNS <em>resolver </em>merupakan tahapan pertama dalam pencarian informasi mengenai sebuah IP <em>address</em>. Berfungsi sebagai penerima pertanyaan (<em>query</em>) dari klien melalui <em>web browser</em>, DNS <em>recursor </em>akan mencari informasi mengenai IP <em>address</em> yang ditanyakan pada <em>cache server</em>. Apabila tidak ditemukan, maka akan dilakukan pencarian pada ISP (<em>Internet Service Provider</em>). Perlu diketahui, untuk menemukan informasi mengenai IP <em>address</em>, <em>recursor</em> tidak bekerja sendirian melainkan berkomunikasi dengan 3 <em>server </em>lainnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong><em>Root Name Server</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Tahapan selanjutnya berada di <em>Root name server</em>. Apabila informasi mengenai IP <em>address </em>yang ditanyakan tidak terdapat di ISP, maka akan dicari pada <em>root name server.</em> <em>Root name server</em> akan mencari informasi mengenai IP <em>address</em> melalui <em>server</em> terdekat. <em>Root name server </em>juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menemukan lokasi spesifik lainnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li><strong>TLD<em> Name Server</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui <em>root name server</em>, sistem akan mencari informasi mengenai IP <em>address </em>yang ditanyakan dari <em>top-level domain</em> yang dimilikinya. <em>Top-level domain</em> merupakan sebuah akhiran dari nama domain. (contoh: .com, .id, .org, dsb). Setelah menemukan informasi dari <em>top-level domain</em>, maka <em>server </em>dapat meneruskan pencarian ke <em>server</em> berikutnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li><strong><em>Authoritative Name Server</em></strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mendapatkan informasi mengenai lokasi <em>server hostname</em> yang diminta, maka selanjutnya akan tiba di <em>authoritative name server</em>. Ini merupakan server terakhir yang dikunjungi <em>query</em>. <em>Authoritative name server</em> memiliki informasi lengkap mengenai <em>website </em>yang akan kamu tuju. Kemudian, setelah mendapatkan informasi dari <em>authoritative name server</em>, <em>browser</em> pun akan menampilkan hasil <em>website </em>yang diminta.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jenis-jenis DNS Record</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, kamu harus mengetahui jenis-jenis DNS <em>record</em> yang sering dijumpai. DNS <em>record</em> itu sendiri merupakan petunjuk berisi kumpulan informasi terkait domain yang disimpan pada DNS <em>server</em>. Mengutip dari website <a href="https://www.cloudflare.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cloudflare</a>, berikut jenis-jenis DNS <em>record</em> yang umum dijumpai.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><strong>A <em>record </em></strong>– Menyimpan informasi mengenai IP <em>address </em>dari sebuah domain.</li><li><strong>CNAME <em>record</em> </strong>– Digunakan untuk mengarahkan suatu domain atau subdomain ke domain lainnya.</li><li><strong>MX <em>record</em></strong> – Digunakan untuk mengarahkan <em>email</em> ke sebuah <em>mail server</em>, dan menunjukan arah rute sebuah <em>email</em> sesuai dengan SMTP.</li><li><strong>TXT </strong><em><strong>record</strong> </em>– &nbsp;Menyimpan informasi teks mengenai sumber di luar domain yang kamu miliki.</li><li><strong>NS <em>record</em></strong> – &nbsp;&nbsp;Digunakan untuk menunjukan server DNS dari sebuah domain.</li><li><strong>SOA <em>record</em></strong> – Menyimpan informasi penting mengenai domain atau <em>zone</em>, seperti alamat <em>email https://widehostmedia.com/wp-content/uploads/2020/02/team5-7-1.jpgistrator</em>, kapan terakhir dilakukan <em>update </em>pada domain, dan lain sebagainya.</li><li><strong>SRV <em>record</em></strong> – Digunakan untuk menentukan sebuah<em> host</em> dan <em>port</em> untuk layanan yang spesifik, seperti <em>voice over IP</em> (VoIP), pesan singkat, dan lain sebagainya.</li><li><strong>PTR <em>record</em></strong> – Menyimpan informasi mengenai nama domain dari sebuah IP <em>address</em>.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekian penjelasan mengenai apa itu DNS beserta cara kerjanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa DNS sangatlah bermanfaat bagi para pengguna internet. Karena dengan adanya DNS kamu tidak perlu repot-repot untuk menghafal IP <em>address</em> dari setiap <em>website </em>untuk mengunjunginya. Cukup dengan mengetikkan nama domain, maka DNS akan menerjemahkannya ke dalam IP a<em>ddress</em> agar <em>browser</em> dapat memahami dan menampilkan konten yang diinginkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sudahkah kamu memiliki nama domain unik dan keren untuk <em>website</em>-mu? Dengan memiliki nama domain keren, pengunjung akan dengan mudah mengingat <em>website</em>-mu. Silakan kunjungi <em>website</em> <a href="https://widehostmedia.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wide Host Media</a>, untuk mendapatkan berbagai macam domain keren yang dapat meningkatan <em>brand awareness </em>dan trafik <em>website</em>-mu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<p>The post <a href="https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/">Apa itu DNS (Domain Name System)?</a> appeared first on <a href="https://widehostmedia.com">Wide Host Media</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://widehostmedia.com/apa-itu-dns-domain-name-system/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
